(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 64


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke flat miliknya, Ameera terus melamun bagaimana tidak dia masih memikirkan kejadian tadi yang menurutnya sangat mengerikan, terlebih lagi Xander adalah laki-laki yang selama ini Ameera kenal dengan sosok baik-baik.


"Aku menyesalkan Xander melakukan hal seperti itu, Am! Karena aku tau Xander laki-laki yang baik,"


"Dia bukan laki-laki yang baik, tapi kebetulan kau mengenalnya ketika sedang terlihat baik,"


"Mungkin juga begitu, atau memang aku yang sudah mengubahnya seperti sekarang ini!"


"Sudah jangan diingat-ingat dulu kau bisa trauma nanti, ingat-ingat yang lain saja dulu jangan ingat kejadian tadi!"


"Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa sampai begitu cepat dan kau kepikiran untuk meminta Paman Gilbert meminjamkan helikopter milik group Limson?"


"Tanti saja karena isi dalam otakku hanya kepanikan, aku takut kau dalam bahaya,"


"Kenapa kau takut?"


"Aku rasa kau sudah tau jawabannya!" sambil tersenyum.


"Aku lega kau peduli padaku, terimakasih sudah datang tepat waktu,"


"Cukup penyesalanku saja yang datang terlambat tapi waktuku tidak boleh ikutan terlambat juga,"


Tanpa terasa obrolan keduanya kini sudah membuat mereka tiba di flat milik Ameera, Jam mengantar Ameera dan ikut masuk kedalam.


"Mau minum apa?"


"Memang ada apa saja?"


"Banyak, cola, wine, air putih, jus, kopi, su su?"


"Aku pilih yang terakhir!"


Membuat Ameera menatap Liam dengan tatapan sebal.


"Dasar!"


"Tuh kan, sudah ku duga raut wajah mu pasti akan langsung menatap curiga begitu padaku! Padahal kan kau yang menawari itu, giliran diminta malah panik sendiri!"


Liam segera duduk sambil senyum-senyum sendiri. Dan Ameera pun memilih membuatkan kopi hangat untuk Liam dan menaruhnya diatas meja.


"Apa ini nantinya akan menjadi kopi su su?"


"Ih!!!" dicubitnya paha Liam oleh Ameera.


Aaaaaa...


"Iya iya aku tidak menggoda lagi, galak sekali si Ra,"

__ADS_1


"Kau mau langsung pulang atau agak lama berada disini?" tanya Ameera.


"Tergantung pemilik rumah, dia maunya aku berada lama disini atau aku lekas pulang setelah menyeruput kopi hangat ini?"


"Sepertinya percuma aku bertanya, lebih baik aku mandi dulu! Aku pikir hanya di film-film saja ketika diculik orang yang diculik itu akan pulang dalam keadaan berantakan!"


Setelah itu Ameera pergi ke kamarnya untuk mandi meninggalkan Liam sendirian menikmati secangkir kopi hangatnya.


Lama berselang, Ameera kembali sudah berpakaian pakaian tidur dan tubuhnya harum semerbak bagaikan bunga mawar mewah di taman yang sedang bermekaran! Tubuhnya yang memiliki kulit putih mulus setelah mandi justru semakin terlihat fresh bagaikan buah yang matang dipohonnya.


Untuk beberapa saat Liam hanya memandangi wajah cantik Ameera, dan kembali mengingat akan kebodohannya diwaktu dulu! Kenapa dia bisa menyia-nyiakan wanita secantik dan sebaik Ameera? Tapi kembali lagi semua sudah berlalu, dan sekarang lah waktu yang tepat untuk bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan membuat Ameera bahagia.


Ameera duduk disamping Liam, dan melihat wajah Liam yang masih terus memandanginya.


"Am, sudah malam sebaiknya kau pulang dan istirahat!"


"Kau benar Ra, meskipun aku masih ingin disini menemani mu! Apa keadaan sudah lebih baik jika aku tinggal? Apa Xander tau nomor pin pintu kamar mu?"


"Entahlah, tapi sepertinya tidak!"


"Malam ini biar aku yang menjaga mu dan tidur di sofa ini, kau istirahat lah di kamar!"


"Kaus serius Am?"


"Hmm, aku takut Xander akan kembali menemui mu malam ini," sambil menyeruput kopi.


