[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
19. Bertemu lagi


__ADS_3

Setelah menyelesaikan beberapa urusan dengan Shizuku, Izuna langsung berpamitan untuk pulang, Shizuku mengangguk dan berterimakasih kepada Izuna sebelum dia pergi.


__


Ketika Izuna berada di Apartemennya, dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Apartemen masih sepi yang berarti keluarganya dan Sayu masih ada di toko saat ini.


Ketika Izuna selesai mandi, dia langsung mengganti pakaiannya, tapi siapa sangka jika ada seseorang yang menelponnya saat ini.


Melihat nama yang menelponnya, Izuna hanya tersenyum kecil dan mengangkat panggilan telepon nya


"Halo, Kotegawa-san, sudah lama. Ngomong-ngomong, apa ada perlu denganku?"


"H-Halo juga Miyamura-kun .... A-Apakah kamu mengingat janji kita tempo hari ....?" Yui bertanya dengan ragu dalam telepon.


"Tentu saja aku ingat. Sebenarnya, aku akan menelponmu setelah ini, tapi ternyata kamu duluan yang menelponku." Kata Izuna


"J-Jadi .... Kapan kita akan pergi....?" Yui bertanya. Saat ini, wajahnya sangat memerah karena malu, dan dalam benaknya, dia mencela dirinya sendiri ketika menanyaka hal ini, 'Benar-benar tidak tahu malu!'


"Hmmm, Bagaimana jika kita bertemu di taman kemarin tempat kita bertemu satu jam dari sekarang?" Izuna bertanya.


__


Yui yang saat ini berada di kamarnya tanpa sadar, bibirnya membentuk senyuman ketika dia mendengar jawaban Izuna.


"Tentu! Aku akan segera bersiap!"


"Baiklah, aku akan menunggumu disana."


Setelah mengatakan itu, panggilan langsung ditutup, Yui, yang saat ini sedang menatap ponsel ditangannya tiba-tiba lanvsung melemparkannya keatas kasur dan segera pergi me kamar mandi.


Memastikan jika tubuhnya bersih dan wangi,  dia bahkan menggunakan banyak sabun lebih dari biasanya, dan parfum yang ia kenakan juga cukup menyengat, yaitu beraroma stroberi, rasa kesukaannya.


Dia berdandan dan memilih pakaian terbaiknya, berharap jika Izuna akan memujinya nanti, dan tanpa sadar sebuah senyuman terbentuk di sudut mulutnya.


Menyadari hal itu, dirinya tiba-tiba memerah dan langsung mencela, "Tidak tau malu!"


__


Izuna manatap teleponnya lalu memasukkannya lagi ke saku celananya. Dia berjalan menuju ke Toko Roti Ibunya. Dan selama perjalanan dia menatap sekitar dan melihat jika hari ini cukup ramai.


Izuna melihat ada minimarket didepannya, dan seorang pemuda dengan pakaian olahraga keluar dari minimarket dengan membawa kantong belanjaan.


Tapi kemudian, dia melihat jika pemuda itu menghilang tanpa jejak, seperti lenyap begitu saja.


"Ehh..."


Hanya itu yang keluar dari mulut Izuna sebelum akhirnya dia menggelengkan kepalanya dan berpikir jika itu hanya halusinasi.


Izuna melanjutkan perjalanannya dan tak sampai 15 menit, dia sudah berada di depan pintu toko ibunya.


Dia membuka toko tampa ragu dan melihat Sayu dengan celemek putih menoleh kearahnya sambil tersenyum.


"Selamat datang, Izuna-san." kata Sayu sambil tersenyum pada Izuna.


Sebelumnya, Izuna telah meminta Sayu untuk memanggil nama panggilannya begitupula dirinya.


Dia sekarang memanggil Iori dengan "Iori-san", Izuna dengan "Izuna-san" dan Izumi dengan "Miyamura-san".


"Aku kembali."


