
Hansel tiba di ruang tamu rumahnya, di sana terlihat Liam yang semakin hari semakin berantakan! Maklum saja semenjak bercerai dengan Ameera, Liam lebih menjadi pemalas jarang membersihkan diri, cuek dengan penampilan dan jadi hobi mabuk-mabukan.
Hanya dengan bermabuk-mabukan semua rasa resah dan masalah hilang dalam hidupnya. Hansel duduk disamping Liam dan kedua tangannya masih memegangi diary milik Amber dan handphone lama miliknya.
Dilihat oleh Liam buku diary itu persis dengan buku diary milik Ameera yang dia temukan tak sengaja saat menginap di rumah orangtua Ameera, Liam berpikir memang anak kembar biasanya barang-barang pun akan banyak yang sama termasuk buku diary ini, tapi yang jadi pertanyaan Liam adalah! Kenapa buku diary Ambeera dia buang?
"Ini, aku rasa kau lebih berhak menyimpannya dibandingkan aku!" Hansel menyodorkan buku diary milik Amber kepada Liam, tanpa pikir panjang Liam segera menerima buku diary istri tercintanya itu.
"Sejauh apa hubungan mu dengan Ambeera?"
"Untuk apa kau bertanya, toh orangnya sudah berbeda alam dengan kita!" ujar Hansel dengan santai, tapi dari pertanyaan Liam barusan dapat Hansel simpulkan bahwa ada banyak rasa penasaran dalam benak Liam terhadap Ambeera, sesungguhnya Liam belum mengenal siapa Ambeera dan seperti apa kepribadiannya.
"Jawab saja dengan jujur, hubungan mu sejauh apa dengan Ambeera?"
"Baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu Liam! Aku adalah mantan kekasih Ambeera sebelum dia dijodohkan dan menikah denganmu! Kami berpacaran saat kuliah tepatnya saat setelah ujian semester 2 kampus kami, dan putus karena dia tau bahwa saudari kembarnya Ameera diam-diam sangat bahagia akan dijodohkan denganmu!"
Karena memang seperti itulah proses berakhirnya hubungan antara Ambeera dengan Hansel! Karena Ambeera tidak mau sampai Liam jadi menikah dengan Ameera, setiap hal yang membahagiakan bagi Ameera selagi itu bisa dia usahakan untuk merebutnya maka Ambeera akan merebut hal itu! Terkecuali dalam bidang akademik, Ameera jelas selalu unggul jauh diatas Ambeera dan tidak ada yang bisa Ambeera lakukan jika menyangkut hal itu.
Ambeera selama ini merasa dunia tidak adil karena sejak sekolah, Ameera selalu menjadi pusat perhatian disayangi oleh teman-temannya, guru bahkan orangtuanya lebih condong menyayangi Ameera. Setiap siswa yang Ambeera sukai pasti lebih memilih menyatakan perasaannya pada Ameera.
"Maksudmu?" Liam memicingkan kedua matanya.
"Tidak heran kau kaget, dulu saat aku mengetahui seperti apa Ambeera sebenarnya aku juga tidak percaya dan sangat terkejut seperti mu saat ini Liam,".
"Jangan coba menjelek-jelekkan mendiang istriku Hansel!"
"Aku tidak menjelek-jelekkannya, tapi memang dia sejelek itu kau harus tau itu!"
Liam mulai emosi dan tidak percaya jika Ambeera memiliki pikiran licik pada Ameera!
"Kau!
__ADS_1
"Lebih baik kau baca diary itu agar hatimu bisa terbuka Amber tidak sebaik yang kau pikirkan!"
Tak ingin percaya begitu saja pada orang yang baru dia temui walaupun Hansel sudah mengatakan bahwa dia mantan kekasih Ambeera, tapi mendengar Hansel mengatakan hal buruk tentang Ambeera tentu saja Liam tidak percaya.
"Bacalah, aku yakin kau mengenal tulisan tangan Ambeera karena kau sangat mencintainya bukan? Buku diary itu 100 % asli! Aku hanya kasihan padamu, berita yang beredar kau menceraikan Ameera karena kau belum bisa melupakan Ambeera!"
Tak ingin semakin penasaran, Liam pun membuka buku diary itu! Halaman pertama menceritakan pengalaman Ambeera saat memasuki masa SMA, halaman berikutnya Ambeera menuangkan segala kekesalannya ketika melihat Ameera menjadi siswi paling populer di SMA.
