[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
32. Kenapa tidak?


__ADS_3

Terkejut, itulah yang dirasakan Kaori saat ini.


Dia tidak menyangka jika Hajime akan menolaknya, dan matanya terbelalak ketika dia menatap Hajime dengan ketidakpercayaan dimatanya.


"K-Kamu pasti bercanda kan ... Nagumo-kun? Tidak mungkin kamu menolakku 'kan ...? Ayo Nagumo-kun, katakan jika kamu berbohong ..." Kaori sangat putus asa, dia menghampiri Hajime dan memegang kedua bahunya dan mengguncangnya beberapa kali.


Hajime menepis tangan Kaori, sambil menghela nafas panjang dia berkata, "Maaf, tapi apa yang aku katakan semuanya benar. Jujur saja, Shirasaki-san ... Ketika kamu mencoba untuk mendekatiku, aku tidak menyukainya. Tapi, karena kamu selalu bersikap baik padaku, aku juga tidak enak mengatakan hal itu padamu."


"... A-Apakah itu benar?" Kaori menjadi semakin putus asa. Kulitnya memucat dan dia menahan air mata disudut matanya.


Menyeka sedikit air mata disudut matanya, Kaori memaksakan senyumannya dan berkata, "Terimakasih telah mengatakan yang sebenarnya padaku, Nagumo-kun. Maaf karena membuatmu kerepotan selama ini."


Kaori membungkukkan badannya, sebelum tersenyum kembali, dan berkata, "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Maaf karena membuang waktumu."


Tanpa menunggu balasan Hajime, Kaori langsung berbalik dan berlari pergi meninggalkan Hajime disana. Menggunakan tangannya menutupi mulutnya, Kaori mencoba menahan tangisannya agar tidak keluar.


Tapi itu sia-sia. Untuk orang seperti Kaori, dia tidak bisa menahan emosinya, dia berhenti disamping sebuah tiang listrik sambil menyandarkan tubuhnya dan menangis dalam diam.


Flashback End


___________


Ketika Kaori menyelesaikan ceritanya, dia tidak kuasa menahan kesedihannya dan langsung melemparkan tubuhnya pada Shizuku dan menangis didadanya.


Shizuku menepuk punggung Kaori dan membiarkannya menangis dan mengeluarkan semua emosi yang dia pendam selama ini.


"Tidak apa, Kaori. Keluarkan saja semua, aku tidak keberatan." kata Shizuku sambil menepuk punggung Kaori dan mengelus rambutnya dengan lembut.


"Huuaaa! Shizuku-channn! *Hiks* Aku benar-benar sakit ... *Hiks* Aku tidak menduga jika Nagumo-kun akan menolakku ...! *Hiks*" kata Kaori dalam sela-sela tangisannya.


Ini mungkin saat yang berat bagi Kaori, karena Hajime bisa disebut sebagai cinta pertamanya, dan siapa yang tidak sedih jika ditolak oleh orang yang dicintainya?


Tidak ada bukan?


Seperti itulah Kaori saat ini.

__ADS_1


Dia menjadi sangat sedih dan putus asa, dia tidak tau harus berbuat apa dan menyesal karena telah menyatakan cintanya saat itu.


Sekarang, dia tidak tah bagaimana harus bereaksi ketika bertemu Hajime besok.


Seketika, Kaori merasa jika mati mungkin bukan pilihan yang buruk ....


____________


Izuna tidak tau apa yanv terjadi antara Kaori dan Hajime, dan adapun jika dia tau, dia tidak bisa melakukan apapun karena itu dia akan mencampuri urusan mereka.


Lagipula, Izuna bukan siapa-siapa Kaori, dan dia juga baru kenal Hajime beberapa bulan yang lalu. Mereka juga masih belum terlalu akrab untuk bisa mencampuri urusan pribadi masing-masing.


Ditambah, orang Jepang tidak suka jika ada orang yang mencampuri urusan pribadi mereka, karena itu adalah sebuah pelanggaran privasi, dan tindakan itu sangat buruk bagi orang Jepang.


Dan, sebagai warga masyarakat yang baik, sudah menjadi tanggungjawab Izuna untuk mematuhi semua hukum tertulis atau tidak tertulis di Negara ini.


Lupakan tenyang Kaori dan Hajime sejenak, saat ini Izuna sedang berkeliling di Mall tempat dia dan Shizuku berkencan tempo hari.


