
Masih dalam mode jual mahalnya, Liam masih mendengarkan penjelasan Ameera! Memang benar juga apa yang dikatakan oleh Ameera, jika sampai tadi mengaku pada momy Joa bahwa keduanya siap rujuk, sudah pasti besoknya akan langsung dinikahkan kembali oleh orangtua mereka.
Melihat Liam yang masih marah, Ameera pun menggenggam tangan Liam.
"Am, jangan pulang ya?" dengan nada manja.
"Kau rindu padaku jika aku pulang sekarang?"
"Sangat,"
"Kalau aku menginap, aku dapat hadiah tidak?"
"Hadiah, untuk apa aku memberi mu hadiah!"
"Aku kan sudah jadi pelayan sampai tubuh ku pegal-pegal semua dan sekarang kau memintaku untuk tetap tinggal, masa aku tidak dapat hadiah?"
"Jadi kau mau menginap atau tidak?" tanya Ameera.
"Mau, tapi beri aku hadiah ya!"
"Cih!" Ameera tersenyum sambil melepaskan tangan Liam.
Keduanya kembali kedalam rumah, momy Joa dan Dady El yang masih berada di ruang tamu pun terkejut Liam masuk kembali kedalam rumah.
"Ada yang ketinggalan Am?" tanya Dady El.
"Aku tidak jadi pulang dad, mom nanti kalau aku pulang sekarang besok Ameera harus pulang naik bis ke kota!"
"Jadi??" serempak.
"Aku akan menginap saja!"
Momy Joa dan Dady El pun saling melempar senyuman. Setelah menunggu beberapa saat, makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga! Mereka pun makan malam bersama sambil menonton acara ditelevisi bersama-sama.
"Ra, kamar tamunya dirapihkan dulu biar Liam nyenyak tidurnya!"
"Iya mom ini mau aku rapihkan dulu!"
"Ya sudah momy dan Dady tidur duluan ya,"
"Iya mom, dad,"
Momy Joa dan Dady El sudah masuk kedalam kamar, sementara Ameera masuk kedalam kamar tamu untuk merapikan terlebih dahulu kamar yang akan ditempati oleh Liam itu.
Liam yang tadinya sedang menonton televisi sendirian merasa bosan akhirnya menyusul Ameera ke kamar tamu. Dilihatnya Ameera baru saja selesai menyemprotkan pengharum ruangan, dan ranjang pun sudah rapih dan bersih.
Tapi Liam yang iseng malah mengunci pintu kamar tamu tersebut lalu berdiri menatap Ameera yang hendak keluar dari kamar tamu ini.
"Kok ditutup pintunya Am?" Ameera memegang gagang pintu, tapi pintu rupanya dikunci.
"Pintunya mengunci sendiri," goda Liam.
__ADS_1
"Kau serius? Sini kuncinya Am, aku mau keluar nih!"
"Berikan dulu hadiah ku?"
"Hadiah apa?"
"Apa saja, yang penting itu bisa menyenangkan aku maka pintu akan terbuka,"
Liam benar-benar iseng dan membuat Ameera geregetan sendiri. Ameera pun kebingungan sendiri saat ini.
"Kau bingung?"
"Hmm,"
"Kalau begitu biar aku yang ambil sendiri hadiah ku,"
Setelah mengatakan itu, Liam segera menyambar bibir imut Ameera, sementara Ameera replex mengalungkan kedua tangannya pada leher Liam! Langkah kaki Liam membawa keduanya menuju ranjang yang telah dirapihkan oleh Ameera.
Sambil terus berciuman tubuh Ameera sudah berhasil mendarat sempurna diatas ranjang empuk itu, dengan Liam yang berada diatas tubuhnya.
Ameera membalas gigitan kecil dibibirnya oleh Liam dengan menjulurkan lidahnya, dan lidah itu langsung mendapatkan balasan dari Liam kedua lidah itu saling membelit dan bibir keduanya masih sama-sama saling menyesap.
Setelah puas berciuman dalam waktu yang cukup lama, Liam pun melepaskan ciumannya secara perlahan seolah tidak ingin melepaskan bibir Ameera begitu saja.
Keduanya saling menatap satu sama lain, Liam pun menghapus sisa-sisa saliva dibibir Ameera dengan jari tangannya.
"Tidur lah disini, aku janji tidak akan berbuat apapun padamu!"
"Kau meragukan aku?"
