
Tidak ada ekspresi sedih sama sekali dari raut wajah Ameera ketika dirinya mendengar bahwa Liam akan pergi jauh dari hidupnya! Yang ada dalam pikiran Ameera sekarang, hanyalah ingin fokus bekerja dan menghapus segala kenangannya dengan Liam.
Barulah dengan begitu Ameera bisa membuka hatinya untuk laki-laki lain, tentunya harus yang memang mencintai Ameera, karena Ameera tidak mau sampai mengulang kesalahan dengan menikahi laki-laki yang sama sekali tidak cinta padanya.
Hari-hari berlalu disetiap event yang diselenggarakan dari macam-macam mall Ameera dan Xander selalu datang bersama-sama, sementara Tifanny dia datang bersama dengan Sierra karena selama Liam pergi maka Sierra lah yang menduduki jabatan sebagai CEO di perusahaan D.E skincare.
Tak jarang Tifanny menyapa Ameera, tapi ada yang berbeda kali ini karena tidak ada Liam disamping Tifanny! Selintas Ameera kadang berpikir bahwa Liam tidak benar-benar pergi dan akan hadir di event ini, tapi pikiran itu pun buru-buru ditepisnya.
"Hai Ameera, bagaimana keadaan mu?" sapa Sierra.
"Aku baik Bi, lama kita tidak jumpa ya Bi?"
"Ya karena bukan pegangan bibi mengelola perusahaan di pusat kota, tapi ya berhubung perusahaan ini ditinggalkan oleh pemilik tahta ya sudah bibi mau tidak mau diusia yang sudah tua ini masih bekerja keras,"
"Nyonya kan strong, wonder woman wanita tangguh jadinya tidak masalah toh ditarik ke pusat kota?" ledek Tifanny.
"Kau ini, iya aku strong tapi itu dulu saat aku seusia mu!"
"Ra, kita ke sebelah sana dulu!" ajak Xander demi menghindari Tifanny.
"Tunggu dulu Tuan Xander, saya ingin berbicara dengan keponakan saya!" ujar Sierra yang memang sudah menganggap Ameera dan Ambeera sebagai keponakan dan Liam sebagai anak.
Xander pun mengangguk dan mempersilahkan Ameera untuk mengobrol berdua dengan Sierra.
Keduanya duduk disalah satu stand coffe tidak jauh dari tempat Xander berdiri.
"Ada apa bi?"
"Kau tidak rindu pada Liam?"
"Untuk apa aku merindukan dia,"
"Sebelum Liam pergi, bibi sempat berbicara dengannya! Sebenarnya dulu bibi tidak menaruh curiga apapun saat dulu menjelang perjodohan kalian, Amber sering datang ke kantor ini menemui Liam,"
"Apa? Amber menemui Liam sebelum acara perjodohan itu?"
"Iya, dan bodohnya dulu bibi tidak tanya pada Liam tujuan anak itu ke kantor ini terus bawa makanan segala macam yang dia klaim masak sendiri,"
__ADS_1
"Amber masak sendiri? Tapi itu tidak mungkin bi, Amber tidak suka dengan bau dapur mana mungkin dia masak untuk Liam,"
"Kau benar, dan itulah yang dilakukan noleh saudari kembar mu Ameera! Liam sudah menceritakan semuanya pada bibi, dia juga memperlihatkan diary milik Ambeera!"
"Jadi maksud bibi, Ambeera sengaja mendekati Liam sebelum hari perjodohan itu agar bisa memiliki Liam?"
Sierra pun menceritakan apa yang dia ketahui dari Liam sebelum dia pergi! Dari mulai kebohongan Ambeera, sampai berbagai macam fitnahan Ambeera pada Ameera hingga membuat Liam akhirnya memilih Ambeera sebagai istrinya.
"Liam hanya terhasut oleh saudari mu Ra, jika tidak sejak dulu kalian sudah menikah dan hidup bahagia! Bibi pikir kematian Amber itu seperti berkah dari Tuhan untuk mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu!"
