
Saat Tiffany memeluk tubuhnya dengan erat, entah kenapa hati Xander seperti merasakan sakit seperti yang Tiffany rasakan saat ini! Tanpa terasa satu tangan Xander mengusap lembut rambut Tiffany.
Tapi bersentuhan dengan Tiffany dalam keadaan dingin ketika baru selesai mandi, apalagi tubuh bagian atas Xander tidak tertutupi oleh handuk, membuat Xander sebagai seorang laki-laki yang normal menginginkan hal yang sama dengan apa yang Tiffany inginkan.
Sebenarnya sejak hari pertama menikah dengan Tiffany pun, bohong sekali jika Xander tidak pernah tergoda oleh tubuh Tiffany, tubuh yang pernah ia sentuh hingga membuatnya kini menjadi seorang ayah bagi buah hati semata wayang mereka.
Bayi perempuan yang telah diberi nama Claire Van Xander itu kini harus rela jika kedua orangtuanya tidak lama lagi akan segera berpisah. Karena Tiffany memang tidak menangis memohon-mohon pada Xander agar dia membatalkan pernikahannya dengan wanita yang Xander yakini akan menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan, akan tetapi bukan berarti Tiffany diam dan pasrah apalagi menerima jika dirinya dimadu, tentu saja pergi dengan membawa Claire bersamanya adalah suatu pembalasan mahal yang akan diberikan Tiffany pada Xander dan orangtuanya.
Satu tangan Tiffany mulai melepaskan handuk yang melilit dipinggang suaminya itu, hingga handuk itupun jatuh kelantai dan membuat si empunya polos tanpa sehelai benang apapun.
Mendapati tubuhnya yang kini sudah polos dihadapan Tiffany, dan merasakan tidak dapat lagi membendung dorongan hasratt yang begitu memuncak, Xander segera memagut bibir Tiffany.
Keduanya berciuman sambil berjalan kearah ranjang, Xander menjatuhkan tubuh Tiffany diatas ranjang dan langsung menindih tubuh Tiffany dengan tubuhnya, dibawah kungkungan Xander malam ini Tiffany benar-benar merasakan seperti istri sungguhan bagi Xander.
Tidak ada kesedihan lagi didalam hati Tiffany saat ini, karena malam ini Xander memperlakukannya seperti layak ya seorang istri yang berhak atas tubuh suaminya.
Dilucutinya semua pakaian yang melekat ditubuh Tiffany, tapi berada sedekat ini dengan Tiffany membuat Xander merasakan getaran dari dalam hatinya!
"Ah, Xand,"
Bibir Tiffany mulai mengeluarkan de sahan saat Xander mulai menciumi leher hingga kebagian dadanya. Menye sapnya seperti itu adalah minuman pelepas dahaga hingga ciuman-ciuman itu terus turun menuruni perut langsing Tiffany kemudian lebih turun lagi hingga sampai dibagian inti Tiffany.
Rasanya sangat menegangkan bagi Tiffany, tapi Xander tidak bermain kasar dia benar-benar perlahan tapi pasti melakukannya, dengan perlahan dibukanya kedua pangkal paha Tiffany lalu wajah Xander mulai tenggelam didalam bagian inti Tiffany.
Membuat kedua tangan Tiffany segera mencengkram kanan dan kiri sprei diranjang itu, kemudian nafas Tiffany pun mulai tidak teratur ketika bibir Xander menyentuh bagian intinya.
Membuat Tiffany harus extra menahan kenikmatan yang tidak mungkin terulang lagi ini.
__ADS_1
"Ah Xand, jangan lakukan ini Xand ah,"
Xander melakukannya dengan pelan-pelan, menye sapnya pelan dan me lu matnya secara terus menerus! Tak tahan atas apa yang diperbuat oleh Xander, semakin lama Tiffany semakin menjerit-jerit dan merasa bagian bawahnya akan segera meledak.
"Xand aku sampai, ahhhhhh,"
Tubuh Tiffany bergetar hebat menandakan Tiffany telah mencapai puncak kenikmatannya, tiba giliran Xander untuk memuaskan dirinya.