Izuna melihat-lihat sekitar dan tidak kenemukan Izumi disini. Diapun bertanya pada Ibunya yang tengah memakan roti dengan wajah yang sedikit cemberut.


"Ibu, dimana Izumi?"


Iori menoleh ke Izuna dan menjawab dengan nada sedikit kesal. "Aku memintanya untuk pergi ke minimarket sebentar, tapi sampai sekarang, dia masih belum kembali juga!"


Izuna hanya tertawa canggung menanggapi. "Y-Yah, aku tidak akan ikut campur dalam urusan ini kalau begitu."


Izuna pergi dan mendekati Sayu, mereka berbicara sebentar lalu pintu terbuka, memperlihatkan Izumi dengan sekantung belanjaan disana.


"Yo, Izumi." sapa Izuna


"Selamat datang, Miyamura-san " kata Sayu.


"Um. Aku kembali." Izumi mengangguk dan hendak melangkah, tapi kemudian dia merasakan sesuatu menampar kepalanya dengan keras.


Plak!


"Aduh!" Izumi memgangi kepalanya dan mengelusnya ketika rasa sakit yang tidak dia harapkan tiba-tiba saja berada di kepalanya.

__ADS_1


Izumi menoleh keatas dan melihat Iori dengan senyuman sepenuh hati. "Darimana saja kamu, Izumi."


Izumi berkeringat dingin, dengan canggung dia berkata, "Y-Ya... Aku tadi bertemu dengan seorang anak kecil... Dan membantunya kembali ke rumahnya..."


Sigh!


Iori menghela nafas dan menatap Izumi, "Baiklah, Baiklah, Kau bebas hari ini. Lalu, mana barang yang aku suruh membelinya tadi?"


Izumi menyerahkan sekantong belanjaan ke Iori. "Ini..."


Iori mengangguk dan berbalik masuk kedalam.


__


Di toko, Izuna membantu beres-beres seperti menyapu, mengepel, atau mengelap kaca, dan setelah 30 menit, dia berpamitan untuk pergi karena memiliki urusan.


Izuna duduk di bangku taman menunggu Yui untuk datang. Sebagai seorang pria, dia harus datang setidaknya 15 menit lebih awal dari janji mereka.


Dan sekarang, dia memiliki setidaknya 20 menit sebelum Yui datang kesini. Ketika ia merasakan jika ponsel miliknya bergetar, dia mengambilnya dan melihat jika itu adalah sebuah pesan masuk.


Dia melihat jika itu adalah pesan dari Yui.


Yui : "Aku berada dalam perjalanan sekarang."


Dia kemudian mengetik di ponselnya dan membalas.


Izuna : "Aku menunggu di bagian timur, ada sebuah air mancur dan aku berada di bangku tak jauh dari sana."


Izuna menutup ponselnya dan menatap langit sambil menunggu Yui datang.


Tapi...


"Lepasakan aku!" Seorang gadis tiba-tiba berteriak tak jauh dari tempatnya berada.


Dia menoleh dan melihat seorang gadis yang dikenalnya, dengan rambut Oranye Kecoklatan, di depan mencapai bawah bahu kanannya dan bagian belakangnya.


Didepannya ada seorang pria muda yang mengenakan Pakaian bisnis yang berupa jaz hitam. Rambut hitamnya disisir ke belakang, dan mengenakan kacamata diwajah rata-rata-nya.


___


Yuuki Asuna, hari ini adalah hari terburuk baginya.


Dia sangat tidak menyukai tunangannya itu, karena dia selalu mencoba mencari kesempatan untuk selalu melecehkannya secara seksual.


Dia terus menolak pertunangan ini, tapi Ibunya tidak memperdulikannya dan selalu mengatakan jika tunangannya adalah orang yang baik dan bertanggung jawab.


Dia sangat membenci itu!


