
Liam pun segera keluar dari dalam mobil, lalu berlari kearah helikopter tersebut.
Seorang pilot sudah menunggu Liam dan langsung kembali terbang ketika Liam telah naik kedalam helikopter yang dikirim oleh Gilbert.
Memang secepat-cepatnya Liam mengemudikan mobilnya dia tidak akan bisa menyusul lokasi Ameera saat ini, maka dari itu Gilbert mengambil jalan pintas dengan memberinya helikopter agar bisa cepat tiba di lokasi yang Liam tuju.
Dengan mengikuti arahan dari Paman Gilbert, pilot helikopter itu mengambil rute tercepat agar bisa segera sampai dititik lokasi.
Saat ini taxi yang dikemudikan Xander sudah sampai di sebuah gedung dengan dua lantai, gedung tersebut adalah counter bekas X.R Shirt saat dulu membuka cabang di daerah ini, namun sayangnya harus tutup karena kompleks di daerah sini perkembangannya sangat lambat, minat pembeli pakaian di daerah ini masih terlalu sepi maka dari itu counter X.RShirt disini tidak dilanjutkan.
Dengan hati-hati Xander membawa Ameera turun dari taxi tersebut, Ameera pun turun dan tas milik Ameera pun turut dibawa oleh Xander.
Setibanya didalam gedung yang sudah kosong, hanya tersisa satu buah sofa yang ditutupi kain putih agar tidak dihinggapi debu, Xander pun membuka penutup Sifa tersebut lalu mendudukkan Ameera disofa tersebut.
Dibukanya lakban yang sejak tadi menutupi mulut Ameera.
"Ra, maafkan aku! Kau lapar? Aku akan membelikan makanan dulu untuk mu! Kau tunggu disini ya sayang!"
"Cuih,"
Ameera malah meludahi wajah Xander karena sangat kesal atas perbuatan Xander yang seperti ini.
"Kau marah? Ra, aku sudah bilang kau yang sudah membuatku kehilangan arah seperti ini, tapi aku janji setelah kau hamil, aku akan kembali membawa mu ke kota!"
"Apa kau gila Xand? Buka matamu, aku tidak mencintai mu Xand, tolong lepaskan aku dan berhenti dari kegilaan mu ini!"
"Aku tidak mau berdebat dimalam pertama kita bersama ini Ra, kau tunggu disini aku akan membeli makanan dan minuman dulu untuk kita!"
Sebelum pergi, Xander memeriksa tas Ameera didalamnya masih terdapat handphone dan beberapa peralatan make up milik Ameera, dari sini handphone Ameera dicek oleh Xander, dan Xander tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan!
Handphone itu pun dikantongi oleh Xander, agar Ameera tidak bisa menghubungi siapa pun. Tapi tanpa Xander ketahui, Ameera memiliki dua handphone satu yang dia buang ke bagasi belakang mobil itu merupakan handphone lama yang Ameera pakai saat kuliah.
Sementara handphone yang Xander sita, itu adalah handphone baru milik Ameera yang dia beli saat mendapatkan gaji saat dirinya mulai bekerja.
Cukup jauh dari gedung terbengkalai itu, Xander mengemudikan mobilnya untuk membeli dua hot dog, dua cola dan beberapa kaleng minuman! Tak lupa juga Xander membeli salad karena berpikir Ameera takut gemuk jika dia makan malam, maka Ameera bisa makan dengan salad yang dia beli.
__ADS_1
Selesai berbelanja makanan, Xander kembali ke gedung tersebut! Dilihatnya Ameera masih memasang wajah ketus.
"Sayang, kau tidak perlu cemberut dan marah begitu yang menculik mu itu aku kekasihmu sendiri, jadi anggap saja kita sedang tamasya!"
"Tamasya kau bilang? Xand, ini bukan kau yang aku kenal kau berubah Xand,"
"Aku berubah jadi begini ini semua karena mu Ameera, jadi apapun cara agar kita tetap bersama nikmatilah Ra,"
Xander menyodorkan hot dog ke mulut Ameera, namun Ameera tidak mau menurut untuk memakan hot dog itu diganti lah oleh Xander dengan menyodorkan salad tapi Ameera tetap enggan membuka mulutnya.
