
Sore harinya, Ameera seperti biasa akan pulang memakai taxi! Sebuah taxi sebelum Ameera menghentikannya pun sudah langsung berhenti dihadapannya!
Ameera masuk kedalam taxi, dan duduk dijok belakang taxi tersebut. Setibanya dijalan yang seharusnya berbelok karena flat yang Ameera sewa sudah berada di kiri jalan, taxi tersebut malah tetap melajukan mobilnya.
"Tuan maaf terlewat,"
Supir taxi itu menghentikan mobilnya, lalu mengunci seluruh pintu mobil! Ameera pun langsung panik saat melihat semua pintu mobil terkunci dari dalam, saat ini Ameera memiliki firasat buruk yang akan terjadi padanya.
Benar saja supir taxi yang memakai masker itu berpindah ke jok belakang mobil.
"Kau,"
Dirogohnya sapu tangan dari celana supir taxi itu lalu dibekapnya pada mulut Ameera hingga Ameera pun pingsan untuk beberapa saat. Ketika Ameera pingsan itulah supir taxi yang ternyata adalah Xander, mengikat kedepan kedua tangan Ameera dan menutup mulut Ameera dengan lakban.
"Maaf Ra, tapi aku harus melakukan ini demi kebaikan kita! Kita harus menikah sekarang juga Ra, tapi sebelum itu, aku harus membuat mu tidak bisa menolak pernikahan ini!"
Setelah mengikat kedua tangan Ameera, Xander kembali ke bangku kemudi lalu melajukan taxi tersebut menuju suatu daerah yang lumayan jauh dari sini.
Setelah hampir lima belas menit Ameera pingsan! Ameera akhirnya membuka kedua matanya, Ameera melihat sekeliling rupanya ini masih didalam taxi yang tadi, Ameera pun mendapati tangan dan mulutnya diikat.
"Emmm, emmmm,"
__ADS_1
"Sayang, maaf aku harus memakai cara seperti ini! Sabar ya, kita akan melewati malam yang indah di sana, dan besok aku akan menikahi mu!"
"Emm,"
Ameera berontak dengan terus menendang-nendang jok bagian supir.
"Sayang, jika saja kau tidak mengecewakan aku ini semua tidak akan terjadi Ra! Kita bisa menikah dengan cara yang baik, bukan malah seperti ini,"
Xander terus memberikan perkataan-perkataan yang menyudutkan Ameera, seolah-olah ini semua salah Ameera hingga dia harus melakukan penculikan dan pemaksaan ini terhadap Ameera.
Jalanan yang dilalui oleh taxi tersebut semakin terasa jauh, hingga melewati jalanan yang terbilang jarang ada pemukiman sekalinya ada satu rumah dengan satu lainnya sangat berjauhan! Daerah yang pasti bukan lagi di kotanya tapi di daerah yang tidak terlalu ramai.
Lama mengemudikan taxi hingga sejauh ini, taxi tersebut mulai kehabisan bahan bakar! Membuat Xander harus mencari pom bensin terdekat, setelah beberapa saat mencari akhirnya ada sebuah pom bensin kecil di daerah ini.
Xander pun keluar mobil untuk mengisi bahan bakar. Hal itu dimanfaatkan Ameera saat Xander tengah berusaha memijit tombol-tombol dimesin berisi bahan bakar itu! Ameera dengan tangan terikatnya masih bisa membuka resleting tas yang berada disamping kanannya.
Diambilnya handphone miliknya itu dari dalam tas, lalu Ameera pun mengirim pesan pada Liam "help" setelah itu dia langsung buru-buru membuang handphonenya kebelakang.
Ameera kembali menarik resleting tasnya sehingga tas itupun rapat kembali. Xander yang telah selesai mengisi bahan bakar mobil kemudian masuk kembali kedalam mobil taxi untuk melanjutkan perjalanannya.
Di kediamannya, Liam baru saja menerima pesan dari Ameera! Mendapatkan pesan meminta tolong dari Ameera, Liam langsung memiliki feeling tidak enak dengan mantan istrinya itu.
__ADS_1
Segera Liam berlarian menuju mobilnya, sambil memakai handseat untuk menelpon Paman Gilbert.
"Halo,"
"Halo Paman, bisa tolong bantu aku lacak posisi nomor handphone yang akan aku berikan?"
"Bisa-bisa, kirim saja nomor handphonenya Am!"
"Oke terimakasih Paman!" Liam mengirimkan nomor telepon Ameera pada Paman Gilbert untuk dilacak lokasinya terkini.
Kinerja Paman Gilbert memanglah mumpuni, karena dia sudah berhasil mendapatkan sinyal keberadaan nomor handphone tersebut! Segera dikirimkannya lokasi handphone tersebut, dan lokasinya masih terus berjalan.
Liam segera tancap gas, ketika melihat posisi handphone Ameera sudah cukup jauh dari pusat kota! Liam pun memutuskan untuk menelpon Paman Gilbert kembali.
"Halo Paman,"
"Halo Am, bagaimana?"
"Paman tolong berikan aku rute tercepat agar bisa menuju lokasi itu setidaknya agar aku menghemat waktu!"
"Oke, aku akan membuatmu sampai lebih cepat disana tetaplah kemudikan mobil mu dengan hati-hati, aku memantau dari sini.
__ADS_1
Liam pun menurut dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tapi juga dengan hati-hati! Hingga setelah dua puluh menit Liam mengendarai mobilnya! Sebuah helikopter terparkir didepannya, jalanan yang sepi membuat pilot dengan mudahnya mendaratkan helikopter disembarang tempat termasuk dijalan raya yang akan dilalui oleh Liam ini.