![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Izuna Menang dalam pertarungan ini, dia membuka pelindung kepala dan wajahnya lalu menatap Kouki yang tertunduk lemas di tanah.
Dia memandang Kouki lalu berkata, "Bagaimana? Apa kau puas? Aku menang disini."
"Kau..."
Izuna hanya tersenyum dan menikmati ekspresi muram Kouki ketika dia mengalahkannya. Dia kemudian melihat kesekeliling, dimana beberapa penonton bersorak dan bertepuk tangan padanya yang telah memenangkan pertarungan.
Dia balas tersenyum pada mereka sambil melambaikan tangannya, yang membuat mereka—khususnya para gadis berteriak kegirangan.
"Kyaa!"
"Sangat tampan!"
"Ahh! Miyamura-kun, aku mencintaimu!"
Melihat para gadis yang berteriak kegirangan sambil wajah mereka yang memerah, para lelaki disana hanya bisa menggertakkan gigi mereka sambil menahan rasa emosi didalam diri mereka.
"Sialan, dasar kau Riajuu!"
"Matilah kalian para Riajuu b*jingan!"
"Dasar kep*rat!"
__
Shizuku melihat hasil pertandingan yang dimenangkan oleh Izuna, pikirannya masih rumit apalagi setelah melihat Izuna yang bisa dengan mudah mempeaktekkan gerakan yang diajari oleh kakeknya begitu mudah.
Apalagi, dia bahkan belum pernah menunjukkan gerakan itu pada siapapun sebelumnya, dan disini, bagaimana dia(Izuna) bisa tau tentang gerakan itu?
"Apa mungkin...."
Shizuku memikiki beberapa pemikiran di benaknya, tapi dia cukup ragu akan hal itu, dan memutuskan untuk mencari tahu kebenarannya nanti.
Kaori menatap Shizuku, dan dengan khawatir bertanya, "Apa ada yang mengganggu pikiranmu, Shizuku-chan?"
Shizuku tersentak mendengar perkataan Shirasakiz dia menatapnya lalu menggelengkan kepalanya dengan lembut, "Tidak apa-apa, Kaori"
Kaori masih ragu tapi mengangguk, "Jika ada yang salah, beri tau aku, Oke!"
Shizuku mengangguk dan tersenyum, "Tentu."
"Tapi, aku sepertinya pernah bertemu dengan dia(Izuna), tapi aku tidak ingat." Kata Kaori sambil memegang dagunya.
"Eh? Benarkah?" Shizuku terkejut.
"Iya ... Tapi aku tidak ingat dimana ..."
"Tidak apa, mungkin kamu akan mengingatnya suatu hari nanti, Kaori."
____
"Baiklah, aku akan pergi sekarang, lagipula aku ada urusan setelah ini." Setelah mengatakan itu, Izuna berbalik dan berjalan pergi. Tapi, bukannya berjalan keluar, dia malah berjalan menghampiri Shizuku yang duduk bersama Kaori yang menonton mereka.
Tentunya, banyak orang bertanya-tanya, apa yang ingin dilakukan Izuna saat ini, karena dia berjalan menghampiri kedua gadis itu.
Izuna tidak peduli pada tatapan yang diarahkan mereka padanya, dia menatap Shizuku sambil tersenyum kecil, ketika dia berada di depannya dia tersenyum lembut kearah Shizuku, tidak memperhatikan kehadiran Kaori disana.
"Sesuai janjiku, Yaegashi-san. Aku memberikan cacat dalam pertandingan ini, selanjutnya tinggal kamu yang harus menepati janjimu." Kata Izuna.
Shizuku tau ini akan terjadi, jadi dia hanya mengangguk dengan tenang sambil memasang ekspresi tabah diwajahnya, "Tentu saja, aku tidak akan mengingkari janjiku padamu."
Sementara Izuna tersenyum mendengar tanggapannya, orang-orang disekitarnya menatap pertukaran keduanya dengan tanda tanya diatas kepala mereka.
Mereka bahkan berpikir jika Izuna, dan Shizuku memiliki hubungan yang lebih dekat dari yang mereka duga.
