
Tubuh Ameera semakin bergetar bagai tersengat aliran listrik yang membuat tubuhnya seketika merasakan sensasi yang sungguh menegangkan, apalagi Ameera bisa merasakan bahwa lobak import Liam dibawah sana sudah mulai menonjol.
Keduanya masih saling menye sap, berciuman dengan sangat ber g a i rah. Tiba-tiba Liam melepaskan ciuman dibibir Ameera, lalu mendaratkan bibirnya dileher jenjang Ameera membuat Ameera mendongakkan wajahnya seperti memberikan akses lebih leluasa agar Liam bisa menciumi leher jenjangnya.
Terasa lembut dan dingin sentuhan bibir Liam dileher jenjang Ameera, hingga ciuman bibir Liam berubah menjadi hi sa pan-his a pan yang meninggalkan jejak-jejak kepemilikan dari Liam disetiap inci leher Ameera.
"Am ahh," hanya melenguh dan meremat pundak Liam yang bisa Ameera lakukan, karena setiap hal yang dilakukan oleh Liam terhadap tubuhnya semakin membuat Ameera melayang ke nirwana.
Kedua tangan Liam mer e mas kedua semangka import milik Ameera hingga Ameera pun semakin dibuatnya gelisah tak menentu. Tak tahan lagi dengan tubuh seksi Ameera membuat Liam segera menurunkan lingerie yang dikenakan oleh Ameera, membuka seluruh yang dikenakan oleh Ameera hingga tubuhnya benar-benar polos dihadapan Liam.
Terlihat kedua semangka import itu berukuran besar dan sudah menjadi daftar favorit Liam setiap kali menyentuh Ameera, segera dilahapnya satu semangka import Ameera oleh Liam membuat Ameera replex meremat kepala Liam yang sudah terbenam kedalam dadanya.
"Am sssthh,,"
Hi sa pan yang dilakukan Liam begitu menggila, seperti laki-laki yang sedang merasakan haus dahaga sehingga dia sangat membutuhkan semangka import untuk memuaskan dahaganya! Ameera bahkan sampai merasakan dibagian pucuknya karena Liam meng hi sapnya penuh naf su dan tanpa ampun.
Silih berganti Liam melahap habis kiri dan kanan semangka import besar milik Ameera padahal Ameera sudah mencoba mendorong tubuh Liam agar berhenti sejenak.
"Am stop, ah sudah Am ah sakit Am,"
Kedua semangka importnya yang terus jadi bulan-bulanan pelampiasan naf si Liam yang begitu tinggi, membuat Liam tidak menghiraukan rintihan Ameera.
Barulah setelah puas, Liam melepaskan kedua semangka import milik Ameera.
"Maaf Ra, aku terlalu bersemangat besar sekali aku jadi gemas,"
"Sakit Am, kau meng hi sapnya terlalu lama,"
"Iya nanti aku tidak akan lama-lama lagi ya,"
Liam tersenyum puas sementara Ameera pun sudah semakin rileks, Liam kembali mer em as kedua semangka import milik Ameera dengan kedua tangannya secara pelan, tapi kedua pandangan mata Liam tertuju pada pangkal paha Ameera yang terlihat berusaha menutupi bagian inti miliknya.
"Kenapa ditutup?"
"Engga apa-apa," dengan wajah malu-malu.
__ADS_1
"Buka yang lebar!"
"Am,"
"Buka yang lebar sayang!"
Mendapatkan perintah dari sang suami, Ameera pun menurut dan membuka lebar kedua pangkal pahanya yang sejak tadi dia gunakan menutupi bagian inti miliknya yang sebenarnya sudah sangat basah.
"Kau menutupinya agar milikmu yang sudah lembab itu tidak terlihat oleh ku?"
Ameera mengangguk malu, tapi Liam justru tersenyum penuh arti.
"Lembab itu wajar, artinya kau sedang sangat menginginkan ku,"
Liam mendekatkan wajahnya pada bagian inti Ameera, membuat Ameera terkejut.
"Am jangan!"
Tapi penolakan Ameera tidak diindahkan oleh Liam, justru Liam memegangi kanan dan kiri pangkal paha Ameera agar terbuka selebar-lebarnya dan tanpa menunggu lagi Liam segera membenamkan wajahnya kedalam bagian inti milik Ameera.
