![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Sesampainya Izuna di Apartmen, dia disambut oleh pemandangan Sayu yang mengenakan celemek putih diatas pakaiannya.
"Oh, selamat datang kembali, Izuna-san. Makan malam hampir siap, lebih baik jika Izuna-san mandi terlebih dahulu."
Mengangguk, Izuna melirik Sayu dari atas kepala hingga bawah kakinya. Sambil memegang dagunya, dia berkata, "Apa ini pakaan yabg baru saja kalian beli? Um, ini sangat cocok untukmu, Sayu."
"Be-Benarkah ...?" kata Sayu, sambil memegang kedua pipinya, entah mengapa, tapi Sayu merasakan jika pipinya memerah dan wajahnya memanas saat ini.
Izuna mengangguk, "Iya. Kamu cantik dengan pakaian ini. Sangat cocok untukmu!"
"Ca... Ca-Cantik ...?!" Sayu memerah ketingkat selanjutnya, bahkan ujung telinganya juga ikut memerah saat ini.
"A-Aku akan pergi membantu Iori-san ... L-Lebih baik kamu mandi dulu ...."
Setelah mengatakan itu, Sayu dengan cepat melarikan diri. Pergi ke dapur dan mencoba menghindar dari Izuna.
"Apa yang terjadi dengannya ...?" Izuna hanya melihat Sayu dalam diam.
Akhirnya, dia tidak banyak berpikir dan berjalan pergi ke kamarnya. Masih ada beberapa hal yang ingin dia coba saat ini, dan mungkin ini adalah saat yang tepat.
______
Jika kalian diberikan kesempatan untuk bereinkarnasi dan mendapatkan cheat, hal pertama apa yang akan kalian lakukan untuk menghasilkan uang?
Jawabannya mungkin adalah menulis novel atau menjadi seorang mangaka.
Kedua hal itu adalah dua pekerjaan yang sangat umum terjadi di novel-novel fanfic yang tersebar di luar sana.
Dan saat ini, dengan kemampuan baru yang didapatkan Izuna, dia sedang menggambar salah satu karakter manga yang populer didunianya yang sebelumnya.
Menggambar tidaklah semudah yang dikira. Mungkin itu mudah bagi yang mengerti, tapi bagi orang awam yang tidak terlalu mengerti soal seni, Menggambar sebenarnya cukup susah untuk dilakukan.
Entah itu membuat pola, garis, bentuk atau semacamnya, itu jelas-jelas membutuhkan waktu dan ketekunan. Jika salah sedikit saja, maka hasil gambar tidak akan maksimal.
Karena itulah, seorang mangaka biasanya memilih lingkungan yang tenang sebagai tempat tinggal mereka. Mereka juga lebih suka sendirian karena itu akan membuat fokus pikiran mereka.
Tapi tentunya, tidak semua mangaka seperti yang disebutka diatas. Ada mangaka yang lebih suka berinteraksi dengan orang lain, dan bersosialisasi dan sangat ramah juga, tapi tentunya, kembali pada sifat manusia masing-masing.
Dan lupakan soal kehidupan mangaka. Saat ini, dengan secarik kertas dan sebuah pena miliknya, Izuna mulai menggambar dengsn garis-garis halus.
Sepertinya, dengan "Penguasaan Artistik", Izuna bisa melakukan hal yang berhubungan dengan seni dengan mudah. Yang perlu dia lakukan adalah membiasakan diri dan dia sudah bisa disebut sebagai seorang "Ahli".
10 menit kemudian—
Dalam sepuluh menit terakhir, Izuna menggambar salah satu tokoh yang populer sejak dia masih kecil.
Dengan rambut kuning-pirang runcing dan mata biru, dan meski wajahnya "biasa-biasa" saja, tapi ada satu hal yang mencolok, yaitu tiga tanda kumis kedua pipinya.
Yah, banyak dari kalian mungkin sudah menduga siapa karakter yang digambar oleh Izuna, tapi mungkin lebih baik jika disebutkan.
Karakter yang digambar Izuna adalah, Uzumaki Naruto.
Sebagai seorang ninja yang memulai semuanya dari nol, dimana dia telah merasakan berbagai rasa sakit dan penderitaan dari kecil, Naruto menjadi karakter populer karena cita-cita, ambisi dan juga semangatnya yang pantang menyerah.
Ditangan Izuna, karakter Naruto digambar sedemikian rupa, sedikit memodifikasi dengan gayanya sendiri, tapi tidak jauh berbeda dari aslinya.
__ADS_1
"Um, ini lumayan bagus menurutku. Sisanya hanya menyesuaikan dengan gaya menggambarku saja."
Puas dengan hasil gambar yang dibuatnya, Izuna melirik kearah jam yang dipasang di dinding kamarnya. Disaat, sudah menunjukkan jam 08.00 PM. Sepertinya Izuna telah memakan banyak waktu didalam kamarnya, dan makan malah seharusnya sudah siap saat ini.
Membereskan barang-barang yang digunakannya, Izuna langsung menuju ke meja makan setelahnya.
____
Sayu dan Iori sudah menunggu Izuna dan Izumi di meja makan, keduanya sudah menyiapkan makan malam hari ini dengan istimewa.
Karena ini adalah hari pertama Sayu bekerja di toko Iori, mereka berniat merayakannya, karena itulah, mereka memasak cukup banyak hari ini. Dan semuanya terlihat enak dimata Izuna.
"Wahh, kalian memasak sangat banyak hari ini! Humm, terlihat enak, aku tidak sabar memakannya!"
