[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
47. Sore yang tenang


__ADS_3

A/N: Sedikit tambahan buat kalian semua, meski aku buat 4-5 Arc untuk cerita ini. Tapi latar cerita ini dari Horimiya. Jadi mungkin disetiap Arc nya akan ada cerita dari Horimiya aslinya, yang tentunya sudah aku buat berbeda menginga ini adalah fanfic.


________


Sementara Iori dan Kana berbicara sendiri, Sayu menyambut pelanggan yang datang dan melayani mereka. Dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya, dan dia juga sudah mengenal beberapa pelanggan setia yang selalu membeli kue di toko ini.


Dan karena itu, Sayu sudah cukup ahli dalam hal ini, dan semua yang ia lakukan juga tidak pernah salah. Meski pada awalnya dia cukup bingung harus bagaimana, tapi lama-kelamaan dia sudah terbiasa dengan pekerjaan ini.


_________


Di sore harinya, Sayu merenggangkan kedua tangannya keatas ketika dia melihat etalase yang tadinya berisi banyak macam kue sudah habis terjual. Dia tersenyum dan merasa sedikit bangga dengan hasil kerja kerasnya hari ini.


"Oh, Sayu? Kamu masih disini?"


Mendengar suara yang dikenalinya memanggilnya, Sayu berbalik dan menatap orang itu sambil memasang senyuman kecil disudut bibirnya.


"Ya, kamu pulang cukup terlambat hari ini, Izuna-san." Sayu tersenyum ketika dia menatap Izuna yang baru masuk kedalam toko.


Izuna mengangkat bahunya sambil menghela nafas lelah, "Hahh, hari ini ada banyak materi yang membosankan. Dan lagi, ada kelas tambahan yang harus kami hadiri. Karena itulah aku cukup terlambat hari ini."


Izuna menjatuhkan tubuhnya diatas kursi ketika dia menggerutu dengan kesal. Sayu hanya menatap Izuna sambil tertawa kecil ketika dia menutupi mulutnya menggunakan telapak tangannya yang membuat Izuna mengedutkan alisnya.


"Jangan tertawa—tidak, lebih tepatnya, jangan menahan tawamu seperti itu! Hah, itu malah terlihat semakin menyebalkan!" Izuna menggaruk kepalanya dengan kesal sementara Sayu tertawa lepas melihat tingkahnya.


"Fufufu, maaf, Izuna-san. Tapi aku tidak tahan melihat tingkahmu yang seperti anak kecil itu."


"Lupakan itu, dimana Ibuku? Aku tidak melihatnya disekitar sini?" Izuna bertanya sambil tatapannya menyapu seluruh ruangan ketika dia tidak melihat sosok Iori di toko.


"Ah, Iori-san sedang pergi dengan teman lamanya. Hmm... Kalau tidak salah namanya Kojima-san?" kata Sayu sambil memiringkan kepalanya ketika dia memegang dagunya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


"Kojima-san? Kenapa dia kemari?" Izuna berkata pelan tapi Sayu masih bisa mendengar gumaman-nya.

__ADS_1


"Entahlah. Tapi yang kutahu mereka sepertinya sudah lama tidak bertemu, jadi saat ini mereka ingin menghabiskan waktu bersama sambil mengobrol." kata Sayu dengan tenang, dia berjalan kearah Izuna dan mengambil tas sekolahnya, lalu menyimpannya dan dalam sekejap kembali lagi.


"Ngomong-ngomong, apa kamu sendirian menjaga toko sejak tadi?" Izuna bertanya sambil menatap lurus Sayu. Pasalnya, dia tau bagaimana Ibunya jika bertemu dengan teman lamanya—tidak, mungkin bisa dibilang jika hal ini berlaku pada sebagian wanita yang ada di dunia.


Mereka pasti akan bergosip dan membicarakan hal-hal yang tidak perlu, dan juga, Ibunya pasti akan membicarakan masa kecilnya yang memalukan itu!


'Meskipun itu bukan aku, tapi tetap saja itu memalukan!'


Yah, meski begitu dia berharap jika Ibunya tidak membicarakan hal yang aneh-aneh dengan Kana, atau jika tidak, dia mungkin akan mengubur dirinya didalam lubang karena malu.


"Ya," Sayu mengangguk dan kemudian bertanya, "Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, Izuna-san?"


Pertanyaan Sayu bukan tanpa sebab, tapi karena dia melihat Izuna yang menunjukkan ekspresi wajah yang mengerut seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ah, tidak." Izuna menggelengkan kepalanya, menatap Sayu dan mengalihkan pembicaraan, "ngomong-ngomong, apa kamu punya waktu akhir pekan ini?" Dia bertanya.


