
Keduanya tertawa kecil karena Xander bahkan mengajak Ameera berdansa lalu berputar-putar sampai kepala keduanya merasakan pusing.
"Maaf Ra, aku terlalu bahagia terimakasih sayang aku berjanji akan selalu mencintaimu dan aku berjanji kesetiaan ku hanya untukmu!" ujar Xander yang tak mau Ameera sedikit pun merasakan keraguan dihatinya.
"Iya Xand, aku juga akan melakukan hal yang sama!"
"Baiklah, weekend ini aku akan memperkenalkan mu pada orangtuaku kau mau kan?"
"Tapi, apa tidak terlalu terburu-buru, kita kan baru resmi berpacaran?"
"Tentu saja tidak, lagipula kita sudah cukup lama saling mengenal, Ra aku tidak mau kehilangan mu aku ingin menjadikan mu istri ku!"
Wanita mana yang tidak tersentuh hatinya bila diyakinkan sepenuh hati oleh seorang laki-laki, tentu saja Ameera pun bahagia mendengar semua kalimat yang terlontar dari bibir Xander, dia benar-benar pria yang baik dan tidak pernah sekalipun mengucapkan kata-kata yang melukai hatinya.
"Bagaimana jika weekend ini aku dulu yang memperkenalkan mu pada orangtua ku, baru setelahnya aku yang kau kenalkan pada orangtua mu?"
"Baiklah jika itu yang membuat mu bahagia itu yang kau mau, aku pasti akan menurutinya!"
Xander pun kembali memeluk Ameera. Mungkin memang sudah saatnya membuka lembaran baru bersama dengan Xander.
Rupanya hubungan antara Ameera dengan Xander telah sampai ke telinga orangtua Liam, momy Britney sebenarnya sangat sedih mendengar dari momy Joanna bahwa kemarin Ameera memperkenalkan Xander sebagai kekasihnya.
Momy Britney pun menelpon Liam untuk memberitahukan hubungan Ameera dengan Xander yang sudah semakin serius.
Saat ini Liam tengah mengelola salah satu perusahaan milik group Limson yang berada di Jerman, saat jam makan siang momy Britney memang sering meneleponnya begitu juga siang ini handphone Liam tampak berdering, segera Liam tinggalkan sejenak pekerjaannya untuk mengangkat telepon masuk dari ibunya.
"Halo mom,"
"Halo Am," dengan suara lesu.
"Kenapa suara momy tumben lesu begitu?"
"Tidak apa-apa kau sudah makan?"
"Belum, baru saja selesai dengan pekerjaan ku! Cerita lah, apa suami mu yang membuat mu sedih begini?"
"Suami ku itu ayah mu sendiri Am, pertanyaan mu itu aneh-aneh saja!"
"Nah gitu dong ngomel, momy tidak cocok bersedih begitu,"
"Am,"
"Iya, katakan lah jangan buat aku penasaran,".
__ADS_1
"Tadi pagi momy mendapatkan telepon dari momy Joa,"
"Iya, lalu ada apa dengan momy Joa?"
"Momy Joa tidak apa-apa, hanya saja Ameera datang berkunjung libur kemarin tapi kali ini dia tidak sendiri!"
"Tidak sendiri, maksud momy Ameera datang dengan Xander?"
"Iya, tapi kali ini Ameera memperkenalkan Xander sebagai kekasihnya pada momy Joa dan Dady El! Momy sedih sekali, ternyata Ameera sangat serius melupakan mu dan ingin memulai kembali hidupnya dengan orang baru,"
Mendengar hal itu hati Liam rasanya sesak sekali, rasanya ingin sekali dia menangis dan memohon-mohon pada Ameera untuk tidak bersama dengan laki-laki lain, tapi itu percuma saja karena Ameera sudah memutuskan untuk hidup bersama dengan Xander.
"Am, kau masih mendengar momy kan?"
"Iya mom,"
"Kenapa reaksi mu biasa saja si Am? Apa kau tidak sedih mendengar berita ini? Atau kau juga memang sudah memiliki kekasih di sana?"
"Tidak mom,"
"Kalau kau memang tidak mau membuka hati untuk wanita lain, pulanglah lalu minta maaf pada Ameera mintalah dia untuk meninggalkan Xander dan kembali padamu! Ayolah Am, kau itu laki-laki tapi tidak ada usahanya sama sekali!"
