
Liam pun langsung menaruh gelas berisi minuman beralkohol itu begitu mendengar dari laki-laki asing yang duduk disampingnya bahwa dia memiliki buku diary Ambeera!
"Kenapa buku diary istriku bisa ada padamu?" dengan suara berat.
"Tenang bung! Lebih tepatnya itu diary yang sudah dibuang oleh Amber, dan aku memungutnya, tapi apapun alasan Amber membuangnya diary itu tetap akan aku berikan padamu!" Hansel mengeluarkan kartu nama dari saku jas miliknya lalu diletakkannya diatas meja.
Saat ini Liam masih tidak mengerti kenapa Hansel memiliki buku diary Amber, siapa dia sebenarnya?
"Datang saja ke rumah ku atau kau bisa datang ke tempat kerja ku dan ambil sendiri!" setelah mengatakan itu Hansel pergi meninggalkan Liam kembali seorang diri.
Dilihatnya kartu nama Hansel oleh Liam lalu dimasukannya kedalam saku celana, walaupun itu hanya buku diary tapi barang apapun peninggalan Amber pastilah sangat berharga untuk Liam jadi dia pasti akan mengambil buku diary itu.
Puas dengan mabuk-mabukan Liam akhirnya pulang ke rumahnya! Pertama kali membuka pintu Liam menghembuskan nafas panjangnya, Liam berjalan menuju ruang makan dan melihat seorang pelayan baru saja selesai menyajikan hidangan makan malam untuknya.
Entah kenapa isi dalam kepalanya justru wajah Ameera yang sedang menyajikan hidangan makan malam diatas meja itu, tapi begitu Liam berkedip wajah itu kembali sebagai wajah pelayan di rumahnya. Ketika ada Ameera tugas pelayan disini hanyalah bersih-bersih dan Ameera memasak.
Sejak kecil Ameera sudah gemar berada di dapur membantu momy Joanna memasak, jadi setelah menikah pun dia lebih suka memasak sendiri untuk apalagi itu untuk suaminya.
Liam langsung menggelengkan kepalanya untuk menepis bayangan Ameera didalam dapur! Dia bergegas meninggalkan dapur untuk menuju ke kamarnya, tapi melewati kamar yang biasanya ditempati oleh Ameera membuat Liam melangkah masuk kedalam kamar itu.
Kini tidak lagi sosok Ameera didalam kamar ini, rumah terasa sangat sepi dan tiba-tiba Liam sangat ingin melihat wajah Ameera. Tak ingin berlarut-larut akan perasaan yang dia sendiri tidak mengerti ini perasaan apa, Liam menutup pintu kamar itu dan melanjutkan berjalan menuju kamarnya.
Keesokan harinya seperti biasa Ameera bekerja dengan giat dan mendampingi Xander meeting ke sana kemari, dan tidak ada waktu untuk galau memikirkan masalah pribadinya! Xander memang sengaja membuat Ameera sesibuk mungkin agar Ameera tidak lagi memikirkan Liam dan melupakan proses cerainya.
Di ruangan Xander, Ameera tengah duduk disofa sambil mempelajari bahan untuk presentasi nanti sore.
"Ekhem,"
Otomatis Ameera pun mengangkat wajahnya.
"Tuan butuh sesuatu?"
"Kau ada acara nanti malam?"
"Sepertinya begitu,"
"Oh ya? Bertemu mantan suami mu?"
"Bukan Tuan, Charles akan datang berkunjung ke mes ini sekalian dia membawa makanan yang disiapkan oleh orangtuaku!"
"Kalau begitu kau akan kedatangan banyak makanan?"
__ADS_1
"Tentu saja!"
"Apa boleh aku menumpang makan di mes mu?"
"Hah? Seorang CEO apa harus menumpang makan pada rakyat jelata seperti ku?"
"Apa tidak boleh? Kau lebih memilih makanan banyak itu terbuang, dibandingkan untuk mengisi perut bos mu?"
"Baiklah, makan bertiga pasti seru,"
Xander pun tersenyum senang, enak saja pikirnya Charles mau mencoba menyalipnya! Tidak akan pernah Xander memberikan ruang sekecil lubang semut sekalipun bagi Charles atau siapapun yang akan mendekati Ameera.
