
Sejenak Tifanny terdiam mencerna ucapan Ameera tentang orangtua Xander yang sulit untuk didekati.
"Tidak apa-apa Ra, aku akan maju terus pantang mundur,"
"Baiklah aku akan selalu mendukungmu Fan, aku doakan semoga Xander bisa segera membuka hatinya untuk mu,"
"Amin, terimakasih Ameera ku,"
"Sama-sama Fanny, ngomong-ngomong apa aku harus bekerja dengan menggunakan perban dileher terus seperti ini?"
Ckckckck...
Tifanny malah menertawakan terus Ameera yang terpaksa harus memakai perban dilehernya. Hingga sore harinya wajah Ameera benar-benar ditekuk parah akibat semua rekan-rekan kerjanya menertawakan Ameera dengan perban dilehernya, padahal pagi-pagi tadi Ameera tidak kenapa-kenapa.
Meskipun sudah dibilang oleh Ameera bahwa alerginya sedang kambuh jadi lehernya memerah dan gatal, tetap saja Ameera menjadi bahan tertawaan di ruangan kerjanya.
Jam pulang kantor pun sudah tiba, Ameera mendapati handphonenya berdering panggilan masuk dari Liam.
"Kau dimana?"
"Di ruangan kerja,"
"Ini kan sudah jam pulang kantor, aku sudah menunggu mu di parkiran Ra!"
"Pulang duluan saja sana," dengan nada bad mood.
"Mau kau yang kesini atau aku yang menyusul mu ke ruangan kerja?"
"Liam!!!! Oke aku ke parkiran sekarang," kesal Ameera.
Datang-datang ke parkiran, Ameera langsung masuk kedalam mobil Liam tapi engga mengapa Liam apalagi menatap wajah Liam.
"Aku berbuat salah lagi ya?"
"Engga," dengan nada ketus.
"Ra, jangan jutek begitu dong kalau aku ada salah bicara lah! Aku sudah janji padamu akan selalu membahagiakan mu tapi sekarang lihat wajahmu ditekuk begini,"
Liam pun baru menyadari Ameera yang memakai perban dilehernya, sontak saja Liam pun tidak dapat menahan tawanya.
Ckckckck...
__ADS_1
Membuat kedua bola mata Ameera melotot melihat Liam yang ternyata juga malah menertawakannya.
"Tuh kan kau menertawakan aku juga Am, aku mau pulang sendiri saja!"
"Ehh, iya maaf Ra! Oh jadi karena merah-merah bekas hisa pan ku ya, makanya kau marah begini?"
"Jahat!" ketus Ameera.
"Ya sudah lain kali aku tidak akan memberikan mu merah-merah dileher lagi kok!"
"Lalu?"
"Pindah ketempat yang tersembunyi," Liam pun mengedipkan sebelah matanya setelah kembali menggoda Ameera.
Membuat Ameera akhirnya bisa tersenyum malu, dan memukul kecil lengan Liam.
"Dasar me sum,"
Liam hanya tersenyum lalu melajukan mobilnya untuk mengantar Ameera pulang ke flatnya! Tapi sebelum itu, Liam akan lebih dulu membawa Ameera untuk makan dan jalan-jalan.
"Kau mau makan apa?"
"Apa saja, tapi Am kita boleh mampir ke supermarket dulu tidak?"
"Iya aku mau beli cemilan untuk di apartemen, dan minuman kaleng juga sudah habis,"
"Oke,.kita ke supermarket dulu baru setelah itu kita makan,"
Setibanya di supermarket Liam dan Ameera membawa satu troli untuk mengangkut barang yang mereka beli disana!
"Ra, aku ke toilet dulu sebentar ya!"
"Oke,"
Liam berpamitan untuk pergi ke toilet karena kebelet buang air kecil! Sementara Ameera terus berkeliling mencari bahan-bahan makanan dan minuman yang dia butuhkan untuk stok di apartemennya.
Tanpa diketahui oleh Ameera, ternyata Ibunya Xander juga sedang berbelanja di supermarket besar ini, Ibunya Xander yang melihat Ameera langsung menghampiri Ameera.
Dendamnya pada Ameera karena hampir memisahkan Xander dari orangtuanya sendiri, membuat Ibunya Xander masih merasa kesal setiap kali melihat Ameera.
