(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci

(Penyesalan Suami) Istri Yang Aku Benci
Bab 72


__ADS_3

Keduanya tidak langsung pulang ke rumah orangtuanya Ameera melainkan menuju rumah makan sederhana milik orangtua Ameera, karena jika masih siang begini keduanya pasti sedang berada di rumah makan.


Rumah makan dengan menu utama fish and chips itu terlihat semakin ramai oleh pengunjung, mungkin karena masakan momy Joanna memang terkenal sangat enak dan bumbunya selalu meresap.


Ameera dan Liam turun dari mobil lalu masuk bersama-sama kedalam rumah makan. Saking banyaknya pelanggan yang sedang memenuhi rumah makan ini, sampai-sampai momy Joanna replex menganggap Ameera dan Liam adalah pelanggan yang datang, saat sedang memflating makanan kepiring, momy Joanna hanya merasa ada yang datang ke mejanya.


"Selamat siang mau pesan apa?" tanpa menoleh terlebih dahulu.


"Meera, Liam!" teriak Dady El yang baru saja kembali setelah mengantarkan makanan kemeja ujung.


Mendengar nama anaknya disebut momy Joanna pun sontak mengangkat wajahnya!


"Ameera, momy kira kau pembeli!"


"Lagian momy serius sekali si,"


"Maklum momy sedang bahagia sekali kau lihat kan semakin hari semakin ramai,"


"Iya, Ameera bangga sekali pada kalian!"


"Tapi ini???" Momy Joanna dan Dady El menatap Liam dengan tatapan penuh tanya.


"Sudah nanti di rumah saja ngobrolnya, sekarang aku dan Tuan CEO yang manja ini akan membantu momy dan Dady sampai sore!"


Liam pun mengerjapkan kedua matanya karena kaget Ameera memberitahukan orangtuanya bahwa dia akan ikut bantu-bantu di rumah makan, bisa apa seorang Liam membantu pekerjaan seperti ini?"


Ameera tersenyum melihat wajah salah tinggal Liam, dia lantas mengambilkan celemek untuk diberikan pada Liam agar bajunya tidak terkena kotoran makanan nanti.


"Ini pakai! Salah sendiri minta ikut kesini, jadinya CEO berubah jadi pelayan dadakan," kata Ameera.


Dady El dan momy Joa pun menertawakan Liam yang baru sekali ini diminta jadi pelayan, dan anehnya CEO itu tidak berkutik dan menuruti keinginan Ameera.


Sore hari semua makanan sudah habis di rumah makan, akhirnya mereka pun pulang ke rumah! Sesampainya di rumah, Liam langsung duduk disofa karena tadi Ameera mengerjainya habis-habisan sehingga Liam benar-benar seperti pelayan yang kerja rodi diperuntah-perintah terus oleh Ameera.


Terdengar suara Liam menghembuskan nafas panjangnya untuk melepaskan rasa cape yang masih saja menempel ditubuhnya.


"Ra, ambilkan Liam minuman segar tuh dia sampai kecapean gitu," ujar momy Joa yang tak tega anak konglomerat sampai jadi pelayan kerja rodi seperti tadi.


"Iya mom,"


Ameera mengambilkan minuman kaleng dingin untuk Liam, lalu menemani Liam duduk disofa sementara momy Joanna.dan Dady El sudah masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


"Capek ya?"


"Kau masih dendam padaku?"


"Dendam? Tidak kau itu salah paham,"


"Lalu kenapa kau memperlakukan aku seperti pelayan kerja rodi seperti tadi? Aku bahkan tidak sempat duduk sama sekali,"

__ADS_1


Melihat wajah Liam yang terlihat kelelahan dan sedikit marah-marah, Ameera memegangi tangan Liam.


"Am, kan laki-laki bekerja keras itu wajar demi istri dan anak-anaknya!" goda Ameera.


"Tapi aku tidak punya istri dan anak, lantas untuk apa.aku bekerja keras seperti tadi?"


"Benar juga ya,"


"Kecuali jika sekarang kau mau menjadi istriku dan kita langsung membuat anak, aku.mau bekerja seperti tadi setiap hari,"


"Cih, dasar!" Ameera tersenyum malu.


"Ayolah!"


"Apa?"


Keduanya sama-sama salah tingkah, dan ternyata sejak tadi momy Joa dan Dady El belum mandi atau pun berganti pakaian melainkan mengintip Liam dan Ameera dari balik pintu tembok.