Sore harinya Ameera pulang bersama dengan Xander, setelah sebelumnya Ameera mengirimkan share lokasi pada Charles! Rupanya Charles sudah sampai, entah dari kapan karena terlihat mobil Charles sudah berada di halaman mes.
Ameera dan Xander pun turun dari mobil, Charles yang sejak tadi menunggu didalam mobil langsung beringsut melihat Ameera dan Xander turun dari mobil! Charles mengira Ameera akan pulang sendiri, tapi ini apa? Xander benar-benar lawan tangguh untuknya.
Buru-buru Charles turun dari mobil, dan Ameera pun menghampiri Charles dengan antusias.
"Char, kau sudah sampai rupanya! Sudah lama?"
"Tidak kok baru saja," sambil melirik sinis kearah Xander.
Dalam hati Charles, tidak keberatan kepala mu!!! Jelas lah aku keberatan. Tapi semua itu tidak diungkapkan oleh Charles dia tidak mau Ameera terganggu dengan keberatannya.
"Oh tidak aku tidak keberatan lagi pula memang bagus menjalin hubungan baik antara bos dengan bawahannya!"
Akhirnya mereka bertiga naik ke lantai 2 dan masuk ke mes, Ameera nampak antusias membuka banyak ya masakan yang dibuat oleh orangtuanya.
"Wah momy dan Dady sampai membawakan aku makanan sebanyak ini,"
"Iya mereka takut kau terlalu sibuk kerja dan lupa makan!" ungkap Charles.
"Aku akan ambilkan piring dan gelas dulu, kalian tunggu disini dulu ya!"
"Oke," serempak Charles dan Xander.
Ditinggal ke dapur oleh Ameera membuat Charles tak lagi pura-pura dengan keberadaan Xander disini.
"CEO tapi kerjaannya mengikuti kemanapun anak buahnya yang sudah punya calon suami pergi," sindir Charles.
"Kau menyindir ku?"
__ADS_1
"Pake tanya lagi, harusnya kau sadar memangnya kau diundang disini,"
"Kau lupa aku pemilik perusahaan dan juga pemilik dari mes ini? Kau mau aku usir?"
"Wah ini nih apa nih sebutannya ya aku lupa, menghalalkan segala cara dan menggunakan jabatannya demi menindas kaum yang lemah,"
"Sudah tau lemah masih nekat bersaing denganku!" ungkap Xander.
"Meskipun aku lemah, tapi aku jauh lebih unggul darimu Tuan Xander,"
"Oh ya, lebih unggul darimu dalam hal apa coba sebutkan aku ingin tau apa lebih mu daripada aku?"
Ditanya seperti itu Charles mulai memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki penampilan Xander! Dari segi tinggi jelas Xander lebih tinggi darinya, dari segi tampan kelihatannya memang lebih tampan Xander, hampir semua bagian tubuh Xander dibandingkan dengan bagian tubuhnya sendiri.
Tapi sejak tadi tidak ada satupun dari diri Charles yang lebih unggul dari Xander.
"Tidak ada bukan?" tanya Xander.
"Meskipun kau jauh segalanya lebih unggul dariku, tapi aku tulus mencintai Ameera sejak lama!
Keduanya saling bertatapan sinis dan saling melotot tajam, tiba-tiba Ameera kembali dengan membawa piring dan gelas.
"O ow,, kalian baik-baik saja?"
Hahahah...
"Ya aku dan Xander ternyata cocok berteman kami mudah akrab bukan begitu Tuan Xander?"
"Hmm sepertinya!"
"Baguslah!" kata Ameera sambil duduk ditengah-tengah keduanya.
"Oh ya Ra, ini kata momy Joa baru sampai tadi pagi!" Charles menyerahkan sebuah amplop untuk Ameera.
Diterimanya amplop tersebut oleh Ameera, dan dibagian luar amplop itu jelas tertulis pengadilan. Jelas ini adalah panggilan sidang pertama untuk perceraiannya dengan Liam.
Mendadak Ameera pun menundukkan wajahnya, seperti luka yang belum kering tapi mendapatkan panggilan dari pengadilan membuat luka itu seperti disiram oleh air garam.
Sabar Ameera sayang, tapi pasti berat banget bercerai dari laki-laki yang kita cintai! Jangankan bercerai, putus dengan pacar aja bisa bikin nangis ya ga ya😂
Otw Janda perawan.
__ADS_1