![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Satu minggu berlalu begitu cepat. Tubuh Izuna sudah pulih sepenuhnya, dan hari ini adalah hari dimana dia akan bersekolah di sekolah barunya.
Izuna bangun pagi seperti biasa, melakukan olahraga ringan dan sarapan bersama keluarganya, dia aka berangkat bersama Izumi hari ini karena dia masih belum tau lokas sekolah ada dimana.
_____
Berjalan bersampingan, Izuna melirik Izumi dama pandangannya. Penampilan Izumi berubah 180° dari aslinya.
Dalam penampilannya sekarang, Izumi terlihat berpakaian berat untuk menyembunyikan tatonya, mengenakan seragam sekolah musim dingin dan blazer. Dia menjaga rambutnya sebahu dan lurus untuk menghindari menarik perhatian ke tindikan dan memakai kacamata berbingkai tebal.
Berbeda ketika di luar sekolah, ia tampil lebih santai dan tampaknya acuh tak acuh tentang fakta bahwa orang lain dapat melihat tindikan dan tatonya. Dia melepas kacamatanya dan mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda kecil dengan beberapa poni membingkai wajahnya. Sesekali, ia memakai cincin bibir dengan rantai, bersama dengan pakaian kasual dan berbagai aksesoris.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Izumi bertanya ketika dia menyadari tatapan Izuna.
"Tidak ... Hanya saja aku merasa asing dengamu. Siapa kamu? Dimana Izumi yang aku kenal?" Izuna bertanya sambil menyipitkan matanya dengan tatapan main-main.
Izumi memutar matanya dan berkata, "Hah.. Jangan bercanda lagi, Izuna. Ngomong-ngomong, aku tidak akan menemanimu sampai kelasmu, aku hanya memberitahu dimana kelasmu berada dan kau akan berjalan kesana sendiri."
"Oke, tidak masalah bagiku."
____
Didepan kelas yang bertuliskan "Kelas 1-2", Izuna menarik nafasnya. Mengetuk pintu beberapakali hingga seorang guru membuka pintu kelas dan bertanya padanya.
"Apa ada yang bisa aku bantu?"
Izuna mengangguk, dia menyerahkan sebuah surat dari kepala sekolah sebelumnya pada guru itu dan berkata, "Aku adalah murid pindahan, namaku Miyamura Izuna. Kepala sekolah menyuruhku untuk memberikan ini pada anda."
Guru itu membaca surat dari kepala sekolah, dan setelah beberapa saat, dia mengangguk dan menatap Izuna.
"Baiklah, aku mengerti. Aku adalah wali kelas 1-2, namaku Chabashira Sae, kamu boleh memanggilku Chabashira-sensei. Aku akan masuk kedalam terlebih dahulu, dan ketika aku menyuruhmu masuk, kamu baru masuk." kata Chabashira-sensei.
"Aku mengerti" Izuna mengangguk.
Chabashira Sae adalah seorang wanita muda dengan rambut cokelat panjang yang diikat ekor kuda dengan poni disapu ke kiri, mata cokelat, tubuh menggairahkan yang diberkahi dengan baik. Dia sebagian besar terlihat dengan ekspresi serius di wajahnya, meskipun jarang berubah menjadi senyuman. Pakaian normalnya terdiri dari blazer hitam dengan kemeja polo putih di bawahnya, rok hitam pendek, stoking, dan sepasang sepatu hak hitam.
__ADS_1
____
Setelah beberapa saat, Chabashira-sensei memanggil Izuna untuk masuk. Izuna, dengan tenang berjalan didepan kelas, dengan senyum kecil diwajahnya, dia memandang seluruh kelas dengan ekspresi tenang.
Bagaimanapun, Izuna dulunya adalah seorang pria pertengahan 20 tahun, jadi dia sudah terbiasa untuk berbicara didepan publik, dan dia tidak memiliki masalah sama sekali dengan itu.
"Dia adalah Miyamura Izuna, seorang murid pindahan yang akan menjadi teman sekelas kalian mulai sekarang. Aku ingin kalian berteman baik dengannya." kata Chabashira-sensei, dia memandang Izuna dan berkata, "Miyamura, kamu bisa mengucapkan beberapa untuk mereka sekarang."
Izuna mengangguk, dia memasang senyuman kecil diwajahnya, "Kalian mungkin sudah tau, tapi namaku Miyamura Izuna. Aku akan menjadi teman sekelas kalian mulai sekarang, karena itu, mohon bantuannya!"
Izuna menundukkan kepalanya.
"Hanya itu?" Chabashira-sensei bertanya.
