[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
46. Pagi di Sekolah (2/2)


__ADS_3

"Baik, baik, aku mengerti. Ah, ngomong-ngomong, apa kalian punya waktu hari ini akhir pekan ini? Aku punya sebuah tiket ke taman bermain untuk lima orang akhir pekan ini. Jadi, aku berniat bertanya kalian dan mengajak kalian untuk pergi." Hakari bertanya sambil mengeluarkan tiga tiket yang dia ambil dari tas sekolahnya dan menunjukkannya pada Izuna dan Asuna.


"Hmm, aku tidak ada kegiatan akhir pekan ini, jadi aku akan ikut. Lagipula, tidak ada salahnya sesekali bersenang-senang." kata Izuna dengan anggukan setuju, berpikir jika sesekali rileks dan bersenang-senang tidak terlalu buruk untuknya.


"Bagus, bagaimana denganmu, Asuna-san?" Hakari senang ketika Izuna memutuskan untuk datang, tapi dia juga harus bertanya pada Asuna.


"Hm.... Sepertinya aku bisa pergi... Ya, tidak masalah jika hanya sebentar, dan sesekali berlibur juga bukan hal yang buruk." Asuna ragu pada awalnya, tapi ketika dia memikirkan tentang Izuna dan Hakari yang pergi berduaan di taman hiburan membuat perasaannya tidak enak.


Tapi, disaat yang sama dia juga tau jika dia akan mendapatkan masalah yang serius karena hal ini. Tapi, dia memutuskan untuk mengabaikannya untuk saat ini. Lagipula, dia juga butuh hiburan atau dia akan stres karena terlalu tertekan.


"Bagus! Kita bertemu di Taman Kyu-Shiba-rikyu jam 9, jangan sampai telah oke?"


"Ngomong-ngomong, tadi kamu bilang jika kamu punya lima tiket. Lalu, bagaimana dengan dua sisanya?" Izuna tiba-tiba bertanya. Hakari sebelumnya menyebutkan jika dia punya lima tiket masuk ke taman hiburan, dan karena mereka hanya tiga orang, berarti masih ada dua tiket yang tersisa.


"Hmm, entahlah? Apa kalian punya saran seseorang untuk diajak? Akan sia-sia jika kita tidak menggunakan tiket ini." kata Hakari sambil menatap mereka dan bertanga apakah mereka punya seseorang untuk diajak bergabung dengan mereka.


"Hmm, aku punya seseorang yang kukenal, apakah aku boleh mengajaknya juga?" Izuna bertanya pada Hakari. Dia berniat mengajak Sayu pergi karena dia tau jika Sayu mungkin akan bosan karena setiap hari hanya membantu Iori di toko, dan setelah itu akan langsung pulang ke apartemen mereka.


Sayu tidak melakukan banyak hal lain karena dia juga masih cukup asing dengan Tokyo, dan hari-harinya dia habiskan di toko dan apartemen saja.


"Tentu, kenapa tidak? Ah, ngomong-ngomong, apakah dia seorang gadis? Jika iya, maka tidak masalah untukku." Hakari bertanya, dia sebenarnya tidak terlalu menyukai pria asing, karena itu dia bertanya pada Asuna apakah temannya ini gadis atau tidak.


"Tenang saja, dia adalah seorang gadis. Usianya satu tahun lebih tua dari kita, tidak masalah, 'kan?" kata Izuna dan bertanya padanya.


"Tentu, lalu tinggal satu lagi. Hmm, apa ada yang lain?"


"Aku tidak punya seseorang yang aku pikirkan." kata Asuna. Dia benar-benar tidak punya orang lain yang bisa dia percaya selain Izuna dan Hakari, jadi dia tidak tau akan mengajak siapa untuk pergi.


Mereka berdua mengangguk dan ketiganya mulai membahas beberapa hal acak sebelum kelas dimulai.


Selang beberapa menit kemudian, Chabashira-sensei memasuki kelas dengan beberapa buku yang ia bawa ditangannya.


