[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
15. Kelompok yang merepotkan


__ADS_3

Orang yang telah menyapa Kaori dengan kalimat yang agak klise akan kebaikannya adalah Amanogawa Kouki.


Dia sempurna dalam hampir segala hal. Hebat dalam olahraga, tampan, dan sebagai tambahan memiliki nilai bagus. Namanya pun terdengar heroik. Ditulis dengan karakter "cahaya" dan "sinar", itu memberi kesan yang agak menyilaukan.


Rambutnya berwarna cokelat, fitur lembut, tingginya 170 sentimeter, dan meski bentuk rampingnya masih terlihat otot-ototnya.


Dia baik pada semua orang yang dia temui, dan memiliki rasa keadilan yang kuat, Atau begitulah yang dia pikirkan.


Seperti Shizuku, dia pernah menghadiri Yaegashi dojo sejak dia duduk di bangku sekolah dasar dan cukup terampil berkompetisi di turnamen nasional.


Dia dan Shizuku adalah teman masa kecil. Puluhan gadis telah jatuh hati padanya, tapi karena dia selalu berkeliaran di sekitar Shizuku dan Shirasaki, sangat sedikit yang pernah berhasil memberanikan diri untuk menyatakan cinta.


Tapi, jika dibandingkan dengan penampilan Izuna, dia memiliki celah yang cukup besar dari banyak hal.


Orang terakhir, yang menambahkan komentarnya sendiri ke kalimat Kouki dengan malas, adalah Sakagami Ryutarou, sahabat Kouki.


Ryutarou memiliki rambut pendek dan rapi dan tatapan yang tampak ceria sekaligus buram. Tingginya 180 sentimeter, dan memiliki bentuk besar seperti beruang.


Seperti sarannya, dia adalah seorang pria otot yang tidak memiliki banyak kesopanan.


Karena cintanya pada kerja keras dan tindakan berdarah panas, dia tidak menyukai Hajime, yang menghabiskan seluruh waktunya di sekolah untuk tidur.


Ryutarou memberi Hajime tidak lebih dari satu tatapan sekilas sebelum menghina dan mengabaikannya.


"Selamat pagi Yaegashi-san, Amanogawa-kun, dan Sakagami-kun. Heh, baiklah,kalian tahu apa yang mereka bilang, kau menuai apa yang kau tabur. Ini salahku sendiri untuk selalu begadang." Hajime tersenyum masam saat menyapa Shizuku dan yang lainnya.


Beberapa orang disekitar itu melotot tajam padanya, mata mereka semua berteriak, "Apa yang memberimu hak untuk bicara dengan Yaegashi-san dengan santai begitu, hah!?"


Shizuku hampir sama populernya dengan Kaori.


"Kau kenal mereka, Hajime?" Izuna bertanya.


"Mereka teman sekelasku." Hajime menjawab dengan senyum masam.


Sementara Ryo juga menyapa mereka ringan, dia tidak banyak berbicara karena berurusan dengan kelompok ini adalah sesuatu yang merepotkan, bahkan dia tau itu....


"Kalau kau menyadari itu suatu masalah, bukankah seharusnya kau mencoba memperbaikinya? Kurasa tidak pantas bagi Kaori untuk membiarkan dia memanjakanmu.


Dia juga tak punya waktu untuk selalu menjagamu." Kouki memeringati Hajime dengan tegas.


Kouki juga jelas mengira Hajime adalah kegagalan dari seorang murid yang hanya menyia-nyiakan kebaikan Kaori.


Hajime sangat ingin berteriak, 'dia tidak memanjakanku! Dan sebenarnya, aku lebih suka dia meninggalkanku sendiri!'

__ADS_1


"Ya kukira. Ahaha..." Karena itulah Hajime hanya mencoba menertawakan ucapan Kouki.


Tapi, tentu saja, dewi sekolah pasti bicara dan menjatuhkan bom lain secara tidak sengaja.


"Apa yang kau bicarakan, Kouki-kun? Aku bicara dengan Nagumo-kun karena aku mau" kata Kaori dengan wajah polosnya.


Jika tatapan bisa membunuh, Hajime sudah tewas seratus kali lipat dari tatapan tajam yang dia dapatkan dari para siswa. Mereka mengertakkan gigi mereka saat mereka melotot pada Hajime.


Meskipun Izuna telah memperingati mereka dengan menatap tajam mereka, tapi beberapa masih menatap Hajime dengan kesal.


Izuna mengerutkan keningnya sambil menatap murid itu, "Kamu punya masalah bung?!"


"E-eh, A-aku... T-Tidak, Tidak ada." siswa itu menggelengkan kepalanya dengan gugup, sementara punggungnya mengeluarkan keringat dingin yang cukup banyak.


"Kalau begitu pergi dari sini, jangan jadi seorang sampah yang menguping pembicaraan orang lain." kata Izuna dengan tegas.


Dengan perkataan itu, murid itu dan beberapa temannya langsung pergi dari sana, membuatnya benar-benar cukup sepi karena perkataan Izuna barusan.


