(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 40


__ADS_3

Sementara Liam yang baru saja tiba di kediamannya rupanya momy Britney dan Dady Daniel mengunjunginya hari ini, terlihat mobil orangtuanya itu sudah terparkir di halaman rumahnya.


Liam masuk kedalam rumah di ruang televisi momy Britney dan Dady Daniel tengah duduk disofa sambil menonton acara reality show.


"Kau sudah pulang?" tanya Momy Brit.


"Momy sudah tidak marah?" tanya Liam lalu duduk disamping Britney dan menyandarkan kepalanya dibahu Britney.


"Momy sudah tidak marah, tapi jawab pertanyaan momy! Bagaimana hidupmu sekarang, apa sudah lebih baik tanpa Ameera disisi mu?"


"Hmm lebih baik!"


"Cih pembohong! Memangnya kau pikir Dady tidak tau kalau kau setiap hari selalu pulang dalam keadaan mabuk!" ujar Dady Daniel.


"Dady tau dari siapa?"


"Masih ada waktu untuk memperbaiki semua ini Am, kembalilah pada Ameera!"


"Sidang pertama kalian besok kan? Sidang mediasi, maka hadirlah besok dan perbaiki semuanya!" bujuk momy Britney.


Liam pun menarik kepalanya dari bahu momy Britney lalu berdiri dari sofa.


"Jika kalian berkunjung kemari hanya untuk membujukku untuk membatalkan perceraian itu ! Lebih baik kalian tidak usah datang kesini,"


Setelah mengatakan itu Liam pergi meninggalkan ruangan televisi.


"Liam! Astaga anak itu! Dad kau lihat, betapa keras kepalanya anak mu itu!" Momy Britney bahkan tidak tau lagi harus bagaimana menasehati Liam.


"Sudahlah mom, jika memang itu pilihan Liam, kita sudah berusaha menasehatinya berkali-kali! Mudah-mudahan suatu hari nanti, anak itu akan menyesal!"


Keesokan harinya hujan turun deras membasahi kota! Hari ini adalah sidang mediasi antara Liam dengan Ameera, tapi baik Liam maupun Ameera sama-sama tidak datang! Bukan karena Ameera tidak lagi mencintai Liam, tapi karena Ameera tidak mau membuat Liam semakin menderita lagi akibat pernikahan ini.


Ameera telah membebaskan Liam untuk pergi dari hidupnya, pergi dengan bebas kemanapun yang membuat Liam bahagia.

__ADS_1


Berhubung dari kedua belah pihak tidak ada yang datang, sidang mediasi pun dinyatakan gagal! Sidang berikutnya lagi Ameera dan Liam pun sama-sama tidak datang hingga akhirnya putusan cerai dari pengadilan pun telah sah diputuskan.


Proses perceraian keduanya berlangsung sangat cepat karena sama-sama tidak ada upaya untuk mempertahankan pernikahan tersebut! Sejak saat Ameera keluar dari rumah Liam hingga sekarang keduanya sudah sama-sama menerima surat putusan cerai dari pengadilan, Liam dan Ameera belum sekalipun bertemu kembali.


Ameera menatap ke kaca jendela dari ruangan kerja Xander, harusnya ini adalah jam makan siang dan Ameera tidak ada naf su makan sama sekali, sekalipun Xander memaksanya untuk ikut bersamanya untuk makan siang tapi Ameera menolak.


Tadi pagi adalah hari yang cukup berat bagi Ameera karena surat cerai itu dia terima! Ada rasa rindu ingin bertemu Liam walau hanya sesaat saja, dan ingin sekali bertanya pada Liam apa sekarang dia sudah sangat bahagia karena telah resmi bercerai darinya?


Tapi rasanya itu tidak mungkin, Ameera hanya mampu membayangkan wajah tampan mantan suaminya itu, meskipun Liam telah berkali-kali menyakiti hatinya tapi rasa cinta itu belum juga luntur dihati Ameera hingga saat ini.


"Hati, bekerjasama lah sedikit denganku, jangan lagi kau simpan dia didalam sana! Keluarkan dia dari dalam sana, agar aku tidak sesak seperti ini!" ujar Ameera sambil menepuk-nepuk hatinya sendiri.


Xander pun kembali ke ruangannya setelah tadi dia makan siang diluar dan dia membawakan makan siang untuk Ameera.