Karena ajakan Hakari saat itu, Izuja berpikir untuk mengajak Sayu mengingat Sayu juga butuh liburan untuk merilekskan tubuh dan pikirannya.


"Akhir pekan ini?" Sayu memegang dagunya sambil berpikir, "Yah... Aku tidak berpikir untuk melakikam sesuatu selama akhir pekan, dan mungkin hanya akan berada di apartemen seharian penuh. Um, aku punya waktu." Dia mengangguk dan kemudian bertanya, "Apa ada masalah?"


"Tidak, hanya saja aku ingin mengajakmu untuk liburan dan pergi ke taman bermain. Apa kamu mau ikut?" Izuna bertanya.


"Liburan? Tentu, kenapa tidak?" Balasnya sambil tersenyum ketika dia menganggukkan kepalanya, "ngomong-ngomong, kenapa tiba-tiba mengajakku?" Dia bertanya.


Bukannya dia tidak suka atau apa, tapi cukup jarang bagi Izuna untuk mengajaknya pergi, dan mereka juga hampir tidak pernah jalan bersama. Yah, mungkin satu kali ketika mereka tidak sengaja bertemu di mall tempo hari.


"Ah, salah satu temanku memiliki tiket gratis untuk masuk kesana, dan dia mengajakku untuk pergi. Dan dia bertanya apakah aku memiliki seseorang untuk diajak karena dia memiliki tiket lebih yang tidak digunakan." kata Izuna dengan tenang, tapi dia sengaja tidak menyebutkan jika tiket itu dari Hakari.


Sayu memang tidak mengenal Hakari, tapi ini hanya untuk jaga-jaga. Hati wanita sangat rumit, dan Izuna tau itu.


Karena itulah, dia sengaja hanya mengatakan jika itu ia dapat dari seorang "teman".

__ADS_1


"Apa 'teman'-mu ini seorang gadis?" Sayu bertanya sambil menaikkan alisnya ketika dia menatap Izuna dengan lurus.


Izuna mengalihkan pandangannya kesamping, sambil menggaruk pipinya dengan telunjuknya dia berkata dengan canggung, "Ya... Itu benar."


"Begitu...." Sayu menundukkan kepalanya, dan Izuna tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup oleh rambut poninya. Dan mungkin karena sudah memutuskan sesuatu, dia mendongak dan menatap Izuna lurus dan penuh keyakinan, "Kalau begitu, aku akan pergi juga!"


Izuna tida tau apa yang membuat Aayu begitu bersemangat, tapi yang pasti, dia senang karena Sayu juga ikut dalam liburan ini.


Ini juga bisa menjadi sebuah kesempatan, dimana dia bisa mengenalkan Sayu dengan Asuna dan Hakari, dan mereka mungkin bisa menjadi teman.


Sayu sudah cukup hidup sendirian, dan dia juga ingin Sayu punya teman sebayanya, karena itu tidak ada salahnya membuat ketiganya saling berteman.


Lagipula, dia juga tau hal yang sama terjadi pada Asuna, dia tidak benar-benar memiliki teman yang nyata, dan kebanyakan yang mendekatinya hanya karena disuruh orang tua mereka untuk membuat kesan baik pada Asuna.


Dan meski Hakari belum mengatakannya, tapi dia mungkin memiliki masalah yang tidak jauh beda dari Sayu dan Asuna.


Hakari berasal dari salah satu keluarga Konglomerat, dan kondisi keluarganya juga unik dari yang lain, dan tidak akan salah jika mengatakan jika pertemanan Hakari juga dibatasi 'kan?


Karena itulah ini merupakan kesempatan yang langka untuk membuat mereka saling mengenal dan berteman.


"Bagus, aku akan mengatakan detailnya nanti." kata Izuna dengan senang ketika dia memasang senyuman di wajahnya ketika menatap Sayu, yang membuat Sayu tersipu dan mengalihkan wajahnya.


"Aku akan ganti pakaian dulu sekarang, mungkin ini sudah sore dan tidak banyak pelanggan akan datang. Tapi kamu pasti lelah menjaga toko seharian, 'kan? Kamu bisa beristirahat setelah aku mengganti pakaianku." kata Izuna.


Sayu menggelengkan kepalanya dengan tidak setuju, "Tidak, ini sudah menjadi tugasku. Lagipula, kamu dan Iori-san sudah banyak membantuku, lagipula aku juga dibayar jadi tidak ada masalah."


"Jangan pikirkan hal itu, kamu juga manusia dan kamu pasti lelah, jadi jangan menolak dan turuti saja perkataanku, 'oke?"


"Emm, baiklah... Tapi aku hanya akan istirahat sebentar dan membantumu lagi!"


"Oke, begitu juga lebih baik."

__ADS_1


__ADS_2