[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
42. Arcade


__ADS_3

"Oh, benar, Izuna-kun. Aku dengar dari Asuna-san jika kamu juga baru saja pindah ke Katagiri. Kalau boleh tau, dimana sebelumnya kamu sekolah? Dan kenapa kamu memutuskan untuk pindah?" Hakari bertanya pada Izuna yang saat ini tengah berjalan disisinya. Suasana disekitar mereka cukup normal, tapi jika seseorang melihat lebih dekat, mereka akan melihat banyak bunga Sakura yang bermekaran disekitar Hakari.


"Hmm, Yah... Sebelum ini aku memang sekolah di SMA lain. Dan adapun mengapa aku memutuskan untuk pindah, hmm? Mungkin karena aku tidak cocok?" Izuna memiringkan kepalanya, dan membalas pertanyaan Hakari dengan pertanyaan lainnya. Sebenarnya dia tidak terlalu ingin membahas hal ini, apalagi dengan Hakari.


Yah, dia telah memutuskan untuk melupakan masa lalunya dan menerima kehidupannya yanh sekarang. Yang berarti, saat ini dia adalah Miyamura Izuna seutuhnya.


Entah itu masa lalu, masa sekarang, ataupun masa depan. Dia adalah Miyamura Izuna seutuhnya.


"Ya, aku tidak keberatan jika kamu tidak ingin bercerita. Tapi, bagaimana jika kita mampir ke Arcade yang ada disebelah sana?" kata Hakari sambil menunjuk kesalah satu jalan dengan jarinya.


Hakari menyadari jika ini mungkin topik yang sangat sensitif bagi Izuna, jadi dia tidak memaksanya untuk bercerita dan mengalihkan pembicaraan.


Melihat arah yang ditunjuk Hakari, Izuna berpikir sejenak. Saat ini baru jam 04.00 sore, dan tidak lama sebelum makan malam, tapi dia masih punya sedikit waktu jika itu hanya bermain di Arcade.


"Tentu, kenapa tidak?" Izuna mengangguk sebagai tanggapan.


"Bagus! Ayo kita pergi!" Hakari mengangkat tinjunya dengan gembira, dan langsung menarik tangan Izuna dengan cepat.


Izuna hanya mengikuti Hakari dari belakang, dan berpikir jika gadis ini cukup lucu jika dilihat dari tingkahnya barusan.


_______


Arcade 13.


Begitulah yang tertulis dibagian depan bangunan itu, sebuah bangunan yang cukup besar setinggi 3 lantai. Sepertinya ini adalah salah satu pusat permainan yang paking besar di daerah sini. Dan, melihat dari banyaknya orang yang berada didalam, tidak heran jika bangunan ini begitu besar.


"Ayo kita main crane terlebih dahulu, Izuna-kun! Aku melihat sebuah boneka kelinci imut beberapa hari yang lalu ketika kemari, dan aku menginginkannya." Begitu mereka selesai menukarkan uang mereka dengan sekantung koin yang lumayan banyak, Hakari langsung menarin tangan Izuna dan membawanya kesalah satu permainan yang cukup populer disini.


Claw Crane, atau juga disebut Claw Machine adalah permaian Arcade yang memiliki konsep "Merchandise".


"Merchandise" sendiri adalah perangkat game arcade , yang memiliki fitur mesin yang berisi tampilan barang dagangan, yang dapat dimenangkan dengan memainkan game. Dalam perdagangan, permainan tersebut digambarkan sebagai permainan "Skill with Prize" (SWP), dan merupakan gabungan dari permainan keterampilan dan permainan kesempatan , dengan keunggulan keterampilan atau peluang yang berbeda antar perangkat dan seringkali dapat diatur oleh operator.


Tujuan dari permainan ini sendiri adalah untuk memanipulasi cakar di dalam kabinet untuk mengambil hadiah yang diinginkan di dalam, yang kemudian dibagikan dan dikumpulkan oleh pemain jika mereka berhasil. Metode khusus untuk mengendalikan cakar berbeda di antara mesin.


Biasanya di Asia dan Eropa, Claw Machine menggunakan sistem permainan "naik dan melintang" yang intensif keterampilan. Di sinilah pemain disediakan dua tombol, satu untuk gerakan maju, dan satu lagi untuk gerakan menyamping.

__ADS_1


Setiap tombol hanya dapat ditekan sekali, dan segera setelah tombol terakhir dilepaskan, cakar akan dijatuhkan. Ini adalah sistem asli untuk gerak yang digunakan pada mesin sejak tahun 1960-an, dan paling populer di negara-negara seperti Inggris dan Jepang.


Metode gerakan lain untuk Claw Machine adalah kontrol joystick yang pernah populer. Ini adalah saat pemain memiliki kontrol penuh dari cakar ke segala arah, dan tombol terpisah digunakan untuk menyebarkan cakar. Ini menjadi jauh lebih populer, karena membuat mesin cakar lebih mudah bagi yang tidak berpengalaman.


