(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 98


__ADS_3

Ameera memegangi tangan Tiffany dan Xander pun mendekati Tiffany.


"Fan, lebih baik kalian bicara dulu!" kata Ameera.


"Fan!" panggil Xander.


"Kita bicara diluar!" sinis Tiffany.


Claire pun digendong oleh Tiffany dan keluar dari dalam ruangan, begitu juga Xander yang mengekor dibelakangnya. Kerinduan yang sangat diungkapkan melalui kata-kata bisa berkesempatan lagi untuk melihat anaknya dan juga istrinya, karena secara hukum Tiffany dan Xander memang tidak pernah bercerai.


Bukannya Tiffany tidak mau mengurus surat gugatan, hanya saja memang belum sempat malah sudah keburu ketemu lagi dengan Xander.


"Claire ini Dady sayang, cintaku ini Dady nak,"


Xander hendak menggendong Claire sementara bocah itu menatap dengan serius sosok Xander yang dia sendiri mungkin lupa bahwa itu adalah ayahnya.


"Pertemuan ini terlalu mendadak,," ujar Tiffany.


"Tapi pertemuan ini sudah aku persiapkan sejak lama, hanya dengan begini satu-satunya cara agar kita bisa bertemu! Kelahiran bayi Ameera bukan hanya sebagai penyejuk dan kebahagiaan bagi keluarga Limson, tapi juga kebahagiaan untuk ku karena kau pasti akan datang,"


"Kenapa harus melibatkan keluarga orang lain seperti ini? Lagipula sudah tidak ada lagi yang harus kita bahas Xand,"


"Kau tau Fan, aku hancur aku sangat hancur ketika kau pergi aku tidak jadi menikahi wanita lain karena aku sadar aku mencintaimu Fan,"


"Sudah terlambat,"


"Anak kita butuh aku, dan kita belum bercerai kau tidak bisa pergi dariku lagi Fan, aku mencintaimu dan aku akan memperjuangkan mu hingga akhir, please maafkan aku dan berikan aku kesempatan sekali lagi saja aku janji akan menebus semuanya Fan,"


"Aku akan membahagiakan mu dan anak kita, meskipun aku sudah bangkrut dan tidak sekaya dulu lagi tapi hajiku cukup untuk membiayai mu dan anak kita,"


"Aku tidak bisa, aku pergi dulu Xand!"


Hiks.


Hiks.


Hiks.


Claire malah menangis kencang saat Tiffany melangkahkan kakinya, balita itu seolah tidak ingin lagi berpisah dari ayahnya. Xander pun sigap langsung mengelus-elus pipi Claire hingga balita itu berhenti menangis.


"Gending Dady ya nak, mau ya?"


Melihat anaknya tenang bersama Xander, membuat Tiffany tidak bisa berkutik lagi selain membiarkan Xander menggendong anaknya.

__ADS_1


"Ulululu sayang kangen ya sudah lama kita tidak bertemu, Claire kangen Dady tidak?" digendongnya balita mungil itu, dan Claire pun sama sekali tidak rewel bahkan tersenyum saat Xander menggendongnya.


Pemandangan yang membuat hati Tiffany merasa bimbang dan terharu, sepertinya Claire sangat bahagia digendong oleh Ayahnya seperti sekarang ini.


"Tinggal lah bersama ku Fan,"


"Aku,"


"Kau dan Claire belum istirahat kan? Kita pulang dulu ke rumahku baru setelah itu kau menjenguk Ameera dan bayinya lagi,"


"Tidak Xand, aku akan mencari hotel saja!"


"Clairenya mau pulang ke rumah Dady kan ya nak? Ada Oma juga disana dia pasti senang melihat momy mu dan kau sudah kembali,"


Xander menggendong Claire dengan satu tangannya, sementara Tiffany pun mau tidak mau harus mengikuti kemana anaknya itu dibawa. Mereka tiba di sebuah rumah yang ternyata sangat sederhana, Tiffany pun sampai terkejut melihat penampakan rumah Xander yang sekarang karena sangat jauh berbeda dengan rumah mewahnya yang dulu.


"Kaget ya rumahku yang sekarang kecil? Tapi lebih nyaman daripada rumahku yang dulu,"


"Kemana rumah mu?"


