
Ketika mengantar pulang Ameera ke mess, Xander mampir terlebih dahulu untuk sekedar minum kopi hangat.
"Ra, weekend ini kau ada acara tidak?"
"Aku mau pulang ke rumah orangtuaku Xand, ada apa?"
"Kalau begitu biar aku antar,"
"Tidak perlu, Charles akan datang menjemput ku sekalian karena ayah dan ibunya kan teman dekat momy dan Dady ku jadi kami akan pergi sama-sama,"
"Oh begitu rupanya, sayang sekali padahal aku ingin menghabiskan weekend ku denganmu,"
Sebenarnya Ameera merasa tidak nyaman setiap kali berada didekat Xander, entah kenapa meskipun Xander sudah sangat baik terhadapnya tapi rasanya sulit sekali menumbuhkan rasa cinta pada Xander. Padahal bila cinta itu tumbuh, pastilah Ameera akan menjadi wanita yang paling bahagia karena begitu dicintai oleh Xander.
Mungkin Ameera harus sedikit lebih bersabar untuk pelan-pelan terbiasa dulu dengan kehadiran Xander, barulah setelahnya Ameera akan mencoba mau berkencan dengan Xander.
Sabtu ini sesuai janji Charles pada Ameera, akhirnya Charles dan orangutannya menjemput Ameera di mess dan mereka akan pergi bersama untuk berkunjung ke rumah Ameera.
"Bibi Feli, kau apa kabar bi?"
"Baik sayang, Ra kau semakin cantik saja! Bibi iri sekali dengan kecantikan mu, dulu momy mu tidak begitu cantik tapi kau kenapa terlahir secantik ini?"
"Ah bibi Feli bisa saja!"
Bibi Felicia adalah ibu dari Charles, bibi Feli merupakan sahabat momy Britney dan momy Joanna sejak ketiganya kecil dan hingga saat ini.
"Hei princess," goda Charles.
"Hai pangeran,"
"Let's go Ra, aku sudah tidak sabar kita berkumpul bersama!"
Paman Reymond pun tersenyum padaku, dia adalah suami dari bibi Felicia dulu juga Paman Reymond sempat menjalin hubungan dengan momy Britney tapi kandas dan akhirnya Paman Reymond dan bibi Felicia memutuskan menikah.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Ameera dan yang lainnya tiba di kediaman Momy Joanna dan Dady El.
Terlihat sudah ada satu mobil yang terparkir, sepertinya Ameera familiar dengan mobil tersebut.
Benar saja, momy Britney dan Dady Daniel ternyata ada disini juga. Mereka pun turun dari mobil dan langsung disambut suka cita oleh Dady El dan momy Joa serta orangtua dari Liam.
Ameera kembali dikejutkan karena ternyata ada Liam juga di rumah ini, sebenarnya tidka nyaman sekali kenapa Liam harus ikut orangtuanya kesini.
Para orangtua berbincang-bincang dan tertawa-tawa di gazebo yang terletak dibelakang rumah, sementara Ameera dan Charles memilih untuk menonton film bersama sambil ngemil pop corn bersama di ruangan televisi.
__ADS_1
Sejak tadi tidak terlihat Liam laki-laki itu entah kemana. Dan Ameera sesekali melirik untuk mengetahui keberadaannya.
"Ra bagaimana pekerjaan mu?"
"Ya lumayan melelahkan tapi Xander banyak memberikan bantuan untuk ku,"
"Bos mu itu masih suka genit ya?"
"Genit? Memang itu bisa dibilang genit Char?"
"Tentu saja genit, aku tidak suka padanya Ra bagiku dia terlihat terlalu memaksakan sudah tau kau baru cerai tapi dia sangat tidak sabaran menurut ku,"
"Mungkin iya, tapi aku suka kok!"
"Hah? Kau suka pada Xander? Ra apa kau akan menikah dengannya?" Charles benar-benar terkejut dan patah hati.
"Mungkin iya," Ameera tertawa kecil melihat wajah cemburu Charles.
Tiba-tiba Liam duduk disamping Ameera, saat ini posisi Ameera berada ditengah-tengah! Tangan Liam langsung merogoh pop corn yang wadahnya dipegangi oleh Ameera.
"Hei Am, lebih baik kau tidak duduk disini kau sungguh mengganggu kencan kami!"
"Kalau kau mau kencan, kencan saja tidak usah hiraukan aku!" ucap Liam dengan santai.
