![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
"Lepaskan gadis itu atau kalian akan dalam masalah!"
Kedua pria itu terkejut sebelum dengan cepat berubah menjadi kemarahan setelah mereka melihat jika ada seseorang yang mencoba mengganggu kegiatan mereka malam ini!
"Bajingan, jangan pernah berpikir bahwa kamu akan bisa lolos dari kami berdua!"
Salah satu pria mengeluarkan pisau dari sakunya dan menatap Izuna dengan marah.
"Hei bocah, apa kamu tidak salah mengancam kai?"
"Haha, beritahu padanya untuk pulang dan minum susu."
"Ngomong-ngomong, aku akan memberi beberapa bekas luka pada wajahnya yang menyebalkan itu."
Kedua pria itu nampak marah sambil menatap Izuna, memikirkan kalau mereka akan diganggu disaat seperti ini, membuat mereka kesal. Izuna juga secara samar bisa mencium aroma alkohol pada keduanya, dan sepertinya mereka baru saja mabuk.
"Kau sial hari ini nak! Jangan pernah berpikir menjadi pahlawan sendirian lain kali!"
Pria itu langsung berlari ke arah Izuna dengan pisaunya, tapi Izuna hanya memandangnya dengan acuh sambil mendengus.
Ketika jarak antara mereka cukup dekat, Izuna tidak ragu-ragu dan menendang tulang kering lawannya.
*Krak!*
"Eh?"
Ketika mereka mendengar retakan, ekspresi mereka menjadi tercengang.
Izuna tidak menyia-nyiakan waktunya, memperpendek jarak, menangkis pisau di tangan lawannya, lalu menggunakan sikunya untuk memukul hidungnya dalam sekejap.
*Bamm!*
*Krak!*
Izuna bisa melihat hidup pria itu berdarah, dan sepertinya patah, tetapi dia tidak peduli. Dia tahu bahwa selama dia tidak membunuh orang, dia seharusnya baik-baik saja dan sekelompok orang di depannya adalah sampah masyarakat, mereka bahkan akan dinyatakan bersalah meskipun Izuna lah yang memukuli mereka.
Izuna juga merasa kalau mereka bukan kelompok Yakuza atau semacamnya karena penampilan mereka hanya seperti pria berotot besar, dan mereka seharusnya menjadi sekelompok preman kecil, bahkan jika mereka dipukuli tanpa alasan, tidak ada yang akan membantu mereka.
Mereka juga hampir memperkosa seorang gadis dan merampok uangnya, jadi tidak akan ada yang menyalahkannya meskipun dia memukuli mereka habis-habisan.
Salah satu pria jatuh dan pingsan langsung setelah serangan Izuna. Tidak hanya hidungnya, tetapi beberapa giginya juga patah,
__ADS_1
"BAJINGAN!!!"
"JANGAN PERNAH BERPIKIR KAMI AKAN MEMBIARKAN ANDA KEMBALI KE RUMAH!!"
"HABISI DIA!"
Tetapi...
Izuna bergerak lebih cepat, dan muncul di depan mereka, lalu tanpa ragu, memukul mereka dengan tinjunya, menghujani mereka sampai wajah mereka penuh darah.
Salah saru pria itu hendak mengambil pakaian Izuna untuk membantingnya ke tanah, tetapi, Izuna menjaga jarak darinya muncul beberapa sentimeter jauhnya, dan dalam sekejap, dia menendang bagian bawah pria itu, membuatnya mengerang kesakitan sambil menutupi selangkangannya.
"Ugh!"
Pria itu jatuh ketanah, memegang selangkangannya yang ditendang oleh Izuna sambil mengerang kesakitan, tetapi penderitaannya belum berakhir karena wajahnya dibanting ketanah oleh Izuna membuatnya terkapar seketika.
Izuna menarik napas dalam-dalam, mencoba menurunkan adrenalin dan sarafnya. Ini bukan pertama kalinya dia bertarung, tapi ini adalah pertama kalinya dia melakukannya di dunia ini. Tubuhnya tegang semua karena pertempuran dan anehnya, cukup, dia merasa itu cukup menyenangkan entah bagaimana.
"... A-Apa ka-kamu baik-baik saja?"
Suara gadis itu membangunkannya dari lamunannya, Izuna lalu melirik gadis yang dia selamatkan tadi, dan mau tidak mau, dia harus mengakui jika gadis itu cantik.
