[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
51. Kembali


__ADS_3

Setelah mengkonfirmasi hubungan mereka, Sayu meminta Izuna agar hubungan mereka dirahasiakan. Dan ketika Izuna bertanya kenapa, Aayu menjawab seperti ini:


"Tidak ada yang khusus, aku hanya ingin semuanya berjalan dengan sendirinya. Dan aku tidak memintami untuk benar-benar merahasiakannya, hanya saja kita biarkan semua berjalan dengan sendirinya."


Alasan Sayu mengatakan itu mungkin terkait dengan perkataan kemarin tentang 'Harem' atau disebut juga 'Poligami', dimana Sayu tidak keberatan jika Izuna memiliki wanita lain selain dirinya.


Mungkin sebagian wanita akan berpikir jika Sayu gila atau semacamnya, tapi yang pasti dia memiliki alasan dan sudah banyak memikirkan tentanh hal ini sebelumnya.


Saat pengakuan cintanya, Sayu tidak berpikir jika Izuna akan menerimanya, dan yang ada dipikirannya hanya dia akan ditolak dengan halis oleh Izuna dan hubungan mereka akan renggang seiring berjalannya waktu. Tapi yang terjadi malah sebaliknya.


Izuna menerima pengakuannya dengan sepenuh hati, dan mereka menjadi pasangan resmi mulai saat ini.


Tapi, ada hal didalam pikirannya. Apakah dia biaa membahagiakan Izuna?


Mungkin karena semua masalah yang dialaminya selama ini, Sayu merasa rendah pada dirinya, dan dia juga selalu berpikir jika dia adalah anak yanh seharusnya tidak dilahirkan.


Tapi, semua pikirannya itu perlahan-lahan diubah seiring dia tinggal dengan Izuna dan keluarganya. Dia jadi mengerti apa itu kasih sayang keluarga, dan betapa hangatnya itu.


Dan yang dia inginkan selama ini adalah sebuah pengakuan, dia ingin diperhatikan dan juga ingin dibutuhkan. Dan semua itu sudah ia rasakan ketika tinggal bersama Keluarga Miyamura.


Iori aangat pengertian dan dia juga mengajarinya banyak hal. Izuna sudah banyak membantunya, dan dia juga selalu melakukan yang terbaik untuk bisa mendukungnya dan menyemangatinya. Dan Izumi, meski mereka tidak sering berinteraksi satu sama lain, tapi Sayu tau jika dia adalah orang yang baik.


Dan yang ingin dilakukan Sayu saat ini adalah, menyelesaikan masalahnya dengan Ibunya dan menjalani hidup tenang dan ingin merasakan lebih kehangatan dan kebahagiaan yang dia rasakan disini.


_______________


Keesokan harinya, Izuna bangun dengan perasaan yang cukup aneh. Biasanya, ketika dia membuka matanya, dia akan terasa segar, tapi hari ini, tubuhnya terasa berat seperti ada seseorang yang menindihnya saat ini.


Dia membuka selimutnya dan melihat jika ada seseorang yang tengah tertidur pulas sambil berbaring dengan kepalanya yang bersandar di dadanya dan wajah tidurnya yang pulas dengan senyuman kecil menghiasi wajahnya.


"....."


Izuna terdiam, dia menghela nafas ketika mengusap kepala gadis itu dengan lembut. Dan mungkin karena merasakan sesuatu menyentuh kepalanya, gadis itu mengerutkan keningnya ketika matanya perlahan terbuka.


"Pagi, Sayu. Izuna menatap Sayu dengan tatapan lembut, tapi Sayu bisa melihat makna lain dari tatapannya yang mengatakan 'Apa yang kau lakukan diatas tubuhku?'.


"Pagi, Izuna-kun~" Sayu mengusap matanya dengan tatapan mengantuk, dan mengabaikan ucapan Izuna dan malah bergerak lebih dekat sambil mengusap pipinya ke dadanya.


Izuna hanya bisa menghela nafas melihat tingkahnya. Belum genap satu hari sejak mereka menjadi pasangan, tapi Sayu sudah berani bertingkah manja seperti ini padanya.


