(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 70


__ADS_3

Wajah Ameera mendongak keatas sementara kedua tangannya semakin mencengkram kuat sofa disamping kiri dan kanannya! Baru kali ini Ameera merasakan semangka import miliknya di hi sap, seperti bayi yang sedang kelaparan.


"Am, ouctthhhh emthh,"


Rongga mulut Liam penuh dengan semangka import Ameera yang masih kencang dan padat! Dengan lahapnya Liam terus meny e sap semangka Ameera secara bergantian membuat sekujur tubuh Ameera bergetar hebat luar biasa sensasi kenikmatannya.


Ameera me n de sah terus mend e sah akibat ulah Liam pada kedua semangkanya. Apalagi Liam terlihat sangat bersemangat secara bergantian terus men g hi sap bagian pucuknya.


"I am, sssthh,"


Seperti ada jutaan kupu-kupu yang tengah menggelitik seluruh tubuhnya, Ameera semakin dibuat menggila oleh Liam hingga Ameera mere mat sendiri kepalanya.


Dilepaskannya oleh Liam kedua semangka import milik Ameera itu setelah Liam rasa sudah terlalu lama dia meng hi sapnya.


"Sakit?" tanya Liam.


Ameera hanya memberikan respon dengan menggigit bibir bawahnya.


"Lain kali aku akan melakukannya dengan pelan, tadi aku terlalu bersemangat," Liam kembali mengaitkan penutup semangka import milik Ameera.


"Tidak ada lain kali, dasar suka curi-curi kesempatan,"


"Habis besar banget bikin ga tahan," Liam malah menggoda Ameera sembari kedua tangannya mengancingkan kembali satu persatu kancing kemeja Ameera.


Masih terasa mimpi saat tadi melihat Liam melakukan hal tersebut.


"Aku pulang ya Ra, awas jangan rindu!"


"Kalau aku rindu memang kenapa?"


"Maka aku akan datang,"


"Cih," Ameera tersenyum.


Setelah berpamitan, Liam pun pulang meninggalkan Ameera di apartemennya. Baru saja Liam turun menggunakan lift, Xander tiba dilantai tempat kamar apartemen Ameera berada.


Tok.


Tok.


Mendengar pintu apartemennya diketuk, Ameera pun berpikir bahwa itu Liam yang belum mau pulang dan kembali kesini.


Klekk..


Saat pintu dibuka, rupanya malah Xander yang berada dibalik pintu! Tentu saja Ameera merasa ketakutan.


"Tidak usah takut, aku hanya ingin bicara sebentar denganmu!"


"Apa yang mau kau katakan?"

__ADS_1


"Tentunya kata maaf yang harus aku ucapkan lebih dulu padamu Ra, aku minta maaf telah gelap mata dan melakukan itu padamu! Tapi saat itu aku sangat kecewa padamu, aku marah dan aku kesal!"


"Aku tidak tau apa aku sudah memaafkan mu atau belum saat ini, tapi yang jelas melihat mu berdiri dihadapan ku seperti ini trauma itu masih ada dan aku takut padamu Xand,"


"Ya, aku tau kau pasti sangat membenci ku! Tapi Ra, yang penting aku sudah minta maaf padamu sekarang dan ini terakhir kalinya aku menemui mu, setelah ini aku akan melupakan kau yang pernah ada dihidup ku,"


"Aku berharap kau bisa membuka hati untuk wanita lain Xand, aku tau kau laki-laki yang baik,"


Setelah pembicaraan singkat itu, hati Xander sebenarnya benar-benar sakit sekali melepaskan Ameera dan tidak mungkin lagi bisa menemuinya seperti saat-saat itu! Rasanya tidak ada lagi yang membuatnya bersemangat setiap harinya.


Keesokan harinya, Tiffani tidak masuk kantor hari ini setelah sehari sebelumnya mengajukan permohonan cuti. Dengan langkah kaki kecilnya Tiffany turun dari taxi di perusahaan X.Rshirt perusahaan milik keluarga Xander.


Dengan langkah kaki kecilnya Tiffany menemui resepsionis kantor.


"Permisi, apa Tuan Xander sudah datang?"


"Iya, sudah buat janji dengan Tuan Xander?"


"Belum, tapi coba tolong beritahu dia kalau Tiffany datang!"


"Baik, mohon ditunggu sebentar ya!"


Resepsionis tersebut melakukan panggilan ke sekertaris pribadi Xander, dan langsung mendapatkan jawaban.


