![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Setelah beberapa mata pelajaran yang melelahkan, kini sudah saatnya jam istirahat makan siang.
Izuna dan Asuna akan belajar ketika sepulang sekolah besok, tepatnya mereka akan pergi ke salah satu perpustakaan umum yang tak jauh dari sekolah.
Saat ini, dimeja nya sendiri, Izuna bingung hendak apa.
Dirinya tidak membawa bekal makan siang, dan jika harus ke kantin, dia juga tidak tau dimana letak kantin berada. Kelas Izumi juga entah berada dimana yang membuat Izuna hanya menghela nafas lelah.
"Hey, Miyamura bukan? Apa kamu mau ikut denganku ke kantin?"
Sebuah suara tiba-tiba datang dan ketika Izuna menoleh, dia melihat sosok yang cukup asing baginya.
"Aku Igarashi Ryo, salam kenal." kata Ryo sambil mengulurkan tangannya.
Izuna juga mengulurkan tangannya, menjabat tangannya dan memperkenalkan dirinya.
"Kamu mungkin sudah tau, tapi aku Miyamura Izuna, dan panggil saja aku Izuna."
"Haha, baiklah, kamu juga bisa memanggilku Ryo. Jadi, bagaiman? Apa kamu mau ikut bersamaku?" Ryo bertanya.
"Tentu, lagipula aku juga cukup lapar."
"Haha, baiklah. Tapi sebelum itu, ada temanku yang akan ikut, kita tunggu dia sebentar, apa kamu keberatan?"
"Tidak, sama sekali tidak."
Keduanya mulai berbicara dan menjadi cukup akrab. Ryo mengatakan jika dirinya memiliki hobi olahraga, tapi dia tidak mengikuti satu klub apapun, dan ketika ditanya Izuna, dia menjawab:
"Aku akan tetap ikut klub pulang kerumah, dan itu adalah hal terbaik."
Begitu.
Klub pulang kerumah, itu adalah sebutan bagi orang yang tidak mengikuti klub dan langsung pulang kerumah mereka sepulang sekolah.
Meski sebenarnya mereka tidam mengikuti klub, tapi mereka membuat sebuah klub tidak resmi bernama "Klub pulang kerumah".
Mereka mengobrol selama beberapa waktu hingga seorang siswa berjalan dari luar kelas dan menghampiri mereka berdua.
"Ryo, aku sudah datang." katanya, dia kemudian melihat kearah Izuna dan bertanya pada Ryo, "apakah dia murid baru? Aku sepertinya belum pernah melihatnya."
"Ya, namanya Miyamura Izuna. Dan Izuna, dia adalah teman masa kecilku, Nagumo Hajime." kata Ryo, mengenalkan mereka berdua.
Melihat Hajime, Izuna mengulurkan tangannya dan berkata, "Miyamura Izuna, kau boleh memanggilku Izuna jika kau mau."
Sambil menjawab tangan Izuna, Hajime juga berkata, "Nagumo Hajime, panggil saja Hajime jika mau."
Hajime memiliki rambut hitam, mata cokelat, dan tubuh langsing, serta wajah yang baik. Dia memakai seragam Katagiri yang umumnya adalah; Kemeja putih berlengan panjang yang dilapisi dengan Blazer hitam dan celana hitam, dan sepatu kets abu-abu sama seperti Izuna.
__ADS_1
Tapi, berbeda dengan Izuna dan Hajime, Ryo hanya mengenakan kemeja berlengan pendek putih dan celana panjang hitam.
Terlepas dari perbedaan seragam mereka, sebenarnya mereka hanya mengenakan seragam yang digunakan di musim yang berbeda.
Di musim dingin, umumnya pada murid akan menggunakan seragam yang lebih tebal dan berat seperti kemeja berlengan panjang yang dilapisi oleh sweater hangat atau blazer hitam.
Tapi, ketika di musim panas, umumnya pakaian yang mereka kenakan lebih tipis seperti yang dikenaka Ryo saat ini.
__________
Selama perjalanan mereka sedikit mengobrol untuk mencairkan suasana.
Hanya dalam beberapa menit, tapi mereka telah menjadi akrab satu sama lain.
Mereka berbicara satu sama lain, kemudian mereka mendengar suara dari belakang yang memanggil Hajime...
"Nagumo-kun!"
Mereka bertiga berbalik dan melihat seorang gadis dengan rambut hitam panjang mencapai punggungnya, dengan mata unggu berada di belakang mereka dan dia yang memanggil Hajime. Dibelakangnya, ada tiga siswa yang mengikuti.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Hajime memang seorang Otaku.
Tapi, dia tidak terlalu buruk atau menjengkelkan, jadi nama otaku kotor hampir tidak membuatnya cocok. Rambutnya dipotong pendek dan dipelihara rapi.
Plus, bukan berarti dia juga memiliki masalah komunikasi. Tentu saja, dia bukan orang yang paling banyak bicara, tapi dia tak bermasalah menanggapi orang yang bicara dengannya. Dia adalah orang yang tenang secara keseluruhan, tapi tidak sampai pada saat di mana hal itu bisa dianggap suram.
Kebetulan dia tertarik pada seperangkat media yang sangat spesifik—yaitu manga, novel, video game, dan film.
Jadi mengapa semua siswa membenci Hajime?
Jawabannya sederhana saja...
"Selamat Siang, Nagumo-kun! Kau hampir tidak berhasil tepat waktu tadi. Kupikir setidaknya kau harus berusaha lebih awal." Salah satu gadis tersenyum pelan saat ia mendekati Hajime.