"Apa yang kau lakukan diatas tubuhku, Sayu-san?" Izuna bertanya dengan getir.


"Bukankah itu sudah jelas." kata Sayu sambil memiringkan kepalanya dan menjulurkan lidahnya.


"Jangan salahkan aku jika aku tidak bisa menahan diriku kali ini."


"J-Jangan menahan diri lagi, aku ingin itu." kata Sayu sambil tersipu ketika wajah hingga lehernya memerah.


"Jika kau mengatakan itu..." Izuna memegang pundak Sayu dan langsung membalikkan posisi mereka. Dan saat ini Sayu berada di bawah dengan Izuna diatas menindih tubuhnya.

__ADS_1


"Izuna-kun..." Sayu berkata dengan lemah, dia merentangkan tangannya ke atas dan merangkul leher Izuna.


Izuna mendekatkan kepalanya ke samping telinga Sayu dan berbisik, "Aku mencintaimu, Sayu."


Perkataan Izuna di telinganya membuat Sayu bergidik, Pipinya semakin memerah, dan jika ada efek visual maka akan ada uap yang keluar dari kepalanya saat ini.


"Aku juga mencintaimu, Izuna-kun." kata Sayu dengan tatapan Sayup.


Izuna perlahan mendekatkan bibir mereka dan menciumnya dengan lembut.


Ciuman mereka tidak terlalu lama dan hanya berlangsung singkat. Tapi, mereka bisa merasakan cinta satu sama lain hanya dengan ciuman singkat itu.


"Jangan buat aku menunggu lagi..."


Izuna mendekatkan bibirnya lagi dan mencium bibir Sayu lebih dalam. Itu bukan ciuman biasa, tapi itu adalah French Kiss yang lebih dalam.


Izuna memasukkan lidahnya dan memutarnya didalam mulut Sayu, disana Sayu juga perlahan mengikuti permainan Izuna dan memainkan lidahnya juga.


Izuna kemudian berhenti mencium Sayu dan kemudian menegakkan tubuhnya dan menatap Sayu dibawahnya.


Dia menggerakkan tangannya dan membuka kancing baju Sayu satu persatu. Setelah itu, dia bisa melihat bra hitam Sayu dan ukuran bukit kembarnya yang cukup besar untuk seorang gadis SMA, dan itu adalah F cup.


Dia meraih bagian belakang Sayu dan meraih tali bra-nya sebelum akhirnya dia membuka pengaitnya dan langsung melemparkannya kebelakang, membuat dua gundukan itu memantul dalam prosesnya.


Dia bisa melihat ujungnya yang berwarna merah ceri mengeras, dan tanpa basa-basi lagi, Izuna langsung menghisapnya dan tangannya bergerak meremas yang lainnya.


"Ahhn... Izuna, lanjutkan... Lidahmu dan tanganmu sangat nikmat... Ahhn~" Sayu mengerang ketika Izuna terus menerus merangsang kedua gunung kembar milik Sayu.


Tangan Izuna yang meremas dua buah milik Sayu dan meremasnya dengan lembut, merangsangnya sebelum kemudian tangan Izuna pindah ke area perutjya dan mengusap perutnya dengan lembut, dan ahirnya turun ke tempat terlarangnya.


Erangan Sayu menjadi lebih kuat ketika Izuna melakukan hal itu,dan dia merasa akan kehilangan akalnya jika ini terus berlanjut.


"I-Izuna-kun.... T-Tunggu....! A-Aku bisa gila jika ini terus berlanjut...!"


Izuna tidak mendengarnya dan hanya membuat gerakannya semakin intensif, membuat Sayu melengkungkan punggungnya ketika dia orgasme denga kuat.


"A-Aku keluar...."


Ada perasaan puas diwajah Sayu ketika dia mengalami orgasmenya, dan dia menatap Izuna dengan tatapan 'Jangan biarkan aku menunggu lagi...'


Izuna mengerti apa arti tatapan Sayu dan hanya memposisikan benda keras miliknya kedalam tempat yang masih tersegel dengan rapat itu.


"Kesempatan terakhir, Sayu. Apa kau ingin melanjutkan atau berhenti disini?" Izuna menatap Sayu, dan menunggu keputusannya.