"Selamat pagi,"


"Pagi,"


"Ini dari bagian resepsionis ini menyampaikan bahwa ada tamu bernama nona Tiffany di loby meminta untuk bertemu Tuan Xander, apa Tuan berkenan menemui?"


"Sebentar ya," tanpa menutup teleponnya, sekertaris pribadi Xander menemui Xander yang berada didalam ruangan kerjanya.


Terlihat Xander tidak berkonsentrasi kerja hari ini, masih saja Xander terbayang-bayang wajah Ameera yang begitu cantik dan menawan. Meskipun telah memutuskan untuk melupakan Ameera, tapi tetap saja hati Xander merindukan Ameera.


"Tuan, ada tamu bernama Tiffany yang menunggu anda di loby, mau diminta naik keatas?"


"Tiffany?" Xander menyipitkan matanya.


Pikirnya untuk apa lagi Tiffany datang kesini, hanya semakin bikin runyam hidupnya saja.


"Katakan aku sibuk dan tidak bisa ditemui!"


"Baik Tuan,"


Sekertaris kembali kemeja kerjanya dan menyambung kembali panggilan telepon dengan resepsionis.


"Halo, sampaikan pada nona Tiffany bahwa Tuan Xander sedang tidak bisa ditemui hari ini!"


"Baik kalau begitu terimakasih!" resepsionis menutup panggilan teleponnya.

__ADS_1


Raut wajah Tiffany sudah memancarkan harapan bisa menemui Xander hari ini.


"Maaf nona tapi saat ini Tuan Xander tidak bisa ditemui!"


"Kenapa begitu?"


"Tuan Xander sedang sibuk jadi memang tidak bisa ditemui!"


"Sibuk ya? Kalau begitu aku akan menunggu disini sampai dia tidak sibuk,"


"Ta-tapi nona!"


Belum selesai resepsionis itu berbicara pada Tifanny, kini Tifanny sudah duduk di ruang tunggu. Tekadnya dia sangat ingin bertemu dengan Xander bukankah Xander masih memiliki keterikatan dengannya karena kesalahan semalam itu.


Dari pagi, siang, sore Tifanny sama sekali belum makan dia kekeh menunggu Xander di kantornya! Hal itu menjadi pusat perhatian resepsionis, karena Tifanny bersungguh-sungguh menunggu Xander mau menemuinya. Padahal resepsionis tau watak Xander, jika Xander sudah berkata tidak mau menemui maka dia tidak akan mau menemuinya.


Hingga sore semakin mendekati malam, dan kedua mata Tiffany sampai merasa sangat ngantuk! Xander yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, kini meninggalkan ruangannya untuk pulang, karena jam kepulangan kantor sudah lewat dari satu jam lalu.


Kedua mata Tiffany yang sudah setengah terpejam, melihat langkah kaki Xander yang baru saja tiba di loby utama, kedua mata Tiffany itu langsung segar kembali.


Tanpa basa-basi Tiffany pun segera menghampiri Xander.


"Tuan Xand!"


"Kau?? Kenapa kau masih ada disini?"


"Aku menunggumu dari pagi, akhirnya kau turun juga!"


"Apa kau gila? Aku sudah bilang bahwa aku tidak mau ditemui oleh mu, apa resepsionis tidak menyampaikan itu?"


"Resepsionis sudah mengatakannya, tapi aku yang ingin tetap menunggu mu!"


"Fan please, aku sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun apalagi dengan mu, jadi tolong jangan pernah mengganggu hidup ku lagi,"


"Setelah kejadian malam itu, apa kau sama sekali tidak mengingat ku Tuan? Aku setiap hari tidak bisa melupakan kejadian itu, dan aku rasa aku layak mendapatkan kesempatan untuk kita bisa lebih dekat!"


"Aku tidak menyukai mu Fan, dan kejadian malam itu bukankah kau juga yang menginginkan aku melakukan itu padamu?"


"Tapi,"


"Sudahlah aku tidak mau kalau sampai kau semakin terluka oleh sikap ataupun perkataan ku, jadi berhentilah menemui ku!"


Xander pun pergi dari hadapan Tiffany, tapi Tiffany yang sejak tadi bahkan belum makan apapun sama sekali membuat tubuhnya yang sudah lemah jatuh ambruk kelantai.


Brukk.


Visual Tiffany ya guys..!


__ADS_1



__ADS_2