(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 92


__ADS_3

Orangtua Xander segera menarik putranya itu untuk berbicara sebentar agak menjauh dari mempelai wanita.


"Xand jangan macam-macam, kau harus ingat semua tabungan terakhir Dady sudah Dady habiskan untuk pernikahan mewah ini!" ungkap Ayahnya Xander dengan tatapan marah bercampur memohon.


"Iya Xand, kenapa kau malah melamun ingat Xand perusahaan kita akan bangkrut sebentar lagi, dan hanya menikah dengan Giselle yang akan menyelamatkan hidup kita, kita bisa manfaatkan Giselle untuk menopang hidup kita!"


Semua ucapan panjang kali lebar yang terlontar dari bibir kedua orangtuanya sama sekali tidak ada yang Xander dengar, seperti suara-suara itu hanya lewat dari telinga kanan Xander tapi kemudian langsung keluar begitu saja dari telinga kirinya.


Tatapan kedua mata Xander seperti mencari-cari sesuatu dibawah sana.


"Xand, cepat lanjutkan pernikahan ini jangan buat kami malu!" nada perintah ayahnya sudah naik beberapa oktav.


"Kemana Fany dan Claire? Dimana istri dan anakku mom, dad?"


"Sudahlah nanti selesai pernikahan kita cari mereka, sekarang cepat nikahi Giselle!"


Ketidakadaan Tiffany dan Claire anaknya membuat Xander semakin yakin untuk tidak meneruskan pernikahan ini, perasaan Xander merasa tidak enak dan hati kecilnya tergerak untuk segera mencari Tiffany dan Claire.


Ternyata selama satu tahun bersama dengan Tiffany, didalam hati Xander mulai tumbuh benih-benih cinta yang harus segera dia utarakan kepada istrinya, kini Xander menyadari bahwa tidak ada wanita yang sabar seperti istrinya, pengertian dan melayaninya sepenuh hati meskipun selama ini Xander belum menyadari tentang perasaannya terhadap Tiffany.


Apalagi semenjak kehadiran Claire dihidup Xander, rasanya Tiffany adalah seorang istri yang sangat sempurna, dan Xander tidak ingin apa-apa lagi saat ini selain menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia bersama anak dan istrinya.


Xander segera berlari meninggalkan pesta pernikahan yang sangat mewah dan memakan biaya milyaran itu! Tidak peduli kehidupannya akan seperti apa kedepannya nanti, tapi yang jelas dalam pikiran Xander sekarang dia mau bertemu anak dan istrinya.


"Xander! Stop!" teriak Ibunya.


Semua para tamu undangan pun langsung terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Xander, termasuk calon mempelai wanita yang sangat merasa dipermalukan dihari yang seharusnya menjadi kebahagiaan bagi dia dan keluarganya.


Tak sanggup menahan malu dan bayangan kelam akan masa depan yang terus menghantuinya, Ayah Xander memegangi bagian jantungnya yang terasa sakit dan mengalami kesulitan bernafas.

__ADS_1


Tubuh ayahnya Xander ambruk diatas lantai, membuat Ibunya Xander semakin panik.


"Dad, kau kenapa? Dad bangun!!" teriakan histeris ibunya Xander membuat para tamu berkerumun melihat keadaan ayahnya Xander.


Tak terkecuali dengan calon mempelai wanita dan orangtua calon mempelai wanita yang merasa sangat malu atas kejadian ini, membuat mereka mengutuk ibunya Xander dan tidak mau sama sekali menolong Ayahnya Xander yang mendadak kena serangan jantung.


"Untung saja aku menolak untuk membayar semua biaya pernikahan ini, coba jika aku yang bayar dan anak perempuan ku diperlakukan seperti ini oleh anak kalian!! Aku akan pastikan kalian akan membayarnya berkali-kali lipat!" cecar ayah dari calon mempelai wanita.


"To-tolong, tolong suamiku!"


"Cuih!" meludah.


