![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
"Maaf membuatmu menunggu, Miyamura."
Izuna mendongak dan melihat Shizuku tepat berada didepanya, dan seketika dia langsung terpana melihat penampilan Shizuku saat ini.
Rambut hitam panjang Shizuku seperti biasa ia ikat menjadi ekor kuda dengan ikat rambut warna kuning. Pakaian yang dikenakan Shizuku juga lebih kasual dari biasanya, tapi tetap memberikan kesan wanita dewasa yang bermartabat seperti ciri khasnya.
Bahkan dengan penampilan Shizuku yang seperti ini, Izuna tidak bisa untuk tifak mengagumi penampilannya sekarang.
"Ja-Jangan menatapku seperti itu ... Aku juga bisa malu kamu tau."
Melihat tatapan Izuna padanga yang semakin intens, Shizuku tidak bisa tidak memerah dan tersipu malu.
Sebenarnya, ini adalah kencan pertamanya, dan dia sangat gugup sekarang ini. Dia bahkan meminta saran sahabatnya itu (Kaori) berkali-kali, meskipun dia tau jika Kaori tidak bisa banyak membantunya.
Kaori sendiri, ketika tahu jika Shizuku telah berjanji untuk berkencan dengan Izuna memiliki perasaan yanh campur aduk didalam dirinya. Tapi, karena dia tidak terlalu yakin dengan perasaan itu, dia mengabaikannya untuk sementara waktu dan memberi Shizuku semua saran yang dia ketahui.
Yah, meski tidak banyak membantu, tapi Shizuku juga tau jika Kaori juga tidak memiliki pengalaman dengan pria. Karena itulah, dia tidak bisa memberi banyak saran kepadanya.
Dan bahkan, semua saran yang dikatakan oleh Kaori berasal dari internet—yang sebenarnya dia juga mencarinya disana sebelum bertanya pada Kaori.
"Ah, maaf ... Hanya saja, kamu sangat cantik hari ini." Menyadari jika tatapannya mungkin tidak sopan, Izuna buru-buru mengalihkan pandangannya kearah lain sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
Wajah Shizuku memerah, dia tidak menyangka jika kalimat sederhana dari mulut Izuna bisa berefek sebesar ini padanya. Tapi meski begitu, dia tetap menguatkan dirinya dan membalas ucapannya.
"T-Terimakasih ... Ka-Kamu juga terlihat ... keren dengan pakaian itu ..." Wajah Shizku benar-benar memerah saat ini.
"Terimakasih. jadi, bagaimana jika kita mulai kencan kita?" Sambil tersenyum, Izuna mengulurkan tangannya pada Shizuku.
Melihat Izuna yang mengulurkan tangannya, Shizuku dengan malu-malu meraih tangannya dan memegangnya. Pipinya yang merah semakin merah, tapi dia berusaha untuk bersikap tenang dan tidak membuat kacau.
"Um."
****************
Izuna sudah merencanakan kencan mereka hari ini. Pertama, dia mengajak Shizuku ke pusat perbelanjaan yang ada di Minato. Sebenarnya dia ingin ke Shinjuku, tapi karena ini akhir pekan, dia berpikir jika akan sangat ramai disana. Jadi, daripada pergi ke tempat ramai, lebih baik mereka pergi ke tempat yang lebih tenang dan sepi.
Karena itulah Izuna memilih Mall yang ada di Minato, meski tidak sebesar yang ada di Shinjuku, tapi Mall di Minato tidak kalah dengan Mall yang ada di Shinjuku.
________
"Bagaimana dengan yang ini?" Tanya Izuna, sambil menyerahkan sebuah gaun one piece hijau pada Shizuku.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Izuna membawa Shizuku ke Mall yang ada di Minato, dan dia langsung mengajak Shizuku ke toko pakaian dan memilihkan pakaia untuknya.
"Entahlah ... Bukankah ini terlalu ... Feminim?" Kata Shizuku dengan tidak yakin.
Melihat gaun yang diambil oleh Izuna, Shizuku merasa jika gaun itu tidak akan cocok untuknya karena gaun itu sendiri dibuat untuk dikenakan oleh gadis agar terlihat cantik dan menonjolkan lekuk tubuh mereka.
Karena alasan tertentu, Shizuku menekan sifat femininnya, termasuk mimpinya menjadi seorang putri dan jatuh cinta dengan seorang pangeran yang akan selalu menyelamatkannya.
Karena ini, dia ragu ketika Izuna memilihkannya pakaian yang terlalu feminim dan bertolakbelakang dengan apa yang dilakukannya selama ini.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lagipula tidak ada salahnya sekali-kali merubah suasana 'kan?" Kata Izuna sambil melambaikan tangannya dengan santai.
"Tidak apa nona, lagipula pacarmu pasti ingin melihatmu tampil beda, benar kan tuan?" Kata pegawai wanita yang bersama mereka.
Melihat pagawai wanita yang setuju dengan Izuna, Shizuku akhirnya menyerah sambil menghela nafas.
"Baiklah ... Aku akan mencobanya." Shizuku mengambil gaun dati tangan Izuna dan berkata, "t-tapi jangan salahkan aku jika ini tidak cocok untukku, oke?!"
"Baik baik, coba dulu dan kita lihat apakah gaun itu cocok untukmu atau tidak." Kata Izuna.
Shizuku berjalan pergi menuju ke ruang ganti, disana, dia mencoba pakaian yang dipilihkan oleh Izuna. Sebenarnya, Izuna tidak hanya memilih gaun one piece itu saja, melainkan beberapa pakaian lainnya dari yang kasual hingga yang cukup formal.