"Ya, itu sudah cukup menurutku." Izuna membalas.
"Kalau begitu, Miyamura. Kamu bisa duduk di kursi kosong yang ada di belakang sana. Kita akan mulai pelajaran hari ini." kata Chabashira-sensei sambil menunjuk sebuah kursi kosong didekat jendela.
"Baik." Izuna mengangguk, dia berjalan menuju tempat duduknya, meletakkan tasnya dipengait yang ada di sisi meja, dia juga mengeluarkan buku tulis yang ia bawa pagi ini.
Gadis itu memiliki rambut berwarna oranye kecoklatan, mata coklat dan wajah cantik dengan tinggi rata-rata. Dia mengabaikan sekitarnya dan hanya memejamkan matanya dalam diam.
Dia mengenakan seragam perempuan yang terdiri dari kemeja putih yang ditutupi oleh blazer hitam lengan panjang dan dasi kupu-kupu dilehernya. Rok hitam selutut dengan kaus kaki putih mencapai pahanya dan sepatu hitam.
Izuna kemudian mencoba untuk berbicara dengannya.
"Permisi?"
Gadis itu merasakan jika seseorang berbicara dengannya. Dia menoleh ke sebelah dan melihat Izuna disana.
Ada sedikit kebingungan di matanya ketika melihat Izuna, karena dia sepertinya belum melihat pria ini di kelas sebelumnya.
"Ya?" Gadis itu menanggapi, dan meskipun dia mengabaikan sekitarnya, itu hanya karena dia memberikan aura yang menyuruh orang disekitar untuk menjauh darinya.
"Namaku Miyamura Izuna. Aku akan menjadi murid baru disini. Semoga kita akrab untuk kedepannya." katanya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Gadis itu sedikit menyipitkan matanya ketika Izuna mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya. Setelah ragu beberapa saat, dia mengambil tangan Izuna dan memperkenalkan dirinya.
"Namaku Yuuki Asuna, salah kenal."
Mendengar gadis itu, Izuna tersenyum dan sedikit tertarik dengannya.
Satu setengah jam berlalu, Chabashira-sensei mengajari mereka beberapa hal dan ketika bel berbunyi, dia menyuruh mereka untuk belajar di rumah sebelum akhirnya keluar dari kelas.
Bel jam istirahat sudah berbunyi dan artinya mereka bisa bersntai-santai selama 45 menit kedepan.
Para gadis di kelas mulai mengelilingi Izuna dan mulai mengajukan pertanyaan yang tidak sempat mereka tanyakan tadi.
"Nee, Miyamura-kun, aku dengar kamu adalah murid pindahan. Kalau boleh tau, dari sekolah mana itu?"
"Ahh, itu adalah SMA Teiko."
"Boleh aku minta ID dan nomor ponselmu?"
"Ahh, itu sedikit privasi untuk sekarang, mungkin lain kali."
Dengan lembut dan sedikit canggung, dia mulai menjawab pertanyaan mereka satu persatu. Dia tidak ingin membuat reputasinya buruk dengan langsung menolaknya, tapi dia berbicara dengannya sedikit untuk menjadi lebih akrab untuk bisa bertukar nomor.
Tapi, meski begitu dia tidak terlalu tertarik untuk lebih akrab dengan beberapa gadis acak yang hanya tertarik dengan penampilannya.
Saat Izuna sedang berbicara dengan beberapa teman sekelas yang memiliki banyak pertanyaan untuknya, tapi dia berhenti ketika ada yang memanggil namanya dari pintu kelas.
"Izuna, kau di sini?" yang memanggilnya adalah Izumi, dia mencari Izuna tentunya untuk menunjukkan sekolah ini, dan ditambah ini adalah jam istirahat, tentunya dia juga ingin makan siang.
Tapi sebelum itu, dia berniat untuk menemui Izuna terlebih dahulu, dan dia juga bertanya kepada Guru dimana kelas Izuna.
Setelah mengetahui kelas Izuna, dia langsung menghampirinya. Tapi dia melihat jika Izuna sedang dikelilingi oleh teman sekelasnya, dan kebanyakan dari mereka adalah perempuan.
Tapi dia tidak terlalu terkejut dengan hal itu, dan Izumi bahkan sudah mulai terbiasa dengan Izuna yang dikelilingi oleh para perempuan.
Izuna melihat kearah orang yang memanggilnya, dan ketika dia melihat jika Izumi yang memanggilnya, dia langsung meminta maaf kepada mereka dan pergi menemui Izumi.
__ADS_1