![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
"Ah, Bagaimana dengan yang ini, Yuuki-san?"
"Yang ini? Ini cukup mudah, kamu hanya tinggal menggunakan persamaan ini untuk mencari jawabannya, setelah selesai, kamu harus menghitungnya seperti ini ... dan lalu ini."
"Mudah dimengerti, terimakasih Yuuki-san.'
"Haha, Kamu terlalu memujiku, Miyamura-kun."
"Tidak, tidak, yang aku katakan itu benar. Aku tidak sedang memujimu atau apa, tapi memang apa yang kamu sampaikan memang mudah dimengerti."
Di sebuah perpustakaan, Izuna dan Asuna sedang belajar bersama. Seperti yang disebutkan kemarin, keduanya mengadakan sesi belajar bersama sepulang sekolah.
Keduanya juga masih mengenakan seragam sekolah mereka, karena mereka sepulang sekolah langsung ke perpustakaan bukannya pulang ke rumah mereka terlebih dahulu.
Izuna adalah satu hal, tapi Asuna berbeda.
Jika dia pulang, kemungkinan besar dia tidak akan bisa menepati janjinya karena dia pasti tidak diperbolehkan untuk pergi keluar.
Wajar saja, sebagai anak tunggal Keluarga Yuuki, Asuna dituntut menguasai berbagai hal, dan hidupnya juga sudah diatur oleh Keluarganya—tepatnya Ibunya. Tapi mungkin akan dijelaskan lebih rinci di bab selanjutnya....
Sekarang, keduanya belajar dengan cukup serius, mengingat Asuna dituntut untuk mendapatkan nilai yang tinggi di sekolah, jika tidak dia mungkin akan dipindahkan ke sekolah lain.
Dan Izuna, dia memiliki alasan tersendiri. Karena dulu dia tidak serius ketika sekolah, dia hanya mendapatkan nilai rata-rata ketika lulus dan bergabung dalam sebuah perusahaan untuk mendapatkan uang.
Tapi, sekarang dia tau jika dia harus menguasai berbagai aspek untuk bisa melakukan banyak hal. Dan mungkin dia bisa membantu Asuna jika dia menjadi lebih pintar.
Bukannya Izuna bodoh atau apa, tapi dia hanya merasa kalau dia tidak sepintar orang lain. Jika orang lain pintar karena bakat bawaan dan kerja keras mereka, tapi Izuna pintar karena dia memiliki sebuah "cheat" bersamanya.
Meski menggunakan "Memory Photography" secara berlebihan adalah hal yang buruk bagi dirinya, tapi bukan berarti dia tidak menggunakannya. Apalagi seperti saat ini.
Dengan "Memory Photography", Izuna mengingatkan semua yang dia pelajari, dan secara bertahap mengasah kemampuannya dengan latihan soal-soal bertingkat sampai dia menguasai sepenuhnya.
Dengan begitu, Izuna tidak terlalu khawatir dengan efek samping menggunakan "Memory Photography" dengan berlebihan, dan mungkin jika dia mendapatkannya, itu hanya rasa sakit kepala ringan saja.
__ADS_1
_____
Satu jam berlalu, keduanya memutuskan untuk mengakhiri sesi belajar mereka hari ini.
Bukan hanya karena hari semakin sore, tapi juga karena Asuna tidak memberi kabar pada orangtuanya, dan mungkin dia akan dimarahi jika dia pulang sangat terlambat hari ini.
"Yuuki-san. Terimakasih untuk hari ini." Izuna sedikit membungkuk sebelum kemudian tersenyum kecil pada Asuna.
"Tidak, aku juga belajar banyak hal hari ini berkatmu, Miyamura-kun." sambil menggelengkan kepalanya ringan, Asuna juga membalas perkataan Izuna dengan halus.
Keduanya sedikit berbicara sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.
Izuna sebelumnya menawarkan untuk mengantar Asuna sampai ke rumahnya, yang hanya untuk ditolak dengan halus oleh Asuna yang mengatakan jika rumahnya tidak jauh dari sana, dan dia bisa berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke rumahnya.
Dan Izuna pun akhirnya menyerah dan membiarkan Asuna berjalan pulang sendirian.
...****************...
Sebenarnya dia berniat untuk membeli sekaleng minuman di mesin penjual otomatis (vending machine), tapi karena dia tidak membawa uang koin, jadi dia harus membelinya di minimarket terdekat.
