![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
"Mi-Miyamura ... Kamu yakin ingin menaiki wahana ini?" Dengan gemetar, Shizuku menelan ludahnya ketika melihat sebuah rollercoaster yang bergerak cepat dan terlihat menantang adrenalin.
"Tentu, kenapa tidak?"
"Tapi ... Apa-apaan nama 'Kereta setan' itu?"
"Haha, bukankah itu luar biasa?"
"Sama sekali tidak! Itu terlalu berlebihan!"
"Baik, jangan bicara lagi dan mari kita naik!" Izuna tanpa menunggu jawaban Shizuku, dia langsung menarik tangannya dan membawanya pergi.
Sebelumnya, setelah mereka membeli beberapa pakaian, Izuna langsung meminta pihak toko untuk mengirimkan semua pakaian itu ke rumah Shizuku, jadi mereka tidak perlu repot-repot membawa banyak barang selama kencan mereka.
Dan setelah pergi dari Mall, Izuna mengajak Shizuku untuk pergi ke wahana bermain untuk bersenang-senang. Shizuku juga hanya mengangguk dan mengikuti Izuna pergi membawanya.
Dia juga cukup bersenang-senang dan menikmati pengalaman barunya ini.
"Baiklah, kita disini." Duduk bersebelahan, Izuna tidak bisa tidak tersenyum berpikir tentang pengalaman barunya. Tapi, dia tidak menyadari perubahan ekspresi pada Shizuku.
Shizuku dari tadi gemetar ketakutan ketika Izuna mengajaknya untuk menaiki wahana ini. Tapi apa daya, dia tidak berani menolak Izuna ketika melihat wajah bahagianya itu dan hanya bisa menyimpan rasa ketakutannya didalam hatinya.
Shizuku sebenarnya tidak terlalu takut dengan wahana ekstrim seperti Rollercoaster ini, hanya saja, ketika dia menaiki wahana ini dengan Izuna, entah kenapa dia merasa takut dan gugup disaat bersamaan.
Apalagi setelah melihat lintasan rollercoaster yang menantang adrenalin, dimana rollercoaster akan bergerak dengan kecepatan tinggi yang mencengangkan.
Saat wahana mulai berjalan, Shizuku yang duduk disamping Izuna memegang erat pegangan disampingnya agar dia tidak terlalu takut. Tapi, dia tau jika itu sama sekali tidak mengurangi rasa takutnya.
Tapi, dia terkejut ketika merasakan sebuah tangan memegang bahunya. Dia menoleh untuk melihat ke sampinh dan menyadari jika Izuna memberikan tatapan lembut padanya ketika memegang bahunya.
Menarik nafas dalam-dalam, Shizuku menenangkan dirinya dan menguatkan tekadnya.
_______________
"Silahkan pesanan anda." sebuah suara yang datang dari salah satu pegawai restoran yang mendatangi Izuna dan Shizuku ketika memasuki Restoran tempatnya bekerja.
Izuna memegang buku menu ditangannya sambil melihat apa saja menu yang tersedia.
Setelah dia tidak menemukan ada yang menarik, dia hanya memesan Ekspreso dan kemudian menunggu Shizuku memilih.
"Berikan aku Minuman Apapun yang menenangkan pikiran." Shizuku terlalu pucat untuk memilih salah satu dari semua menu yang ada setelah dia menaiki Rollercoaster bersama Izuna beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja, Yaegashi?" Tanya Izuna dengan khawatir.
"Tidak ... Aku tidak apa-apa ... Mungkin ..." Shizuku menjawab dengan lemah dan dengan kulitnya yang pucat, tidak akan ada orang yang akan menyebut jika dia baik-baik saja.
"Maaf, aku tidak tahu jika kamu takut menaiki wahana ekstrim ... Ini salahku ..." Dengan perasaan bersalah, Izuna menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada Shizuku.
Shizuku menggelengkan kepalanya dengan pelan, sambil menghela nafas, dia berkata, "Tidak, ini bukan salahmu. Hanya saja, aku tidak pernah naik wahana itu, jadi aku cukup takut. Tapi sekarang aku baik-baik saja, jangan khawatir."
"Tetap saja, sebagai permintaan maaf, aku akan memberikan semua yang aku punya untuk membuat kencan kita menjadi yang terbaik."
"Ya, aku menantikannya."
___
Shizuku adalah seorang gadis pekerja keras, baik dan peduli yang menghabiskan waktunya untuk berlatih ilmu pedang.
Dia dianggap sebagai kecantikan yang keren dan tabah, tetapi sebenarnya memiliki sisi kekanak-kanakan yang menyukai hal-hal lucu, seperti warna pink, serta binatang lucu seperti kucing dan kelinci.
Dia sering menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya dan akan memasang wajah berani, sebagai kedok agar orang lain tidak mengkhawatirkannya.
Shizuku awalnya tidak ingin belajar ilmu pedang dan hanya berlatih agar dia tidak mengkhianati harapan keluarganya dan dipuji karena bakatnya.