Gadis itu tampak gemetar saat melihat wajahnya, dan meskipun dia cukup waspada, tapi bukan berarti dia tidak akan berterimakasih pada orang yang menyelamatkannya.
Izuna mengedipkan matanya beberapa kali sebelum menghela nafas dan berkata, "Kamu harus berhati-hati lain kali. Cukup berbahaya bagi gadis cantik sepertimu sendirian di tempat seperti ini."
"Um."
Gadis itu mengangguk dengan ekspresi suram diwajahnya, dia menatapnya dan berkata, "... Terima kasih."
"Tidak masalah."
"Aku akan menelpon polisi dan membuat mereka mendapatkan balasan yang setimpal." Kata Izuna, dia mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan menelpon polisi, dia memberitahu sedikit kronologi dan disuruh untuk menunggu disana selama beberapa menit.
"Aku sudah menelepon polisi, kamu bisa kembali jika kamu mau, tapi mungkin lebih baik jika kamu memebri keterangan terlebih dahulu pada mereka." Kata Izuna.
Gadis itu hanya mengangguk dalam diam, dia juga sedkit menjaga jarak pada Izuna dan masih cukup waspada padanya.
Izuna hanya menghela nafas melihat gadis itu, dia juga tida menyalahkannya karena apa yang dia alami baru saja adalah hal yang mengerikan.
Mereka hanya saling diam hingga beberapa anggota polisi datang, mereka menanyai beberapa hal dari Izuna dan gadis itu, sebelum akhirnya membawa kedua preman itu ke kantor.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Kata Izuna.
Dia hendak berbalik, tapi suara gadis itu menghentikannya.
"Anu ... Bolehkan .... Bolehkan aku mengetahui namamu?" Gadis itu bertanya dengan ragu.
Izuna berbalik, menatap wajah gadis itu yang memalingkan wajahnya kesamping dengsn rona merah dipipinya, dia mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Tentu, namaku Miyamura Izuna, salam kenal. Bagaimana denganmu?" Kata Izuna dan bertanya.
"Aku, Kotegawa Yui. Sekali lagi, aku ucapkan terimakasih karena telah menolongku." Gadis itu, Yui membungkukkan badannya sekali lagi kedepan.
"Tidak, aku juga sedang lewat dan kebetulan mendengar suaramu yang membinta bantuan, jadi aku langsung kemari. Jangan terlalu dipikirkan." Kata Izuna sambil melambaikan tangannya.
"Tapi tetap saja aku harus berterimakasih dengan benar pada penolongku. Tolong katakan saja, aku pasti akan membalas kebaikanmu lain kali!" Yui membungkukkan badannya sekali lagi sebelum berbalik pergi.
Melihat punggungnya yang semakin menjauh, Izuna tidak berpikir banyak dan berjalan pergi. Dia memiliki janji pada Kana untuk pergi ke sebuah restoran keluarga sebelum kembali ke Minato.
_____
Keesokan paginya, Izuna sudah kembali ke apartemen miliknya dan langsung masuk kekamarnya untuk istirahat.
Dia sudah memberitahu Iori kalau dia akan pulang pagi dini hari dan akan langsung tidur, jadi dia tidak akan bisa sarapan bersama mereka pagi ini. Iori juga tidak bertanya lebih jauh dan mengiyakannya saja.
Dikamarnya, Izuna sedang tidur dengan pulas. Kejadian kemarin malam benar-benar membuatnya kelelahan.
Mungkin karena dia baru saja sembuh dan malah harus bertarung dengan dua preman membuatnya kelelahan.
"Izuna, kamu tidak sarapan?" Iori bertanya sari luar kamarnya.
"Tidak ... Aku masih lelah Ibu, mungkin nanti." kata Izuna dengan nada mengantuk.
"Tapi ini sudah hampir waktu makan siang, kalau tidak segera makan, tubuhmu akan sakit lagi." kata Iori, mencoba membujuk Izuna untuk makan.
"Baiklah, aku akan segera kesana." Izuna akhirnya menyerah, dengan malas, dia mengangkat tubuhnya dan membuka pintu kamarnya.
Dia menatap Iori dengan wajah yang masih mengantuk, dan berkata, "Aku akan mencuci wajahku terlebih dulu sebelum makan."
"Baiklah, jangan terlalu lama."
"Baik~"
__ADS_1