
"Apa aku tidak salah liat? Sepertinya Liam baru saja tersenyum, tersenyum kenapa dia?" dalam hati Ameera.
Sejak tadi Tifanny terus saja berbicara dengan Xander padahal kepala Xander sudah pening dibuatnya, suara Tifanny yang cempreng memenuhi gendang telinga Xander.
Seorang staf dari mall Metro pun memberikan arahan untuk para tamu duduk dikursi yang sudah dipersilahkan, baru saja Xander duduk lalu menepuk-nepuk kursi disampingnya untuk Ameera duduk, malah Fanny yang datang menyerobot dan duduk disamping Xander.
Kedua mata Xander pun terbelalak melihat dengan percaya dirinya Fanny duduk disampingnya! Ameera pun hanya tersenyum melihat tingkah Fanny yang sedang berusaha keras bisa dekat dan akrab dengan Xander.
Ameera duduk disamping Fanny dan Liam duduk disamping Ameera. Duduk bersampingan dengan Liam seperti sekarang ini membuat Ameera sungguh tidak nyaman, apalagi terlihat dari bagian pelipis mata Ameera, Liam terus menatap wajahnya.
Liam merasa senang sekali bisa duduk disamping Ameera seperti sekarang ini, meski tak sekalipun Ameera mengajaknya bicara atau sekedar menatapnya tapi begini saja sudah cukup membuat hati Liam berbunga-bunga.
Meeting pun dimulai, dan owner dari mall Metro sudah berdiri dihadapan para tamu undangan untuk mulai mempresentasikan tentang event yang akan diselenggarakan oleh mall Metro empat Minggu kedepan.
Dalam rangka menyambut natal dan tahun baru, kedepannya Liam dan Ameera pasti akan sering bertemu mengingat prodak dari perusahaan keduanya selalu terlibat dalam berbagai event dan di mall yang berbeda-beda!
Libur natal dan tahun baru adalah momen dimana orang-orang akan berbondong-bondong untuk berbelanja dan mempercantik dirinya dengan pakaian dan skincare agar terlihat semakin cantik! Untuk itu semua mall pastilah berbondong-bondong mengadakan event besar-besaran yang akan melibatkan banyak brand nantinya.
Terlihat Ameera hanya fokus ke layar infokus dihadapannya sambil mendengarkan pembicara didepan menjelaskan beberapa point penting, Ameera mencatat beberapa point penting agar tidak lupa nantinya.
Namun sialnya bolpoin Ameera kehabisan tinta, terlihat Ameera mencoba menggoyangkan bolpoin itu agar sisa-sisa tintanya bisa keluar! Satu tangan Liam mengambil bolpoin didalam saku jas depannya, lalu di sodorkannya pada Ameera.
Meskipun tatapan kedua mata Liam fokus kedepan layar, tapi tangannya menyodorkan bolpoin tersebut kehadapan Ameera, seketika Ameera mengangkat wajahnya dan menatap wajah Liam.
Liam pun malah berbalas menatap wajah Ameera.
"Tidak mau ambil bolpoinnya?"
Ditatap balik oleh Liam membuat Ameera langsung memalingkan wajahnya, lalu buru-buru mengambil bolpoin dari tangan Liam.
Liam pun mendekat lalu berbisik ditelinga Ameera.
"Jangan lupa dikembalikan," bisiknya.
Ameera hanya diam tak menjawab dan kembali mencatat materi meeting! Xander yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara Liam dengan Ameera, langsung tidak nyaman bila Ameera berlama-lama didekat Liam.
Liam pun beranjak, karena merasa perlu ke toilet! Dan Ameera hanya menatap kepergian Liam dari sisinya, melihat Liam pergi meninggalkan tempat duduknya Xander langsung menyusul Liam.
__ADS_1
Daripada duduk terus menerus didekat Fanny, bisa-bisa gendang telinga Xander jebol karena wanita itu tidak sedetikpun berhenti bicara! Selalu saja ada yang dia bicarakan pada Xander.
Setibanya di toilet laki-laki, Liam pun mengeluarkan lobak import miliknya karena sejak tadi sudah kebelet! Dan diikuti boleh Xander yang berada disampingnya.
"Kenapa menyusul ku?"
"Masalah kah?"
