![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Izuna menghela nafas ketika melihat gadis itu berlari pergi, sebenarnya Izuna tidak menduga jika efek dari "Love Spot" bisa jadi seperti ini, dan semua ini diluar kendalinya.
Yang dia pikir sebelumnya "Love Spot" hanya akan membuat orang 'sedikit' tertarik padanya, dan dia tidak terlalu masalah karena meski tanpa "Love Spot" juga ada banyak gadis yang sudah tertarik padanya.
Tapi yang tidak Izuna duga adalah, efek dari "Love Spot" membuat ketertarikan mereka menjadi lebih kuat, dan itu seperti sebuah magnet yang menarik lawan jenis kearahnya. Membuat mereka tergila-gila padanya sampai tingkat tertentu.
Untung saja kemampuan ini memiliki kekurangan—dan itu adalah "Love Spot" tidak bisa membuat lawan jenis tertarik pada Izuna jika dia sudah memiliki orang yang dicintainya.
Setidaknya Izuna bisa sedikit lega karena dia tidak menjadi alasan rusaknya hubungan seseorang. Tapi, entah kenapa dia masih merasa jika kemampuan ini mungkin akan berguna suatu hari nanti.
Tapi kapan jtu, tidak ada yang tau pasti...
________
Dikelasnya, Izuna duduk dibangku-nya dan memperhatikan Chabashira-sensei yang sedang mengajar didepan kelas.
Dia telah mengesampingkan masalah sebelum-nya dan untuk saat ini fokus pada masalah utamanya.
Asuna.
Melirik ke kursi disebelahnya, Izuna melihat Asuna yang sepertinya tidak memperhatikan pelajaran ketika dia menatap kosong ke udara.
Mungkin mereka tidak ada hubungan dan status mereka hanyalah 'Teman sekelas' untuk saat ini. Tapi, ada sesuatu dalam diri Izuna yang ingin lebih mengenal Asuna, dan bukan hanya sebatas 'Teman sekelas' saja. Tapi dia tidak yakin dengan itu untuk saat ini.
"Miyamura, coba kamu kerjakan soal didepan ini."
Izuna terbangun dari pikirannya ketika Chabashira-sensei memanggil namanya dan memintanya mengerjakan soal yang tertulis di papan tulis.
Itu soal yang sebenarnya cukup mudah, Izuna hanya tinggal menjawab sesuai dengan apa yang dia ingat dipikirannya dan selesai.
"Bagus. Kamu bisa kembalikan ketempat dudukmu."
Mungkin ini tidak ada hubungannya, tapi entah kenapa Izuna merasa agak aneh dengan Chabashira-sensei hari ini.
'Mungkin hanya perasaanku saja...'
Dan akhirnya, Izuna memutuskan untuk mengabaikannya dan kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
"Yuuki-san, apakah kamu punya waktu luang hari ini?" Izuna bertanya pada Asuna yang duduk disebelahnya.
"... Maaf, sepertinya aku tidak punya waktu hari ini." Meski Asuna nampak murung, tapi dia tetap menjawab pertanyaan Izuna. Tapi yang berbeda dari biasanya adalah, dia tidak memiliki semangat, dan seperti telah kehilangan gairah hidupnya.
"Begitu... Baiklah, mungkin lain kali." Pada akhirnya, Izuna memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh dan memutuskan untuk diam saja. Dia sangat ingin membantu gadis cantik disebelahnya ini, tapi dia masih belum memiliki ide yang bagus untuk membantunya.
Jika dia menyelesaikan masalah Asuna dengan kekuatan, maka itu bisa saja menjadi Boomerang baginya. Dan tentu saja Izuna tidak ingin hal itu terjadi. Karena itulah, Izuna memikirkan matang-matang rencananya sebelum dia bertindak.
Yang pertama harus dia lakukan adalah mencari informasi tentang Ibu Asuna lebih banyak, dan tentu saja dia juga harus mencari informasi tentang calon tunangan Asuna.
Jika dia bisa menemukan bukti yang kuat tentang kejelekan calon tunangan Asuna itu, tidak mustahil jika pertunangan antara keduanya dibatalkan.
Tapi, Izuna tidak yakin dengan cara seperti itu mengingat bagaimana sifat Ibu Asuna dari perkataan Asuna tempo hari.
Jika dia tidak salah ingat, Ibu Asuna bisa melakukan apa saja agar putrinya tidak merasakan penderitaan yang pernah ia alami sebelumnya. Orang lain mungkin tidak akan mengerti penderitaan rakyat kelas bawah, tapi Ibu Asuna telah merasakannya sendiri.
