
Pulang seperti karyawan lain jam 16.00 sore, Ameera memutuskan untuk mencari flat (kosan), karena untuk karyawan sekelas staf biasa tidak bisa menempati mes perusahaan!
Saat sedang berjalan menuju loby luar, Tifanny melihat Ameera. Sebelumnya Sierra sudah memberitahukan pada Tiffany bahwa Ameera akan bekerja di perusahaan ini, dan meminta mulut Tiffany tidak seperti ember bocor yang membocorkan bahwa Liam akan kembali menjabat sebagai CEO di perusahaan ini.
"Ra, kau sedang apa disini?" pura-pura tidak tau.
"Hei Fan, em sebenarnya aku bekerja di perusahaan ini mulai sekarang Fan,"
"Oh ya? Kalau begitu ini kau mau ke mes?"
"Tidak Fan, aku mau mencari flat didekat sini,"
"Kalau begitu ikut aku, aku tau mana flat yang nyaman disekitar sini!"
"Benarkah?"
Tifanny pun menarik tangan Ameera untuk menunjukkan flat yang cukup luas dan nyaman didekat sini! Sudah lama tinggal di mes membuat Tifanny sudah hafal tempat-tempat di sekitar sini.
Atas bantuan Tifanny, Ameera pun akhirnya mendapatkan flat (berbentuk apartemen dengan satu kamar) yang nyaman dan cukup luas lokasinya juga cukup dekat dengan perusahaan D.E skincare! Sekarang hanya tinggal memberikan kabar pada Xander bahwa dia sudah mulai bekerja di perusahaan milik Liam.
Apapun respon dari Xander nanti, Ameera akan siap menghadapinya!
Mendapatkan pesan dari Ameera bahwa dia sedang berada di sebuah flat yang letaknya tak jauh dari tempat kerja Xander saat ini, Xander pun bergegas menemui Ameera.
Setibanya di flat yang terletak dilantai 10, Ameera sudah menunggu Xander didepan pintu.
"Ra, kenapa kau menyewa apartemen disini?"
"Masuklah dulu, kita bicara didalam!"
Keduanya duduk di sofa dan Ameera pun memulai untuk menjelaskan.
"Aku sudah diterima bekerja Xand mulai hari ini!"
"Oh ya, dimana? Perusahaan apa?"
"D.E skincare," dengan suara kecil.
"Apa-apaan kau ini Ra? Kau meminta bantuan Liam?"
"Tidak Xand, dengarkan dulu! Kau tau kan Liam tidak ada lagi di negara ini, ini murni aku melamar sendiri tanpa bantuan siapapun dan aku juga hanya sebagai staf biasa di perusahaan itu!"
"Resign dari sana sekarang juga!"
"Aku bersusah payah mendapatkan pekerjaan ini Xand, dan kau meminta aku untuk resign? Maaf aku tidak bisa,"
"Sudah aku bilang kan aku sanggup membiayai hidup mu Ra!"
__ADS_1
"Xand tolong hargai keputusan aku, lagipula aku disini hanya untuk kerja dan Liam pun tidak ada di perusahaan itu jadi apa yang kau khawatirkan?"
Xander pun memeluk Ameera dengan erat.
"Maaf sayang aku hanya takut kau meninggalkanku dan kembali pada laki-laki itu!"
"Itu tidak mungkin Xand," Ameera melepaskan pelukan Xander lalu berdiri dari sofa menghindari Xander.
Xander pun kembali menghampiri Ameera, dipeluknya lagi tubuh Ameera dari belakang oleh Xander.
"Xand lepas!"
"Ra, sekali saja agar hubungan kita semakin erat!"
"Apa maksudmu?"
"Sekali saja biarkan aku melakukannya padamu Ra,"
"Xand jangan macam-macam,"
Namun kedua tangan besar itu mengangkat tubuh Ameera dari belakang menuju kamar, meskipun Ameera terus meronta-ronta tapi Xander kekeh membawa Ameera kedalam kamar yang ukurannya tidak terlalu luas.
"Xand, aku mohon jangan seperti ini,"
"Ra, sudah cukup lama hubungan kita dan kau tidak pernah mau melakukannya denganku, kenapa Ra?"
"Aku tidak bisa melakukan ini sekarang Xand, tolong keluar sekarang dari sini atau hubungan kita cukup sampai disini!"