"Mau adu seberapa besar lobak mu dengan lobak ku?" sinis Liam.
Xander menyunggingkan senyuman sinis pada Liam.
"Berhenti mengganggu Ameera, biarkan dia bahagia bersamaku!"
"Mengganggu? Ameera atau kau yang merasa terganggu?" Liam menaikkan resletingnya lalu beranjak menuju wastafel untuk mencuci tangan.
"Ameera dan aku adalah satu paket, jika dia terganggu maka aku pun terganggu!"
"Aku lihat Ameera sama sekali tidak terganggu oleh ku!" ujar Liam.
"Jika memang Ameera tidak nyaman, dia bisa pindah tempat duduk ke kursi didepan! Ada banyak yang kosong, tapi itu tidak dia lakukan kau tau kenapa? Karena dia masih mencintai ku dan gawatnya lagi aku juga sudah mencintainya!"
Liam tersenyum lalu menepuk pundak Xander.
"Apa kau sadar, kau bersikap begini hanya akan membuat Ameera kembali terluka! Kau sudah menyakiti hati Ameera hingga dia trauma, jadi aku peringatkan padamu jangan coba-coba mendekati Ameera lagi!"
"Aku tidak akan berusaha mendekatinya, tapi ketika aku kebetulan dekat dengannya maka itu bukan lagi ranah ku, tapi itulah cara Tuhan mendekatkan kami kembali!" setelah mengatakan itu Liam pergi meninggalkan Xander.
Liam kembali duduk disamping Ameera dan tanpa diduga, Xander menarik tangan Ameera dari tempat duduknya mengajak pindah ke bangku depan. Ameera pun hanya pasrah menurut mengikuti Xander berpindah tempat duduk.
Kini Ameera duduk membelakangi Liam yang berada dibelakangnya. Liam pun tidak menghalangi Ameera berpindah tempat duduk, karena dia sudah tidak ada lagi hak untuk itu.
"Kenapa Tuan Xander pindah tempat duduknya? Apa dia tidak nyaman berada di dekat ku?"
"Siapapun tidak akan nyaman jika kau terus saja bicara tanpa henti," kata Liam.
Ckckckck...
__ADS_1
"Aku kan sedang berusaha akrab dengannya bos,"
"Kau dan Ameera tidak terlihat tegur-teguran, apa begitu ya jika pasangan suami istri bercerai maka akan seperti orang asing saling acuh?
"Kau ingin tau?"
"Hmm,"
"Kalau begitu cobalah menikah lalu bercerai kemudian,"
"Ye, dasar kau ini doa mu padaku jelek sekali si Am!" kesal Tifanny.
Meeting telah selesai, terlihat Xander sedang berbincang-bincang dengan beberapa rekannya! Dan Liam pun sudah berjalan hendak meninggalkan aula, sementara Tifanny pergi ke toilet.
Melihat Liam yang sudah mau meninggalkan aula, Ameera pun bergegas menghampirinya.
"Liam!" panggil Ameera.
Tapi yang Liam lakukan adalah terus berjalan berpura-pura tidak mendengar Ameera memanggilnya.
Ameera pun berlari kecil untuk mengejar Liam yang tidak mau berhenti.
"Am, tunggu!"
Diluar dugaan alih-alih Ameera akan menahan tangannya, tapi ternyata Ameera malah menarik jas bagian bawah Liam. Akhirnya Liam berhenti, lalu memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Ameera.
Ditatapnya Ameera oleh Liam membuat Ameera buru-buru menyodorkan bolpoin yang tadi dipinjamkan oleh Liam padanya.
"Ini bolpoin mu, terimakasih sudah meminjamkan,"
"Buang saja!" setelah mengatakan itu Liam melanjutkan langkah kakinya untuk pergi meninggalkan aula.
Ameera pun mendengus kesal, kalau tau bolpoin ini tidak dia harapkan untuk dikembalikan! Lalu untuk apa tadi menyuruh Ameera mengembalikannya.
Pengen ngabsen banyakan tim Xander, Charles, atau Liam nih???
Jangan lupa dukungannya, karena diakhir bulan ada give away untuk 5 orang pemenang, dan rangking 1, 2, 3, biasannya yang rajin kasih like, komen, vote atau hadiah setau maak.
__ADS_1