
Sebenarnya Liam dan Ameera baru saja pulang setelah mengantar Tiffany dan Claire ke bandara! Bukan mereka bermaksud untuk ikut campur kedalam urusan rumah tangga Tiffany dengan Xander, tapi Liam dan Ameera merasa sangat tidak tega dengan penderitaan Tiffany selama ini.
Okelah kalau misalnya Xander dan orangtuanya hanya mencaci maki Tiffany setiap hari, mungkin Tiffany akan bertahan terus demi Claire tetap memiliki orangtua yang utuh, tapi berencana untuk membunuhnya, bahkan memutuskan untuk menikahi wanita lain yang kaya raya disaat Tiffany baru saja memberikan anak untuk Xander dan cucu untuk kedua orangtuanya, itu yang tidak bisa Tiffany terima.
Bukannya sebagai seorang ayah mencurahkan segala cinta dan kasih sayang terhadap anak semata wayangnya, dan sebagai kakek nenek bagi Claire sepatutnya kedua orang tua Xander perbanyak menyayangi menantu dan cucu yang baru lahir ke dunia, justru yang Xander dan orangtuanya lakukan adalah menghadirkan wanita lain agar Tiffany menyerah dengan pernikahannya.
Dan sekarang impian mereka terkabul, Tiffany benar-benar menyerah dan menutup rapat-rapat pintu bagi Xander dan orangtuanya hadir dalam hidupnya lagi. Entah ini termasuk kisah yang happy ending ataukah sad ending.
Tapi bagi Tiffany, bekerja keras demi membesarkan buah hatinya seorang diri adalah kebahagiaan yang sudah pasti akan dia dapatkan, tapi jika Tiffany memutuskan untuk tetap bertahan di rumah mewah dengan suami dan mertuanya yang hanya bisa menghancurkan mental dan jiwanya, mungkin itulah yang dinamakan sad ending.
"Hei Claire, lihat awannya cantik dan cerah ya!" ucap Tiffany pada Claire.
Bayi berusia dua bulan itu nampak tertidur tenang dalam dekapan Tiffany, tanpa dia ketahui hati Ibunya saat ini sangat hancur karena memisahkan anak dengan ayahnya.
Hingga malam harinya Xander masih belum menyerah mencari keberadaan Tiffany dan anaknya, entah sudah berapa rumah teman-temannya Tiffany yang sudah dia ketuk tapi tak ada satupun yang mengetahui keberadaan istri dan anaknya itu.
Bahkan nomor telepon Tiffany kini sudah tidak lagi aktif, Xander memutuskan untuk menepikan sejenak mobil yang dia kendarai untuk mengistirahatkan pikirannya yang sangat stres, sejak tadi handphonenya bahkan terus berdering panggilan masuk dari Ibunya, tapi Xander belum mau mengangkat telepon dari Ibunya.
"Ini semua gara-gara momy dan Dady, karena ambisi kalian aku harus kehilangan istri dan anakku, Fan kenapa kau pergi? ! Kembali lah Fan!"
Beberapa hari berlalu dan Xander tidak pernah menemui orangtuanya, tidak pernah pulang ke rumah dan hanya menghabiskan waktu dengan tidur disembarang tempat ataupun didalam dimobil.
Sampai saat ini belum juga ada kabar tentang keberadaan Tiffany dan anaknya, hingga Xander pun menerima pesan singkat dari Ibunya, membaca pesan singkat tersebut Xander langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Rupanya ayahnya telah meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat akibat serangan jantung, dan saat Xander tiba di rumah sakit Ibunya langsung histeris dan memaki-maki dirinya bahkan memukul-mukul Xander dengan kedua tangannya.
"Anak breng sek, Dady mati karena kebodohan mu Xand, lihat! Kau lihat itu, ayahmu jadi mayat karena kau!" teriak Ibunya.
__ADS_1
Kesedihan Xander semakin bertambah setelah kehilangan istri dan anaknya yang entah kemana, kini ayahnya meninggal dunia dan Ibunya terus menangis. Apalagi di media masa sudah banyak berita tentang perusahaan XR.shirt yang bangkrut. Kini stand-stand di mall bahkan sudah menarik prodak XR.shirt dan sudah menggantikannya dengan brand milik group Limson.
