(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 41


__ADS_3

Pasangan yang baru saja resmi bercerai dan sudah tidak bertemu satu bulan lamanya, kini justru dipertemukan kembali dalam keadaan tidak disengaja seperti ini.


Ameera hanya bisa berdiam diri lalu tidak berani menatap wajah Liam terlalu lama, karena Ameera yakin Liam juga tidak suka dia tatap terlalu lama! Berbeda dengan Ameera yang langsung tertunduk dihadapan Liam tanpa mau melihat wajah Liam, Liam justru melakukan hal sebaliknya.


Tidak sekalipun Liam memalingkan wajahnya, dia tetap menatap dari ujung rambut hingga ke ujung kaki Ameera, rupanya lama tidak bertemu banyak sekali perubahan dari Ameera! Tubuhnya terlihat lebih langsing dan riasan make up.yang dipakai oleh Ameera terlihat lebih mencolok.


Apalagi warna lipstik yang dikenakan oleh Ameera lebih pink dari biasanya, tapi tetap terlihat cantik dan menyatu dengan warna bibir Ameera yang memang berwarna merah muda.


Melihat kedua kaki Liam belum juga beranjak pergi, membuat Ameera semakin resah tidak tau harus bicara bagaimana agar Liam mengembalikan cincin itu padanya.


Kedua kaki itu terlihat mendekat kearah Ameera, membuat Ameera seketika replex melangkah mundur, namun tanpa diduga Liam meraih tangan kanan Ameera hingga membuat Ameera mengangkat wajahnya.


Keduanya bertatapan dalam jarak sangat dekat, dan Liam pun meraih jari manis Ameera, dipakaikannya kembali cincin berlian itu pada jari manis Ameera.


Sangat terasa tarikan dan hembusan nafas Liam saat ini begitu pun sebaliknya. Liam dapat merasakan tarikan dan hembusan nafas Ameera dari jarak sedekat ini! Cincin berlian itu kembali disematkan oleh Liam dijari manisnya.


Dan tanpa mengatakan sepatah katapun, Liam pergi meninggalkan Ameera yang masih terdiam setelah melihat Cincin berlian itu telah kembali melingkar dijari manisnya.


Masih terdengar langkah kaki Liam yang beranjak pergi semakin jauh dari tempat Ameera berdiri, tanpa disadari oleh Ameera kejadian itu disaksikan oleh Xander.


Xander melihat bagaimana Liam kembali menyematkan cincin dijari manis Ameera lalu setelahnya pergi begitu saja meninggalkan Ameera.


Tak ingin pikiran tentang Liam semakin meracuninya, Ameera segera melangkah menuju toilet untuk mencuci wajahnya.


"Untuk apa si dia ada disini? Bisa-bisanya dia memakaikan kembali cincin ini, memangnya dia pikir aku tidak bisa pakai sendiri? Kan bisa dia menyerahkan cincin ini tanpa harus memakaikannya pada jari ku!" Ameera merutuki pertemuannya dengan Liam yang membuat perasaannya kembali teraduk-aduk.


Liam datang ke acara launching produk barunya di mall Episentrum ini, tanpa diduga Liam malah melihat Ameera berjalan bersama Xander! Otaknya yang mendadak gila membuat Liam sejak tadi membuntuti Ameera tanpa Ameera sadari.


Liam sendiri pun bingung dengan tubuhnya yang tiba-tiba kembali bersemangat setelah bertemu dengan Ameera, jika sebelumnya Liam tidak bersemangat dan lemas tapi setelah pertemuan tadi entah kenapa tubuhnya merasa lebih bugar.


"Tuan, anda baru saja tersenyum?" ujar salah seorang staf marketing.


"Apa kau pikir aku tidak bisa senyum? Apa aku tidak memiliki hak untuk senyum?"


"Tidak Tuan, hanya saja sudah lama aku tidak melihat anda tersenyum,"


"Benarkah itu?"


"Iya Tuan, aku senang sekali anda sudah kembali tersenyum seperti barusan!"

__ADS_1


Setelah resmi bercerai dengan Ameera kebencian dihati Liam lambat laun kian terkikis, Liam sendiri tidak mengerti kenapa kebencian itu justru perlahan pudar ketika keduanya sudah resmi bercerai! Bahkan didalam pikiran Liam, dia tidak lagi terbayang-bayang akan sosok Amber, melainkan sosok Ameera yang semakin lama semakin sering muncul dalam pikirannya.


Kebetulan sekali counter perusahaan XR.Shirt dengan D.E skincare berhadap-hadapan didalam mall Episentrum ini! Ameera baru saja kembali dari toilet dan langsung menghampiri Xander.