"Berdiri."


"Membungkuk."

__ADS_1


Ini adalah kebiasaan sekolah di Jepang, mereka akan berdiri dan membungkukkan badan mereka ketika guru memasuki kelas. Dan setelah itu, pelajaran baru akan dimulai.


"Baiklah, buka buku kalian kita akan mulai pelajaran hari ini."


___________


Di saat yang sama.


Toko Kue Iori.


Sayu sedang membantu Iori do Toko Kue-nya, sejak dirinya mulai membantu bekerja di Toko Iori, banyak pelanggan yang berdatangan untuk membeli kue disini.


Jangan salah, sebelumnya Toko Iori memang sudah ramai pembeli, tapi kebanyakan dari mereka adalah gadis muda yang merupakan pelajar SMA yang datang karena tertarik dengan penampilan Izumi dan Izuna yang sedang membantu Iori disana.


Dan karena Izumi memakai penampilannya yang berbeda dari dia disekolah, banyak gadis dari sekolah mereka yang tidak mengenalinya. Dan kebanyakan dari mereka hanya tau tentang Izuna, itupun hanya terbatas pada muris tahun pertama dan beberapa kakak kelas yang mendengar desas-desus tentang Izuna dari teman-teman mereka.


Yah, lupakan itu sekarang, saat ini Sayu sedang melayani seorang pembeli, dia sendiri adalah seorang wanita muda berkulit putih dengan rambut coklat tua yang diikat ke atas—dibelakang dengan ikat rambut merah dengan poni sebagian besar dibelah kanan di atas dahinya sementara ada sidelock sebahu membingkai sisi wajahnya, mata kuning dan payudara besar.


Wanita muda itu juga terlihat mengenakan pakaian mengajar yang terdiri dari blus berkancing putih dengan lengan digulung tepat di atas siku dimasukkan ke dalam rok pendek biru tua, stoking setinggi paha coklat tua, dan sepatu hak hitam.


Wanita muda itu nampak melihat sekeliling toko sebelum pandangannya mengarah ke Sayu, dia mengangguk sedikit dan dengan senyuman kecil diujung bibirnya, dia berkata dengan lembut, "Apakah Iori-san ada? Aku ingin bertemu dengannya."


"Iori-san? Apakah anda kenalan Iori-san?" Sayu bertanya, tapi sebelum dia memastikan apakah wanita didepannya ini benar-benar kenalan Iori, dia mungkin tidak akan memberitahukan dimana Iori.


Bukan apa-apa, dia hanya cukup waspada akhir-akhir ini. Belakangan ini disekitar toko ada beberapa preman yang mengganggu mereka, dan dia juga mendengar kabar jika beberapa pemilik toko disekitar toko mereka juga menghilang secara misterius—seperti ada orang yang menculik mereka.


Karena itulah, dia cukup hati-hati terhadap orang asing, dan jika memang wanita muda ini datang untuk membeli kue, dia tidak akan bertanya dimana Iori dan langsung akan memilih kue yang akan dia beli kan?


"Iya." dia mengangguk, "namaku Kojima Kana, aku teman SMA Iori-san. Aku ingin menemuinya karena sudah lama sejak kamu bertemu."


Benar, dia adalah Kana. Orang yang sama yang menjadi guru Izuna dan orang yang memandu Izuna berkeliling di masa lalu.


Kana sendiri seorang wanita muda berkulit putih melengkung dengan rambut coklat tua yang biasanya diikat ke atas di belakang oleh ikat rambut merah dengan poni sebagian besar dibelah kanan di atas dahinya sementara ada sidelock sebahu membingkai sisi wajahnya, mata kuning dan dua gunung kembar yang besar.


Kana umumnya terlihat mengenakan pakaian mengajar yang terdiri dari blus berkancing putih dengan lengan digulung tepat di atas siku dimasukkan ke dalam rok pendek biru tua, stoking setinggi paha coklat tua, dan sepatu hak hitam—seperti yang ia kenakan saat ini.