Karena ini, dia memiliki tingkat ketidakpuasan karena tidak dapat bertindak sebagai gadis normal dan dia terus-menerus dipaksa untuk menjaga orang lain daripada meminta seseorang merawatnya.
Ini juga yang menjadi alasan mengapa Shizuku cukup ragu mengenakan gaun yang dipilihkan Izuna sebelumnya.
Sejak masa kecilnya, Shizuku sangat tajam dan bijaksana dengan pemahaman yang sangat baik tentang seluk-beluk dan hubungan orang.
Kepribadiannya yang baik dan penuh kasih tidak akan membiarkan dia mengabaikan masalah di sekitarnya yang memberinya banyak kesulitan. Dia juga sangat pintar dan cukup mampu untuk memproses sesuatu tanpa banyak penjelasan.
Shizuku juga memiliki cinta yang luar biasa untuk keluarganya dan memiliki ikatan keluarga yang tak terpisahkan dengan orangtua serta keluarganya yang akan merayakan dengan sepenuh hati setiap kali Shizuku mencapai sesuatu.
Shizuku mengingat semua ajaran dan filosofi kakek dan orang tuanya, seperti memperlakukan semua murid Yaegashi Dojo sebagai keluarga angkat, tidak pernah meninggalkan mereka tidak peduli siapa pun banyak masalah yang mereka sebabkan dan seberapa merepotkannya utu.
Shizuku mulai rajin berlatih seni bela diri dan ilmu pedang Yaegashi-ryu semata-mata karena cinta keluarga dan tidak ingin mengecewakan harapan keluarganya.
Salah satu sifat Shizuku yang paling menonjol adalah kesetiaannya terhadap teman atau orang yang dia anggap menarik.
Dia tetap sebagai teman masa kecil Kouki meskipun sebenarnya dia ingin memutuskan hubungan mereka karena intimidasi dari gadis-gadis lain yang menyukai Kouki.
Dia juga berusaha merubah Kouki dari pandangannya menafsirkan sesuatu sesuai kenyamanannya sendiri.
__ADS_1
Karena kebijaksanaan dan kecerdasan emosionalnya yang luar biasa, Shizuku umumnya salah satu yang paling realistis di antara teman-temannya yang lain.
Tidak seperti Kouki yang idealis, Ryutarou yang optimis, dan Kaori yang pelupa, Shizuku biasanya bertindak sebagai suara pelan dan kehati-hatian di kelasnya alih-alih membabi buta seperti Kouki ataupun Ryuutaro.
Dan lagi, faktanya, Shizuku mengenal cukup baik tentang dunia Otaku.
Ketika Kaori mencoba belajar tentang anime dan manga untuk lebih dekat dengan Hajime, Shizuku terseret ke dalamnya oleh Kaori.
Seperti ketika Izuna yang bertemu Shizuku dan Kaori yang hendak membeli manga. Shizuku saat itu diseret pergi oleh Kaori ketika mendengar volume terbaru manga kesukaan Hajime rilis, karena itu, dia tanpa daya mengikuti Kaori membeli volume terbaru manga itu. Tapi siapa sangka jika mereka malah bertemu Izuna diperjalanan pergi.
Karena alasan ini juga membuat Shizuku sangat berpengetahuan tentang para Otaku. Dia bahkan memahami kelemahan terbesar otaku yaitu: mereka mengembangkan banyak kebiasaan chunni memalukan yang menghantui mereka selamanya.
Dan saat ini, gadis yang luar biasa itu menikmati pengalaman barunya bersama pria yang baru dikenalnya baru-baru ini.
Membuat pikirannya menjadi lebih terbuka akan dunia, dan mendapatkan berbagai pengalaman baru yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
_______
"Apa kamu menikmati kencan kita hari ini?" Izuna bertanya.
Dipenghujung hari, keduanya duduk bersama sambil menikmati matahari tenggelam.
Warna merah langit yang disebabkan oleh kombinasi hamburan Rayleigh warna biru dan tingkat kepadatan atmosfer bumi memberikan pemandangan yang indah untuk dilihat mata.
Apalagi saat ini Izuna mengajak Shizuku untuk duduk ditepi danau, sambil menikmati matahari tenggelam.
"Iya. Terimakasih telah memberikan pengalaman yang indah untukku." kata Shizuku, dengan senyuman tulusnya yang menawan.
"Iya, sama-sama." Izuna juga tersenyum pada Shizuku, dan ketika Shizuku melihat senyumannya, wajahnya memerah.
Seketika, Shizuku merasa malu, dan dia menyembunyikan wajahnya dengan kuncir kudanya yang membuatnya terlihat imut.
"Jangan melihatku, ini memalukan!" Sambil memalingkan wajahnya, Shizuku menutupi wajahnya dibalik kuncir kudanya itu.
"Haha, wajahmu memerah, Yaegashi-san."
"Jangan menatapku seperti itu!"
"Tapi wajahmu yang memerah itu lucu, jadi jangan menyembunyikannya."
"H-Hentikan ...!"
__ADS_1