"Sangat,"
"Aku sudah bilang kan kalau aku duda terhormat?"
"Kembalikan kuncinya, aku mau tidur di kamarku saja!"
"Kalau begitu biar aku yang ikut tidur di kamarmu,"
"Tidak mau,"
Liam kembali mencium bibir Ameera, keduanya kembali saling me lu mat sementara tanpa disadari oleh Liam, satu tangan Ameera sudah merogoh saku celananya tempat Liam menyembunyikan kunci kamar tamu itu.
Setelah dapat, Ameera pun melepaskan ciumannya.
"Yes dapat,"
"Kau licik sekali Ra,"
Ameera segera mendorong tubuh Liam yang sejak tadi berada diatas tubuhnya.
"Salah sendiri terlalu terlena oleh bibirku,"
__ADS_1
Ameera turun dari ranjang sementara Liam masih tersenyum menatap punggung wanita yang sudah membuatnya tergila-gila itu keluar dari dalam kamar.
Keesokan harinya!
Pagi-pagi sekali Liam yang masih setengah membuka kedua matanya, mendengar suara-suara sangat ramai yang entah di ruangan mana.
Suara gaduh itu semakin terasa mendekati kamar Liam hingga akhirnya seseorang membuka pintu kamarnya.
Klek.
"Am bangun, sini-sini ikut momy!" Momy Britney langsung menarik tangan Liam agar bangun dan ikut bersamanya ke ruang tamu.
Ternyata suara-suara gaduh itu berasal dari kedatangan momy rempong alias momy Britney yang entah kenapa pagi-pagi begini sudah berada di rumah orangtua Ameera.
Dengan kedua matanya yang masih mengantuk, dan alam sadarnya yang belum sepenuhnya kembali! Liam mengikuti langkah kaki momy Britney, bagaimana tidak mengikuti momy Britney, sementara momy Brit terus menarik tangan Liam hingga sampai di ruang tamu.
Disana sudah ada Dady Daniel, momy Joa, Dady El dan Ameera yang juga masih dalam kondisi mengantuk.
"Duduk dulu Am, biar momy enak bicaranya," ujar momy Britney.
Liam menurut dan duduk disamping Ameera.
"Lihat ini gaun untuk kalian menikah kembali, oh ya momy juga sudah menghubungi wedding organizer untuk mendekorasi vila milik Opa Lan, kita sebaiknya mengadakan pesta disana saja! Kebetulan kan sudah memasuki musim salju, pasti pesta perayaan rujuknya kalian akan semakin seru bila diadakan di vila, ya tidak usah semewah waktu menikah pertama tapi yang penting keluarga bisa datang semua!"
Momy Britney terus berbicara, seketika kesadaran Liam dan Ameera pun segera pulih setelah mendengarkan wedding organizer, rujuk dan pesta perayaan???
"Hah? Me-memang siapa yang mengatakan kami akan rujuk secepat ini pada momy?" tanya Liam.
"Sudahlah kalian tidak usah malu-malu, momy Joa sudah menceritakan bagaimana mesranya kalian berdua! Pokoknya momy sangat bahagia, akhirnya impian momy tercapai,"
"Iya Dady juga ingin secepatnya menimang cucu!" ujar Dady Daniel.
"Ya ampun!!!" Ameera hanya bisa mengusap kasar wajahnya.
Kalau sudah seperti ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh Ameera ataupun Liam, keduanya akan pasrah dan menerima apapun yang sudah dipersiapkan oleh orangtuanya.
Niat hati ingin menikmati dulu masa-masa berpacaran, dan saling jatuh cinta karena dulu keduanya tidak merasakan itu! Rupanya Momy Britney sudah mempersiapkan segalanya untuk Liam dan Ameera segera secepatnya rujuk.
Dan besok keduanya akan langsung fitting baju setelah jam kepulangan kantor! Momy Britney dan Dady Daniel masih berlanjut mengobrol dengan orangtua Ameera, sementara Liam dan Ameera memutuskan untuk kembali ke kota lebih dulu setelah pembicaraan seputar rujuk itu rampung dengan secepat kilat.
Didalam perjalanan baik Liam maupun Ameera sama-sama saling diam dan sesekali saling melirik.
"Ra,"
"Iya Am?"
"Kau sudah siap menjadi istriku lagi?"
The real duda terhormat dari nikah pertama, cerai, pendekatan lagi, dan nikah lagi belum gol gol juga😁
__ADS_1