(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 36


__ADS_3

Hari berganti hari, selama hampir satu Minggu itu baik Ameera maupun Liam tidak pernah lagi terlibat percakapan padahal keduanya tinggal dalam satu atap yang sama.


Kendati demikian Ameera masih tetap menyiapkan sarapan dan makan malam bagi Liam, hari ini tiba waktunya untuk keduanya berhadapan dengan orangtua mereka! Sehari sebelumnya baik Ameera maupun Liam telah mengundang kedua orangtua mereka untuk datang ke rumah ini guna membicarakan perceraian yang akan keduanya hadapi.


Sebagai seorang istri Ameera tidak terbebani sama sekali dengan perceraian ini, dia sudah ikhlas sudah berlapang hati menerima keputusan ini, pun Ameera telah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri dengan baik selama ini terhadap Liam.


Jika semua perhatian dan kasih sayang Ameera tidak mendapatkan feedback yang baik dari Liam, setidaknya Ameera merasa lega karena tidak ada lagi penyesalan kedepannya.


Dan sebagai seorang saudara kembar dari Ambeera, Ameera berani' bersumpah tidak pernah mau Amber sampai meninggal karena kelalaiannya! Siapa yang tidak terguncang jiwanya, disalahkan atas meninggalnya saudara kandung sendiri? Bahkan Ameera masih sangat trauma untuk mengemudikan mobil sendiri hingga saat ini.


Tapi Liam tidak pernah melihat dari sisi Ameera sekalipun. Mulanya orangtua Liam dan Ameera mengira jika Liam dan Ameera mengundang mereka karena akan mengabarkan berita baik, yaitu kehamilan Ameera.


Tok.


Tok.


Tok.


Klek..


Ameera membukakan pintu rumah sementara Liam telah duduk disofa ruang tamu menunggu kedatangan mereka semua.


"Meera sayang!" dipeluknya oleh momy Britney dan momy Joa.


"Mom dad, ayo masuk!"

__ADS_1


"Duh kalian ini memang senang sekali ya membuat kami deg degan untuk mendengar kabar baik dari kalian, punya cucu!" ujar momy Britney.


Ameera pun hanya tertunduk mendengar ucapan dari ibu suaminya itu. Akhirnya keluarga besar itu masuk kedalam rumah, disana Liam memberikan pelukan pada mereka semua.


Kini sofa di ruang tamu pun penuh karena semuanya berkumpul disini. Dua orang pelayan mengantarkan minuman dan buah diatas meja, dan ada sedikit bincang-bincang kecil diantara orangtua Liam dan Ameera.


Sebenarnya Liam sedikit gugup, karena dia tau pasti orangtuanya akan marah besar! Tapi hidup dengan orang yang sudah membuatnya kehilangan calon anak serta istri yang sangat dia cintai membuat Liam membulatkan tekad atas perceraian ini.


"Am, ayo dong bicara kita semua kan sudah tidak sabar mendengar berita baik yang akan kalian sampaikan!" ujar momy Britney.


"Iya am, dady juga sudah tidak sabar sampai-sampai dady sedang sakit tetap memaksakan ikut kesini!" sambung Dady Daniel yang sudah berharap mendapatkan cucu dari Liam dan Ameera.


Ameera pun melirik kearah Liam, dari sorot mata Liam dapat dipastikan oleh Ameera bahwa Liam sama sekali tidak berniat membatalkan perceraian ini, Ameera pun hanya bisa menghela nafas panjang dan menguatkan hatinya sendiri.


"Baiklah semuanya sudah berkumpul, Liam tidak akan berbicara berbelit-belit! Tapi mungkin ini bukan kabar baik bagi kalian,"


Perkataan Liam membuat semuanya langsung menatap tajam.


"Apa maksudmu Am?" tanya Dady El.


"Aku minta maaf, ini adalah keputusan kami bukan hanya keputusan aku saja tapi ini juga keputusan Ameera,"


"Katakan Liam ada apa ini?" momy Joanna memiliki firasat tidak baik.


Digenggamnya tangan momy Joanna oleh Dady El.

__ADS_1


"Aku dan Ameera sepakat untuk mengakhiri pernikahan ini!"


Ameera mengedipkan matanya meresapi kalimat yang terlontar dari bibir suaminya, entahlah sudah sekuat hati menahan semua rasa sakit ini! Tapi begitu Liam mengucapkan kalimat akan mengakhiri pernikahan ini dihadapan orangtuanya membuat hati Ameera terasa perih! Sekuat hati Ameera menguatkan diri agar tidak sampai mengeluarkan bulir-bulir bening dikedua matanya.


Momy Britney langsung berdiri dari tempat duduknya semula.


"Apa-apaan kau ini Liam??" dengan nada yang sudah naik beberapa oktav.


Dady Daniel pun mencoba menenangkan momy Britney. Sementara disisi lain Momy Joanna sudah menangis mendengar anaknya yang baru menjalani pernikahan seumur jagung harus mengalami perceraian.


"Mom sudah tenang, kita dengarkan penjelasan dari Ameera dan Liam dulu!"


"Engga dad, Liam ini keterlaluan sudah memiliki istri sebaik Ameera masih mau bercerai? Mau mencari wanita seperti apa lagi hah?"


"Am coba jelaskan? Kenapa jadi seperti ini?" Dady Daniel pun terlihat kesal dengan keputusan anaknya itu.


"Pokoknya apapun alasan mu itu Am, mom dan semua yang ada disini tidak akan pernah setuju!" ancam momy Britney dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah.


"Mom, coba sekali saja momy jangan egois selama Liam hidup apapun yang momy minta selalu Liam turuti! Tapi kali ini Liam minta maaf mom, karena Liam tidak bisa bertahan dengan wanita yang sudah menyebabkan Liam kehilangan istri dan calon anak Liam sendiri!"


Plakk...


Momy Britney pun menampar pipi anak semata wayangnya itu.


"Keterlaluan kau ini Am! Kau mau hidup dengan masa lalu? Kau pikir Ameera tidak menderita ketika Amber saudaranya sendiri meninggal?"

__ADS_1


__ADS_2