Dilihatnya Ameera yang membalut lehernya dengan perban, membuat Ibunya Xander tersenyum licik.
__ADS_1
"Ya itulah akibatnya sudah berani mendekati anak orang kaya, jadi kena petaka kan sampai leher diperban begitu rasain!" dengan wajah menghina.
"Maksud Nyonya apa ya? Saya tidak mengerti, dan mohon maaf saya permisi lebih dulu,"
"Heh wanita engga tau diri, kau itu benar-benar bermuka tembok ya? Sudah untung anakku yang saat itu sedang bodoh mau denganmu, bisa-bisanya kau mencampakkan Xander, dasar wanita malam"
Habislah kesabaran Ameera karena Ibunya Xander selalu berkata yang menyakiti hatinya, Ameera pun tidak tinggal diam dan membalas perkataan Ibunya Xander.
"Bukankah itu yang anda inginkan? Sekarang Xander sudah kembali kan pada anda, lalu apa lagi yang anda ributkan dan asal anda tau ya, anak anda itu memang pantas dicampakkan karena dia pelaku kriminal!"
"Pelaku kriminal? Kurang ajar apa maksud perkataan mu?"
"Xander sudah menculik ku dan hampir melakukan perbuatan mengerikan itu pada ku, bukankah itu tindakan kriminal? Jadi seharusnya anda tidak usah cari gara-gara lagi dengan saya, masih untung anak kesayangan anda tidak saya laporkan ke polisi, kalau sampai saya laporkan sudah habislah nama baik anda yang sudah susah payah anda bangun!"
"Dasar lon the, berani kau ya mengancam ku!"
Liam yang melihat Ibunya Xander melontarkan kata-kata tidak pantas pada Ameera buru-buru berjalan menghampiri Ameera.
Satu tangan Ibunya Xander sudah mengayun ke udara karena dia gemas sekali ingin menampar Ameera, tapi Liam datang dan segera menangkis tangan Ibunya Xander sebelum tangan itu menyentuh pipi Ameera.
"Jaga tangan dan mulut anda itu Nyonya! Kau tidak pantas meninggikan kasta mu dihadapan calon istri pewaris group Limson! Dan pewaris D.E skincare!"
"Calon istri? Group Limson?"
"Jika kau mau keluarga mu aman-aman saja dan perusahaan mu tidak tersentuh oleh group Limson, maka jangan pernah mengganggu Ameera lagi karena dia calon istriku!"
"A-apa kau?"
"Ya, aku keturunan group Limson jadi aku peringatkan padamu jangan pernah berani meninggikan kasta mu yang tidak seberapa itu dihadapan ku atau pun Ameera, jika tidak jangan salahkan aku jika hartamu yang hanya seujung kuku harta group Limson itu, akan lenyap dalam sekejap!"
Seketika tubuh Ibunya Xander langsung lemas, wajahnya terlihat pucat dan bibirnya tidak dapat berkata-kata lagi, dia tidak menyangka bahwa Ameera merupakan calon istri salah satu keturunan group Limson.
"Am sudahlah, kita pergi saja!" ajak Ameera.
"Daripada bibir anda itu bergetar seperti itu, lebih baik anda gunakan untuk meminta maaf pada Ameera, sekarang!"
Buru-buru Ibunya Xander memegangi satu lengan Ameera.
"Ameera, saya minta maaf ya tolong jangan ganggu perusahaan saya! Saya janji tidak akan bersikap arogan lagi!"
"Iya Nyonya, aku juga minta maaf bila aku ada salah tapi Nyonya perlu kau ingat diatas langit masih ada langit, jadi aku harap jangan bersikap seperti itu lagi kepada siapapun!"
__ADS_1
Ibunya Xander langsung menganggukkan kepalanya, tapi terasa sekali telapak tangan Ibunya Xander masih sangat dingin dan wajahnya masih pucat! Dia benar-benar takut kalau sampai memiliki masalah dengan keturunan group Limson.
Bener itu diatas langit masih ada langit, jangan sombong banyak banget Ibu-ibu modelan kaya emaknya si Xander, pengen maak othor pites mulutnya 😂