
Malam ini Tiffany tidur disamping Xander walaupun Xander tidur sambil membelakanginya tapi bisa satu ranjang dengan pria yang dicintainya sudah membuat Tiffany merasa senang.
Pagi harinya tau-tau tangan Tiffany sudah melingkar dipinggang Xander.
"Ish, Fanny lepas!"
Sebenarnya Tiffany sudah bangun sejak tadi, hanya saja dia ingin melihat reaksi Xander jika dipeluknya seperti ini.
"Pagi Xand,"
"Siapa yang mengizinkan mu untuk memeluk ku seperti tadi?"
"Memang kenapa, aku kan ibu dari anakmu dan anak kita kok yang mau memeluk ayahnya!"
"Jangan selalu membawa kehamilan mu dalam perdebatan kita Fany!"
"Serius, buktinya aku tidak mual-mual lagi dengan memeluk mu seperti tadi!"
Diraihnya satu tangan Xander lalu ditaruhnya dibagian perut Tiffany.
"Memang belum terasa oleh kita pergerakan bayi kita didalam sini, tapi sering-seringlah mengusap perutku karena anak.kita bisa merasakannya!"
Jantung Xander benar-benar merasa berdebar-debar dia sangat bahagia sekali bisa menyentuh perut Tiffany dan merasakan calon anaknya didalam sana, hingga tanpa terasa Xander tersenyum mengembang.
Klek..
Pintu kamar dibuka oleh Ibunya Xander, dan betapa shocknya melihat Xander satu ranjang dengan Tiffany.
"Xand, apa-apaan kau ini? Kenapa wanita ini di kamarmu?"
"Iya mom, aku memutuskan untuk satu kamar dengan Fany, aku tidak mau sampai bayinya kenapa-kenapa jika tidur sendirian!"
"Ta-tapi Xand,"
"Pagi momy, namanya juga pengantin baru mom jadi ya mana mungkin tidur pisah kamar!"
"Xander, jangan bilang kalau kau melakukan itu lagi dengan wanita ini?"
"Tidak mom, aku tidak melakukan hal seperti itu! Kami hanya tidur, sudahlah aku mau mandi dulu!"
Segera Xander pergi menuju kamar mandi, dan Ibunya Xander pun menghampiri Ameera.
"Apa yang sudah kau lakukan pada anakku sehingga dia mau tidur satu ranjang denganmu?"
"Sekarang begini saja deh mom, memangnya momy mau tidur tidak seranjang dengan Dady?"
"Kau beraninya kau!" satu tangan Ibunya Xander sudah mengayun di udara.
"Momy mau menampar ku? Momy lupa ya kalau Liam sudah memperingatkan momy untuk menjaga sikap, jangan sampai perusahaan momy dibuat lenyap hancur lebur oleh group Limson!"
Kembali diingatkan akan ancaman dari Liam, Ibunya Xander langsung pergi terbirit-birit meninggalkan Tiffany.
"Dad, Dady!" berteriak.
__ADS_1
"Momy, ada apa teriak-teriak?"
"Dad, si Fany itu dia dekat dengan salah satu pewaris group Limson Dad, waktu itu momy pernah diancam oleh, siapa ya namanya aduh momy lupa pokoknya sekarang jadi suaminya Ameera!"
"Apa? Tiffany kenal dengan salah satu pewaris group Limson, lalu suami Ameera mengancam mu?"
"Iya, momy takut Dad!"
"Sudahlah mom, palingan itu hanya kebohongan belaka! Wanita gila itu memang pandai berbohong!"
"Tidak dad, ini sungguh nyata momy jadi takut Fany itu ngadu lalu perusahaan kita akan bernasib tragis seperti perusahaan lain yang memiliki masalah dengan group Limson!"
"Tenanglah mom, percaya pada Dady ini semua hanya ketakutan mu saja!"
8 bulan kemudian! Di salah satu rumah sakit, Tiffany sedang dalam proses bersalin secara normal, Tiffany merasa sangat mampu untuk melahirkan secara normal jadi dia meminta untuk melahirkan secara normal di rumah sakit ini.
Sementara Xander yang baru saja tiba di rumah sakit setelah mendapatkan telepon dari Ibunya, datang dengan terburu-buru.
"Mom, bagaimana?"
"Istrimu masih didalam, dia melahirkan secara normal Xand,"
"Apa? Bagaimana jika dia tidak bisa mom? Anakku dalam bahaya jika seperti ini!"