Saat ini, dia terpaksa harus pergi bersama tunangannya agar hubungan mereka semakin dekat. Tapi, tunangannya selalu mencoba memanfaatkan setiap situasi untuk menyentuh tubuhnya dan melecehkannya.


Dia sangat membenci ini, ditambah selama kencan mereka, tunangannya selalu berusaha untuk melakukan hal mesum padanya.


Dia selalu menolak itu, dan ketika dia berada di taman bersama tunangannya.


Dia handak dicium, tapi dia menolak dan hendak pergi, tapi tangannya di raih dan tidak dibiarkan untuk pergi.


"Lepasakan aku!" Asuna berteriak dengan marah.


"Ada apa Asuna? Kenapa kau selalu membenciku?" Pria didepannya yang adalah Sugou Nobuyuki bertanya dengan senyuman yang menjijikkan bagi Asuna.


"Kenapa kau malah bertanya itu, dasar mesum!" Asuna membentakknya. Dia sudah tidak tahan dengan ini lagi, dan bahkan dia sudah berniat untuk bunuh diri saat ini.


Tapi kemudian seseorang mendatangi mereka.


"Hey, bisakah kau melepaskannya?"


Asuna berbalik dan melihat seseorang yang dikenalinya. Dia adalah murid pindahan yang juga orang yang membuat janji dengannya untuk belajar bersama besok.


Miyamura Izuna.


Nobuyuki melihat Izuna dan berteriak kesal, "Apa maumu!"


Izuja memandang Nobuyuki tapi kemudian mengacuhkannya dan menoleh ke Asuna,


"Bisakah kita berbicara berdua? Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan mengenai beberapa hal padamu, Yuuki-san."


Ketika Asuna mendengarnya, matanya menjadi cerah, ketika dia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa kabur dari Nobuyuki.


"Tentu." Asuna mengangguk dan berjalan ke arah Izuna, tapi pergelangan tangannya ditarik oleh Nobuyuki yang tidak membiarkannya pergi darinya.

__ADS_1


"Ada urusan apa kau dengan tunanganku!" Nobuyuki memgerutkan keningnya dan berkata dengan kesal.


"Aku tidak pernah setuju untuk menjadi tunanganmu!" Asuna membantah.


"Kau lihat sendiri?" Kata Izuna, "Dia bahkan tidak menganggapmu sebagai tunangan." lanjutannya.


"Grrr..." Nobuyuki menggertakkan giginya.


Dia hendak memukul Izuna tapi menyadari jika dia berada di tempat umum, dia kemudian berbalik pergi dan memutuskan untuk membalaskan dendam pada Izuna.


Setelah Nobuyuki pergi, Asuna menghela nafas lega dan berterimakasih pada Izuna, "Terimakasih Miyamura, kau telah membantuku."


Izuna hanya tersenyum dan membalas, "Tidak, aku hanya kebetulan berada disini."


"Tapi tetap saja, kaulah yang telah menolongku darinya."


"Baiklah, sekarang apa kau baik-baik saja?" Tanya Izuna.


"Ya, jangan khawatir." Asuna tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah. Tapi, aku minta maaf jika ikut campur tentang masalahmu sebelumnya. Tapi, bisakah aku bertanya sesuatu?" Izuna bertanya


"Yah... Tidak apa-apa...."


"Baiklah, pertama apakah dia memang tunanganmu?"


Asuna menjadi kesal dan menjawab, "Tidak! Aku tidak pernah menganggapnya tunanganku!"


Izuna mencoba menenangkan Asuna, "Baiklah, Baiklah, jangan terlalu marah. Lalu, kenapa kamu tidak mencoba berbicara dengan orangtuamu soal kamu yang menolak pertunangan ini?" Izuna memiringkan kepalanya.


Asuna menggelengkan kepalanya dengan lemah, "Tidak. Pertunangan ini diatur oleh Ibuku, dia sangat tegas, dan keras kepala. Dia tidak akan pernah membatalkan pertunangan ini apapun yang aku katakan ...."