"Baiklah kalau kau terus menerus menolak! Mungkin sebaiknya kita berolahraga terlebih dahulu sebelum makan, aku akan membuatmu kelelahan hingga akhirnya kau akan merasa lapar!"
"Apa maksudmu Xand?" Ameera mulai memiliki firasat buruk dengan Xander berkata demikian.
Benar saja, Xander membuka satu persatu jas serta kemeja miliknya menjadikan tubuhnya itu polos dibagian atas dan dengan percaya dirinya Xander memperlihatkan tubuh kekarnya dihadapan Ameera.
Tentu saja Ameera langsung membuang muka, dan tidak menoleh sedikitpun.
"Liat aku Ra!"
Tak tahan melihat wajah cantik Ameera beserta tubuh yang selama ini dia inginkan, Xander segera menarik tubuh Ameera dan memposisikan tubuh Ameera agar terlentang diatas sofa panjang itu.
"Tolong! Tolong! Kau jahat Xand, kau sangat jahat!"
"Kau yang sudah membuatku menjadi penjahat Ra! Kau harus hamil anakku agar kau tidak bisa lepas dariku!"
Xander membentangkan kedua pangkal paha Ameera hingga membuat Ameera semakin menjerit-jerit dan berteriak semampunya!
Prang...
Pintu kaca gedung itu pun pecah setelah Liam yang langsung turun dari helikopter lalu berlari sambil membawa batu besar, dan langsung memecahkan pintu kaca gedung terbengkalai itu.
Xander pun dibuatnya terkejut kenapa bisa Liam ada disini? Darimana dia tau? Sementara Ameera langsung tersenyum sumringah setelah melihat kedatangan Liam, bagaimana bisa laki-laki itu tiba di tempat ini dengan cepat?
Setelah memecahkan kaca, hingga bagian pintu itu tak memiliki penghalang lagi Liam masuk dan Xander pun langsung menghampirinya.
__ADS_1
Perkelahian itu pun tak terhindarkan lagi, pilot helikopter yang merupakan anggota group Limson itu pun hendak membantu Liam, hanya saja Liam memberikan kode lewat tangannya agar pilot tidak ikut campur.
Melihat kondisi Ameera yang terikat dan nyaris ditiduri oleh Xander, membuat emosi Liam sudah tidak terbendung lagi! Keduanya saling berbalas pukulan, terus saling menyerang satu sama lain.
Pilot pun membantu Ameera melepaskan ikatan dikedua tangannya, hingga kedua tangannya terlepas dari ikatannya.
Liam sempat tersungkur dan Xander tersenyum puas.
"Ayo maju sini breng sek, dasar pengganggu!" Xander memekik.
Kembali Liam bangkit dan membalas pukulan Xander hingga akhirnya Xander pun tersungkur ke lantai! Ditendangnya tubuh Xander yang sudah meringkuk oleh Liam hingga berkali-kali.
"Sial!! Ba ji ngan, tidak bermoral!" Liam terus menendang tubuh Xander hingga puas.
"Am sudah Am, Xander bisa-bisa mati jika kau terus memukulnya!" Ameera menghentikan aksinya.
Sementara Xander malah tersenyum atas kekalahannya!
"Jangan pernah mengganggu Ameera lagi, atau aku akan melempar mu ke markas group Limson!"
Setelahnya Liam segera meraih tangan Ameera untuk keluar dari gedung terbengkalai itu, membiarkan Xander dengan rasa kecewa, terluka dan putus adanya karena harus kehilangan wanita yang sudah dirinya perjuangkan sepenuh hati.
Sebelum naik ke helikopter, Ameera pun menyolek perut Liam.
"Ada apa?"
"Handphone milikku, ada didalam mobil itu dan disaku celana Xander!"
Liam pun tersenyum lalu mengacak-acak rambut Ameera yang ternyata tidak.lupa dengan barang-barang berharganya, Liam kembali kedalam untuk mengambil handphone Ameera dan mengambil kunci mobil untuk mengambil handphone Ameera satu lagi yang berada di bagasi mobil milik Xander.
Dua handphonenya berhasil diambil kembali! Ameera dan Liam pun pulang menggunakan helikopter hingga sampai di jalan raya sepi tempat mobil Liam terparkir sebelum dirinya naik helikopter.
"Katakan pada Paman Gilbert, aku sangat berterimakasih!"
"Baik Tuan! Aku permisi!"
__ADS_1