"Aku tutup dulu teleponnya ya mom, mau makan siang dulu!" ujar Liam untuk mengakhiri pembicaraan tentang Ameera, karena rasanya terlalu sakit mendengar terlalu banyak lagi antara Ameera dengan Xander.
"Secepat ini kau membuka hatimu untuk laki-laki lain, Ra? Aku tidak akan membiarkan mu menjadi milik orang lain, tidak akan pernah!"
Sementara itu hubungan Ameera dengan Xander semakin berjalan mulus tanpa hambatan, kini sudah saatnya Xander akan memperkenalkan Ameera pada orangtuanya
Orang tua Xander adalah pengusaha terpandang dan keduanya sudah diberitahu oleh Xander untuk membatalkan apapun kegiatan keduanya diluar rumah karena, Xander akan membawa Ameera dan mengenalkannya sebagai calon istri.
Tentu saja kedua orang tua Xander sangat antusias bahkan sampai menunda pertemuan penting mereka, demi bertemu dengan calon istri anaknya itu.
Mobil Xander tiba di halaman rumahnya, dan Ameera pun sudah keringat dingin karena benar-benar gerogi dikenalkan pada orang tua Xander yang dia tau keduanya bukan orang sembarangan.
"Ra, kau rilex saja orangtuaku sangat senang ketika memberitahukan mu akan datang hari ini!"
"Tapi Xand, aku takut salah bicara dihadapan orangtua mu,"
"Untuk apa takut? Kan ada aku Ra, ayo turun!"
Ameera dan Xander turun dari mobil keduanya bergandengan tangan masuk ke rumah mewah milik keluarga Xander. Ameera tidak busa berkata-kata melihat sekeliling rumah Xander yang sangat mewah dan luas sekali.
Tiba di ruang tamu dengan sofa-sofa besar didalamnya! Ruang tamu itu mungkin lah luasnya setara dengan satu rumah milik orangtua Ameera.
__ADS_1
Terlihat kedua orang tua Xander yang sudah duduk di ruang tamu dan tersenyum kearah datangnya Xander dengan Ameera.
Dihampirinya Ameera oleh ibunya Xander yang berpenampilan bak super model, meskipun sudah tua tapi tetap berpakaian super mewah.
"Kau pasti Ameera kan?"
"Iya Bi, halo apa kabar Paman dan Bibi?"
"Baik Ameera, ternyata kau jauh lebih cantik dari difoto yang ditunjukkan oleh Xander! Ayo duduk,"
Ameera pun merasa lega orang tua Xander menyambutnya dengan baik. Terlebih dahulu mereka meminum minuman yang sudah tersedia diatas meja sebelum akhirnya memulai pembicaraan.
"Orang tua mu bergerak di perusahaan apa Ameera?"
Sebuah pertanyaan dari Ibunya Xander yang membuat Ameera kesulitan untuk menjawabnya! Rupanya Xander belum bercerita apapun tentang latar belakang Ameera.
"Mom, penting kah itu?" ujar Xander.
"Memang tidak terlalu penting, tapi kan momy ingin mengenal Ameera lebih dekat lagi dan nantinya toh momy dan Dady akan bertemu kan dengan orang tua Ameera, siapa tau momy dan orangtua Ameera sudah pernah menjalin bisnis bersama!"
"Benar yang momy mu itu bilang Xand, siapa tau kamu sudah saling mengenal!"
Dari sini Ameera tidak berniat sama sekali untuk menutup-nutupi jati dirinya.
"Orangtuaku bangkrut beberapa tahun kebelakang ini, dan hidup kami tidak sebaik dulu!"
"Apa, bangkrut? Lalu sekarang orangtuamu memulai bisnis baru kah?" tanya Ibunya Xander.
"Tidak Bi, orang tua ku membuka rumah makan kecil dipinggiran kota juga tinggal didekat sana!"
Kedua bola mata orang tua Xander langsung memutar mendengar pengakuan Ameera tentang orangtuanya.
"Astaga Ra tidak perlu dijelaskan begitu detail pada orangtuaku," ujar Xander.
"Orang tua mu bangkrut dan mereka hanya memiliki rumah makan kecil dipinggiran kota? Kau serius Ameera?" tanya Ayahnya Xander.
"Iya, tapi aku bangga pada mereka karena diusia mereka yang tidak muda lagi dengan masalah sebanyak itu mereka masih bersama-sama untuk survive,"
"Survive kau bilang?"
Ckckckck...
Ibu dan ayahnya Xander tertawa kecil mendengar perkataan Ameera.
__ADS_1