"Hahh.... mau bagaimana lagi" Izuna menatap Asuna, "Apakah kamu mau aku membantumu untuk keluar dari pertunangan ini?" Izuna bertanya.


Asuna melihat keatas dan menatap Izuna dengan bingung, "Apa maksudmu?"


"Kulihat, kamu sangat membencinya, dan tidak ingin bertunangan dengannya, Betul?"


"Ya." Asuna mengangguk.


"Lalu, bagaimana jika aku membantumu. Aku akan membuat pertunangan kalian batal, dan dengan begitu, masalah selesai." Izuna menyilangkan tangannya sambil tersenyum misterius.


"Benarkah!" Mata Asuna menjadi cerah, tapi kemudian dia menjadi waspada, "Tunggu! Kenapa kau tiba-tiba ingin membantuku?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin membantu sebagai teman sekelas. Lagipula, bukankah kita berjanji untuk belajar bersama besok? Dan lagi, aku hanya ingin lebih dekat denganmu, Yuuki-san. Tidak banyak teman perempuan yang aku miliki, jadi mungkin kamu bisa menjadi salah satu teman perempuanku."


"... Baiklah, tapi apa yang kau mau dariku sebagai gantinya?" Asuna bertanya


"Hehh... Ternyata kamu juga tau pertukaran setara juga. Yah, aku hanya ingin menjadi lebih dekat dengamu, bagaimana dengan itu?" Kata Izuna.


"Lebih dekat?" Asuna sedikit menyipitkan matanya.


"Yah, sebagai teman, atau apapun. Terserah kamu mau mengertikan itu apa, tapi yang pasti aku hanya ingin menjadi temanmu itu saja. Begini-begini, aku ingin punya banyak koneksi dan tema tahu?" Izuna membalas.


"Baiklah, aku tidak masalah."


"Baiklah, kalau begitu katakan saja apa yang kamu ingin aku lakukan, sementara aku akan memikirkan cara mengeluarkanmu dari situasi ini. Ah, sebagai tambahan, bisakah kita bertukar nomor ponsel dan ID WeChat milikmu?"


"Um," Asuna mengangguk, dia memberitahu Izuna tentang ID WeChat miliknua dan nomor ponselnya sebelum akhirnya berpamitan padanya dan pergi.


Melihat punggung Asuna yang menjauh, Izuna memikirkan beberapa cara di benaknya, bagaimana caranya agar dia bisa mengeluarkan Asuna dari situasi ini.


Tapi, ketika dia disibukkan oleh pikirannya, dia menyadari ada seseorang yang medekat kearahnya.


menolehkan kepalanya, dia melihat Yui yang berjalan kearahnya dengan sedikit rona merah di pipinya.


Yui tampil cantik dengan gaun putih yang dihiasi oleh hiasan bunga di sekitarnya, dan sebuah pita diikat di sekitar pinggangnya dan mengenakan sepatu hak tinggi.


"Maaf membuatmu menunggu lama, Miyamura-san." kata Yui.


"Tidak, aku juga baru datang beberapa saa yang lalu. Bagaimana jika kita pergi sekarang?" Izuna bertanya.


"Um, tentu." Yui mengangguk, dia menunggu Izuna untuk mengatakan sesuatu tapi Izuna hanya diam sepanjang perjalanan mereka, yang membuatnya kecewa


Menyadari perubahan suasana pada Yui, Izuna kemudian berkata, "Ngomong-ngomong, kamu terlihat cantik dengan pakaian itu hari ini, Kotagawa-san. Umm, sangat cocok untukmu!"


Mendengar pujian darinya, Yui langsung memerah dan tersipu, tapi dia tetap menguatkan dirinya untuk tetap tenang saat ini.


"T-Terimakasih .... Kamu juga terlihat keren dengan pakaian itu ...." Balasnya.

__ADS_1


"Ahaha, begitukah? Yah, aku senang mendengarnya."


__ADS_2