Seperti ada jutaan tangan yang sedang menggelitik keseluruh tubuhnya, Ameera semakin dibuat melayang ke angkasa saat bibir Liam menye sap bagian intinya hingga membuat Ameera meng e rang panjang.
"Ahhhhhhhhhh Am, ouchttt!"
Kedua tangan Ameera meremat rambut Liam yang berada dibawah sana. Semakin lama semakin terasa luar biasa, Ameera tidak dapat lagi bersikap biasa karena rasanya terlampau luar biasa.
Liam benar-benar melakukan tugasnya sebagai seorang suami, dia sangat memuaskan Ameera hingga Ameera mencapai pelepasan pertamanya saat Liam menye sap kencang bagian intinya.
"Aaaaaa,"
Tubuh Ameera melengkung keatas sementara dibawah sana sudah meledak puas.
"Kau sudah mencapai kepuasan mu, giliran kau membuatku puas Ra,"
"Aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan agar kau puas Am,"
__ADS_1
"Cukup kau pasrah apapun yang aku lakukan selanjutnya, kau mengerti?"
Ameera pun mengangguk, segera Liam memposisikan lobak importnya kebagian inti Ameera, ditekannya oleh Liam tapi sangat sulit untuk ditembus oleh lobak import itu.
"Am,"
"Belum masuk Ra, aku akan lebih kasar lagi melakukannya kau tidak keberatan kan?"
"Lakukan Am, apapun yang membuat mu puas aku rela,"
Mendengar ucapan Ameera, membuat Liam semakin menggebu-gebu untuk dapat berhasil menjebol bagian inti itu! Liam pun menekan kembali sekuat tenaganya agar lobak importnya itu bisa bersarang didalam milik Ameera.
"Aaaaaaaa oughttt Am oh my God ah,"
Ameera merasakan sakit yang luar biasa ketika Liam menekannya dengan kasar, hingga Ameera dapat merasakan lobak import milik Liam saat ini sudah masuk seluruhnya kedalam bagian inti Ameera yang ternyata begitu rapat.
Meskipun sempat sangat kesulitan, tapi kini Liam telah berhasil memasukinya bahkan hingga seluruh lobak importnya itu terbenam didalam sana. Rasanya jelas-jelas sangat berbeda saat melakukan hal ini dengan Ambeera, dulu saat pertama kali melakukannya dengan Ambeera, Liam memang merasakan milik Ambeera sempit tapi tidak sampai menghimpit miliknya seperti milik Ameera saat ini.
Tentu saja, Liam tau kenapa alasannya karena memang Ambeera bukan lagi wanita suci saat melakukan itu dengannya, tapi Ameera dia benar-benar memberikan kesuciannya untuk Liam hingga membuat Liam tidak bisa berhenti me nge rang saat merasakan miliknya seperti dihimpit diruangan yang begitu kecil dan sempit.
Dibiarkannya terlebih dahulu oleh Liam tanpa ada pergerakan apapun dulu, karena melihat Ameera masih meringis kesakitan. Liam tidak mau membuat Ameera tidak nyaman ketika masih kesakitan seperti sekarang, maka Liam akan menenangkannya terlebih dahulu.
"Hei Ameera, sayang kau baik-baik saja?"
"Am, sakit sekali! Tapi tidak apa-apa aku bisa menahannya,"
"Nanti saja aku bergeraknya, sekarang kita buat agar bagian inti mu sejenak lebih nyaman lagi atas kehadiran kejantananku didalam sana!"
"Am, aku senang bisa melakukannya denganmu! Tubuhku hanya milikmu Am, lakukan sekarang,"
Mendengar perkataan Ameera membuat Liam akhirnya menggerakkan pinggulnya dibawah sana, maju mundur dan terlihat Ameera menahan sakit yang luar biasa saat Liam kembali bergerak-gerak dibawah sana.
"Ah sit ini sangat mengigit! Ah," tidak ada henti-hentinya Liam menge rang keenakan merasakan miliknya dihimpit sedemikian sempurna oleh milik Ameera.
__ADS_1