
Untuk beberapa saat baik orangtua Liam maupun orangtua Ameera merasakan frustasi yang mendalam atas keputusan perceraian yang akan dilakukan oleh Liam dan Ameera.
Ameera pun segera memeluk momy Joanna yang terlihat sangat terpukul oleh berita perceraian ini.
"Mom, tidak apa-apa semua akan baik-baik saja!"
"Kenapa Ameera? Kenapa harus bercerai?" usai tangis momy Joanna tidak terbendung lagi.
Akhirnya Dady El pun mengambil alih pembicaraan mengingat kondisi momy Joanna tidak memungkinkan lagi untuk berlama-lama di rumah Liam.
"Liam, jika memang putri kami tidak diterima baik oleh mu kami akan mencoba mengerti dan memahaminya! Terimakasih sudah mengembalikan anak kami secara baik-baik kepada kami!" dengan nada suara yang bergetar Dady El berusaha untuk tegar.
"El, tidak tunggu dulu ini masih bisa diperbaiki!" Dady Daniel menolak keputusan ini.
"Maafkan aku dad tapi Ameera dan Amber adalah dua wanita yang berbeda, dan hanya Amber yang ada di hatiku!" ungkapan perasaan Liam sungguh-sungguh keterlaluan.
"Am dengarkan momy, move on kau mau hidup dengan hantu begitu?"
"Mom cukup! Kalaupun aku harus menikah lagi setelah kehilangan Amber, aku akan menikah dengan wanita lain kecuali dia!" Liam menunjuk kearah Ameera.
Tapi lagi-lagi Ameera menghadapinya dengan perasaan tegar dan berusaha tetap kuat. Ameera pun mulai angkat bicara, dia berjalan menghampiri Liam.
"Asalkan itu bukan aku kan Am? Semoga kelak kau mendapatkan pengganti Amber yang bisa kau cintai tidak seperti perlakuan mu padaku selama ini, tidak perlu lagi ada pembicaraan apapun! Aku dan orangtuaku akan pamit sekarang, dan sampai berjumpa di pengadilan! Satu lagi, barang-barang ku sudah aku kemas nanti akan ada orang yang mengambilnya!"
Momy Britney pun buru-buru memeluk Ameera.
__ADS_1
"Tidak Meera momy tidak mau kehilangan mu, tolong maafkan putra momy tolong jangan bercerai!"
"Mom, aku dan Liam bercerai baik-baik! Aku akan meluangkan waktu untuk kita tetap bertemu nantinya jangan khawatir momy dan Dady Daniel tetap orangtuaku sampai kapanpun!"
Hiks.
Hiks.
Momy Britney menangis sesenggukan tak tega melepaskan Ameera begitu saja! Kesal, marah dan ingin memaki anak sendiri rasanya! Kenapa Liam bisa mengambil keputusan sebodoh ini? Kurang apa Ameera dia adalah wanita baik-baik, pintar, bermartabat, dan pekerja keras.
Ameera pun tersenyum melepaskan pelukan momy Britney! Dilepaskannya cincin pernikahan pemberian Liam dulu untuk dikembalikan pada pemiliknya.
"Am ini cincin nikah kita, aku kembalikan sekarang!" disodorkannya cincin berlian tersebut kehadapan Liam.
"Buang saja!" tolak Liam.
Sebisa mungkin Ameera berusaha terlihat tegar dihadapan orangtuanya! Ada rasa sesak dari seorang Dady El yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tapi untuk menangis seperti momy Joa pun Dady El tidak dapat lakukan! Semua kesedihan, kemarahan hanya mampu tertahan dibenaknya.
Apalagi melihat wajah putrinya itu, Dady El tak kuasa memandangi wajah putrinya yang sedang bersusah payah berusaha terlihat baik-baik saja.
Momy Britney masih terus mengeluarkan uneg-unegnya pada Liam, sejak kepulangan Ameera dan orangtuanya momy Brit aku terus memarahi Liam.
"Mom, mau momy memarahi ku sampai gendang telingaku ini pecah! Itu semua tidak akan mengubah keputusan ku mom, tolong jangan berpura-pura sakit lagi demi untuk menggagalkan perceraian ku dengan Ameera!"
"Kau keras kepala sekali Liam, kau akan menyesal nanti! Camkan itu!"
__ADS_1
Momy Britney benar-benar kecewa atas keputusan Liam sementara Dady Daniel hanya bisa mengusap kasar wajahnya.
Setelah pertemuan kedya keluarga itu, Ameera dan Liam benar-benar putus komunikasi dan tak sekalipun keduanya bertemu! Liam sendiri sudah melayangkan berkas gugatan cerainya ke pengadilan, tinggal tunggu surat pemanggilan kedua belah pihak saja.
Dan dapat dipastikan pada saat sidang mediasi, keduanya tidak akan datang!
Ameera pun telah menunjuk pengacara untuk menghadapi perceraiannya.
Hari ini Ameera mulai pindahan dari rumah orangtuanya ke mes perusahaan, karena surat izin menempati mes pun telah dia kantongi.
Tit..
Suara klakson membuat Momy Joa membukakan pintu rumahnya! Terlihat Xander datang untuk membantu Ameera pindah ke mes perusahaan.
"Siang Bibi," sapa Xander dengan ramah.
"Loh ini siapa Meera?"
Ameera pun buru-buru menghampiri Xander dan momy Joanna di ruang tamu.
"Tuan Xander benar-benar datang ke sini? Ya ampun sampai repot-repot," ujar Ameera.
"Engga repot kok, kan ini sedang libur daripada bengong di rumah mending bantu orang yang mau pindahan!"
"Terimakasih Tuan, mom kenalkan ini Tuan Xander! Dia CEO di perusahaan tempat Ameera kerja,"
__ADS_1
Momy Joanna dan Xander pun berjabat tangan, lalu Xander dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu.