(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 74


__ADS_3

Ameera pun menatap wajah Liam yang sedang fokus menyetir. Ya meskipun semua tidak sesuai rencana awal yang ingin terlebih dahulu menikmati masa-masa pendekatan seperti ini, tapi Ameera pun bahagia bila akhirnya dia akan kembali menjadi istri Liam.


"Aku bahagia bisa kembali bersamamu Am,"


Liam pun sampai berkaca-kaca mendengar jawaban Ameera yang ternyata bersedia menerima keputusan orangtuanya untuk secepatnya rujuk kembali! Tidak pernah Liam sangka, Ameera akan kembali kedalam pelukannya, Ameera mau memaafkan segala kesalahannya dulu dan memberikan kesempatan kedua untuknya.


"Ra, aku sangat berterimakasih padamu kau telah memberikan aku kesempatan kedua, aku janji Ra, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah kau berikan! Aku akan membahagiakan mu setiap saat,"


Liam meraih satu tangan Ameera lalu menge cup punggung tangan Ameera dengan rasa bahagia.


Setelah persiapan yang dilakukan secara cepat dan terburu-buru, akhirnya vila milik keluarga group Limson telah didekorasi sedemikian cantik untuk pernikahan kembali antara Liam dan Ameera.


Kali ini tidak banyak tamu yang diundang, hanya kerabat dekat, teman dekat dan rekan-rekan bisnis penting saja yang datang diundang.


Ameera tampil cantik dengan balutan gaun berwarna putih bak princess di negeri dongeng, didalam salah satu ruangan Ameera masih belum selesai dengan driasan diwajahnya, ditemani oleh Tiffany yang memang ingin melihat proses make up pengantin itu seperti apa, Ameera tak henti-hentinya tersenyum bahagia.


"Kau bahagia sekali ya Ra?"


"Iya Fan, aku tidak menyangka Liam akan jatuh cinta pada ku padahal kau tau dulu Liam sangat membenci ku seperti apa kan?"


"Iya, cinta bisa mengalahkan segalanya ya ternyata," dengan raut wajah sedih.


"Kau kenapa Fan, apa Xander belum bisa membuka hati untuk mu?"


"Masalahnya sekarang jauh lebih runyam dari sekedar masalah hati Ra,"


"Maksudmu?"


"Tidak ada maksud, sudahlah jangan bahas Xander! Sekarang aku ingin fokus menikmati pesta ini!"


Liam dan Ameera kembali dipersatukan dalam jalinan ikatan suci dengan disaksikan oleh semua keluarga dan tamu undangan! Pesta pun digelar dengan cukup meriah setelah acara inti rampung dilaksanakan.


Diantara semua orang yang berbahagia, ada Tiffany yang sedang dalam keadaan terpuruk! Dia hanya bisa memandangi Ameera yang tampil cantik dengan gaun super indah dan kini sedang berdansa dengan Liam.


Andai saja Xander juga mau menikahinya, pasti akan sangat membahagiakan bagi Tiffany! Jangankan menikahi, menghubungi Tiffany saja tidak pernah setelah pertemuan terakhir saat Tiffany pingsan.

__ADS_1


Ditelpon pun, nomor telepon Tiffany sepertinya sudah diblokir oleh Xander.


Pesta pernikahan Ameera dengan Liam masih berlangsung tapi Tiffany sudah berpamitan untuk pulang lebih dulu! Alasannya karena memang sedang tidak enak badan.


Akhirnya Tiffany pulang ke mess dan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang! Tapi saat melihat kalender dihandphone miliknya, Tiffany teringat satu hal.


Bulan ini dia sudah terlambat tiga hari dari tanggal haid biasanya.


"Oh my God, jangan bilang aku hamil karena kejadian itu? Ini tidak lucu sama sekali,"


Tiffany mendadak panik dan dia gelisah tidak tenang memikirkan telat haid bulan ini, hingga malam harinya Tiffany memutuskan untuk membeli alat tes kehamilan di apotik terdekat.


Buru-buru Tiffany kembali setelah mendapatkan alat yang dia butuhkan, lalu segera masuk kedalam kamar mandi untuk mengecek apakah dugaannya itu benar.


Dengan kedua mata tertutup, secara pelan-pelan Tiffany membuka sedikit demi sedikit kedua matanya, dan yang dia takutkan benar terjadi!


Dialat tes kehamilan itu terpampang jelas dua garis merah, tubuh Tiffany seketika lemas melihat garis dua dialat tes kehamilan itu.


"Bagaimana ini? Xander pasti tidak mau bertanggungjawab, tidak bisa aku tidak boleh menggugurkan kandungan ini, Xander harus tau dan dia harus bertanggungjawab atas semua anak ini," kata Tiffany.


Pembicaraan antar karyawan itu terdengar oleh Tiffany, buru-buru Tiffany mengirimkan pesan pada Ameera untuk mengirimkan padanya alamat rumah Xander.


Tiffany yang dalam keadaan kalut buru-buru menaiki taxi menuju alamat yang sudah Ameera kirimkan padanya.


Keadaan cemas, panik, dan takut jika Xander sudah memutuskan untuk menerima perjodohan dengan wanita lain membuat Tiffany stres berat sepanjang jalan.


Yang dia pikirkan adalah anak yang saat ini dia kandung, bagaimana jika Xander menikahi wanita lain sementara anak yang berada dalam kandungannya membutuhkan sosok ayah disampingnya.


Setelah meminta supir taxi untuk mempercepat laju kendaraannya. Akhirnya Tiffany tiba di kediaman mewah Xander, terlihat kedua security tengah membuka gerbang tinggi rumah mewah itu.


Sepertinya itu mobil Xander dan orangtuanya yang akan pergi ke tempat wanita yang dijodohkan oleh orangtuanya! Tifanny berlari dan menghadang mobil tersebut hingga mobil pun mengerem mendadak.


"Siapa wanita gila itu?" kesal Ibunya Xander.


Xander pun melihat bahwa itu adalah Tiffany, segera Xander turun dari mobil.

__ADS_1


"Hei Xander, kau kenal wanita gila itu?" teriak ayahnya Xander.


Melihat Tiffany berada disini benar-benar membuat Xander sangat kesal.


"Kau mau apalagi si Fan? Apa kau tidak mengerti bahasa manusia? Kau tuli? Aku sudah bicara baik-baik padamu kalau aku tidak bisa denganmu!" Xander sampai menaikkan nada bicaranya.


Membuat kedua orangtuanya keluar dari dalam mobil dan menghampiri Xander serta Tiffany.


"Ako mohon Xand, jangan menikahi wanita lain aku dan anak kita membutuhkan mu!"


Deg..


Kedua bola mata Xander langsung membulat menatap tak percaya apa yang baru saja diucapkan oleh Tiffany.


"Kau bercanda Fan?"


"Aku juga inginnya itu bercanda, tapi sayangnya aku serius," Tiffany mengeluarkan alat tes kehamilan itu dari dalam tasnya dan memberikan itu pada Xander.


Dan dengan kedua matanya sendiri Xander melihat dua garis merah yang diketerangan tertulis bahwa itu berarti hamil.


Orangtua Xander langsung merebut alat tes kehamilan itu dari tangan Xander, dan benar ada dua garis merah di alat tes kehamilan itu ! Meskipun sudah jelas ada dua garis merah, tapi tak lantas orangtua Xander percaya pada Tiffany.


"Jangan percaya wanita gila ini Xand, bisa saja ini milik orang lain," ujar ibunya Xander.


"Benar itu, lagipula kau kenal darimana si wanita gila seperti ini?" timpal ayahnya..


Sementara Xander saat ini sedang dalam kondisi tidak percaya tapi tidak mungkin juga mengabaikan ini semua.


"Xand, kita cek saja ke rumah sakit apakah benar wanita ini hamil atau cuma mau menipumu agar bisa menumpang hidup kaya pada keluarga kita!" kata Ibunya.


Xander tanggungjawab lah itukan hasil kamu enak-enak 😌



__ADS_1


__ADS_2