Sebenarnya menghirup wangi tubuh Ameera seperti ini membuat Liam yang telah lama tidak pernah lagi menyentuh seorang wanita, mulai merasa ruangan ini gerah padahal AC sudah dihidupkan.


"Kau kenapa Am?"


"Gerah Ra,"


"Mau mandi?"


"Iya ya mungkin sebaiknya aku mandi!" tentu saja harus mandi untuk membuang pikiran-pikiran kotornya dan membuat lobak import dibawah sana berhenti menegang.


Ameera pun mengambilkan handuk untuk Liam mandi terlebih dahulu! Dan pakaian yang tadi langsung dicuci oleh Ameera, dan dikeringkan dimesin pengering.


Mengingat pakaian Liam belum kering setelah dicuci, Ameera berinisiatif untuk mencari kaosnya yang berukuran jumbo, siapa tau bisa muat ditubuh Liam sambil menunggu pakaiannya kering.


Ameera mencari-cari kaos warna apapun asal itu ukurannya big size dan longgar ditubuh Ameera, rupanya ada dua kaos yang memang Ameera beli dengan ukurannya yang longgar! Mungkin akan muat ditubuh Liam, melihat Liam sudah keluar dari dalam kamar mandi Ameera buru-buru menghampiri Liam.


"Am cobalah, siapa tau muat!" disodorkannya dua kaos berukuran big size pada Liam.


"Kaos mu?"


"Iya, tapi ditubuh ku longgar!"

__ADS_1


Liam menerimanya kemudian mencoba salah satu kaos tersebut, bagian kepala masih masuk tapi ketika memasukkan lebih dalam lagi baju tersebut malah robek akibat otot-otot ditubuh Liam yang kekar dan tidak muat jika kaos milik Ameera terus dipaksakan masuk.


"Yah, robek Ra!" Liam mengeluarkan kembali kaos itu.


"Yah, bagaimana kau pakai selimut saja ya?"


"Ya sudah apa saja asal tubuhku tertutupi dingin soalnya!"


Liam kembali duduk disofa dan Ameera pun membawakan bad cover untuk menutupi tubuh Liam.


"Pakai ini ya!"


"Iya, nanti saja aku mau minum kopi dulu! Sayangnya tidak ada campuran su su didalam kopi ini," Liam terus menggoda Ameera.


Ameera pun mendekatkan wajah dengan wajah Liam yang baru selesai menyeruput kopi tersebut.


"Mau aku tambahkan su su kekopinya?"


Liam mengangguk, dan keduanya seperti bersama-sama masuk ke dimensi lain, entah sejak kapan Ameera berpindah duduk diatas pangkuan Liam.


"Ra kau wangi sekali," Liam benar-benar dibuat gelisah oleh tubuh Ameera yang begitu sexy dibalut pakaian tidur berwarna merah maroon ini.


Keduanya menyatukan hidung mereka dan Liam pun me lu mat bibir seksi Ameera, meskipun Ameera belum mahir membalas ciuman Liam tapi dengan santainya Liam mengajarkan Ameera.


"Sedikit buka mulutnya!"


Ameera menurut dan Liam langsung kembali melu mat bibir bagian bawah Ameera, kemudian bibir bagian atasnya.


"Kau lakukan seperti yang aku lakukan tadi, bisa?"


Tanpa menjawab Ameera segera me lu mat bibir bagian bawah Liam, menye sapnya hingga membuat Liam membulatkan kedua bola matanya! Kedua tangan Ameera kokoh melingkar dileher Liam, sementara bibirnya terus menye sap bahkan menarik bibir Liam dengan giginya.


Membuat Liam semakin terbawa oleh gelombang naf su yang begitu menyeretnya dengan deras.


Kedua tangan Liam mengangkat pakaian tidur Ameera yang berupa terusan berwarna maroon, kedua tangan besar Liam menelusup kedalam pakaian tidur Ameera, membuat tangan-tangan besar itu meraba-raba halus setiap inci lekuk tubuh mantan istrinya itu.


"Am nggh,"


Saat Ameera membuka mulutnya karena melenguh, Liam segera memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Ameera, membelit paksa lidah Ameera hingga keduanya memainkan lidah satu sama lain.


Liam terus meraba-raba bagian punggung belakang Ameera, hingga kedua tangannya sampai dimana pengait itu berada.


Gambar hanya pemanis



__ADS_1



__ADS_2