Begitu Izuna datang, dia langsung duduk di kursinya dan terkejut dengan hasil masakan Sayu dan Iori.
"Tentu saja, ini semua untuk merayakan hari pertaka Sayu di toko, jadi Ibu memasak banyak makanan enak hari ini. Tunggu Izumi dan kita bisa langsung memakannya." kata Iori.
"Hmm? Dimana Izumi? Aku belum melihatnya daritadi." tanya Izuna.
"Dia masih berada di kamarnya, sepertinya sedang mengerjakan tugas dari sekolah. Itu wajar, tunggu sebentar dan dia pasti akan turun." kata Iori.
Seperti yang dikatakan Iori, Izuna hanya mengangguk dan menunggu Izumi datang, dan tentunya Izumi datang beberapa menit kemudian.
Setelah Izumi datang, mereka langsung menyantap makanan yang dimasak Iori dan Sayu.
""Selamat makan!""
Tamagoyaki, Nikunaga, Chicken Katsu, Tempura, Salmon bakar, Nasi putih, dengan Kecap asin semuanya dimasak oleh Iori yang dibantu Sayu hari ini.
"Masakan kalian adalah yang terbaik!"
"Syukurlah jika kalian menyukainya. Ayo Sayu-chan juga, ini masih banyak."
"I-Iya, aku juga akan memakannya!"
________
Keesokan harinya.
Di kelas Izumi.
Seperti biasa, Izumi duduk menyendiri di pojok kelas ketika semua teman sekelasnya mengobrol satu sama lain.
Tapi, ada satu orang yang terus meliriknya dari waktu ke waktu.
'Apakah itu benar-benar dia!?'
'Sama sekali berbeda dari yang kemarin!'
Hori Kyouko yang bertemu dengan Izumi kemarin terus menatapnya untuk sekantara waktu.
Dia masih tidak percaya jika Izumi yang dia lihat kemarin adalah Izumi yang dikenal sebagai Otaku suram disekolah.
Kyouko kemudian memegangi kepalanya sambil bersandar diatas mejanya.
__ADS_1
"Hori, kau baik-baik saja?" Teman sekelasnya yang duduk dibelakangnya bertanya dengan sesikit khawayir dengan tingkah laku kyouko hati ini.
Kyouko mengangkat kepalanya lalu dengan lelah menjawab, "... Ya, aku baik-baik saja."
"Begitukah?" Dia bertanya lagi, tapi Kyouko mengabaikannya dan berjalan kearah Izumi.
Temannya yang melihat ini sedikit bingung dengan apa yang akan dia lakukan, "Hori?"
Kyouko tetap mengabaikannya dan berjalan kearah Izumi, ketika dia berada disampingnya dia berbicara dengan nada yang sedikit rendah agar tidak didengar oleh teman sekelasnya yang lain.
"Miyamura ... Bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Kyouko. Ketika Izumi mengangguk, dia kemudian membawanya keluar kelas dan berbicara padanya.
___
"Aku bisa datang kerumahmu lagi?" Izumi bertanya dengan sedikit tercengang tapi ada sedikit kebahagian di wajahnya.
"Bukan aku, tapi Shouta. Dia bilang 'Apa Onii-chan tidak datang lagi' , begitu katanya." kata Kyouko sambil mengalihkan pandangannya.
Izumi tersenyum mendengarnya, dan tidak menyadari jika senyumannya itu disalah artikan oleh Kyouko.
"Ada apa dengan senyum menjijikan itu?" Kyoko langsung memasang wajah aneh sambil menatap Izumi yang tersenyum.
Izumi tersentak dan dengan cepat menjawab agar dia tidak dikira memikirkan hal yang aneh. "Tidak! Hanya saja, aku merasa sedikit senang ketika mendengarnya..."
"Begitukah?" Kyouko bertanya dengan sedikit ragu.
"Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak melepas kacamatamu dan mengikat rambutmu seperti kemarin?" Sambil meletakkan tangannya dibelakang kepalanya, Kyouko bertanya dengan bingung.
Ketika dia melihat Izumi kemarin yang melepas kacamatanya dan mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda kecil. Dia bisa melihat jika Izumi sangat tampan dengan itu.
Tapi, dia masih tidak mengerti kenapa dia tidak melakukan itu.
"Yah, kau tau tentang tindikanku bukan?" Izumi berkata dengan sedikit canggung.
"Oh, benar... Ngomong-ngomong berapa banyak tindikanmu itu?" Kyouko bertanya dengan sedikit penasaran.
"Sembilan. Empat di masing-masing telinga, dan satu di bibir." jawab Izumi.
"Bukankah itu terlalu banyak?" Kyou tak bisa berkata-kata setelah mendengarnya.
"Yah, ibuku juga mengatakan hal itu pada kami." Izumi kemudian tertawa canggung setelah mengatakan itu.
"Kami?" Kyouko memiliki tanda tanya diatas kepalanya.
"Ahh, Adikku. dia berada di tahun pertama. Tapi, dia sedikit berbeda denganku ini..." Izumi dengan canggung mengatakan itu.
"Hehh... Benarkah?" Kyouko sedikit penasaran dengan adik Izumi ini.
Mereka mengobrol sebentar, tapi tidak menyadari jika ada seseorang yang mengawasi mereka saat itu.
"Ada apa dengan Hori?" Seorang Gadis dengan rambut kuning pendek sebahu bertanya.
"Entahlah, aku tidak tau jika dia dekat dengan Miyamura." gadis lain menjawab.
Tapi yang tidak Izumi tahu adalah, pertemuannya dengan Kyouko ini akan mengubah hidupnya mulai sekarang...
__ADS_1