__ADS_1
Tapi tentunya, yang paling terpengaruh saat ini adalah Kouki. Dia menggertakkan giginya dengan marah ketika melihat pertukaran antara Izuna dan Shizuku.
Dia memiliki perasaan romantis untu kedua teman masa kecilnya (Kaori dan Shizuku) dan dia selalu ingin bersama dengan mereka selamanya.
Itulah kenapa, ketika melihat Shizuku yang berbicara dengan Izuna membuatnya sangat kesal dan marah. Dan bukan hanya Izuna, dia juga kesal pada Hajime, karena Kaori selalu berusaha lebih dekat dengan Hajime, dan bahkan kadang mengabaikannya agar bisa berbicara dengan Hajime.
Tapi, tidak seperti Kouki yang memiliki perasaan romantis pada keduanya(Kaori & Shizuku), mereka bahkan tidak menganggap Kouki seperti itu.
Kaori sendiri, baginya Kouki adalah salah satu teman terdekat Kaori. Kaori sudah mengenalnya sejak SD bersama Shizuku karena mereka bertiga selalu bersama saat itu. Hal ini karena kehadiran Kouki bahwa kebanyakan anak laki-laki yang memendam naksir Kaori tidak mengaku padanya karena mereka berpikir bahwa mereka tidak bisa menandingi Kouki. Namun pada kenyataannya, tidak seperti kebanyakan gadis lain, Kaori kebal terhadap penampilan Kouki yang tampan dan kepribadiannya yang menawan karena dia tahu betapa padatnya dia serta kebiasaannya menafsirkan hal-hal sesuai dengan keinginannya yang mencegahnya untuk melihatnya secara romantis
Sementara Shizuku?
Keduanya bertemu satu sama lain ketika mereka masih kecil ketika Kouki mulai berlatih di dojo keluarganya. Pada awalnya, Shizuku berpikir bahwa dia akan jatuh cinta pada Kouki, berpikir bahwa dia bisa menjadi orang yang spesial yang akan memahaminya dan menerimanya. Namun demikian, tak lama setelah dia memahami sifat Kouki, dia menyadari bahwa harapannya salah. Namun, dia terus menjadi temannya.
Jadi, meski Kouki menganggap bahwa Kaori bersama dengan Shizuku "miliknya" karena persahabatan masa kecil mereka, yang dia tafsirkan sebagai cinta romantis, itu sebenarnya hanyalah pernyataan sepihak.
****************
Disisi lain.
Izumi yang sudah tiba di Apartemen dan mengganti pakaiannya menjadi kasual dan memasang delapan piercing di kedua telinganya, dan rantai bibir.
Dia memakai kaos hitam-putih lalu dilapisi kemeja abu-abu.
Izumi berjalan pergi dari apartrmennya dan menuju ke toko roti ibunya. Sesampainya disana, dia melihat Iori dan Sayu yang tengah melayani pelanggan.
Iori melihat Izumi yang memasuki toko lalu berkata, "Izumi, beruntung kau disini."
Izumi menoleh melihat ibunya lalu bertanya, "Kenapa? Apa ada masalah?"
Iori mengangguk dengan serius, Izumi yang melihat ini juga menjadi serius mendengarkan, "Kita..."
"Kita...?"
"...." Izuna terdiam, dia menatap Ibunya dengan ekspresi datar, "Hanya itu...?"
"Apa maksudmu 'hanya itu?' itu?! Kita hanya punya roti disini, dan roti nya juga untuk dijual! Kita tidak punya makanan untuk camilan sebelum makan! Kau juga tau kalah Sayu-chan juga disini kan?!"
Izumi mendesah tak berdaya, "Baik baik, aku mengerti...."
"Bagus kalau kau mengerti! Lalu, dimana Izuna? Apa dia tidam pulang bersamamu?"
"Tidak, dia masih ada urusan disana. Yah ... Ibu tau sendiri bagaimana Izuna kan?" kata Izumi.
"Ohh..." Iori mengangguk dan tidak bertanya lagi.
"Baiklah, Aku pergi dulu."