Tanpa berkata apapun lagi Liam fokus menonton acara film dihadapannya, sambil tangannya sesekali mengambil pop corn,. Ameera pun berpura-pura untuk fokus juga pada film padahal dia sangat tidak suka Liam bergabung disini.
Rasanya masih sakit dengan perlakuan dan kata-kata Liam dulu, apalagi pada saat Liam dengan lantang mengatakan ingin menceraikannya. Hati Ameera kembali teringat akan masa-masa suram itu ketika melihat wajah Liam.
Ketika satu tangan Ameera masuk ke wadah pop corn dengan maksud untuk mengambil pop corn tangan Liam pun masuk kedalam wadah tersebut, hingga tangan keduanya tak sengaja bersentuhan.
Ameera langsung buru-buru melepaskan tangannya dari sana, dan memberikan wadah pop corn itu pada Charles.
"Aku ke kamar dulu Char,"
Setelah merasa sangat tidak nyaman dengan keberadaan Liam, buru-buru Ameera pergi dari ruangan televisi. Membuat Charles kesal karena ini semua gara-gara Liam.
"Sudah ku bilang kan kau jangan ikut menonton film, Ameera pasti tidak suka kau ada disini! Tidak tau diri sekali,"
"Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan ikut menonton lagi!" Liam berdiri lalu pergi meninggalkan Charles seorang diri.
Ameera memilih merenung didalam kamarnya dibandingkan harus melihat wajah Liam, kenapa akhir-akhir ini selalu ada Liam disetiap hal yang Ameera lakukan.
Sambil berdiri didepan jendela kamar, Ameera mengusap kasar wajahnya! Terdengar suara pintu terbuka lalu tertutup kembali.
__ADS_1
Suara langkah kaki dari seseorang yang tidak Ameera ketahui semakin mendekat kearahnya.
"Kau tidak nyaman aku disini?" suara berat dari seorang laki-laki yang tentu saja Ameera tau itu Liam.
Tanpa menoleh Ameera hendak pergi dari dalam kamarnya karena Liam masuk kesini, tapi satu tangan Ameera dicekal oleh Liam.
"Jawab saja, tidak perlu menghindar!"
"Kau tentu jawabannya, aku sangat tidak nyaman dengan kehadiran mu,"
Dihempasnya tangan Liam yang tadi menahan satu tangannya, kemudian Ameera melangkah untuk keluar dari dalam kamarnya! Tapi Liam menyerobot langkah kaki Ameera lalu mengunci pintu kamar itu.
Tentu saja itu membuat kemarahan Ameera menjadi semakin bertambah. Terlihat Liam memasukkan kunci itu kedalam saku celananya.
"Apa-apaan kau? Berikan kuncinya!"
"Ambil saja jika kau bisa,"
"Aku tidak mau menyentuh mu!" ujar Ameera.
"Kenapa?"
"Kau sudah tau jawabannya, aku tidak suka melihat mu, menyentuh mu, aku tidak suka kau terus membayangi hidup ku!"
"Apa membuat mu bahagia? Tidak pernah lagi bertemu denganku, apa kau akan sangat bahagia?"
Liam mendekat dan menatap wajah Ameera dengan intens, tetapi Ameera tak sekalipun menatap wajah Liam. Diraihnya dagu Ameera oleh satu tangan Liam.
"Lihat aku dan katakan apa kau tidak ingin melihat ku lagi?"
Ameera kekeh tidak mau menatap wajah Liam, semakin Ameera tidak memberikan jawabannya semakin Liam ingin mengetahui perasaan yang sebenarnya dari dalam hati Ameera yang paling dalam.
Liam meraih pinggul Ameera lalu satu tangannya menyentuh bibir Ameera.
"Lihat mataku Ra dan katakan jika memang kau tidak mau melihat wajah ku lagi?" dengan suara bergetar Liam menanyakan hal itu pada Ameera.
Liam memandangi wajah Ameera, bibir berwarna merah muda itu tampak seksi dan mengga i rah kan. Harapan Liam saat ini hanya satu, Ameera mau menjawab pertanyaannya dengan mengatakan bahwa dia tidak keberatan dengan kehadiran Liam.
Liam Uda kaya si Ojan, tatap mata Ojan😃 katakan saja Ameera kalau memang kamu tidak mau Liam terus mengganggu mu, biar itu cowok minggat dari hidup mu selamanya.
Btw ada yang masih ingat Felicia sama Reymond engga? Orangtua dari Charles, yang dulunya sahabat Britney.
__ADS_1