[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
25. Kencan dengan Shizuku (1/3)


__ADS_3

"Kamu tidak apa-apa, Kaori?"


Tepat ketika Izuna berjalan pergi, Shizuku langsung bertanya pada Kaori dengan khawatir.


Memang dia mengetahui hal ini bahkan sebelum Izuna mengatakannya, tapi karena dia tidak ingin menyakiti perasaan Kaori, Shizuku hanya diam saja dan membiarkan semuanya berjalan secara alami.


Jika perasaan Kaori masih ada dan meningkat ke titik dimana bisa disebut sebagai "cinta", itu merupakan hal yang bagus. Tapi, jika meskipun Kaori mencintai Hajime, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, itu malah akan lebih menyakitkan untuk Kaori.


Karena itulah, dia hanya diam saja dari tadi dan membiarkan Izuna berbicara panjang lebar, itu juga karena dia tidak ingin Kaori tersakiti di kemudian hari.


Tapi, sebagai sahabat, tetap saja Shizuku merasa prihatin dan kasihan pada Kaori saat ini.


"Tidak perlu mengkhawatirkan aku, Shizuku-chan. Aku tidak apa-apa." Kaori dengan senyuman yang dipaksakan mencoba untuk terlihat tegar dan baik-baik saja didepan Shizuku, tapi tentunya hal itu tidak berguna mengingat Shizuku telah mengenalnya dari kecil.


"Jangan bohong, Kaori. Aku tau kamu pasti kenapa-kenapa. Kamu bisa ceritakan padaku jika ada yang mengganggu pikiranmu, bukankah kita sahabat?"


Benar saja. Shizuku adalah satu-satunya yang paling mengerti Kaori, mengingat dirinya telah mengenal Kaori sejak mereka masih kecil. Dan selama itu pula, mereka selalu bersama hingga sekarang.


Jika ditanya apa yang dia ketahui tentang Kaori, Shizuku yakin jika dia mengetahui segalanya tentang Kaori. Itu juga alasan mengapa dia bertanya pada Kaori apakah dia baik-baik saja atau tidak.


Karena dari pengalamannya, katika Kaori seperti saat ini, itu berarti dia sedang tidak baik-baik saja, dan pasti ada satu atau lebih masalah dipikirannya.


"Sudahlah Shizuku-chan. Aku hanya ingin menata perasaanku untuk sekarang ini, dan aku ingin memastikan dengan hatiku sendiri. Jadi, ayo kita pulang saja sekarang. Lagipula, sudah terlalu sore juga saat ini." kata Kaori. Meski awalnya dia cukup sedih dan seperti orang yang memiliki banyak tekanan, tapi tidak lama dia kembali ke dirinya yang biasanya.


Melihat Kaori yang menjadi ceria dan penuh semangat dengan senyuman polosnya, Shizuku tidak bisa tidak lebih khawatir saat ini.


Tapi, dia akhirnya hanya menghela nafas tak berdaya karena tau dia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Dan yang bisa ia lakukan hanyalah mendukung sahabatnya itu dari selalu berada disisinya.


"Um, jika kamu berkata seperti itu. Lalu, bagaimana jika malam ini kamu menginap di rumahku? Sudah lama kita tidak menginap bersama 'kan?" Shizuku ingat jika terakhir kali mereka menginap bersama adalah saat akhir bulan Maret, tepat saat hari pertama mereka masuk SMA.


Dan saat itu pula, mereka berdua tinggal dirumahnya selama 2 hari, dan itu adalah waktu yang menyenangkan.


Karena itu pula, dia menyarankan hal ini, berharap jika Kaori bisa melupakan apa yang dipikirkannya dan agar bisa lebih bersantai.


"Benar juga. Baiklah, aku akan mengubungi Ibuku jika aku akan menginap di rumahmu malam ini. kita bisa mengadakan pesta piyama nanti malam!"


Melihat Kaori yang sepertinya mulai bersemangat lagi, Shizuku tersenyum dan mengangguk senang.


"Tentu. Tapi, ayo kita bayar dulu minuman yang kita pesan."


Mereka sebelumnya memesan dua jus untuk mereka minum, dan karena Izuna sudah membeli minuman di minimarket sebelumnya, dia tidak memesan minuman dan hanya menemani mereka saja.

__ADS_1


"Oke, ayo kita ke meja kasir!"


Minuman yang mereka pesan tidak mahal, dan mungkin akan menghabiskan uang mereka sekitar 300 yen dan 400 yen, jadi mereka harus membayar 700 yen untuk minuman yang mereka pesan.


Mereka sudah menyiapkan dua uang koin 500 yen, tapi ketika mereka hendak membayar, siapa sangka jika seseorang telah membayar minuman mereka.


"Apakah itu Miyamura-san?" tanya Kaori.


"Sepertinya begitu." Shizuku mengangguk dan melanjutkan, "kita bisa berterimakasih padanya besok disekolah."


