
Selesai mengunjungi makam Ambeera, kini Liam kembali ke kediaman orangtua Ameera. Besok adalah hari Senin, dan Liam harus kembali berkutat dengan pekerjaannya di kantor, karena itu hari ini Liam akan berpamitan untuk kembali ke pusat kota pada orangtua Ameera.
Saat tiba di kediaman Momy Joa dan Dady El, terlihat keduanya sedang duduk di ruangan televisi.
"Kalian sudah kembali?" tanya Liam.
"Am, kau baru datang? Sini duduk," ajak Dady El.
"Momy dan Dady baru saja sampai setelah membantu Leony tapi nanti malam kami akan menemaninya lagi di rumah, kau sendiri bagaimana sudah bertemu Ameera?" tanya Momy Joa.
"Sudah mom," Liam duduk disamping momy Joanna.
"Bagaimana keadaan putri kami Am?"
"Baik kok dad,"
"Kurusan atau gemukan?" tanya Momy Joa.
"Terlihat sedikit lebih langsing," jawabnya.
"Apa Ameera memperlakukan mu dengan baik disana?"
"Hmm tentu,"
"Lega rasanya melihat hubungan kalian baik-baik saja! Meskipun kalian tidak mungkin lagi untuk bersama, tapi momy senang kalian bisa berteman,"
"Loh kok tidak mungkin mom? Bisa djaa kan Liam dan Ameera rujuk kembali," sanggah Dady El.
"Itu tidak mungkin dad, lagipula kami sudah hidup masing-masing dan aku lihat Ameera sudah menemukan laki-laki yang cocok untuknya!" ujar Liam.
"Hah? Siapa? Kau lihat siapa?" jiwa penasaran momy Joa pun mulai bangkit.
"Xander!"
"Oh Xander, iya kami pernah dikenalkan oleh Ameera, ya mungkin memang sebaiknya kau dan Ameera berteman saja kalau menjadi suami istri kalian sepertinya kurang cocok!" ujar Dady El.
"Iya momy juga mendukung penuh jika Ameera memang memutuskan akan menikah lagi dengan Xander!" ujar momy Joanna.
Hati Liam semakin terbakar api cemburu, seperti lahar di gunung berapi yang meletup-letup hampir meledak! Panas rasanya, kalau tidak ingat yang sedang berbicara dihadapannya ini adalah mantan mertuanya ingin sekali Liam sumpal mulut keduanya agar tidak semakin memanasi hatinya.
Bagaimana bisa kedua mantan mertuanya itu secara terang-terangan menyuarakan dukungannya untuk Ameera dan Xander menikah! Wajah Liam mendadak tidak bersahabat.
"Aku mau pulang sekarang!"
"Kok buru-buru Am?"
"Besok ngantor jadi memang harus pulang sekarang, terimakasih kalian sudah menerima ku menginap di rumah ini!"
Liam buru-buru ke kamarnya untuk mengambil pakaian dan tas miliknya tentu saja dengan wajah ditekuk!
"Anak itu kenapa cemberut begitu si dad?"
"Ya mungkin dia sedang capek mom,"
Setelah berpamitan Liam pun pergi meninggalkan kediaman orangtua Ameera. Diperjalanan pulang ke rumahnya, Liam tidak henti-hentinya merutuki mantan mertuanya itu.
"Tega sekali mereka bicara akan merestui Ameera dengan Xander menikah dihadapan ku begitu! Dimana rasa empati mereka terhadap ku? Walau bagaimanapun aku ini kan mencintai putrinya, kenapa mereka malah mendukung kompetitor ku?"
__ADS_1
Tanpa disadari olehnya sendiri, Liam mengatakan bahwa mencintai Ameera.
"Eh tunggu! Apa baru saja aku mengatakan kalau aku mencintai Ameera? Apa benar aku jatuh cinta padanya? Sejak kapan? Ahh aku bisa gila!" Liam berteriak-teriak sendiri didalam mobilnya seperti orang gila.
Hari Senin di perusahaan D.E skincare.
Liam berjalan cepat dengan Tifanny yang berada disampingnya sambil terus menjelaskan apa saja kegiatan Liam hari ini!
"Dan setelah jam makan siang, kita akan meeting dengan owner dari mall Metro untuk event tahunan mereka yang akan digelar di lantai satu mall tersebut!"
"Apa saja brand yang akan mengikuti event tersebut?"
"Tentu saja brand dari skincare kita Tuan,"
"Aku tau itu Fanny, maksud ku yang lainnya?"