"Rumah sudah disita karena aku bangkrut, dan mobil yang aku pakai sekarang pun fasilitas kantor, aku masih menabung untuk beli mobil baru,"


Tiffany pun merasa kasihan dengan kondisi Xander saat ini, tapi Xander masih bisa ceria seperti sekarang saat bertemu dengannya.


Begitu pintu rumah dibuka, Ibunya Xander langsung terkejut begitu melihat siapa yang dibawa oleh Xander kehadapannya.


"Momy,"


"Maafkan momy nak, maaf karena dulu momy tidak memperlakukan mu dengan baik," tangisan Ibunya Xander pun pecah dalam pelukan Tiffany.


"Aku sudah memaafkan mom,"


"Kalau begitu tolong tinggallah disini, ayahnya Xander sudah tiada jika momy nanti mati siapa yang akan menemani Xander,"


"Apa? Dady meninggal?"


Mereka pun duduk bersama-sama di ruang tamu, semuanya diceritakan oleh Ibunya Xander hingga membuat Tiffany pun semakin iba dengan Xander dan Ibunya.


Apalagi kini sikap Xander dan Ibunya sangat baik dan terlihat penuh penyesalan.


"Cucuku yang cantik, Claire kau semakin mirip dengan ayahmu!"


Ibunya Xander itu mengambil alih untuk menggendong Claire dari tangan Xander, sementara Xander mengantarkan Tiffany ke kamarnya.

__ADS_1


"Ini kamar kita,"


"Xand, aku belum siap!"


"Siap atau tidak siap, kau masih istriku Dan dan ini adalah kamarku sekaligus kamar mu!"


"Tapi,"


"Aku sudah kembali bekerja di perusahaan besar, dan aku butuh kau dan anak kita untuk memberikan semangat agar aku lebih semangat lagi bekerja sehingga karier ku akan semakin baik, semua aku lakukan demi kau dan Claire,"


Melihat kesungguhan dari wajah Xander membuat Tiffany pun tidak membohongi perasaannya, selama ini dirinya pun belum mampu menghapus Xander dari dalam hatinya.


"Aku akan memikirkannya,"


"Sambil berpikir tinggal lah disini!"


"Aku memiliki pekerjaan di Jerman,"


"Jadi selama ini kau kabur ke Jerman?"


"Itu bukan kabur,"


"Lalu? Lari dari aku?"


"Sudahlah, aku mau istirahat!" Tiffany pun mulai bisa tersenyum.


"Ya sudah kau beristirahatlah buat Claire aku yang ajak main,"


Tiffany mengangguk lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sementara Xander mengajak Tiffany bermain di halaman rumahnya. Karena sang menantu sudah kembali, Ibunya Xander yang sekarang sudah banyak belajar membuat makanan dan cemilan-cemilan yang enak-enak, langsung pergi ke dapur untuk membuatkan cake keju coklat untuk Tiffany.


Malam harinya Tiffany yang baru saja bangun dari tidurnya, mendengar pintu kamar diketuk dibukanya pintu kamar itu oleh Tiffany.


"Kau sudah bangun, nyenyak tidurnya?"


"Iya mom tadi kecapean soalnya, ini apa mom?"


"Nih momy buatkan kau cake keju coklat, sekarang momy ini suka buat makanan-makanan begini di rumah, kata Xander di enak, kau coba ya!"


Tidak disangka mertuanya sekarang sangat perhatian sekali, mungkin ini lah buah kesabaran dari Tiffany saat dulu dirinya dicaci habis-habisan tapi sekarang diperhatikan dengan penuh kasih sayang.


Beberapa hari kemudian, di kediaman mewah Liam para sanak saudara dan teman dekat Liam dan Ameera sedang berkunjung untuk merayakan kelahiran anak mereka, sekaligus memberikan nama bagi putra satu-satunya mereka.


Bayi laki-laki yang gagah dan terlihat tampan seperti Domanick itu diberi nama Mateo De Elzias.

__ADS_1


Hai terimakasih untuk yang telah mengikuti novel maak yang ini, semoga kalian sehat selalu, dan merasa terhibur ya☺️


Sampai jumpa di lain novel🤗🤗🤗


__ADS_2