Selain harga yang ditawarkan jauh lebih murah, adanya promosi besar-besaran dari para brand ambassador prodak pakaian group Limson, membuat semua merek lama tergeser dan tidak laku lagi.
Apalagi para investor dari X.R shirt sudah menanamkan modal mereka ke perusahaan baru besutan group Limson, meskipun brand G.L. shirt tergolong brand yang baru tapi strategi pemasaran yang dilakukan oleh group Limson tidak pernah main-main sehingga XR. shirt sekarang hanya tinggal nama.
"Mom, sudahlah ini semua sudah terjadi lebih baik kita urus pemakaman Dady agar dia bisa beristirahat dengan tenang!"
"Tenang kau bilang? Apa kau buta? Kau tuli?? Perusahaan kita masuk berita karena kita belum membayarkan gaji dan pesangon pada seluruh karyawan kita Xand! Kita bangkrut benar-benar bangkrut!"
"Lalu aku harus apa? Tidak bisakah kita hidup biasa-biasa saja mom? Aku lelah menuruti gaya hidup kalian, aku lelah kalian selalu memandang rendah orang lain,"
"Dasar anak tidak berguna kau Xand, ini semua tidak akan terjadi jika kau menikahi wanita kaya itu! Pergi! Momy tidak mau melihat wajah mu lagi!"
Bahkan Ibunya sama sekali tidak memperbolehkan Xander untuk mengurus pemakaman sang ayah, sehingga Xander hanya dapat melihat proses pemakaman itu dari kejauhan.
"Aku harus bagaimana sekarang?" Gumam Xander.
Sementara itu di kediaman Domanick dan Lindsey yang merupakan Paman dari Liam, saat ini Liam dan Ameera sedang berkunjung ke kediaman mereka.
Kebetulan Lindsey dan para pelayan baru saja selesai memasak banyak makanan karena tau Liam dan Ameera akan berkunjung ke kediaman mereka.
Ada Naura juga yang turut membantu mencuci buah-buahan untuk dihidangkan diatas meja.
"Liam, Ameera, akhirnya kalian sampai juga!"
"Wah tamunya sudah sampai," kata Lindsey.
__ADS_1
"Pagi Paman, bibi cantik," sapa Liam.
"Istrimu itu loh diatas cantiknya cantik, ayo Ra duduk sini!"
Ajak Lindsey yang langsung meraih tangan Ameera untuk duduk dimeja makan, dan Naura pun menghampiri dengan membawa buah-buahan yang sudah dicuci.
"Hai Naura," sapa Ameera.
"Hai kak Ameera, kak Liam kau semakin tampan saja!"
"Huess," Lindsey langsung menyentil dahi Naura karena gadis itu tak pandang bulu jika genitnya sedang kambuh.
"Nau kau sudah mau lulus SMA kan?"
"Iya kak, sebentar lagi jadi mahasiswi,"
"Kuliah yang rajin kau adalah putri kesayangan seorang Domanick Limson, jangan sampai mengecewakannya!"
"Siap kak!"
Naura tidak ikut bergabung dalam makan-makan hari ini, karena sepertinya ada pembicaraan tentang bisnis jadi lebih baik Naura pergi ke kamar adik-adiknya untuk membantu mereka mengerjakan PR sekolah.
"Bagaimana Am, apa kau sudah mendengar tentang perusahaan yang baru bangkrut itu!"
"Iya Paman, aku dan Ameera sudah mendengarnya saat aku meminta padamu agar perusahaan itu goyah, aku tidak menyangka bahwa akan terjadi dalam waktu hanya dua bulan dan keadaannya diluar dari yang aku bayangkan,"
"Memang bagaimana yang kau bayangkan? Perusahaan jika sudah berurusan dengan group Limson, tidak ada yang hanya goyah saja tapi akan langsung tinggal nama!"
__ADS_1
"Iya Paman, tapi Ameera merasa tidak tega katanya!"
"Sudah terlanjur, sudah lah itung-itung pelajaran untuk orang sombong, bukankah kau bilang Ameera juga pernah dihina-hina oleh pemilik XR shirt itu? Ameera itu sudah menjadi bagian keluarga group Limson Am, jadi siapapun yang menghinanya ya harus tanggung resikonya!"