"J-Jangan bertanya hal yang bodoh...! J-Jika sudah sampai seperti ini, aku tidak mau berhenti di tengah jalan..." Sayu memalingkan wajahnya dengan pipinya yang memerah karena tersipu.


Izuna perlahan menggerakkan tubuhnya, dan kemudian.....


_______

__ADS_1


"—yu..."


"—ayu..."


"Sayu... Bangun, sudah pagi."


"Emm..." Sayu membuka matanya dengan malas ketika Izuna membangunkan dirinya, "Izuna-kun...?"


"Kau bangun cukup terlambat hari ini Sayu. Ibu sudah menunggu kita untuk sarapan. Jadi, sebaiknya cepat bersiap dan ikut sarapan bersama." Izuna berjalan kesisi ranjang dan merapikan selimut yang berantakan, dia juga menatap bantal ketika Sayu perlahan bangkit dan mengumpulkan semua kesadarannya.


Tapi kemudian, dia teringat mimpinya semalam, yang membuatnya tersipu ketika dia menatao kebawah dan menyadai jika bagian bawahnya basah oleh cairan.


Dia menggunakan tangannya untuk menutupi bagian itu, menatap Izuna dengan panik ketika dia berkata, "A-Aku akan segera bersiap!"


Dengan satu kalimat itu, Sayu segera berdiri dan menuju ke kamar mandi dengan tergesa-gesa, berharap Izuna tidak melihat celana piyamanya yang basah. Tapi, untung saja cairan itu hanya membasahi celananya dan tidak sampai ke kasurnya. Jika tidak, Sayu mungkin harus menemukan lubang untuk menyembunyikan dirinya didalamnya.


_____'_________


Suasana sarapan saat ini cukup canggung bagi Sayu. Dia terus menunduk dan menyembunyikan wajahnya agar tidak bertatapan langsung dengan Izuna.


'Semoga Izuna-kun tidak menyadarinya...'


Izuna, Izumi dan Iori saling memandang satu sama lain ketika melihat Sayu yang terus menunduk menyembunyikan wajahnya dari mereka.


Karena penasaran, Iori kemudian bertanya, "Sayu-chan, kau baik-baik saja?"


"Eh?" Sayu tersentak mendengar suara Iori, dia kemudian mengangkat kepalanya dan menjawab dengan tergagap, "A-Aku baik-baik saja!"


Iori memandang Sayu dengan ragu dan bertanya sekali lagi untuk memastikan, "Kau yakin?"


"Y-Ya, aku yakin. Aku hanya sedikit tidak enak badan hari ini." kata Sayu sambil memegang dahinya seakan-akan kepalanya pusing.


Iori menghela nafas tak berdaya dan kekudian menatap Sayu dengan tatapan khawatir, "Apa kau tidak apa-apa? Bagaimana jika hari ini kau istirahat saja dan tidak membantu di toko."


"T-Tidak. A-Aku hanya sedikit pusing saja, dan setelah minum obat pasti akan langsung sembuh." Meski Sayu merasa canggung dengan suasana pagi tadi, tapi dia tidak ingin karena masalah ini dia tidak melakukan tugasnya dengan benar.


"Baiklah, tapi segera beritahu aku jika kondisimu makim parah, 'oke?"


Dalam beberapa minggu terkahir, mungkin sekitar 2-3 bulan ini Sayu telah tinggal bersama mereka, dan Iori juga cukup menyukai Sayu.


Benar, Izuna." kata Izumi dengan tiba-tiba sambil menatap Izuna.


Izuna mengalihkan pandangannya ke Izumi dan memasang wajah bertanya-tanya, "Apa?"


"Kemarin, aku mendengar jika Kotegawa-san dari tahun pertama ingin bertemu denganmu. Tapi aku tidak tau pasti soal hal itu."


"Kotegawa-san? Kenapa dia mencari ku?" Izuna memegang dagunya sambil berpikir.


"Siapa tahu." Izumi mengangkat bahunya dengan tidak peduli, "Aku hanya mendengarnya saja, dan bukan berarti itu benar."

__ADS_1


"Baiklah, mungkin aku akaj menemuinya setelah ini."


__ADS_2