"Kau seperti tidak tau wanita gila itu saja, dia memaksa untuk melahirkan normal dan dengan percaya dirinya mengatakan kalau dia mampu!"
Mendengar Tiffany melahirkan secara normal, membuat Xander yang saat ini berada didepan ruangan bersalin, gelisah memikirkan nasib bayinya.
Tak lama kemudian Liam dan Ameera datang untuk melihat keadaan Tiffany begitu juga dengan Ayahnya Xander.
"Iya Ra, dia keras kepala sekali,"
"Kita yakin kok Tiffany bisa," kata Ameera.
Akhir-akhir ini hubungan Xander dengan Ameera memang sudah lebih membaik dari sebelumnya, sehingga Xander dan Ameera sudah biasa jika terlibat obrolan seperti sekarang ini.
Sejak tadi Ibunya Xander terus menyolk-nyolek Ayahnya Xander, dia ingin memberikan kode bahwa laki-laki itu yang bersama Ameera itu yang pernah mengancamnya dulu.
"Dad itu Dad!"
"Ikutlah denganku!" ayahnya Xander membawa Ibunya Xander untuk ikut mencari tempat lain.
Sementara Liam yang melihat gelagat aneh dari orangtuanya Xander, memutuskan untuk menyusul kemana mereka pergi.
Rupanya ayahnya Xander dan Ibunya berada didekat halaman belakang rumah sakit.
"Dengar mom ini saatnya kita pisahkan Xander dari wanita itu!"
"Tapi Dad, Tiffany berteman baik dengan pewaris group Limson itu momy takut!"
"Dia tidak akan tau apa-apa, kita akan buat Tiffany seperti mengalami kecelakaan biasa, lagipula Xander kan tidak membutuhkan lagi istrinya yang miskin itu, anak itu akan segera lahir jadi kita tidak perlu lagi peduli dengan Tiffany!"
Liam yang mendengar semua percakapan diantar ayah dan Ibunya Xander, tidak menyangka ada manusia sejahat itu! Sahabat sekaligus mantan sekertarisnya dalam bahaya, Liam memutuskan untuk meminta beberapa anggota group Limson untuk mengawasi dan melindungi Tiffany secara diam-diam.
__ADS_1
Karena Xander sudah terlanjur menandatangani surat perjanjian untuk tidak menceraikan Tiffany, maka dari itu meskipun anak itu telah lahir maka Xander terikat oleh perjanjian dan tidak boleh menceraikan Tiffany, jika dilanggar maka Tiffany berhak meminta bantuan hukum.
Oleh karena itu orang tuan Xander memutuskan Tiffany lah yang akan meninggalkan Xander, dengan cara mencelakai Tiffany agar Tiffany lenyap selamanya dari hidup Xander.
"Halo Paman Nick,"
"Halo Am, ada apa?"
"Paman, aku minta empat orang untuk melindungi sahabat ku dan Ameera,"
"Siapa yang ingin kau lindungi?"
"Mantan sekertaris ku Tiffany!"
"Oh, ya aku kenal sempat beberapa kali bertemu dengannya! Oke aku akan kirimkan orang,"
"Terimakasih banyak Paman!"
"Apa ini tindakan kriminal?"
"Ya, rencana pem bu nuhan oleh mertuanya sendiri,"
"Siapa mertuanya?"
"Pemilik perusahaan XR.shirt!"
"Mau aku menggelitik perusahaannya hingga oleng?"
"Boleh, orang-orang sombong itu sepertinya butuh sedikit sensasi menggelitik,"
"Baiklah akan Paman lakukan untuk mu!"
"Terimakasih Paman, kau memang Paman terbaik untuk ku,"
"Iya, ingat jaga baik-baik istrimu Paman titip salam untuk Ameera ya,"
"Iya nanti aku sampaikan!"
Setelah meminta bantuan dari Pamannya Domanick, Liam kembali ke ruangan tempat Tiffany bersalin.
"Ayo tarik nafas, hembuskan lewat mulut!"
Huuuuu....
"Iya sedikit lagi, tarik nafas lagi!"
Huuu...
Aaa...
Oea, oea..
Suara tangisan bayi dari dalam ruangan dapat terdengar jelas oleh Xander dan yang lainnya.
__ADS_1
"Xand selamat ya kau menjadi seorang ayah sekarang!" kata Ameera.
Tanpa disadari Xander bahkan meloncat kegirangan begitu mendengar suara tangisan bayinya! Kedua mata Xander terlihat sudah membendung bulir bening, tak sabar untuk bertemu dengan buah hatinya.