[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
59. Penyelesaian (1/2)


__ADS_3

Keesokan harinya, Izuna melalukan aktifitas hariannya seperti biasa. Dia bangun pagi lalu melakukan joging, setelah itu dia melakukan beberapa olahraga ringan sebelum akhirnya kembali ke apartemen.


Hari ini, adalah hari dimana dia memberikan jawaban kepada Asuna dan Hakari, dia tidak tahu apa yang terjadi jika mereka mendengar apa yang akan ia katakan nanti, tapi dia tidak banyak berpikir karena dia bisa memikirkan konsekuensinya nanti.


____


Memasuki apartemennya, Izuna langsung disambut oleh Sayu yang sedang mengenakan celemek dan membawa sendok sayur ditangannya. Sepertinya dia sedang membantu Iori memasak ketika Izuna memasuki apartemen.


"Oh, Izuna-kun. Selamat datang kembali. Sarapan hampir siap, dan kau bisa mandi lebih dulu sambil menunggu sarapan siap. Oh, ngomong-ngomong aku suda menyiapkan bak mandi dengan air hangat untukmu disana." Sayu, tidak diragukan lagi adalah gadis pekerja keras. Dia tidak suka menerima pemberian orang lain dengan cuma-cuma.


Karena itulah, sebagai ganti karena telah mengizinkan untuk tinggal di apartemen mereka, Sayu bekerja di toko kue Iori dan juga membantunya dalam memasak, menyapu dan urusan rumah tangga lainnya.


"Oh, benarkah? Terimakasih kalau begitu. Aku akan langsung mandi untuk membersihkan tubuhku." Izuna berjalan pergi menuju kamarnya, mengambil satu pasang pakaian untuk ganti sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.


Jika ada yang bertanya, mengapa reaksi Izuna terhadap Sayu biasa saja? Itu karena Sayu sebelumnya mengatakan jika mereka mungkin lebih baik untuk merahasiakan hubungan mereka dari Iori untuk sementara waktu.


Tapi, Sayu memiliki alasan tersendiri mengapa dia meminta Izuna untuk merahasiakan hubungan mereka dari Iori.


Sayu masih belum siap.


Sayu tidak suka menghadapi sesuatu secara langsung. Dia akan melakukan apa yang dia bisa hanya untuk menunda hal-hal yang tidak ingin dia tangani. Yang dia ingin lakukan hanyalah melarikan diri dari segalanya, untuk menjalani kehidupan yang lebih mudah tetapi pada saat yang sama, dia merindukan seseorang untuk memarahinya dan menyuruhnya berhenti berlari.


Karena itulah, dia mencintai Izuna.


Izuna sering menegurnya ketika dia melakukan kesalahan, dia jugalah yang membuatnya menerima dirinya apa adanya. Tapi, meski begitu Sayu masihlah Sayu yang dulu.


Karena itulah, sebelum masalahnya dengan keluarganya selesai, Sayu tidak berniat untuk mengumumkan hubungan mereka kepada orang lain.


Ya, Sayu memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya. Meskipun nampaknya sulit, tapi Sayu tidak ingin terpuruk seperti ini terus-menerus. Apalagi setelah dia mengkonfirmasi hubungannya dengan Izuna, dia sebisa mungkin ingin menyelesaikan masalahnya dengan Ibunya.


Karena itulah, Sayu telah meminta Izuna untuk menemaninya pergi ke Hokkaido untuk bertemu Ibunya dan menyelesaikan semuanya.


Tapi, kapan mereka akan pergi belum pasti. Yang jelas, Sayu masih mempersiapkan dirinya dan menguatkan tekadnya sebelum dia memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


______


Setelah menyelesaikan sarapannya, Izuna langsung berpamitan dan berjalan menuju sekolahnya.


Hari ini, dia sudah memutuskan bagaimana menjawab perasaan Hakari dan Asuna. Dan semoga saja mereka bisa menerima keadaannya saat ini.


'Kurasa itu mungkin ....'


Memikirkan tentang seberapa besar perasaan mereka padanya, Izuna cukup yakin untuk berpikir positif. Tapi, ketika dia mengingat karakter yandede tertentu dari anime yang pernah ia tonton sebelumnya, keringat dingin langsung membasahi punggungnya.


Jika rasa cinta padanya sangat besar, ada kemungkinan besar mereka akan menerimanya dan akan menjadi pacar kedua dan ketiganya.


Tapi, ada pilihan lain dalam hal ini.


Jika rasa cinta mereka sangat besar, sangat sangat besar hingga bahkan mereka memiliki obsesi padanya, ada kemungkinan jika hidupnya akan dalam bahaya. Dan bukan hanya hidupnya, tapi juga orang disekitarnya.


Izuna tidak ingin salah satu dari mereka membangkitkan sifat 'yandere' mereka dan menjadi lebih destruktif. Dan, meski dia tidak membenci gadis 'Yandere' (dan kemungkinan memyukai mereka) tapi dia tidak ingin mereka berdua menjadi salah satunya.


'Yah, semoga saja tidak ....'


'Sepertinya aku harus mencarinya ...'


