
Sembilan bulan kemudian, kabar tentang Ameera yang hari ini sudah dilarikan ke rumah sakit karena akan segera melahirkan, diketahui Xander melalui akun media sosial keluarga group Limson.
Xander yang sudah enam bulan terakhir ini sudah bekerja disalah satu perusahaan cukup besar sebagai manager keuangan, sangat antusias mengorek informasi lebih lanjut agar mengetahui dimana rumah sakit tempat Ameera melahirkan saat ini, kebetulan hari ini Xander bisa pulang sore hari sehingga setelah mencari tau tentang keberadaan Ameera maka Xander akan pergi ke rumah sakit tersebut.
Di ruangan bersalin, Ameera sedang berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan buah hati pertamanya, dengan ditemani oleh Liam yang setia menggenggam erat tangan Ameera.
Orang tua Ameera dan orangtua Liam pun tak kalah harap-harap cemas menantikan cucu pertama bagi mereka, apalagi mereka tidak bisa ikut kedalam ruangan bersalin semua hanya ada Liam yang menemani Ameera dalam proses persalinannya.
Dan yang lain menunggu diluar ruangan, kebetulan sanak saudara yang lain belum bisa hadir untuk mendampingi proses kelahiran cicit keluarga group Limson itu, mereka masing-masing memiliki kesibukan yang tidak bisa ditunda.
Hingga kecemasan para orangtua pun berakhir setelah terdengar suara tangisan bayi, Ameera berhasil melahirkan secara normal dan menikmati semua prosesnya tanpa mengeluh sama sekali.
Kini semua rasa sakit saat kontraksi yang begitu hebat, bisa terbayarkan dengan lahirnya seorang bayi laki-laki yang tampannya malah mirip dengan Paman dari Liam yaitu Paman Domanick, tapi tidak apa-apa bayi laki-laki lahir dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun sudah menjadi kebahagiaan bagi keluarga group Limson, terserah mau mirip dengan mendiang Tuan Lan, ataupun mirip dengan Paman ayahnya pun tidak masalah.
Setelah Ameera dipindahkan ke ruangan perawatan biasa, barulah orangtua Liam dan Ameera bisa ikut masuk kedalam dan menemani, salah seorang perawat pun datang untuk memberikan bayi laki-laki itu untuk mendapatkan asi pertamanya.
"Cucuku!" mereka langsung berebutan tapi sayangnya Ameera lah yang berhak menggendongnya lebih dulu karena bayi itu pun sepertinya sudah kelaparan meminta asi.
Sambil diberikan ASI, momy Britney malah salah fokus dengan wajah cucunya itu karena sangat mirip sekali dengan foto Domanick saat dia bayi.
"Am lihat, kenapa anakmu tidak mirip denganmu, malah mirip dengan Paman mu!"
"Apa benar begitu mom? Wajah Paman Nick saat bayi seperti anakku itu? Rasanya terlalu tampan,"
"Husss, kalau Paman mu mendengar bisa-bisa kau dibanting ke lantai mengatakan saat bayi dia terlalu tampan,"
Ckckckck..
"Kenapa tidak mirip dengan kakeknya sendiri saja jagoan ini?" Dady Daniel sendiri berharap jika bayi itu akan mirip dengannya.
__ADS_1
"Yah, rupanya kita tidak beruntung mungkin next cucu kita berikutnya akan mirip dengan salah satu diantara kita Niel,"
Ckckckck...
Dady El dan Dady Daniel malah tertawa sementara Ameera yang masih merasa linu dan masih merasakan bagaimana saat-saat melahirkan itu, bergidik merinding jika harus kembali hamil dalam waktu dekat tentu saja Ameera tidak mau dulu.
Saat sedang asik mengobrol-ngobrol tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan perawatan Ameera, Liam pun membukakan pintu.
Rupanya Xander datang dengan membawa buah-buahan ditangannya.
"Hai Am, apa kabar?"
"Baik, kau kesini untuk melihat Ameera?"
"Tentu saja, memangnya yang melahirkan kau bukan Ameera?"
Xander sudah terlihat jauh lebih fresh dan sudah bersemangat kembali, sangat berbeda dengan dulu ketika awal-awal ditinggalkan oleh Tiffany.
"Waw baby boy, selamat Ra kau sudah menjadi seorang Ibu sekarang dan kau Am kau adalah ayah yang hebat!"
"Terimakasih sudah datang Xand,"
"Kau datang sendirian Xand?" tanya Momy Joanna.
"Iya Bi, aku datang sendirian,"
"Kau ditinggalkan oleh Fany tidak menikah lagi Xand, oh my God kau benar-benar laki-laki setia!" timpal Mony Britney.
Perkataan Momy Britney benar-benar terlalu to the point sehingga disenggol oleh Dady Daniel, tapi Xander tidak keberatan dengan pernyataan Momy Britney karena memang itulah kenyataannya.
__ADS_1
Setelah memberikan buah-buahan dan bercerita sedikit tentang pekerjaannya sekarang, Liam pun merasa sangat salut sejauh ini Xander menata hidupnya dengan sangat baik sehingga dia bahkan sudah bekerja di perusahaan besar lagi.
"Aku ikut senang dengan pekerjaan mu sekarang Xand,"
"Ya meskipun dulu aku bekerja di perusahaan ku sendiri tapi sekarang di perusahaan orang lain, tapi setidaknya mereka menghargai ijazah ku dan menempatkan aku dibagian yang cukup penting!"
Tok.
Tok.
Tok.
Kembali ada yang mengetuk pintu, kali ini Dady El lah yang membukakan pintu masuk.
"Hai, kau temannya Ameera kan? Kalau tidak salah, mantan istri Xander?"
Semua orang pun menoleh kearah pintu dan benar ternyata Tiffany yang datang sambil menggendong Claire yang saat ini sudah menginjak usia satu tahun.
Tepat sudah pemikiran Xander kali ini, dia sudah menduga bahwa Tiffany akan datang dan beruntungnya ternyata semesta merestuinya untuk kembali bertemu dengan Tiffany.
"Masuk Fan," kata momy Joanna.
Tiffany pun melangkah masuk dan langsung terkejut ketika melihat kearah sofa yang berada dipojok kiri, disana ada Liam dan Xander.
Rasanya ingin kembali melangkah mundur tapi itu tidak mungkin, apa kata semua orang yang berada disini jika hanya gara-gara ada Xander, Tiffany batal melihat baby-nya Ameera dan Liam.
"Fan, aku sangat-sangat merindukan mu!"
"Selamat ya Ra, waw Claire punya adik nih tuh lihat adik bayinya laki-laki tampan sekali!"
__ADS_1
Tanpa menoleh sedikitpun kearah Xander padahal Xander sudah berdiri hendak menghampiri Tiffany dan anaknya, semua orang yang berada didalam ruangan pun ikut bingung harus bagaimana dengan situasi Tiffany dan Xander ditengah-tengah mereka.