__ADS_1


"Oh, siapa ini? Bukankah itu Kana-chan?" suara Iori dari belakang membuat mereka berbalik menatapnya.


"Apa dia kenalanmu, Iori-san?" Sayu bertanya sambil memiringkan kepalanya.


"Benar, kita adalah teman lama." Iori mengangguk dan berkata, "Tapi, akhir-akhir ini dia jarang mengunjungi ku, hahh... Kupikir dia mungkin sudah menemukan seorang pria dan melupakan ku." katanya sambil membuat tangisan palsu sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.


"Hey, jangan begitu Iori-san! Semua yang kau katakan itu tidak benar! Dan aku belum menemukan pria yang tepat yang bisa aku jadikan calon suamiku!" Kana berseru, dan wajahnya cukup kesal ketika Iori membahas tentang hal ini.


Dia adalah wanita pertengahan 20 tahun, dan dia masih belum memiliki pacar ataupun pria yang bisa dibilang dekat dengannya. Cukup memalukan mengatakan ini, tapi meski Kana adalah wanita cantik, sepertinya tidak ada pria yang tertarik padanya hingga saat ini.


"Hahaha, bercanda, bercanda. Ngomong-ngomong, kenapa kau disini? Bukankah sekarang masih jam kerjamu?" kata Iori dan bertanya ketika dia melihat jam dinding yang terpasang di salah saru sudut dinding toko yang masih menunjukkan jika ini masih jam 9 pagi.


"Ah, yah... Hari ini adalah hari liburku... Atau setidaknya kau bisa menganggapnya begjtu..." Kana berkata sambil memalingkan wajahnya kesamping ketika setetes keringat mengalir di wajahnya.


"Kau tidak membolos kan?" Iori bertanya dengan wajah datar.


"H-Haaahh...! T-Tentu saja tidak! Memangnya kau pikir siapa aku ini?!" Kana berseru dan menatap Iori dengan kesal. Dia adalah wanita berusia 20 tahun, dan tidak mungkin bagi dirinya untuk membolos saat bekerja, apalagi dia bekerja sebagai guru. Tidak ada sama sekali pemikiran jika dia akan membolos!


"Baik, baik, sekarang, kenapa kau bisa berada disini?" Iori melambaikan tangannya dengan tidaj peduli, dan mengalihkan pembicaraan dengan sangat mudah.


"Hahh, aku mengambil cuti selama beberapa hari, dan karena aku cukup bosan dirumah, jadi aku memutuskan untuk mengunjungimu disini." kata Kana.


"Ah, ngomong-ngomong, apakah gadis itu bekerja paruh waktu disini? Aku lihat dia masih seumuran dengan anakmu kan?" Kana bertanya sambil melihat Sayu yang saat ini berdiri disamping Iori, dan dengan tenang menyimak pembicaraan mereka dengan tenang.


"Ah, namamya Sayu. Dia membantuku disini sudah cukup lama. Dan ya... Ada beberapa masalah pribadi yang membuatnya tidak sekolah untuk sementara waktu."


"Ogiwara Sayu, salam kenal Bibi." kata Sayu sambil membungkukkan badannya kedepan.


Bibir Kana berkedut, dan dia memaksakan senyumnya ketika dia berkata, "Jangan panggil aku Bibi... Panggil saja Kana-san, oke?"


"Baik, Kana-san." Sayu mengangguk.


"Ngomong-ngomong, Sayu, bisakah kamu menjaga toko untukku sebentar? Aku ingin berbicara dengan Kana-chan sebentar." Iori berbalik kearah Sayu sambil menyatukan kedua telapak tangannya.


"Ah, Um. Aku tidak keberatan." Sayu mengangguk dan tidak berpikir kalau akan jadi masalah jika hanya dia yang menjaga toko.

__ADS_1


"Baik, terimakasih!"


__ADS_2