Melihat Liam dan Ameera yang mesra seperti itu, keduanya buru-buru menelpon momy Britney untuk menyampaikan apa yang mereka lihat dengan kedua matanya sendiri.


"Halo,"


"Halo Brit, aku punya kabar besar!"


"Kabar apa Joa?"


"Liam anakmu datang mengantar Ameera ke rumah kami, dan keduanya nampak mesra!"


"Apa benar anak-anak kita bermesraan? Apa mungkin Liam sudah benar-benar jatuh cinta pada Ameera, dan mereka akan rujuk?"


"Iya sepertinya begitu Brit,"


"Oh my God, ini betul-betul kabar gembira Dadynya Liam harus tau kabar ini!"


"Aku sendiri tida menyangka,"


Keduanya berbicara panjang lebar ditelepon dan tentunya dengan nada heboh serta tak lepas dari jeritan khas dari seorang ibu-ibu yang bahagia mendengar kabar anak-anak mereka rukun kembali.


Setelah bergosip ditelepon, momy Joa pun segera mandi sementara Dady El sudah sejak tadi selesai mandi karena tidak mungkin dia ikut bergosip ditelepon bersama momy Joa.


Setelah momy Joa selesai mandi dan sudah berganti pakaian, keduanya hendak menuju ruang tamu untuk mengajak Liam mengobrol.


Tapi tanpa diduga Liam yang sedang iseng menggelitikki tubuh Ameera membuat tubuh Liam dan Ameera menempel apalagi kedua tangan Ameera memegangi kedua lengan Liam.


"Uhuk ,," Dady El berpura-pura batuk.


Hal itu membuat Liam dan Ameera langsung menjaga jarak dan keduanya tidak lagi saling menggoda. Momy Joa dan Dady El pun duduk di ruang tamu.


"Am, bagaimana pekerjaan mu di kantor?"

__ADS_1


"Lancar Dad, hanya saja aku jarang bertemu dengan Ameera di kantor!"


"Lalu kalian ini?" Momy Joanna tidak meneruskan kata-katanya.


"Kami berteman mom," ucap Ameera.


Jawaban Ameera membuat wajah Liam langsung ditekuk, bisa-bisanya Ameera mengatakan kalau keduanya hanya berteman.


"Oh, hanya berteman ya? Momy kira kalian akan rujuk,"


"Untuk saat ini masih berteman baik mom, iya kan Am?" Ameera melirik Liam dan Liam langsung mengangguk pelan karena kecewa.


"Ya sudah momy dan Dady ikut senang jika kalian bisa akrab sebagai teman, Liam menginap saja di sini capek kan kalau langsung balik ke kota!"


"Terimakasih mom, aku pulang saja sekarang," dengan wajah ditekuk.


Ameera langsung melirik kearah Liam, dan sedih jika Liam ternyata tidak mau menginap padahal Ameera masih ingin Liam berada disini.


"Ya sudah mom, dad aku pulang sekarang ya!"


"Kami mau memesan makanan Am, tinggal lah dulu sebentar tunggu sampai makanan datang!"


"Tidak perlu mom, aku sudah kenyang," sambil melirik sinis Ameera.


Momy Joa dan Dady El pun menatap gerak-gerik aneh dari tatapan Liam pada Ameera. Setelah berpamitan pada orangtua Ameera, Liam pun keluar rumah menuju mobilnya diantar oleh Ameera.


"Tidak perlu diantar," ketus Liam.


"Kau kenapa si?"


"Aku kenapa? Memangnya aku kenapa," masih memasang wajah ketus.


"Liam," rengek Ameera.


Tapi Liam masih kesal dengan jawaban Ameera tadi.


"Ya sudah kau masuk lah aku mau pulang!"


"Yakin mau pulang? Aku ingin kau menginap disini," goda Ameera.


"Untuk apa aku menginap? Lagipula aku hanya teman bagimu,"


Dari sindiran Liam akhirnya Ameera tau kenapa laki-laki itu memutuskan pulang buru-buru, rupanya karena Ameera mengatakan masih berteman saat ditanya oleh orangtuanya.


"Oh gara-gara tadi makanya kau merajuk sekarang?"


Liam hanya memasang wajah jutek dan tidak lagi menanggapi Ameera.


"Am, jangan marah dong! Maksud aku bicara begitu agar orangtua kita tidak buru-buru mempersiapkan segalanya, kau tau sendiri kan momy Brit dan momy Joa mereka pasti akan langsung heboh dan ambil tindakan jika tau hubungan kita sudah membaik,"

__ADS_1



__ADS_2