Tifanny pun membuka berkasnya untuk melihat brand apa saja yang ikut bekerja sama dalam event tersebut.
"Ada JT.Shirt, Elizabeth, Korsta, X.R shirt dan,"
"Cukup!!"
"Tapi aku belum selesai menyebutkan semuanya,"
"Tidak perlu, cukup sampai situ saja!" ujar Liam sambil menyunggingkan senyum dibibirnya.
"Tapi Tuan, pihak distributor perusahaan kita sebenarnya meminta kita harusnya tidak mengikuti event tersebut!"
"Memangnya kenapa?"
"Aku akan minta pabrik yang berada di luar kota untuk support, jadi biar pabrik-pabrik yang berada di kota lain yang akan suplai prodak ke event tersebut!"
"Tapi Tuan!"
"Apa lagi Fanny?"
"Bukankah itu akan memakan biaya transportasi yang tinggi?"
"Biaya operasional akan tertutupi oleh keuntungan,"
"Tetap saja untungnya jadi lebih sedikit!"
"Hei disini aku atau kau CEOnya?"
"Baik Tuan laksanakan!" Tifanny tak lagi mau protes.
Padahal Liam adalah sosok yang sangat memikirkan dari segala aspek, apalagi jika harus menyuplai barang dengan biaya operasional yang cukup tinggi! Biasanya Liam tidak pernah melakukan itu.
Setelah makan siang, Liam tengah bercermin di ruangannya!
"Apa jas ini cocok dengan wajahku hari ini?"
Melihat Liam yang mendadak kecentilan didepan cermin seperti itu, Tiffany pun keheranan.
"Apa karena sudah menjadi duda, makanya dia mau tampil oke disetiap waktu?" Gumam Tifanny seraya menatap Liam dengan tatapan penuh tanya.
Sadar jika Tifanny tengah menatapnya dengan tatapan aneh, Liam pun menghampirinya.
__ADS_1
"Kau lihat apa?"
"Kenapa kau sangat centil Am?"
"Am, Am, ini masih jam kerja!"
"Maksudku kenapa Tuan sangat centil sekali, bercermin begitu?"
"Memangnya kenapa? Kau pikir hanya wanita saja yang suka bercermin?"
"Ya sudah Tuan, ayo kita berangkat takutnya jalanan macet!"
"Eh tunggu!"
"Ada apa?"
"Bagaimana penampilan ku hari ini?"
"Bagaimana apanya?"
"Maksudku apa aku terlihat jauh lebih tampan dari biasanya? Atau sebaliknya?"
"Kau ini ada-ada saja, mana mungkin aku menjawab sebaliknya yang ada hajiku dipotong nanti!"
Ckckckck...
"Berarti aku tampan hari ini!" Liam melenggang meninggalkan ruangannya disusul oleh Fanny yang mengekor dibelakangnya.
Keduanya akan menghadiri meeting dengan owner mall Metro! Meeting dilakukan di salah satu hotel yang terletak didekat mall Metro tersebut.
Meeting kali ini tentu saja Ameera dan juga Xander akan ikut menghadirinya, karena prodak dari perusahaan mereka pun turut serta kedalam prodak yang mengikuti event besar-besaran di mall Metro.
Setibanya di ruangan meeting yang sangat luas dan terdiri dari banyak ya kursi-kursi dan meja, Liam mulai melihat ke kanan dan kirinya untuk mencari keberadaan Ameera, entah apa tujuannya ingin sekali melihat Ameera.
Rupanya Ameera baru saja tiba dan berjalan melewati Liam begitu saja.
"Meera!" panggil Tifanny.
Otomatis Ameera dan Xander pun menengok kearah suara.
"Fanny!"
Fanny pun menarik tangan Liam untuk menghampiri Ameera dan Xander.
Dalam hati Xander sebenarnya dia tidak begitu suka bertemu lagi dengan Tifanny, selain orangnya sangat agresif Xander juga risih karena Tifanny selama ini terus menerus mengirimkan pesan padanya meskipun tidak pernah Xander balas.
"Eh ada Tuan Xander juga, Tuan kau apa kabar pesanku tidak kau balas-balas apa kau sibuk?"
Ameera dan Liam pun saling melirik lalu kemudian Ameera buru-buru mengalihkan pandangannya, dan disambut senyum mengembang dibibir Liam.
Tersenyum lah sebelum tersenyum itu dilarang 😅
Ini Visual Xander ya, dia seumuran Liam tapi mukanya emang lebih dewasa karena hidupnya selalu serius, cuma satu yang Xander belum seriusin yaitu hubungan dia sama othor.wkwkwk
__ADS_1