Tanpa rasa kasihan sedikit pun calon mempelai wanita dan orangtuanya pergi meninggalkan gedung pernikahan, dan para tamu pun berangsur pergi meninggalkan gedung, untunglah ada salah satu teman Xander yang mau membantu Ibunya Xander, membawa Ayahnya Xander ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan hanya tangisan dan kekecewaan yang dirasakan oleh Ibunya Xander akibat Xander membatalkan pernikahan itu, bayang-bayang kebangkrutan dan akan sangat jatuhnya perekonomian mereka membuat Ibunya Xander dirundung stres yang mendalam.


Penyesalan dan ketakutan dalam dirinya membuat Xander mengemudikan mobil sambil menang frustasi karena takut Tiffany benar-benar meninggalkan dirinya.


Setibanya di kediaman Liam dan Ameera, security didepan gerbang segera menghampiri Xander.


"Siang Tuan, ada yang bisa kami bantu?"


"Apa Liam dan Ameera ada di rumah?"


"Oh Tuan Liam dan Nyonya Ameera sedang tidak ada di rumah Tuan!"


"Kemana mereka?"


"Saya juga tidak tahu Tuan! Itu, itu mobil Tuan Liam datang, Tuan!" security melihat mobil Liam tiba.

__ADS_1


Melihat ada Xander di depan gerbang rumah, Liam dan Ameera pun turun dari mobil.


"Xander, apa yang kau lakukan didepan rumahku?" tanya Liam.


"Am, tolong beritahu aku dimana Tiffany dan anakku sekarang!"


"Apa kau gila? Kenapa kau mencari anak dan istrimu sendiri pada suami orang lain? Lucu sekali kau Xand,"


"Am, aku mohon, aku tau kalian pasti mengetahui dimana Tiffany sekarang ini kan? Ra, tolong katakanlah!" dengan raut wajah memohon dan memelas, Xander merengek pada Liam dan Ameera.


"Xand, bukankah hari ini kau menikah lagi dengan wanita konglomerat itu? Kenapa kau malah mencari istri dan anakmu sekarang?" tanya Ameera.


"Aku memutuskan untuk tidak menikah lagi, aku hanya mau Tiffany dan anakku, aku butuh mereka Ra tolong katakan dimana Fany sekarang?"


"Tapi aku dan Liam tidak tau Fany dimana, kami saja baru sampai di rumah mana mungkin Fany ke rumah kami?"


Benar juga apa yang dikatakan oleh Ameera, baru saja Liam dan Ameera tiba di rumah dan tidak mungkin jika Tiffany ke rumah Liam dan Ameera sementara mereka baru pergi dari luar.


"Kalau begitu, aku boleh meminta tolong pada mu Ra, hubungi aku jika Fany menelpon mu!" air mata Xander menetes dihadapan Ameera dan Liam.


"Aku pergi dulu, aku akan mencari Fany dan anakku di tempat lain, Am aku tau kau sahabat dekat Fany perlu kau tau setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua jika dia mau bersungguh-sungguh berubah jadi aku harap hubungi aku jika kalian mendapatkan informasi tentang keberadaan istri dan anakku!"


"Ya, kami akan segera menelpon mu jika Fany mengabari kami Xand," ucap Ameera.


"Oke terimakasih!"


Padahal Liam menyangka Xander kesini untuk memohon agar group Limson menghentikan ulahnya membuat perusahaan XR.shirt dalam kebangkrutan, tapi nyatanya Xander sudah tidak lagi peduli dengan nasib perusahaan keluarganya yang hanya tinggal menunggu hari kebangkrutannya.


Xander pergi meninggalkan kediaman rumah Liam dan Ameera, tapi dalam duru Xander dia sangat menggantungkan harapannya pada Liam dan Ameera karena mereka berdua lah sahabat dekat Tiffany, Xander berharap Fany akan menghubungi Liam ataupun Ameera.

__ADS_1


__ADS_2