
Melihat reaksi dari orang tua Xander, tentu saja Ameera merasa tersinggung kenapa juga keduanya tertawa seperti sedang menertawakan kedua orangtuanya.
"Mom, dad," Xander pun ikut kesal.
"Apa? Xand gadis yang kau bawa ke hadapan kami ini lucu sekali," ibunya Xander terus tertawa.
"Survive itu jika orang tuamu kembali membangun bisnisnya yang lebih besar, dan bertambah sukses itu baru sukses tapi ini? Rumah makan?" Ayah Xander pun tak kalah mengolok-olok Ameera.
"Mom, dad cukup!"
"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Xand, aku pulang!" Ameera segera berdiri dan beranjak pergi Xander pun mengejarnya.
Tapi Ameera yang sudah terlanjur sakit hati dengan perkataan orang tua Xander tidak mau berhenti padahal Xander sudah memanggil-manggil namanya. Hingga Xander pun berhasil mengejar Ameera di halaman rumahnya.
"Sayang, aku minta maaf!"
"Apa kau tidak menceritakan latar belakang keluarga ku pada orang tuamu?"
"Untuk apa aku menceritakan itu? Yang akan menjalani hubungan ini adalah aku dan kau,"
"Bukankah karena kau malu?"
Xander tertunduk, memang Xander tidak mau orangtuanya tau bahwa Ameera anak dari orang biasa, karena sudah pasti orangtuanya akan menolak Ameera jika tau latar belakang keluarga Ameera.
"Sayang, mari berjuang bersama untuk hubungan kita! Urusan orang tuaku, aku yang akan mengurusnya aku jamin mereka akan menerima mu,"
"Cukup Xand, aku mau pulang biarkan aku kembali memikirkan hubungan kita ini,"
Xander pun berlutut dihadapan Ameera, membuat Ameera berhenti berjalan.
"Sayang, aku sangat mencintaimu aku berjanji akan membuat orang tuaku meminta maaf atas kejadian tadi! Aku janji mereka akan merestui hubungan kita, aku mohon Ra,"
"Xand bangunlah, tidak perlu kau berlutut begini!" Ameera membantu Xander berdiri.
Xander langsung memeluk Ameera dengan erat.
"Tolong jangan menyerah hanya karena orang tuaku Ra, aku akan urus semuanya!"
Melihat keteguhan dari Xander membuat Ameera pun bisa meredam kekesalannya.
"Baiklah,"
"Terimakasih sayang, i love you Ra!"
Setelah itu Xander mengantar pulang Ameera ke mess, membiarkan kekasihnya itu beristirahat lalu Xander kembali ke rumahnya untuk berbicara pada orangtuanya.
Orangtuanya sudah berada di halaman rumah sepertinya mereka hendak pergi untuk perjalanan bisnis karena membawa koper.
"Mom, dad tunggu!"
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan dan kau lupakan gadis miskin itu!" ujar ibunya.
"Kalian keterlaluan, aku akan tetap bersama dengannya dan aku akan segera menikahinya!"
"Kami tidak akan memberikan restu Xander kau dengar itu?"
"Kalau begitu, aku berhenti dari perusahaan dan biarkan aku hidup sendiri!"
"Kau gila? Hanya demi gadis miskin itu kau akan mengabaikan kami?" Ayah Xander tersulut emosi.
"Aku ini satu-satunya anak kalian, kalian bisa bayangkan jika aku mengundurkan diri dari perusahaan dan terjadi perebutan kekuasaan di perusahaan! Kalian juga yang akan rugi, jadi pikirkan ini baik-baik!"
Setelah mengancam orangtuanya Xander pergi meninggalkan rumah! Melihat perubahan sikap putranya yang jadi pembangkang, Ibunya Xander menelpon seseorang untuk mencarikan kontak Ameera.
Ameera dan Xander tetap menjalani hubungan keduanya dengan seperti biasanya tanpa terpengaruh oleh apapun! Seperti hari ini sepulang dari kantor, Xander mengantar Ameera pulang ke mess.
Keduanya duduk disofa dan Xander membelai lembut rambut Ameera.
Satu tangan Xander meraih pinggul Ameera dan satu tangannya lagi menggenggam tangan Ameera.