Sebenarnya, lebih mudah untuk membeli minuman di mesin penjual otomatis, karena sudah ada hampir di sudut jalan di Jepang.
Dan sebenarnya, Jepang menjadi salah satu negara terbanyak yang memiliki mesin penjual otomatis di seluruh dunia.
Jumlah mesin penjual otomatis di Jepang memuncak pada ,tahun 2000-an, itu sekitar 5,6 juta. Hal tersebut dihitung dengan kemungkinan satu mesin digunakan untuk setiap 22 orang.
Popularitas mesin penjual tersebut membentuk persaingan dengan toko 24 jam sehingga membendung popularitasnya dan jumlahnya juga sedikit menurun sejak saat itu.
Dan sekarang, sekitar 4,2 juta lebih mesin penjual otomatis tercatat dilaporkan hadir di hampir setiap sudut jalan di Jepang.
Meskipun mengalami penurunan, masih sulit untuk membayangkan jalan Jepang tanpa mereka terutama karena generasi teknologi tinggi baru muncul di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir.
Beragam pilihan makanan dan minuman dijual di mesin penjual otomatis.
__ADS_1
Sebagian besar mesin itu menjual minuman yang disesuaikan dengan musimnya seperti teh panas, kopi, dan sup jagung yang dijual di musim dingin hingga jus anggur jeli, air energi, dan es teh yang dijual di musim panas.
Tak hanya terbatas pada makanan dan minuman, sebagian besar mesin penjual juga menjual produk-produk seperti rokok, es krim, payung, mainan, dasi dan kemeja pegawai putih.
Selain itu, terdapat mesin penjual otomatis unik yang menjual telur, beras, kedelai fermentasi dan ikan bakar. Beberapa mesin juga menjual pakaian dalam di sudut-sudut jalan Tokyo.
"Ah, bukannya kamu teman Nagumo-kun, Miyamura-san bukan?"
Suara seorang gadis membuat Izuna menolehkan kepalanya.
Ketika Izuna melihat jika yang menyebutkan namanya adalah orang yang dikenalnya, dia sedikit santai sambil menampilkan senyuman kecil diwajahnya.
"Shirasaki-san dan Yaegashi-san? Kenapa kalian disini?" Izuna bertanya dengan tenang. Melihat dua gadis cantik bersama sore-sore seperti ini mungkin biasa di Jepang, tapi Izuna bertanya hanya untuk basa-basi saat ini.
"Ternyata benar, kami berniat membeli salah satu manga kesukaan Nagumo-kun! Aku ingat jika volume terbarunya rilis hari ini, tapi aku tidak punya waktu untuk membelinya tadi. Jadi Shizuku-chan menemaniku untuk membelinya saat ini." dengan nada polos dan sedikit bersemangat, Kaori mengatakan alasan mengapa mereka disini sekarang.
"Ah, begitukah?" tanya Izuna sambil melihat kearah Shizuku.
"Benar. Sebenarnya aku juga cukup kerepotan tentang ini. Tapi karena Kaori yang meminta, aku jadi tidak tega untuk menolaknya." kata Shizuku sambil tersenyum, tapi wajahnya sedikit memerah ketika menatap Izuna.
"Moo, Shizuku-chan. Apa kamu tidak suka menemaniku?!" Kaori bertanya sambil mengembungkan pipinya dengan cemberut, yang membuat ekspresi wajahnya menjadi imut.
"Haha, aku hanya bercanda Kaori. Tidak mungkin aku akan meninggalkan sahabatku ini sendirian kan?"
Melihat keduanya yang akrab dan saling bercanda satu sama lain, Izuna kemudian bertanya, "Benar. Jika aku lihat, apakah kamu memang menyukai Hajime, Shirasaki-san?"
"Hmm?" Kaori menoleh untuk melihat Izuna dengan tatapan bingung, "benar, apa ada masalah?"
Sambil menggelengkan kepalanya, dia terlebih dahulu melirik kearah Shizuku, memberinya sebuah kode mata yang tidak disadari oleh Kaori. Dan ketika Izuna melihat Shizuku yang hanya memejamkan matanya sambil menghela nafas dengan pasrah, dia baru berkata:
"Tidak, hanya saja aku merasa jika kamu tidak benar-benar mencintainya ..."
"Apa maksudmu?!" Kaori mengerutkan keningnya dan bertanya dengan nada menuntut.
__ADS_1