Metode lain dari gerakan cakar adalah gaya gerakan elektro-mekanis yang sangat tua, di mana pemain menggerakkan cakar dengan roda kecil sebelum memasukkan uang. Cakar langsung jatuh ketika uang dimasukkan dan ditenagai oleh satu motor. Mekanisme cakar menutup ketika drop string ditarik.


Tapi, yang saat ini didatangi oleh Izuna dan Hakari adalah Claw Machine tiper pertama, yaitu dengan menggunaka tombol alih-alih joystick.


"Lihat! Mereka lucu bukan?! Aku ingin sekali memiliki salah satu dari mereka!" kata Hakari dengan mata berbinar ketika melihat banyak boneka kelinci berbagai warna didalam kotak.


"Oke, aku akan berusaha untuk mendapatkan salah satu dari mereka untukmu."


"Benarkah?!" mata Hakari berbinar ketika mendengar perkataan Izuna.


"Tentu, kenapa tidak? Lagipula ini sepertinya tidak terlalu sulit..." kata Izuna sambil mengangkat bahunya, mencoba menaklukan mesin didepannya ini.


'Lagipula ini hanyalah mesin.'


______


Izuna tidak menyangka, jika semua koin yang mereka tukarkan barusan hanya tersisa 5 koin, dan dia hampir menghabiskan semua koin mereka hanya untuk bermain permainan yang mengandalkan keberuntungan ini.


'Tidak, sepertinya ini bukan tentang keberuntungan....'


Izuna tau jika ini adalah bisnis, dan sangat wajar bagi pemilik usaha ini untuk memperoleh keuntungan dari bisnis yang mereka lakukan.


'Tapi ini benar-benar keterlaluan....!'


Izuna tau jika mesin ini sudah disetel lebih buruk dari kebanyakan. Buktinya, ketika dia sudah berkali-kali mendapatkan salah satu boneka kelinci di capitnya, capit mesin itu terlalu lemah hingga boneka yang didapat Izuna selalu terjatuh.


Menoleh kearah Hakari, dia melihatnya menatapnya dengan tatapan penuh permohonan.


'Huft... Apa boleh buat...'


__ADS_1



<"Master Arcade.", adalah sebuah kemampuan yang membuat pengguna memiliki semua wawasan tentang game Arcade. Mereka bisa mengetahui setiap peluang dan mengetahui strategi terbaik untuk memenangkan permainan Arcade apapun. Pengguna benar-benar menyempurnakan dan menguasai setiap aspek dari setiap permainan Arcade. pengguna sangat terampil dalam semua aspek dari setiap permainan Arcade yang ada. Pengguna tidak akan pernah kalah permainan atau permaian Arcade apa pun yang mereka ikuti kecuali jika mereka ingin kalah.>


'Bingo! Tepat pada waktunya!'


Izuna menyeringai dalam benaknya. Sepertinya System ini benar-benar tau apa yang dia butuhkan.


"Baiklah, sekarang aku akan serius." kata Izuna sambil mengepalkan tangannya dan menunjuk seringainya.


"Apa kamu yakin bisa menang, Izuna-kun? Kamu sudah kalah sangat banyak tadi kan?" Hakari bertanya dengan tidak percaya. Dalam rencananya, dia bisa membuat Izuna memberinya boneka kelinci dan menjadikan itu sebagai sebuah kenang-kenangan indah darinya. Tapi, ketika dia melihat jika Izuna banyak mengalami kegagalan, pemikiran tentang hal itu langsung pupus seketika.


'Yah, setidaknya kami telah membuat kenangan indah hari ini.'


"Jangan khawatir. Aku hanya pemanasan barusan, sekarang aku akan bermain serius." kata Izuna sambil menepuk kepala Hakari dan mengacak-acak rambutnya dengan ringan.


Hakari memeganh kepalanya yang disentuh Izuna barusan, dan menikmati sentuhannya dikepalanya dan tanpa sadar menunjukkan senyuman manis dibibirnya.


"Um, aku percaya padamu."


________


"Whoa! Kamu benar-benar bisa mendapatkanya, Izuna-kun!" Hakari senang ketika dia memeluk boneka kelinci dengan ukuran yang cukup besar untuk dipelukannya itu.


"Sudah kubilang kan? Aku bisa mendapatkannya jika aku serius." kata Izuna sambil membusungkan dadanya dengan bangga.


"Um, kamu memang hebat Izuna-kun!" Hakari tersenyum.


"Emm, sekarang apa lagi yang kamu inginkan? Kita tidak punya banyak waktu lagi karena hari sudah semakin sore." Izuna bertanya ketika dia menyadari jika sejarang sudah lewat jam 4.30, dan akan sangat buruk jika dia terlambat pulang hari ini.


"Hmm? Bagaimana jika kita pergi ke bilik foto? Akh sangat ingin membuat foto kenang-kenangan denganmu disini!" kata Hakari sambil menunjuk kesebuah bilik foto yang ada tak jauh dari mereka berdiri saat ini.


"Tentu, kenapa tidak?" Izuna mengangguk.


Mereka berdua berjalan, memasukkan koin kedalam lubang koin dan memasuki bilik foto.

__ADS_1


Mereka melakukan beberapa pose foto, sebelumnya keduanya keluar dengan wajah ceria.


__ADS_2