"Tapi bi, Amber tidak mungkin sejahat itu! Amber sangat menyayangi ku,"
"Bibi tau kau pasti tidak akan percaya, tapi semua kebohongan Ambeera tertulis didalam diary yang dia buang, untung saja mantan kekasihnya yang bernama Hansel itu mengambil kembali, coba kau bayangkan jika tidak ada diary itu mungkin Liam dan semua orang tidak akan mengetahui kejahatan Amber,"
"Apa boleh aku membaca diary milik Amber, bi?"
"Tidak ada di bibi, tentu saja Liam membawanya lagipula anak itu tidak berencana memberitahukan apa yang tertulis di buku diary itu pada mu dan orangtua mu!"
Ameera sebenarnya sangat kecewa sekali bila apa yang dikatakan oleh bibi Sierra itu benar adanya! Karena selama ini Ameera sudah banyak mengalah demi Ambeera, tapi memang sangat janggal sekali ketika tiba-tiba Liam dan Amber berada di vila hingga keduanya mengaku saling mencintai.
Kalau bukan karena ada sesuatu yang membuat Liam lebih memilih Ambeera. Tapi apapun kesalahan Ambeera dulu, sekarang semua sudah berlalu dan lagi toh perceraian ini sudah terjadi.
"Aku sudah memaafkan Liam bi, tapi untuk kembali bersama Ameera tidak sanggup bi karena semua kata-kata Liam terlalu menyakitkan!"
"Ya sudah jika itu keputusan mu Ra, bibi hanya bisa menyampaikan sedikit apa yang seharusnya kau ketahui,"
Bibi Sierra meninggalkan stand coffe di sana karena memang harus kembali ke kantor bersama dengan Tifanny.
"Ra, " Xander menghampiri Ameera yang tengah melamun.
"Iya Tuan,"
"Sudah ngobrolnya?"
"Sudah kok Tuan,"
"Pasti obrolan masa lalu ya?"
__ADS_1
"Ya begitulah,"
"Tolong jangan terpengaruh oleh apapun itu Ra, kau berhak bahagia dan memulai kehidupan mu bersama orang baru yang tentunya akan membahagiakan mu Ra!"
"Iya Tuan,"
Kedua tangan Xander menggenggam erat tangan Ameera!
"Ra, aku mencintaimu mau kah kau menjadi kekasih ku?"
"Tapi aku,"
"Aku tau kau belum mencintai ku, tapi aku bersedia menunggu hingga hatimu terbuka untuk ku,"
"Bisakah aku meminta waktu untuk menjawab ini semua Tuan, ini terlalu cepat!"
"Baiklah! Ketika kau memutuskan menerima ku, aku akan langsung membawamu menemui orangtuaku Ra, kau harus tau betapa aku serius padamu,"
Satu bulan berlalu dan satu bulan sejak Ameera meminta Liam pergi dari hidupnya, sejak saat itu juga Liam tidak pernah sekalipun muncul dihadapan Ameera.
Dua bulan, tiga bulan, empat bulan berlalu begitu cepat dan Ameera benar-benar tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Liam, dimana dia berada, dan informasi penting apapun tentangnya.
Hingga Xander pun terus mendesak agar Ameera bisa menerima cintanya! Seperti malam ini di sebuah restoran mewah, Xander memakaikan kalung berlian yang sangat indah dan mahal dileher Ameera.
Setelah memakaikan kalung berlian itu, Xander bersimpuh dihadapan Ameera sambil meraih satu tangan Ameera.
"Ra aku sudah sabar menunggu selama ini, aku mohon terimalah perasaan cintaku ini aku mencintaimu Ra,"
Tidak ada alasan lagi bagi Ameera untuk menolak Xander, selama ini Xander sudah banyak membantunya! Xander pun sangat baik dan mengayomi, membuat hati Ameera akhirnya luluh dan mau menerima pernyataan cinta dari Xander.
"Aku menerima mu Xander,"
"Benarkah Ra? Sungguh?"
Ameera mengangguk dan Xander langsung berdiri melompat-lompat bahagia seperti seseorang yang senang ketika menang lotre.
"Yes, aku diterima aku dan Ameera berpacaran yuhu!!!" Xander menarik Ameera lalu memeluk Ameera dengan erat.
__ADS_1
Cie PJ lah PJ, traktir bakso kek semangkok buat othor yang udah jadi Mak comblang buat kalian☺️