Semua yang dipilih Izuna merupakan pakaian yang sebelumnya tidak pernah sekalipun dia pakai. Alasannya sederhana, karena pakaian-pakaian itu terlalu feminim dan dia merasa tidak cocok dengan semuanya.
Tapi meski begitu, dia tetap mencoba salah satu yang dipilih Izuna untuk menghargai pilihannya.
_______
"Ba-Bagaimana ...?" Shizuku bertanya, dengan rona merah di pipinya, dia memeganh ujung pakaiannya dengan erat.
"Wah, gaun itu sangat cocok untuk anda, nona! Anda terlihat cantik memakainya, benar kan, tuan?"
Melihat pegawai wanita tadi yang bersemangat ketika melihatnya, Shizuku merasa jika mungkin apa yang dikatakan pegawai itu benar, dia memang cocok dengan pakaian yang dicobanya sekarang.
Tapi, dia tetap menatap Izuna untuk meminta pendapatnya. Meskipun dia merasa malu, tapi karena dia sudah berusaha keras menunjukkan penampilannya dengan pakaian yang dipilih Izuna, akan sia-sia jika Izuna tidak melihatnya dan menilainya.
"Um, itu bagus. Kamu terlihat sangat cantik dengan gaun itu, Yaegashi-san." Kata Izuna sambil mengangguk dan memberikan jempol pada Shizuku.
"Um, itu cocok untukmu. Sekarang, bagaimana jika kamu mencoba pakaian yang lain juga?"
Izuna memilih beberapa pakaian untuk dicoba Shizuku, dan Shizuku baru mencoba satu pakaian, berarti masih ada banyak pakaian yang harus dicoba Shizuku saat ini.
"A-Apakah itu harus?" Shizuku bertanya dengan gugup.
Sejujurnya, mencoba satu pakaian dan menunjukkannya pada Izuna benar-benar membuatnya malu, apalagi jika dia harus mencoba banyak pakaian?
Dia mungkin tidak sanggup menghadapi itu nanti.
"Ya. Aku sudah susah payah memilihkannya untukmu, apa kamu tega tidak mencobanya?" Tanya Izuna sambil berpura-pura sedih.
"Nona, apa yang dikatakan oleh pacar anda benar, lebih baik anda mencoba semua pakaian yang dipilihkan untuk anda satu persatu. Itu pasti akan membuat pacar anda bahagia. Benar bukan, tuan?"
'Diamlah! Aku tidak bertanya pendapatmu!' Shizuku berteriak dalam benaknya.
Jujur saja, kenapa pegawai wanita itu terus mengikuti mereka sejak tadi?
Mereka bahkan tidak memintanya untuk mengikuti mereka, dan kenapa dia mengikuti mereka saat ini? Apa dia tidak punya pekerjaan yang harus diurus?
Shizuku entah kenapa ingin meninju pegawai wanita itu, karena dia terus memprovokasi agar dirinya mencoba semua pakian itu.
Apa dia tidak tau, jika dia merasa malu saat ini? Apakah dia memang sengaja melakukan itu?
__ADS_1
"Benar. Ayolah, lagipula ini hanya sekali saja."
"Baiklah ... Aku akan melakukannya ...."
Shizuku akhirnya menyerah dan mencoba pakaiaj yang dipilih Izuna satu persatu.
_____
"Bagus! Kamu cantik menggunakan ini!"
"Ahh, anda sangat cantik nona!"
______
"Mungkin warna hijau lebih cocok, tapi merah juga tidak terlalu buruk."
"Um um, aku setuju dengan anda, tuan."
______
"Bagaimana jika berpose seperti ini? Itu pasti cocok dengan pakaian yang kamu kenakan sekarang."
"Benar, aku setuju dengan anda, tuan."
_____
"Pakain kasual dan santai mungkin cocok untukmu, tapi pakaian formal seperti seorang sekretaris ini tidak buruk juga."
"Ah, anda terlihat sangat menawan dengan pakaian ini nona."
_______
'Ah! Aku tidak sanggup lagi!'
Di ruang ganti, Shizuku benar-benar memerah dengan keras. Jantungnya berdetak kencang dan dia bisa merasakan jika wajahnya benar-benar memanas sampai tingkat tertentu.
"Apa-apaan semua pujian itu ... Semua yang dia katakan benar-benar membuatku salah tingkah ..."
"Padahal dia hanya mengatakan kalimat yang begitu sederhana, dan aku juga sering mendengar kalimat seperti itu dari orang lain ..."
"Tapi kenapa ketika dia yang mengatakannya, itu membuat jantungku berdetak kencang ...?"
Sambil meletakkan tangannya di dadanya, Shizuku bergumam pelan sambil mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Dan lagi, apa-apaan wanita itu?!"
"Dia terus-terusan mengikuti kami! Bahkan dia mencoba mencuri pandang ke Izuna! Benar-benar wanita yang menyebalkan!"
Memikirkan pegawai wanita yang terus mengikuti mereka, Shizuku tidak bisa tidak kesal ketika memikirkannya.
Jujur saja, dia sangat mengganggu, dan dalam pikirannya, akan lebih baik jika mereka meninggalkan tempat ini lebih cepat.
__ADS_1
Tapi yang tidak dia tau adalah, sekarang wanita yang sedang dia bicarakan sedang menggoda Izuna dengan menggunakan kata-kata manis dan juga sengaja memamerkan tubuhnya...