"Ra,"


"Iya Tuan,"


"Makan siang dulu, kau bisa sakit nanti!"


"Oke, makan siang mu akan aku bawa ke mobil jadi kau harus makan selagi kita dalam perjalanan ke mall Episentrum,"


"Baiklah Tuan!"


Keduanya akhirnya meninggalkan kantor untuk menuju mall! Xander memang kerap kali mengunjungi counter-counter pakaiannya yang tersedia diberbagai mall! Semua dilakukan demi terus meningkatkan pelayanan bagi para costumer yang membeli pakaian dari brand miliknya, apa saja harus diperbaiki agar costumer setia puas dengan pakaian brand miliknya.


Setibanya didalam mall, rupanya sedang ada event peresmian prodak baru dari D.E skincare yang mengeluarkan masker wajah terbarunya. Pikiran Ameera justru malah mengharapkan kalau-kalau Liam juga ada disini karena itu kan prodak dari perusahaannya.


"Eh dasar bodoh kenapa aku berharap ada dia disini!" Ameera menepuk dahinya sendiri.


Keduanya tiba di counter XR.Shirt siang ini pengunjung ke counter brand tersebut sangat ramai karena memang sedang ada event buy 1 get 1 juga diskon senilai 20 persen bagi barang new arrival di counter tersebut.


"Aduh kebelet lagi!"

__ADS_1


"Kau kenapa?"


"Tuan, aku ke toilet dulu ya!".


"Perlu aku antar?"


"Ah? Tidak perlu, memangnya aku anak kecil yang ke toilet harus diantar,"


"Aku si tidak menolak," ujar Xander sambil meledek Ameera.


Ameera pun langsung melotot tajam.


"Becanda Meera, sana jangan lama-lama nanti aku rindu,"


"Dasar bos gombal,"


Xander pun hanya menyunggingkan senyuman dibibirnya, Ameera pun meninggalkan counter pakaian tersebut untuk mencari toilet sekitar situ! Naf su makan Ameera akhir-akhir ini memang menurun drastis, sekuat apapun hati seorang wanita bila dihadapkan dengan perceraian pastilah akan banyak menguras pikirannya.


Begitu juga Ameera, pikirannya banyak stres belakangan ini jadi naf su makan pun menurun drastis, membuat Ameera kehilangan berat badan sampai 7 kg, cincin nikah yang dia pakai dijari manisnya pun kini sangat longgar.


Bukan tidak mau membuang sesuai perkataan Liam untuk membuangnya, hanya saja cincin itu sangat mahal sebagai seorang yang tidak kaya tentulah cincin itu tidak mungkin dibuang oleh Ameera dan tetap dia pakai, suatu saat Ameera kesulitan keuangan kan bisa dia jual.


Saat berlari Ameera banyak menggerakkan tangannya hingga membuat cincin dijari manisnya itu terlepas dan jatuh bergelinding ke lantai mall.


"Ya ampun itu uang ku gelinding!" Ameera buru-buru mengejar cincin mahal itu.


Hingga cincin itu bergelinding dan terhenti akibat menyentuh sepatu seseorang. Diambilnya cincin berlian tersebut oleh laki-laki itu, dan Ameera pun merasa senang karena cincin itu tidak gelinding terlalu jauh dan berhenti dikaji seseorang, meskipun Ameera belum menatap orang tersebut karena sejak tadi fokus Ameera adalah menundukkan kepalanya ke lantai.


Orang tersebut telah mengambil cincin yang tadi jatuh ke lantai, lalu Ameera pun tersenyum dan mengangkat wajahnya.


"Terimakasih Tu-,"


Ucapan Ameera terhenti saat mendapati sosok yang saat ini memegang cincin nikahnya adalah Liam.

__ADS_1


Kedua pasang mata itu saling bertatapan, menarik satu garis fokus ditengah keramaian mall siang hari ini! Ameera tidak dapat berkata-kata saat melihat sosok yang berada dihadapannya saat ini.


Bener itu Ra, jangankan cincin berlian Mak othor punya Cincin nikah emas 5 gram doang aja ga mau dibuang mending dijual uangnya buat jajan, apalagi itu cincin ratusan juta mending buat foya-foya uangnya Ra ngilangin stres, ngapain nurutin si Liam yang nyuruh buang😅


__ADS_2