(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 38


__ADS_3

Momy Joanna dan Xander mengobrol dan terlihat cukup akrab, sayangnya Dady El tengah berada di rumah makan karena rumah makan sudah selesai masa renovasi jadi harus dicek agar tidak terlewat bagian-bagian yang memang memerlukan renovasi.


Xander bercerita bahwa tadi sebenarnya dia sempat salah jalan karena hanya berbekal share kok dari Ameera dan belum pernah ke daerah ini sebelumnya.


"Maklum ya rumah kami memang agak pelosok, ya beginilah semenjak dadynya bangkrut kami hanya bisa membeli rumah dipinggiran kota!" ujar momy Joanna.


"Justru disini cukup nyaman juga bi, tidak terlalu berisik seperti di pusat kota!"


"Sudah ngobrolnya?" Ameera datang dengan dua koper yang dia tarik sendiri.


Melihat Ameera sudah siap Xander pun segera menghampiri untuk membawakan koper milik Ameera.


"Ra, momy engga bisa antar ke mes ya! Tapi Minggu depan momy dan Dady pasti akan mengunjungimu!"


"Iya mom, tidak apa-apa lagipula kasian Dady kalau tidak dibantu momy sendirian mengurus rumah makan!"


Akhirnya Ameera dan Xander pun berpamitan pada momy Joanna. Keduanya masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan Ameera tidak banyak bicara dia hanya sesekali tersenyum pada Xander.


"Ra, maaf ya jika aku lancang terus mendekati mu padahal kau belum resmi bercerai dari suami mu!"


"Oh jadi ini sedang mendekati ya Tuan?"


"Aduh keceplosan!"


"Terimakasih banyak Tuan, tapi maaf bolehkah aku menganggap bahwa ini adalah bentuk perhatian teman pada temannya?"


"Kalau aku teman mu, lalu kenapa kau terus memanggil ku dengan kata Tuan? Apa lidahmu itu sudah terbentuk untuk berkata Tuan, Tuan terus?"


Ckckckck..


"Baiklah Xander, aku hanya akan memanggil namamu jika kita tidak sedang bekerja ok?"

__ADS_1


"Oke," Xander tersenyum.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari kediaman orangtua Ameera ke pusat kota, tepatnya mes perusahaan! Keduanya tiba di halaman mes milik XR.Shirt.


Mesnya ternyata cukup banyak dan halamannya cukup luas! Koper pun diturunkan oleh Xander dan keduanya berjalan menuju kamar nomor 33. Ternyata terletak dilantai dua.


Klek..


Pintu kamar no 33 itu pun dibuka oleh Ameera, ternyata mes ini lebih nyaman dan terlihat lebih luas dibandingkan kamar Ameera di rumah orangtuanya.


"Wah luas dan nyaman sekali," Ameera melangkah masuk disusul oleh Xander dibelakangnya.


"Apa kau akan betah?"


"Tentu Xand, ini sangat luas dan nyaman wah ada dapurnya juga!!! Kasurnya juga cukup luas!"


Ameera tidak ada henti-hentinya tersenyum dan takjub dengan mes milik perusahaannya itu.


"Aku senang kau suka!"


Satu tangan Xander meraih pipi Ameera, membuat seketika Ameera berhenti tersenyum.


"Xand," lirih Ameera yang langsung menatap kearah Xander.


Semakin Xander menatap intens wajah Ameera, semakin Xander mendekatkan wajahnya dengan wajah Ameera. Keduanya nyaris berciuman, tapi buru-buru Ameera menghindar dan berdiri dari sana.


Xander pun tertunduk setelah ditolak oleh Ameera, mungkin memang terlalu terburu-buru.


"Maaf Ra, aku hanya terbawa suasana!"


"Tidak apa-apa, jangan dipikirkan aku tau tadi itu tidak sengaja!" gugup Ameera.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan siang, disekitar sini mungkin ada makanan yang enak!" kata Xander.

__ADS_1


"Boleh, sebentar aku pinggirkan koper dulu!"


Belakangan ini Xander memang memberikan perhatian extra pada Ameera, tapi Ameera sendiri belum siap untuk merespon lebih perasaan Xander terhadapnya! Apalagi dirinya belum sah bercerai dari Liam.


Berbeda dengan Ameera yang sudah kembali ceria, Liam melewatkan hari-harinya dengan mabuk-mabukan, bekerja dan mabuk-mabukkan kembali.


Seperti malam ini, terlihat Liam tengah menuangkan minuman memabukkan di sebuah diskotik di pusat kota seorang diri! Tanpa Liam sadari seorang laki-laki sejak tadi tengah memandang kearahnya.


"Itu benar suami Amber yang menikah kembali dengan Ameera bukan? Aku rasa benar dia suami Amber yang aku lihat di pemakaman saat itu!" gumam laki-laki itu.


Merasa penglihatannya akan Liam masih ragu-ragu, laki-laki bernama Hansel itu pun semakin mendekati Liam dan duduk disamping Liam.


"Kau Liam Elzias?"


Liam yang sedikit agak mabuk pun melirik pada laki-laki yang duduk disampingnya.


"Benar, kau mengenalku?"


"Tidak! Tapi aku mengenal mantan istrimu!"


Liam terdiam menatap lebih dekat laki-laki yang mengaku kenal dengan mantan istrinya.


"Maksud ku adalah, aku adalah teman kuliah Amber dan Ameera! Keduanya mantan istri mu kan? Aku dengar kau sedang mengurus perceraian dengan Ameera?"


"Cih, kau penguntit? Sepertinya kau banyak tau tentangku!" ujar Liam.


"Berita tentang keluarga group Limson itu sangat mudah terendus media Tuan, jadi semua orang pun tau itu!"


"Lantas?"


"Aku memiliki buku diary Amber, mungkin harus aku berikan padamu!"


Maak mau culik dulu si Hansel biar buku diary nya Amber nanti agak lama aja jatuh ketangan si Liamnya😃

__ADS_1


Bang Xander udah maen sosor aja, tunggu resmi cerai dulu bang nanti baru tancap gas. 😁


__ADS_2