Dia adalah satu dari sedikit orang di sekolah yang memperlakukannya dengan baik, dan juga alasan mengapa semua orang membencinya.
Shirasaki Kaori, salah satu gadis paling populer di sekolah, dan sangat cantik untuk bisa dianggap sebagai dewi oleh banyak orang. Rambutnya panjang dan hitam yang sampai ke pinggangnya, dan mata besar yang memikat dipenuhi dengan kebaikan. Hidungnya yang mungil terangkat sempurna di wajahnya, dan bibirnya yang merah jambu adalah lambang kesempurnaan.
Dia selalu memiliki senyum di wajahnya, dan kemampuannya untuk menjaga orang lain dikombinasikan dengan rasa tanggung jawabnya yang kuat menjadikannya salah satu
murid yang paling dihormati di sekolah.
Selain itu, dia toleran dan memahami suatu kesalahan, sampai-sampai di mana tak ada seorang pun yang pernah melihatnya terlihat tidak bahagia sebelumnya.
Dan, untuk alasan apapun, Shirasaki Kaori menaruh minat pada Hajime. Kebanyakan orang menganggap Hajime adalah murid yang mengerikan karena dia selalu tidur di kelas karena sering begadang (sebenarnya, dia memiliki nilai rata-rata yang cukup tinggi). Dan, karena Shirasaki selalu menjaga murid-murid lain, mereka yakin itulah alasan dia bicara dengannya.
Seandainya tawarannya meyakinkan Hajime untuk menjadi murid yang lebih baik, atau apakah dia adalah pria yang lebih tampan secara alami, laki-laki lain mungkin tidak terlalu memikirkan ketertarikan Kaori terhadapnya.
__ADS_1
Namun, seperti biasanya, dia sedih
karena rata-rata terlihat seperti bisa dilakukan seseorang, dan moto kesukaannya adalah "hobi akan kehidupan nyata," jadi jelas sikapnya terhadap sekolah juga tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Seperti itu, rata-rata siswa kelas satu di kelasnya tidak tahan dengan fakta bahwa Hajime sangat dekat dengan Kaori.
"A-Ah, Shi-Shirasaki-san." Wajah Hajime menegang saat ia merasakan tatapan haus darah dari beberapa orang disekitar mereka dan beberapa diantara mereka satu kelas dengannya.
Sebaliknya, Kaori tersenyum gembira saat menatapnya.
'Kenapa kau selalu melihatku seperti itu!?' Hajime putus asa saat ia merasakan tatapan yang membakar dirinya.
Sesaat sebelumnya, dia sangat senang karena bisa bersantai dengan Ryo dan Izuna.
Tapi, semenjak dirinya disapa oleh Shirasaki Kaori, perasaan itu rasanya seperti hancur berkeping-keping.
_______
Hajime sangat bingung. Dia tidak mengerti mengapa gadis paling cantik di sekolah peduli dengan pria seperti dia.
Baginya, sepertinya ada sesuatu yang lebih dari sekadar sifat alami untuk membantu orang lain.
Tentu saja, dia tak terlalu sombong untuk percaya bahwa dia mungkin memiliki ketertarikan romantis padanya.
Hajime sangat menyadari kenyataan bahwa dia telah menyerahkan banyak hal untuk menjalani kehidupan yang sepenuhnya ditujukan padahobinya. Dia tahu penampilan, nilai, dan kemampuan atletiknya rata-rata sama sekali.
Ada banyak orang yang lebih baik daripada dia yang jauh lebih cocok untuk menjadi pasangannya, bahkan di antara kenalannya saja. Karena itulah dia menganggap perilakunya
sangat membingungkan.
Tiga orang dibelakang Shirasaki menghampiri mereka. Mereka melihat mereka berdua seperti burung pemakan bangkai, menunggunya selesai bicara.
Tapi, tidak hanya mereka bertiga yang merasakan itu. Ryo dan Izuna disisi lain juga merasakan perasaan yang sama seperti tiga teman dibelakang Shirasaki.
Dan, ketika mereka bertiga menghampiri Hajime, Izuna dan Ryo juga datang kepada Hajime.
"Selamat Siang, Nagumo-kun. Seperti biasa kau hampir terlambat tadi pagi." Kata salah satu gadis dari teman Shirasaki
"Menemui dia lagi, Kaori? Kau sungguh terlalu baik untuk kebaikanmu sendiri." kata salah satu pria dari teman Shirasaki.
"Astaga. Bicara dengan kegagalan seperti dia menghabiskan banyak waktu." kata Pria lain dari kelompok Shirasaki.
Satu-satunya orang yang menyapa Hajime dari ketiganya adalah Yaegashi Shizuku, Sahabat Kaori.
Rambut hitam Shizuku diikat dengan ekor kuda khasnya. Matanya yang berbentuk badam memberinya tatapan yang agak tajam, tapi jauh di dalam tatapannya, dia mendapat kebaikan yang membuatnya tampak keren daripada dingin.
Tingginya 162 sentimeter, dia lebih tinggi dari kebanyakan gadis lain di kelasnya. Itu, dikombinasikan dengan tubuhnya yang kokoh, membuatnya seperti samurai yang bermartabat.
__ADS_1
Dan samurai dibuat untuk analogi yang agak tepat karena keluarganya benar-benar menjalankan sebuah dojo yang mengajarkan gaya Yaegashi, dan Shizuku sendiri adalah seorang pendekar pedang tanpa tandingan yang tak pernah kalah satu turnamen kendo pun.
Sebenarnya, dia pernah tampil di majalah sebelumnya dan memiliki fanbase yang agak fanatik. Pers pun sempat memanggilnya si cantik samurai modern.