Bukan karena dia ingin mengunjungi tempat dia dan Shizuju berkencan, tapi karena dia memiliki sesuatu untuk dilakukan di Mall ini hari ini.


"Love Spot".


Jika harus menjelaskannya, mungkin akan sangat efisien jika disebut itu adalah sebuah kemampuan untuk memikat lawan jenis.


Intinya, "Love Spot" ini membuat lawan jenis yanb bertatapan langsung dengan Izuna akan terpesona padanya, dan membuatnya memiliki perasaan kasih sayang misterius yang muncul didalam hatinya untuk Izuna.


Jika harus disingkat lagi, itu mirip seperti mantra sihir.


Ya, mantra sihir.


Dengan sebuah mantra sihir, yang bsa mengeluarkan pesona untuk menarik lawan jenis agar tertarik pada pengguna.


Singkatnya seperti itu.


Izuna cukup yakin jika kemampuan ini bukan seperti apa yang dipikirkannya, karena itu dia mencoba untuk mengetes kemampuannya ditempat yang ramai seperti Mall ini.

__ADS_1


________


"....."


Izuna menundukkan wajahnya ketika dia duduk dibangku yang berada di bagian luar Mall. Izuna telah mengetes kemampuannya dan hasilnya bahkan lebih dari yang ia duga.


Sekelompok wanita tiba-tiba tertarik padanya dan mereka dengan cepat mendekatinya dan menggodanya, itu adalah situasi yang merepotkan untuk Izuna.


Dia memang menyukai wanita cantik, tapi banyak wanita cantik acak yang memiliki 'nafsu' padanya benar-benar situasi yanh berbeda.


Jika bisa dikatakan, dia lebih suka wanita seperti Shizuku yang tenang dan bermartabat, atau Sayu yang wajahnya adalh suatu antara 'cantik' dan 'imut', dan Asuna yang perhatian, Yui yang memiliki sifat Tsundere yang menurutnya imut, dan Kaori dengan seribu kebaikan yang dimilikinya.


Semua wanita disekitarnya memiliki daya tariknya tersendiri, dan itu jelas ribuan kali lebih baik daripada sekelompok wanita yang mengejarnya tadi.


Untungnya kemampuan ini tidak asal memikat lawan jenis, kalau tidak Izuna mungkin akan sangat kerepotan dimasa depan.


""Izuna-san? Kamu disini juga?" Suara gadis tiba-tiba membuat Izuna mendongakkan kepalanya keatas, menatap gadis yang memanggil namanya itu.


"Sayu? Apa yang kamu lakukan disini?" Izuna bertanya pada Sayu yang saat ini berdiri didepannya.


"Ah, karena Iori-san menyuruhku untuk libur hari ini, jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar disini, tapi aku tidak menduga jika akan bertemu denganmu disini, Izuna-san." kata Sayu sambil tersenyum manis. Dia mendekati Izuna dan bertanya, "Bisakah aku duduk disebelahmu?"


"Tentu." Izuna mengangguk, dan Sayu duduk disebelah Izuna sambil meletakkan tas kecil yang dibawanya.


"Ngomong-ngomong, apa yang kamu lakukan disini, Izuna-san? Apakah kamu akan bertemu dengan pacarmu? Kalau begitu, aku mungkin tidak seharusnya mengganggu kencan kalian."


Izuna menghela nafas, menatap Sayu disebelahnya dan berkata, "Hahh, aku tidak punya pacar, dan apa yang aku lakukan disini hanyalah untuk melihat-lihat saja."


"Oh, kalau begitu maukah kamu menemaniku? Aku cukup asing disekitar sini, jadi aku tidak tau banyak tenang daerah sini." Sayu bertanya dan berharap jika Izuna akan menerima tawarannya.


Jujur saja, hari ini dia disuruh Iori untuk pergi libur dan bersenang-senang, tapi ketika dia mengatakan jika dia akan dirumah dan beres-beres, Iori langsung menyuruhnya untuk pergi keluar dan melakukan sebuah perjalanan kecil sambil mengenal daerah sekitar.


Dengan tidak berdaya, akhirnya Sayu yang dipaksa Iori setuju, dan disinilah dia saat ini.


"Tentu, kenapa tidak?" Izuna mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2