Sumpah demi apa isi dari buku diary itu terus dibaca satu persatu oleh Liam dan semua isi tulisannya adalah kebencian Ambeera terhadap Ameera.
Semakin penasaran Liam melewatkan beberapa lembar buku diary tersebut dan mulai kembali membaca saat Ambeera mulai memasuki kuliah! Lagi-lagi isi tulisan Ambeera hanyaoah kebencian Ambeera terhadap Ameera.
^^^Dear diary.^^^
^^^Lagi dan lagi Ameera, lihatlah sekarang Hansel mahasiswa yang aku sukai justru meminta ku untuk mendekatkan dia dengan Ameera!!! Fu ck, aku bersumpah akan membuat Hansel membenci Ameera dan berbalik jatuh cinta padaku.^^^
Liam menggelengkan kepalanya mau tidak percaya tapi ini benar tulisan Ambeera karena dia sangat mengenal betul tulisan istrinya itu!
"Jika kau membaca diary itu sampai habis kau akan lebih tidak percaya lagi Liam! Amber itu tenang dan mematikan," ujar Hansel.
Liam kembali membaca buku diary tersebut, di sana mulai tertulis saat orangtua Ambeera dan Ameera memberitahukan bahwa akan menjodohkan Liam dengan Ameera dan Ambeera dengan Charles.
^^^Dear diary,^^^
^^^Mulanya aku tidak masalah dijodohkan dengan Charles, tapi ketika melihat Ameera berseri-seri saat momy memberitahukan bahwa dia akan dijodohkan dengan Liam! Tentu saja aku tau ternyata Ameera menyukai Liam, ini tidak bisa dibiarkan aku harus merebut Liam.^^^
Deg..
Membaca bagian itu, Liam sampai merasakan hatinya dicengkeram dengan kuat! Rasa tidak percaya, merasa dibodohi, dan dipermainkan membuat amarah serta penyesalan telah mencintai wanita yang salah, Liam merasa dirinya adalah manusia terbodoh di dunia dirematnya lembaran kertas buku diary tersebut.
Rasanya tidak sanggup lagi Liam untuk membaca kelanjutan buku diary milik Ambeera itu! Hancur rasanya, merasa sangat ditipu dan dipermainkan oleh Ambeera, tapi untuk marah pun pada siapa harus dia lampiaskan amarah yang begitu menggebu-gebu ini.
__ADS_1
"Sit!" Liam meremat kepalanya lalu mengusap kasar wajahnya.
Hansel pun menengok ke buku diary yang sedang dibaca oleh Liam untuk melihat sejauh mana Liam telah membacanya.
"Kau kesal? Kau marah? Merasa dibodohi? Atau kau merasa kau ini badut, apa perlu aku menertawakan kebodohan mu saat ini?"
Ckckckck..
"Diam!" Liam mencengkram kerah kemeja Hansel.
"Tenanglah bung, yang kau baca itu belum seberapa Ambeera lebih gila dari yang kau tau sekarang!" ujar Hansel lalu melepaskan kedua tangan Liam yang mencengkram kerah kemejanya.
Liam tidak sanggup lagi membaca buku diary milik Ambeera, semakin dia baca semakin merasa bodoh hidupnya selama ini. Liam melemparkan buku diary itu hingga buku diary itu jatuh ke lantai.
"Ameera adalah wanita paling baik di dunia ini Am, dia tidak mungkin dan tidak akan pernah memiliki sikap seperti apa yang Amber katakan untuk meracuni pikiran mu! Dan satu hal yang sangat penting harus kau tau Ambeera bukan lagi gadis saat melakukannya dengan mu!"
Deg ..
Seperti ada batu besar yang menghantam ke jantung dan hatinya! Sakit sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Hansel.
"Aku tau Amber pembohong besar tapi untuk yang satu itu, aku lebih percaya pada Amber bukan padamu!"
Ckckckck...
Hansel tertawa cekikikan mendengar hal itu.
"Kau benar-benar bodoh Am!
Liam kembali mengambil buku diary tersebut untuk mencari bagian saat Ambeera menuliskan kejadian di vila, karena yang dia rasakan saat melakukannya adalah Ambeera masih seperti gadis bahkan ada bercak darah di seprei saat itu.
__ADS_1