"Tuan bagaimana, apa ada yang perlu dibenahi?"


"Kau tadi bertemu dengan mantan suami mu Ra?"


"Em itu, iya Tuan hanya beberapa detik dan tidak sengaja entah kenapa dia tiba-tiba ada dihadapan ku, tapi sudahlah dunia ini memang sempit kan!"


"Ra, bisakah kau menjawab pertanyaan ku?" Xander meraih tangan Ameera hingga membuat Ameera dan Xander kini berhadapan.


Diseberang counter XR.Shirt dapat terlihat jelas adegan Xander dan Ameera yang terlihat oleh Liam! Seketika Liam langsung menatap kearah Ameera dan Xander dari kejauhan.


"Aku akan menjawab apapun itu Tuan,"


"Apa kau masih mencintainya?"


Ameera pun menelan salivanya, bagaimana harus menjawab hal yang tidak ingin dia jawab sebenarnya.


"Bukankah aku baru resmi bercerai hari ini Tuan, meskipun kami sudah tidak bertemu satu bulan lamanya tapi untuk menghapus Liam dari hatiku, aku masih perlu waktu dan aku yakin ini hanya perkara waktu saja!"


Ameera pun mengangguk sambil tersenyum, membuat Xander merasa lega dengan jawaban Ameera.


"Pulang ke kantor sekarang?"


"Boleh, kebetulan aku sudah selesai disini!"


"Tapi lepaskan dulu pegangan tangan mu Tuan,"


"Memangnya ada larangan bos tidak boleh menggandeng asistennya!"


"Tapi Tuan,"


Namun protes Ameera tidak ditanggapi oleh Xander, dengan langkah kaki yang tegap Xander tetap menggandeng tangan Ameera. Saat ini Liam bisa melihat mantan istrinya itu digandeng begitu mesra oleh laki-laki lain.


Merasa hatinya sedikit perih, Liam buru-buru memalingkan wajahnya! Saat berjalan Ameera rupanya melihat Liam yang sedang berdiri didalam counter D.E skincare, tapi Liam tak melihat kearahnya.


"Aku harap secepatnya rasa yang pernah ada di hatiku ini segera musnah Am, aku tidak mau lagi mencintai mu dan aku mau bahagia!" dalam hati Ameera.

__ADS_1


Sibuk dengan urusan kantor dan perusahaannya, membuat Liam melupakan satu hal! Yaitu mengambil buku diary milik Amber, hari ini urusan kantor dan kunjungan ke counter-counter yang ada didalam mall selesai lebih cepat sehingga Liam berpikir untuk menemui Hansel di kediamannya malam ini.


Pulang dari mall Liam segera menuju alamat rumah dari kartu nama milik Hansel, rupanya rumah Hansel tidak terlalu jauh dari mall Episentrum sehingga Liam sampai lumayan cepat.


Mobil Liam memasuki halaman rumah Hansel, dan Liam pun segera turun dari mobil.


Ting nong..


Bel rumah itu dipencet oleh Liam, dan seorang pelayan datang membukakan pintu rumah yang cukup mewah itu.


"Iya cari siapa?"


"Kediaman Hansel?"


"Betul Tuan, mari silahkan masuk!"


Liam pun melangkah masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.


"Tunggu sebentar Tuan, saya panggilkan Tuan Hansel terlebih dahulu, nama anda siapa?"


"Liam!"


Pelayan tersebut memanggilkan Hansel yang sejak tadi tengah berada di ruang perpustakaan rumahnya! Keluarga Hansel adalah pemilik universitas swasta tempat dirinya, Ameera dan Amber kuliah.


"Tuan ada tamu,"


"Siapa?"


"Namanya Tuan Liam,"


"Datang juga dia, ku pikir dia sudah lupa!" Gumam Hansel lalu membuka laci dimeja kerjanya untuk mengambil buku diary milik Amber dan satu buah handphone lama miliknya.


Kenapa handphone lama miliknya ikut dibawa, karena Hansel berpikir jika Liam ingin tau lebih dalam dia bisa memperlihatkan sesuatu yang ada didalam handphone jadul miliknya.


Ada apo si Hans didalam handphone jadul mu please bisikan pada Othor agar engga penasaran aku tuh😁


Hari Senin nih guys maak mau nodong vote vote vote daripada votenya dianggurin mending buat maak ya☺️


Eh kok bau gosong ya???

__ADS_1


Lupa ada hati yang terbakar rupanya liat Ameera sama Xander gandengan tangan, kalah truk tronton.


__ADS_2