Mendapatkan ancaman putus dari Ameera, akhirnya Xander pun melepaskan pelukannya.
"Baiklah aku akan bersabar Ra, tapi jika nanti aku sudah melamar mu dan kau tetap tidak mau berhubungan ba dan denganku, kau tetap tidak mau aku sentuh! Kau sangat keterlaluan Ra, itu artinya kau tidak mencintai aku seperti aku mencintaimu!"
Setelah mengatakan itu Xander pergi meninggalkan Ameera dengan penuh rasa kekecewaan.
"Maaf Xand aku benar-benar belum siap!" Gumam Ameera.
Hari-hari berlalu dilalui oleh Ameera dengan ceria dan pekerjaannya sejauh ini tidak menyulitkan! Tiba saatnya Liam kembali ke perusahaan D.E skincare hari ini, sebenarnya sudah dari beberapa hari lalu Liam kembali ke negara ini hanya saja baru hari ini kakinya menginjakkan D.E skincare.
Kedatangan Liam menjadi buah bibir dikalangan para karyawan, dan Ameera yang menyimak sempat tidak percaya dengan gosip bahwa Liam sudah kembali ke perusahaan ini! Tapi pada saat Ameera menaiki lift untuk mengantar laporan pada supervisor saat pintu lift terbuka, betapa terkejutnya Ameera karena didalam lift terdapat Liam tengah berdiri dengan gagahnya.
Ameera tidak berani melangkah masuk kedalam lift, hingga pintu lift itupun tertutup kembali. Tubuhnya lemas dengan apa yang dia lihat barusan.
"Liam? Kenapa dia bisa kembali? Kenapa dia ada disini?" Ameera sangat terkejut dan masih shock.
Setelah masuk ke lift berikutnya, tibalah Ameera di lantai 8 tempat supervisor itu berada, perasaannya masih tidak karuan antara nyata dan tidak nyata sosok Liam berdiri dihadapannya tadi.
"Sadar Ameera itu hanya halusinasi mu saja!"
__ADS_1
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!"
Ameera masuk dan ternyata ada Liam yang sedang duduk di sofa bersama supervisior yang sedang menunggunya.
"Ameera duduk dulu!"
"Tidak usah Tuan, saya hanya mengantarkan laporan ini saja!"
"Kau kan karyawan baru, setiap karyawan baru apalagi dibawah naungan ku, harus minum-minum bersama dulu kebetulan disini sedang ada Tuan CEO kita, ayo kenalkan dirimu!"
"Halo Tuan, saya Ameera senang bertemu denganmu!"
Liam hanya mengangguk pelan, tak berkata apapun pada Ameera.
"Saya akan ambilkan minum dulu untuk menyambut bergabungnya kau disini, duduklah!" supervisor itu beranjak pergi meninggalkan ruangan ini.
Sebenarnya supervisor pun sudah disetting oleh Liam jadi dia berpura-pura tidak tau kalau Ameera itu mantan istri Liam, dan haru begini begitu itu semua atas perintah Liam.
Ameera duduk dihadapan Liam, tubuhnya keringat dingin dan kedua tangannya meremat rok berwarna abu yang hari ini dia kenakan.
Sebenarnya kedua mata Liam sudah berkaca-kaca bisa kembali bertemu Ameera, bisa melihat wajahnya! Untung saja Ameera tidak berani menatap Liam, jika Ameera melihat kedua mata Liam saat ini sudah berkaca-kaca.
Rasa rindunya selama ini sangat menyiksa Liam, ingin sekali saat ini Liam memeluk erat Ameera dan mengatakan apa yang ada didalam hatinya! Tapi kembali lagi Liam harus menahan segala rasanya, karena dia tidak tau apakah Ameera masih membencinya dan apakah Ameera sudah mencintai Xander saat ini.
Keduanya masih saling diam untuk beberapa saat.
"Bagaimana rasanya bekerja di perusahaan ini, apa nyaman?" Liam memulai pembicaraan dengan suara yang sedikit bergetar.
Ameera pun mengangkat wajahnya, kedua pasang mata itu akhirnya kembali bertemu saling menatap satu sama lain.
"Perusahaan yang sangat nyaman Tuan!"
"Baguslah!"
"Iya,"
"Kau masih membenci ku?"
"Hmm," Ameera hanya menjawab dengan berdehem.
__ADS_1