Karena itu, dia tidak ingin Asuna mengalami hal yang sama dengannya. Jadi, meski dia tau tentang keburukan calon tunangan Asuna, itu tidak menjadi masalah jika dia masih memiliki ekonomi yang baik.
"Perhatian semuanya, kita kedatangan murid baru hari ini. Jadi tenanglah dan duduk ditempat kalian masing-masing."
Begitu Izuna terlarut dalam pikirannya, suara Chabashira-sensei membuatnya tersadar kembali, dan dia segera melirik kearah pintu yang masih tertutup—penasaran siapa murid baru yang dibicarakan Chabashira-sensei tadi.
"Benarkah? Siapa kira-kira?"
"Apa dia seorang gadis? Aku berharap jika dia adalah gadis cantik!"
"Mungkin ada siswa tampan lainnya?"
"Bagaimana jika dia adalah seorang transgender?"
Oke, abaikan pertanyaan siswa yang terakhir.
"Baiklah, kamu bisa masuk sekarang." kata Chabashira-sensei.
Pintu kelas yang tertutup dengan perlahan bergeser, diikuti oleh sebuah kaki yang berjalan memasuki kelas.
Seketika, perhatian semua murid didalam kelas tertuju padanya. Tentu saja, mengingat yang berjalan disana adalah seorang gadis cantik dengan rambut merah muda yang dipotong pendek sebahu, yang memiliki poni disisi kanan dahinya dan rambut pinggirannya yang cukup panjang hingga melewati bawah telinganya. Dia juga memiliki sebuah bunga putih yang berada dia selipkan ditelingannya.
__ADS_1
Gadis itu mengenakan seragam sekolah yang terdiri dari kemeja putih yang dia lapisi dengan blazer hitam berlengan panjang dengan rok pendek hitam, kaus kaki putih panjang sampai ke lututnya dan sepatu cokelat.
Dan meski tubuhnya tidak terlalu tinggu, tapi dia begitu diberkati dengan tubuh proporsional dan dadanya yang besar, bahkan blazer yang dia gunakan tidak bisa menyembunyikan ukurannya, dia juga memiliki pantat yang besar dan terlibat kenyal tapi padat.
Gadis itu mengambil sebuah kapir tulis yang diberikan Chabashira-sensei dan mulai menuliskan namanya.
Hanazono Hakari.
Atau jika ditulis dalam kanji akan seperti ini ( 花園 羽香里 ).
"Namaku Hanazono Hakari, aku siswi pindahan dari SMA Sainan. Mulai sekarang aku akan menjadi teman sekelas kalian, untuk itu mohon bantuannnya!" kata Hakari memperkenalkan dirinya dan diakhiri dengan membungkukkan badannya 90°
"Whoa! Gadis cantik!"
"Kelas kita benar-benar beruntung!"
"Kita mendapatkan satu gadis cantik lagi dikelas!"
Seketika, kelas meledak dengan para siswa yang mulai berdiri di atas kursi sambil mengangkat tinju mereka ke udara setelah perkenalan singkat oleh Hakari.
Chabashira-sensei yang melihat hal ini memiliki kedutan dimatanya, dia menahan kesal ketika dia menujuk beberapa anak yang membuat ribut dikelas.
"Kau, kau, kau, kau, dan kau ikut aku keruang guru saat istirahat!"
Ketika kata-kata Chabashira-sensei jatuh, mereka seketika membeku dan langsung menjatuhkan diri mereka seolah-olah nyawa mereka melayang keudara.
Hakari melihat ini dengan penuh minat, tapi tatapannya berhenti pada Izuna yang duduk di belakang, menatap dirinya dengan tatapan tidak percaya.
Hakari melambaikan tangannya padanya sambil memasang senyuman diwajahnya, "Izuna-kun, sepertinya kita akan satu kelas mulai sekarang~"
"Y-Yo, Hakari..." Izuna melambaikan tangannya dengan canggunh, tidak percaya jika semua ini hanya sebuah kebetulah belaka.
Sementara itu, Asuna tidak memperhatikan apa-apa ketika tatapannya masih kosong dan pikirannya entah kemana saat ini.
"Oh? Kalian saling kenal?" Chabashira-sensei bertanya ketika melihat Hakari menyapa Izuna.
"Iya, kami bertemu akhir pekan lalu dan saling berkenalan." Hakari mengangguk pada pertanyaan Chabashira-sensei.
__ADS_1
"Kalau begitu bagus, kamu bisa duduk di kursi kosong yang ada dibelakang Miyamura."
"Iya, terimakasih banyak."