__
Izumi dalam perjalanan menuju minimarket sampai dia melihat seorang anak kecil dengan rambut putih perak terjatuh didepannya.
Dia menghampiri anak kecil itu dan membantunya berdiri. "Kau tidak apa-apa?"
Anak kecil itu menagguk dan menatap Izumi, "Ya, aku baik-baik saja."
"Apa kau ingin aku mengantarkanmu pulang? Dimana rumahmu?" Izumi bertanya
"Kearah sana." Anak itu menunjuk ke salah satu jalan.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang." Kata Izumi, anak itu hanya mengangguk menanggapi.
__
Di suatu rumah.
__ADS_1
Terdapat seorang Gadis dengan penampilan santai sedang menyedot debu di lantai.
Ding!
Dia mendengar pintu bel berbunyi dan menjawabnya, "Ya, sebentar.
Gadis itu berjalan menuju pintu lalu melihat seseorang yang dikenalnya.
"Onee-chan, aku pulang." dia adalah seorang anak kecil dengan rambut putih, yang hidungnya mengalami.mimisan dengan seorang pemuda yang menggandeng tangannya.
"Shouta!" gadis itu menghampiri anak itu yang adalah adiknya sendiri, "Kenapa ini?"
Dia mengelap darah yang mengalir di hidungnya sambil bertanya dengan cemas.
"Aku terjatuh." Anak itu menjawab dengan ringan.
Pemuda yang dari tadi diabaikan itu kemudian membuka mulutnya dengan canggung, "Etoo, karena aku sudah mengantarnya kesini aku permisi."
Gadis itu tersentak dan membuka mulut dan matanya lebar-lebar dan berteriak dalam pikirannya. 'Aku mengabaikannya!'
Pemuda itu hendak berbalik sampai anak yang ditolongnya tadi menggenggam ujung pakaiannya.
"Shouta?"
"Nii-san, kau akan pergi?" anak itu bertanya dengan sedikit sedih.
"Ahhhh...... Yahh..." pemuda itu tidak tau hendak menjwab apa untuk saat ini.
Melihat situasi ini, gadis itu dengan canggung membuka mulutnya dan berkata, "Anu ... kalau tidak keberatan, bagaimana kalau mampir sebentar? Aku akan membuatkanmu minuman."
"Tidak ... itu tidak perlu." pemuda itu menolak dengan halus sambil melambaikan tangannya.
"Ini sebagai rasa terimakasihku ... Tolong."
"Ahh, baiklah kalau begitu...."
___
"Dia terjatuh karena di kejar anjing, dan aku membantunya tadi."
Di ruang tamu, pemuda itu yang adalah Izumi tengah duduk dan didepannya ada gadis tadi dan duduk disampingnya ada anak kecil yang ia bantu.
"Maaf merepotkanmu, dia memang anak yang merepotkan." Gadis itu sedikit membungkuk dan memainta maaf.
"Tidak, dia anak yang baik." Izumi membalas.
"Nii-san, apa kopi itu pahit?" Anak kecil tadi bertanya.
"Tentu saja Pahit..." Izumi membalas sambil tersenyum
"Dia adalah anak yang pintar, dia bahkan bisa menunjukkan alamatnya sendiri." kata Izumi
"Tidak, biasanya dia tidak seperti itu." Gadis itu menjawab.
Izumi melihat sekeliling lalu berkata, "Tapi aku juga kagum padamu, kamu bahkan membersihkan rumahmu sendiri. Itu tidak terduga, Hori-san."
Gadis hendak menjawab, tapi dia menyadari sesuatu, "E-eh..."
"Hori-san... Bukan? Kelas 2-1." Izumi bertanya
"A-Aku memang Hori, t-tapi... Bagaimana kamu bisa tau?" Gadis itu sedikit panik dan dengan gugup bertanya
Izumi hanya memberikan tatapan bingung dan menjawab, "Apa maksudmu. Aku teman sekelasmu, Miyamura."
Gadis itu tersentak mendengat jawabannya, "Eh? Ehh?! Ehhhhhhhhhhhhhh!?!"
__ADS_1