Tatapan Xander seperti hendak melakukan sesuatu, dan tubuhnya semakin condong mendekati Ameera.
Tentu saja Ameera tau arti dari pendekatan ini, sebenarnya Ameera belum siap jika Xander melakukan apapun pada tubuhnya, tapi sebagai seorang kekasih tentu saja akan sangat kejam bila terus menerus menolak.
Bibir Xander semakin mendekat dengan bibir Ameera, tapi bayang-bayang wajah Liam membuat keteguhan Ameera untuk menolak hal ini muncul, Ameera memalingkan wajahnya.
"Aku mau buat minum dulu untuk mu Xand," Ameera buru-buru menjauh dari Xander menuju dapur.
Ameera kembali dengan membawakan minuman untuk Xander, posisi duduknya pun lumayan menjauh dari Xander.
"Kau masih menunggunya kembali?"
"Apa maksudmu?"
"Kau masih mencintainya bukan?"
"Aku tidak mengerti dengan perkataan mu,"
"Kalau begitu buktikan jika memang tidak ada Liam lagi di hatimu,"
"Berapa kali aku katakan Xand, aku sudah melupakan semua tentang Liam jadi tolong jangan selalu membahasnya,"
Xander menarik pinggul Ameera hingga keduanya berada dalam jarak sangat dekat.
"Kalau begitu jangan tolak aku Ra,"
Dalam posisi ini Xander jelas akan menang dan Ameera tidak mungkin bisa apa-apa lagi!
"Xand berikan aku waktu, aki mohon,"
__ADS_1
Tapi Xander tidak menggubris dan semakin mendekatkan bibirnya pada Ameera, sekuat tenaga Ameera berusaha melepaskan diri dari penguasaan Xander.
Tok.
Tok.
Tok.
Untunglah ada seseorang yang datang sehingga membuat Xander melepaskan tubuh Ameera. Buru-buru Ameera berlari kecil untuk membukakan pintu sampai nafasnya terengah-engah demi bisa membuka pintu secepatnya.
Klek..
Rupanya Charles datang, Charles yang melihat nafas Ameera terengah-engah dan seperti ketakutan langsung curiga pada Xander. Dilihatnya oleh Charles kedalam mess ternyata benar ada Xander didalam.
Tanpa Ameera bicara pun, Charles sudah tau jika Xander pasti hampir melakukan sesuatu pada Ameera.
"Char, kau datang masuklah!"
"Aku kesini untuk membawa mu pulang Ra, momy mu sakit, jadi aku menjemputmu!"
Mendengar Charles berbicara, Xander pun datang menghampiri.
"Apa momy Joa sakit?"
"Ya, dan aku akan membawa Ameera untuk datang ke sana!"
"Dia kekasihku, aku yang akan mengantarnya ke sana!"
"Tidak untuk kali ini! Momy Joa mempercayakan Ameera padaku,"
Terlihat Charles sudah melotot tajam dan tatapan Xander pada Charles pun mengandung arti.
"Xand, aku akan pergi dengan Charles kali ini jadi kau pulanglah!"
Xander yang tidak ingin ribut dengan Charles apalagi ini dihadapan Ameera, akhirnya menuruti keinginan Ameera untuk tidak mengantarnya.
Charles pergi bersama Ameera tapi mobil Charles menepi di salah satu restoran.
"Loh kok kita kesini Char?"
"Momy mu tidak sakit, aku hanya ingin membawa mu lepas dari pria itu!"
Seketika kedua mata Ameera berkaca-kaca padahal Ameera tidak bercerita, tapi Charles mampu membaca tatapan matanya.
"Kita makan disini, setelah itu aku antar kau pulang ke mess!"
"Terimakasih Char!"
"Bukankah sudah aku bilang, telepon aku jangan biarkan kau tidak merasa nyaman seperti tadi,"
__ADS_1
Ameera tersenyum kecil, Charles dan Ameera masuk ke salah satu restoran untuk makan bersama. Diam-diam Charles memotret wajah Ameera yang masih terlihat tegang.
Dikirimnya foto itu pada Liam, sejak kepergian Liam dan Ameera menjalani hubungan dengan Xander, Charles merasa Ameera kehilangan semangat hidupnya wajahnya tidak seceria dulu! Karena itulah Charles mendesak agar Liam kembali pada Ameera.