Sebenarnya, Kelompok Kouki dan Ryo juga sedikit terganggu dengan tatapan beberapa siswa pada mereka, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun dengan itu.


"Hey, apa yang kau lakukan? Kenapa kau malah berteriak marah pada mereka?" yang berkata adalah Kouki, sebagai seseorang yang menjunjung tinggi keadilan miliknya, dia mengerutkan kening dengan apa yang dilakukan oleh Izuna.


Meskipun dia tidak nyaman dengan tatapan siswa padanya, tapi dia tidak akan melakukan sesuatu tentang itu dan hanya akan membiarkannya.


"Kub-" Sebelum menyelesaikan kalimatnya, dia dipotong oleh Shirasaki.


"Siapa mereka Nagumo-kun?" Kaori bertanya


"Mereka adalah temanku." Hajime berkata


"Aku Igarashi Ryo, dan pria tampan disana adalah Miyamura Izuna." Ryo tersenyum sambil memperkenalkan diri dengan sedikit menundukkan kepalanya, Izuna hanya mengangguk menanggapi.


"Ahh, teman Hajime. Aku tidak pernah tau jika kau punya teman Nagumo-kun?" Kaori bertanya dengan sedikit keterkejutan diwajahnya.


Hajime yang mendengar itu seperti ada sesuatu yang menusuk dirinya entah kenapa.


"Aku juga tidak tau dengan ini. Kau ternyata punya teman yang baik ya, Nagumo." Shizuku berkata sambil sedikit terkekeh


"Hmph, seperti yang diharapkan dari Nagumo, temannya saja bermasalah seperti dirinya." Kouki mendengus sebagai tanggapan.


Sementara Ryuutaro, dia hanya diam tapi setuju dengan perkataan Kouki.


Mendengar perkataan Kouki, Izuna tersenyum dan berkata dengan nada mengejek. "Hehh, apa kau iri dengan kami? Tentunya kami ini adalah pria tampan dan banyak gadis akan mengejar kami. Tapi, tidak seharusnya kalian iri tahu?"

__ADS_1


Kouki dan Ryuutaro memandangnya dengan jijik, tapi Ryo dan Shizuku terkekeh dengan perkataannya.


Sementara Kaori, dia tidak terlalu memperhatikan dan sibuk bertanya pada Hajime.


"Benar Nagumo-kun. Aku sudah membaca manga yang kau katakan kemarin, dan yah itu sangat hebat!" Sebagai salah satu upaya untuk mendekati Hajime, tentunya Kaori tau tentang hobi Otaku Hajime, tapi dia tidak peduli dan tidak mempermasalahkan hal itu.


Manga adalah salah satu bahan pembicaraan yang bisa dipikirkan oleh Kaori ketika dia berbicara dengan Hajime.


Karena Hajime pasti akan bersemangat ketika membicarakan Manga atau hobi kesukaannua yang lainnya.


Akhirnya, mereka berada didunia mereka sendiri dan tidak memperharikan Izuna dan Kouki yang sedang berdebat.


____


"Apa? Apa kau ingin bertarung?" Izuna bertanya sambil tersenyum.


Kouki adalah salah satu murid di Dojo Yaegashi, tentunya dia tau tentang teknik keluarga Yaegashi, hanya saja penguasaannya tentang teknik itu cukup terbatas. Tidak seperti Shizuku yang merupakan penerus keluarga, Kouki hanyalah orang asing, jadi mereka hanya mengajarinya beberapa taknik dasar, dan bukan teknik asli keluarga mereka.


"Kau ingin mengajakku bertarung? Yang benar saja." Kouki mendengus dan menoleh kearah lain.


"Yah, wajar saja, kau bukanlah tandinganku."


"Apa! Baiklah, kalau begitu kita akan bertanding Kendo disaat sekolah berakhir!"


"Tentu, aku menantikan itu." Izuna kemudian mengajak Ryo dan Hajime pergi meninggalkan mereka disana.


"Kau yakin akan melawannya, Kouki?" Shizuku bertanya dengan nada khawatir.


Bagaimanapun, Kouki adalah teman masa kecilnya, dan dia pasti akan khawtir dengannya.


"Yah, aku tidak akan kalah!" Kouki berkata dengan penuh tekad.


"Aku tidak tau siapa dia, tapi aku yakin jika Kouki akan menang." Ryuutaro menambahkan.


Shizuku tidak banyak berpikir dan mendesah tak berdaya. Dia bisa mengetahui tingkatan kekuatan seseorang setelah belajar di dojo keluarganya dari kecil.


Dan, dia bisa melihat jika Izuna bukanlah orang biasa yang bisa dikalahkan dengan mudah oleh Kouki.


"Hah? Apa? Kau akan bertanding Kouki?" Shirasaki yang dari tadi sibuk memikirkan Hajime tiba-tiba bertanya dengan bingung.


"....."


Mereka sedikit tidak berdaya dengan teman mereka yang satu ini...

__ADS_1


__ADS_2