[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
49. Hasil yang tidak diharapkan


__ADS_3

Terkejut, ya, Izuna terkejut saat ini. Dia tidak pernah menduga jika Sayu akan melakukan hal seperti ini.


Setelah tinggal bersama selama beberapa minggu terkahir, Izuna cukup mengenal Sayu dengan baik, dan Sayu bukanlah tipe gadis yang akan bergerak maju dan berterus terang. Dia adalah tipe gadis pasif yang hanya ingin diperhatikan dan selalu menghindar dari masalahnya.


Karena itu, Izuna cukup terkejut saat ini, apalagi saat Sayu tiba-tiba menciumnya dan menyatakan perasaannya. Itu sungguh hal yanh tidak terduga bagi Izuna.


"T-Tunggu...! S-Sayu...? Apa yang terjadi padamu?!" Izuna mendorong Sayu dengan meletakkan tangannya dikedua bahunya dan bertanya dengan gelisah. Yah, Izuna sangat bingung saat ini dan dia tidak tah harus berbuat apa disituasi seperti ini.


"Apa yang kulakukan tadi belum cukup untuk membuatmu tau apa maksudku?" Sayu bertanya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


Izuna sangat bingung sekarang, dia tidak memiliki banyak pengalaman dengan gadis dan juga, meski ini bukan kali pertama ada seorang gadis yang mengaku padanya, tapi Sayu adalah kasus yang berbeda.


Bingung? Tentu saja.


"Aku mencintaimu, Izuna-san." Sayu mendongakkan kepalanya, menatap Izuna dengan matanya yang mulai berkaca-kaca ketika bahunya bergetar, "Aku manyukamu, aku sangat sangat menyukaimu..."


"T-Tungg—! Setidaknya tenangkan dirimu terlebih dahulu." Izuna menegang bahu Sayu dan melihat sekeliling, untungnya daerah sekitar cukup sepi dan tidak banyak orang yang lewat disini saat ini, "Baiklah, sekarang ikuti aku."


Sambil menarik tangan Sayu, Izuna membawanya ke tempat dimana tidak ada orang yang akan mendengar mereka dan mereka bisa berbicara berdua saja.


Tentunya, tempat itu adalah sebuah gang yang cukup sempit.


Tak jauh dari tempat mereka tadi, ada sebuah gang yang tak jauh dari sana—tepatnya di utara setelah tikungan, mereka bisa melihat sebuah gang yang tidak mencolok, dimana gang itu dikelilingi oleh dua bangunan besar dikedua sisinya, membuat gang itu hampir tidak terlihat sama sekali.


Apalagi Izuna juga menutup ujung gang dengan tumpukan kayu yang tergeletak disana, jadi mereka bisa berbicara dengan tenang tanpa ada yang mengganggu disini.


"Baiklah, sekarang katakan dengan pelan. Apa yang terjadi padamu, Sayu? Kenapa tiba-tiba seperti ini?" Izuna bertanya setelah menghela nafas untuk menenangkan dirinya, sungguh baginya, Sayu benar-benar tidak seperti Sayu yang dia kenal sebelumnya.


Sayu mengangguk, dia menyeka sedikit air mata disudut matanya sebelum menghembuskan nafas untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.


"Sejak saat pertama kali kita bertemu, aku sudah tertarik padamu—tidak, mungkin kata tertarik kurang tepat. Tapi intinya, aku sudah memperhatikanmu sejak saat itu." Sayu memejamkan matanya, menyatukan kedua tangannya didepan dadanya dan melanjutkan, "Kamu telah banyak membantuku, Izuna-san. Aku tau jika aku mungkin tidak pantas untukmu, tapi... Setidaknya aku ingin menyatakan perasaanku..."


"A-Aku tau jika kamu mungkin akan membenciku karena ini.... D-Dan skenario terburuknya aku harus pergi dari apartemenmu.... T-Tapi aku tidak keberatan! A-Aku sudah siap dengan semua itu." Sayu menundukkan kepalanya dengan sedih, dia tau jika dia mungkin terburu-buru, tapi ada satu perasaan didalam dirinya yang membuat dia melakukan ini.

__ADS_1


Dia tidak tau, tapi ada sebuah dorongan didalam dirinya untuk menyuruhnya menyatakan perasaannya. Dia tau jika dia mungkin gegabah, dan mungkin tindakannya ini akan membuat dia tidak bisa bertemu Izuna lagi dimasa depan.


Tapi, dia juga tau jika dia hanya bertindak secara pasif, dia tidak akan bisa maju dan dia hanya akan menunggu kekalahannya tanpa berbuat apa-apa.


Karena itu, meski tau jika kesempatan ditolaknya cukup besar, Sayu sudah menguatkaj tekadnya!


Tapi....


"Baiklah, aku menerima perasaanmu. Mulai sekarang, mohon bantuannya."


"Eh?" Sayu terkejut, dia mendongakkan kepalanya dan menatap Izuna dengan terkejut, "A-Apa kamu menerimaku, Izuna-san...?"