Tapi, Izuna menyadari sesuatu. Semanggi berdaun empat sangat jarang, dan bahkan jika dia bisa menemukan satu, pasti membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan sekarang, waktunya terbatas, jadi bagaimana dia bisa mendapatkan dua semanggi berdaun empat tepat waktu.


Jawabannya mudah ....



"....."


Izuna berpikir jika sistemnya ini begitu pengertian.


Ketika Izuna sedang memikirkan hal ini, sistek tiba-tiba memberinya hadiah berupa kekuatan yang sangat ia butuhkan kali ini.

__ADS_1


"Detection" atau Deteksi, sesuai namanya adalah suatu kemampuan yang membuat pengunanya bisa merasakan kehadiran apapun/segalanya disekitarnya. Hal ini termasuk benda mati, makhluk hidup, zat, materi, konsep, energi, penyakit dan banyak lagi.


Tentunya, hal ini adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh Izuna saat ini, karena dia berniat untuk mencari semanggi berdaun empat. Dan, dengan kemampuan ini dia bisa menemukan semanggi berdaun empat dalam waktu singkat.


___________


Sekitar 30 menit kemudian, Izuna menunggu di halaman belakang sekolah, tempat dimana mereka bertiga akan bertemu hari ini.


"Selamat pagi, Izuna-kun."


"Pagi, Izuna-kun."


Izuna berbalik menatap Hakari dan Asuna yang menyapanya sambil berjalan kearahnya. Izuna tersenyum lembut kepada mereka, yang membuat keduanya tersipu ketika melihat senyumannya, tapi masih berusaha mempertahankan ketenangan mereka dan bersikap normal.


"Pagi, bagaimana kabar kalian?" Izuna bertanya, pertanyaan yang diajukannya mungkin terdengar cukup aneh bagi sebagian orang, tapi ayolah, dia menanyakan ini hanya untuk basa-basi dan membuat bab ini jadi lebih panjang!


Asuna tersenyum sambil berkata, "Aku baik, ngomong-ngomong aku sudah membeli beberapa novel yang kau rekomendasikan untukku tempo hari. Dan ketika aku membacanya aku langsung menyukai ceritanya! Terimakasih, Izuna-kun!"


Beberapa hari yang lalu, Asuna pernah bertanya pada Izuna, apa yang dia lakukan ketika waktu luang. Nah, Izuna sebenarnya menghabiskan waktu luangnya untuk berlatih dan mengasah kemampuan yang dia dapatkan dari sistem. Tapi, dia tahu jika dia tidak biaa mengatakan hal itu pada Asuna.


Karena itulah, dia mengatakan jika dia membaca novel ataupun manga di waktu luangnya, yang membuat Asuna tertarik da meminta rekomendasi Novel yang menarik dan seru dengan alur yang tidak berat.


Tentunya, Izuna akan kesulitan menjawab pertanyaan Asuna karena dia cukup jarang membaca novel, tapi untungnya, dia punya beberapa novel menarik yang cocok dengan kriteria yang disebutkan Asuna sebelumnnya. Jadi, tanpa ragu Izna merekomendasikan novel itu pada Asuna.


Dan jika kalian bertanya, darimana Izuna tahu tentang novel itu? Jawabannya cukup mudah. Mungkin diantara kalian ada yang mengingat jika Izuna berniat untuk menjadi novelis mangaka di bab-bab sebelumnya, dan dia juga mendapat "Artistic Mastery" saat itu juga.


Dan dari sanalah, Izuna mencari beberapa novel sebagai reverensi, dan meskipun dia masih belum selesai membaca semuanya, tapi dia mengetahui garis besar ceritanya dari bocoran yang disebar orang di internet.


___________


"Jadi, bisakah kita mendengar jawabanmu sekarang?" Hakari bertanya, jika dia ditolak disini, maka itu akan menjadi akhir dari dirinya. Tapi, meski dia tahu jika dka kemungkinan akan ditolak, dia penasaran dengan jawaban Izuna yang membuatnya sangat tidak berdaya karena dia terlalu mencintainya.


Disisi lain, Asuna tidak mengatakan apapun, dia hanya diam ketika dia berdiri disebelah Hakari dan menatap Izuna yanh berdiri didepan mereka dengan ekspresi tenang. Tapi, jika seseorang melihat lebih dekat kearahnya, mereka pasti akan memperhatikan butiran keringat yang menetes dari dahinya dan juga dia yang beberapa kali meneguk ludahnya, menandakan seberapa gugupnya dia saat ini.

__ADS_1


"Sebelum aku menjawab perasaan kalian, aku ingin mengatakan sesuatu terlebih dahulu." Izuna menarik nafasnya dalam-dalam, mengolah kalimat yang ada dipikirannya sebelum kemudian menatap Asuna dan Hakari lalu berkata, "Aku bukanlah orang baik, dan aku adalah orang yang serakah. Juga, aku bukanlah orang baik, dan aku juga sudah punya pacar. Setelah mengetahui hal itu, apakah kalian masih ingin tetap menerimaku?"


__ADS_2