Segera Xander arahkan timun China itu kedalam bagian inti Tiffany hingga ketika dihentakan oleh Xander timun China itu berhasil masuk kedalam dengan sempurna.
Xander dan Tiffany sama-sama menikmati dan saling menggerakkan pinggul keduanya, seolah hilang ingatan dengan ucapannya sendiri yang mengatakan bahwa dirinya tidak mencintai Tiffany, tapi saat ini Xander seolah lupa dengan kata-kata itu.
"Fan, ah! Sit ahhhhh, sssthh,"
Xander terus meracau hingga akhirnya dia pun mencapai puncak kenikmatannya. Tubuhnya ambruk diatas tubuh Tiffany, setelah beristirahat sebentar Xander pun membaringkan tubuhnya disamping Tiffany.
"Tidak apa-apa, itung-itung ini hadiah untuk mu,"
"Hadiah apa?"
"Hadiah atas pernikahan kedua mu dengan wanita itu,"
Melihat wajah Tiffany membuat Xander merasakan perasaannya terhadap Tiffany justru semakin nyata.
"Tolong jangan buat aku merasa bersalah seperti ini Fan, pukul aku atau tampar aku! Aku layak mendapatkannya!"
Tiffany pun buru-buru memalingkan posisi tidurnya membelakangi Xander. Saat ini Xander malah menjadi ragu apakah dia benar tidak mencintai Tiffany atau malah sebaliknya?
__ADS_1
Karena melihat Tiffany sedih seperti sekarang, rasanya hati Xander pun ikut merasakan sakit.
Tibalah hari pernikahan Xander dengan wanita dari kalangan konglomerat yang akan bisa menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan. Tiffany beserta Claire pun memutuskan untuk datang ke gedung untuk melihat terkahir kalinya wajah suaminya itu.
Semua barang-barang atau pakaian-pakaian tidak ada yang dibawa oleh Tiffany, dia memutuskan untuk pergi ha ya membawa baju yang dia dan Claire pakai saja.
Dari kejauhan orangtua Xander terlihat sangat gembira putranya sebentar lagi akan menjadi menantu orang kaya.
"Claire, lihat tuh kakek, nenek dan Dady mu sangat bahagia sekali hari ini! Jadi kita harus pergi sekarang ya nak, kita tidak boleh mengganggu kebahagiaan mereka!" kata Tiffany sambil menggendong bayinya.
Setelah melihat senyum bahagia dari wajah mertuanya, dan sudah melihat wajah suaminya yang entah kenapa Xander terlihat banyak melamun. Tiffany memutuskan untuk pergi sebelum pernikahan itu dimulai, tentu saja Tiffany tidak akan sanggup bila melihat suaminya itu menikahi wanita lain.
Dengan berbekal tabungan saat dulu bekerja di perusahaan D.E skincare milik Liam, Tiffany pergi meninggalkan gedung pernikahan meninggalkan semua kenangannya bersama dengan Xander.
Tapi Tiffany membawa separuh dari Xander bersamanya, yaitu Claire! Claire adalah bukti bahwa pernah ada seorang laki-laki yang sangat Tiffany cintai dengan sepenuh hati, meskipun cintanya tidak pernah terbalaskan hingga saat ini tapi setidaknya laki-laki itu membuat Tiffany memiliki malaikat kecil cantik yang membuatnya semakin kuat menjalani kehidupan yang kejam ini.
Tiba saatnya Xander dan mempelai wanita naik keatas pelaminan untuk saling mengucap janji suci pernikahan, tapi tatapan kedua mata Xander terlihat kosong! Tidak sekalipun Xander menatap wajah mempelai wanita yang berada dihadapannya.
"Tuan Xander, apakah anda sudah siap?"
Xander hanya terdiam melamun, membuat semua orang kebingungan karena Xander seperti tidak mendengarkan orang lain bicara.
"Tuan Xander!!"
Orangtuanya Xander yang tidak menginginkan pernikahan ini sampai gagal, segera naik keatas pelaminan untuk membuat putranya itu sadar bahwa hanya pernikahan ini yang dapat menyelamatkan hidup mereka kedepannya.
Maaf ya lama pake banget update nya,,, diusahakan setiap hari update mulai hari ini please jangan lupa Likenya ya☺️
__ADS_1