"Hmm, tentu saja. Lagipula, kenapa aku harus menolakmu?" Izuna bertanya sambil memiringkan kepalanya dengan bingung. Meskipun dia terkejut dan bingung dengan Sayu, tapi dia tidak berniat untuk menolak pengakuannya.


Jujur saja, Izuna memang tertarik pada Sayu, dan meski perasaannya belum tumbuh hingga bisa disebut sebagai 'Cinta', tapi perasaan 'Cinta' itu bisa tumbuh seiring waktu hubunga mereka berjalan.


"B-Benarkah?!" Sayu mengusap matanya, menatap Izuna dengan tatapan tidak percaya.


Jujur saja, dia tau jika kesempatan dia diterima sangat kecil, apalagi ketika dia tau jika ada banyak gadis yang dekat dengan Izuna, dan pasti diantara gadis-gadis itu, ada gadis yang lebih cantik darinya. Jadi, dia cukup tidak percaya diri kalau dia akan diterima.


Dia diterima.


Benar-benar diterima!


Sayu sangat bahagia. Bahkan untuk menunjukkan seberapa bahagianya dia, Sayu tidak segan-segan untuk melompat lompat kegirangan.


Tapi sebelum itu...


"Benar juga. Izuna-san, aku tau kamu mungkin akan bingung dengan perkataanku ini.... Tapi, aku akan mengatakannya sekarang." kata Sayu sambil menatap Izuna lurus, tatapannya penuh keseriusan yang membuat Izuna memirinhkan kepalanya dengan bingung ketika melihat ekspresi diwajah Sayu.


"Hmm?"


"Aku berniat untuk menyelesaikan masalahku dengan keluargaku dalam waktu dekat ini.... Jadi, saat itu tiba, bisakah kamu ikut denganku ke Hokkaido?"

__ADS_1


Masalahnya dengan Ibunya lah yang membuat Sayu sampai kabur dari rumahnya yang ada di Hokkaido hingga tiba ke Tokyo. Masalah itu benar-benar membuat Sayu stress yang membuatnya memutuskan untuk kabur dari rumah.


Tapi, apakah dia sanggup untuk menyelesaikan masalahnya sendiri?


Jawaban itu tergantung seberapa besar tekad Sayu. Tapi yang pasti, dia membutuhkan seseorang disampingnya untuk mendukungnya dan bisa meminjamkan bahunya untuk bersandar.


Izuna tersenyum, dia mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas kepala Sayu dan mengelus kepalanya dengan ringan, "Tentu saja. Aku akan ikut denganmu ke Hokkaido. Katakan saja kapan kau siap dan kita akan pergi ke sana segera."


"Sungguh?" Sayu menatap Izuna dengan matanya yang berkaca-kaca.


Izuna menurunkan tangannya dari kepala Sayu dan menyeka air mata disudut matanya, dia berkata dengan tenang, "Tentu saja. Lagipula, kau adalah pacarku."


"P-Pacar?!"


"Eh, bukan?"


"Tida—Maksudku Iya!"


"Hahaha, begitu lebih baik. Ngomong-ngomong, ayo pergi ke toko pakaian terlebih dahulu." kata Izuna dengan tiba-tiba yang membuat Sayu bingung kenapa mereka harus pergi ke toko pakaian.


Iori hanya menyuruhnya membeli bahan makanan untuk makan siang, san Izuna akan pergi ke sekolah. Jadi, kenapa mereka harus ke toko pakaian?


"Kenapa?" Sayu bertanya tanpa sadar ketika dia memiringkan kepalanya denhan bingung.


"Tentu saja untuk membeli pakaian. Memangnya untuk apalagi?"


"Tidak.... Bukan itu maksudku.... Tapi, kenapa kita harus pergi ke toko pakaian? Iori-san hanya menyuruhku untuk membeli bahan makanan, 'kan?" Sayu memiringkan kepalanya.


"Memang, tapi kita akan membeli pakaian untukku." kata Izuna dengan tenang, dia kemudian menjelaskan, "sudah lewat jam 9 dan jika aku pergi ke sekolah, pasti gerbang sudah ditutup. Jadi, lebih baik jika aku membolos saja hari ini. Tapi, dengan pakaian seperti ini, aku akan terkena masalah. Karena itu, kita pergi ke toko pakaian dulu sekarang."


Memang benar, sekolah dimulai jam 9, dan jika dia pergi ke sana sekarang, Yui pasti akan memberinya masalah karena terlambat. Dia tidak ingin mendapatkan masalah yang merepotkan, jadi lebih baik membolos daripada pergi ke sekolah.


Lagipula, meskipun Yui adalah gadis yang cantik, dan sisi 'Tsundere'-nya membuatnya lebih menarik. Tapi, Izuna tidak menyukai masalah. Apalagi Yui adalah Ketua Komite Kedisiplinan, dan salah satu tugasnya adalah menertibkan murid yang melanggar aturan sekolah.

__ADS_1


Jadi, lebih baik baginya untuk tidak sekolah daripada harus berurusan dengan Yui.


Tapi, lupakan itu sejenak karena Izuna dan Sayu saat ini memutuskan untuk pergi ke toko pakaian terdekat untuk membeli pakaian untuk dikenakan Izuna.


__ADS_2