"Um." Kaori mengangguk setuju.


...----------------...


Disisi lain, Izuna sudah berada di Apartemennya.


Meskipun Izuna tau jika perkataannya barusan mungkin akan menyakiti perasaan Kaori, dan membuat pikirannya kacau, tapi dia merasa jika dia perlu melakukan itu.


Lagipula,itu untuk kebaikan keduanya (Kaori & Hajime). Jika dia tidak melakukan hal itu, mungkin ada banyak masalah yang akan menimpa keduanya dikemudian hari.


Adapun, jika perasaan Kaori masih tetap ada dan bahkan bisa tumbuh hingga disebut sebagai "cinta", tapi apakah Hajime juga merasakan hal yang sama seperti dirinya?


Tidak!


Yah, semua ini juga berasal dari pengalamannya. Dan dia juga yakin jika pilihannya untuk melakukan hal itu adalah yang terbaik untuk mereka berdua.


"Izuna, saatnya makan malam!"


Suara Iori membangunkan Izuna dari lamunannya, dia segera membalasnya dengan "Ya" dan kemudian berjalan menuju meja makan.


...****************...


Di meja makan, Sayu sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. Kali ini, dia juga membantu Iori memasak dan diajarkan beberapa resep yang membuatnya tertarik.


Jangan salah paham, meski begini, Sayu juga bisa memasak.


Pernah suatu hari saat Izuna dan Sayu sendirian di Apartemen, Sayu memasakkan sup miso untuk makan siang mereka, dan ketika Izuna memakan sup miso buatan Sayu, dia merasa jika masakannya tidak kalah enak dengan buatan Iori.


Dia juga berpikir jika Sayu bisa mengasah kemampuan memasaknya sedikit lagi, dia mungkin bisa menjadi seorang Koki disebuah restoran terkenal.


Tapi, meskipun begitu, Sayu tidak berniat untuk menjadi seorang Koki atau apapun.

__ADS_1


Jadi, dia hanya memasak karena dia suka, itu saja.


"Bagaimana sekolahmu, Izuna?" Iori bertanya. Sudah beberapa hari ini dia tidak menanyakan sekolah putranya itu, dan dia juga penasaran bagaimana hari Izuna disekolah barunya.


"Hmm? Ah, biasa saja. Tidak ada yang menarik ... Mungkin?" Izuna menjawab dengan linglung.


Pikirannya masih teralihkan oleh beberapa hal, dan karena dia mungkin terlalu banyak menggunakan "Memory Photography", kepalanya sedikit pusing saat ini.


"Jawaban apa itu?" Iori menatap Izuna dengan datar.


"Apa tidak ada yang bertanya padaku, bagaimana sekolahku?" tanya Izumi.


"Tidak perlu, lagipula aku sudah tau tanpa harus bertanya." kata Iori dengan tenang.


Seketika, Izumi tertunduk lesu mendengar jawaban Iori, dan mereka juga tertawa ketika melihat Izumi yang seperti itu.


______


Hari berlaly begitu begitu cepat, dan tidak terasa sekarang sudah hari Sabtu.


Hari ini, adalah hari dimana Izuna akan berkencan dengan Shizuku.


Keduanya telah sepakat sebelumnya untuk bertemu disebuah taman yang tak jauh dari pusat perbelanjaan.


08.30 AM.


Izuna menunggu disalah satu bangku taman 30 menit sebelum janji mereka. Dan tentunya, dirinya yang sedang duduk sambil bermain ponselnya menyita perhatian banyak orang—terutama gadis yang lewat disana.


Bagaimana tidak, Izuna mengenakan kaos abu-abu yang dilapisi oleh kemeja berlengan panjang dengan warna yang lembut, celana jeans dan juga sepatu bots, membuat penampilannya lebih santai tapi menarik pada saat yang sama.


Dia juga mengenakan sebuah jam tangan dipergelangan tangan kirinya, dan tak lupa, dia memakai 8 tindikan ditelinganya.


Kenapa?


Jika harus dijawab, itu mungkin karena Izuna sudah terbiasa. Tapi alasan lain bisa untuk menunjukkan dirinya yang lebih terbuka dengan menunjukkan penampilannya diluar sekolah yang mungkin berbeda.


Rambutmya juga dibiarkan sedikit acak-acakan, tapi meski begitu, gaya rambut Izuna benar-benar membuatnya terlihat keren entah kenapa.


Mungkin itu karena pesona pria tampan. Bahkan dengan penampilan seadanya, mereka sudah tampan secara alami.


Izuna menunggu selama beberapa menit, dan ketika dia sedang menunggu, sebuah suara yang memanggil namanya menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Maaf membuatmu menunggu, Miyamura."


Izuna mendongak dan melihat Shizuku tepat berada didepanya, dan seketika dia langsung terpana melihat penampilan Shizuku saat ini.


__ADS_2