
Tak ada lagi pembicaraan setelahnya, hingga supervisor masuk membawakan tiga kaleng minuman, Ameera dan Liam tidak lagi terlibat pembicaraan.
Ketiganya minum bersama lalu Ameera langsung berpamitan keluar ruangan. Percayalah jika terus berada dalam satu ruangan dengan Liam semua perjuangan Ameera selama ini untuk melupakan Liam akan sia-sia.
Sore harinya hujan mengguyur sangat deras, Ameera keluar loby kantor tapi karena lupa membawa payung dia pun memutuskan untuk menunggu hujan reda, lalu lalang para karyawan kantor yang membawa payung bisa pulang meskipun hujan sangat deras.
Tap.
Tap.
Langkah kaki yang tidak asing lagi bagi Ameera semakin mendekat kearah dia berdiri saat ini, Liam datang membawakan payung berwarna hitam ditaruhnya disamping Ameera, hingga Ameera pun menoleh.
Setelah menaruh payung disamping Ameera, tanpa mengatakan apapun lagi Liam hendak pergi dari sana.
"Ambil kembali payung anda Tuan, saya tidak membutuhkannya!"
"Itu bukan payung ku, itu payung kantor setiap karyawan berhak memakainya!" Liam melanjutkan langkah kakinya setelah menjawab Ameera.
Tanpa diketahui oleh Ameera, saat ini mobil Xander sudah berada di halaman perusahaan D.E skincare, dan Xander begitu marah ketika melihat ternyata Liam telah kembali bahkan Liam dan Ameera terlibat interaksi.
Xander langsung memberhentikan mobilnya didepan tempat Ameera berdiri saat ini. Ameera pun kaget ketika Xander hari ini datang menjemputnya ke kantor, Xander turun dari mobil dan langsung menarik tangan Ameera.
"Apa itu tadi Liam? Dia ada disini? Kau membohongiku Ameera,"
"Xand, kau salah paham aku tidak tau kalau Liam akan kembali ke perusahaan ini!"
"Bohong! Tega sekali kau Ra, kau sudah mengkhianati kepercayaan ku! Ayo ikut!"
Xander menarik tangan Ameera kembali masuk ke dalam kantor untuk menyusul Liam yang sedang berjalan masuk kembali kedalam kantor.
"Xand tolong lepaskan, kau mau apa?"
Namun Xander yang sudah emosi besar melihat kehadiran Liam di perusahaan ini, terus menarik tangan Ameera untuk ikut bersamanya menemui Liam. Saat Liam hendak memasuki lift yang terletak disamping meja resepsionis.
"Tunggu!"
Liam menoleh dan dilihatnya Ameera sedang ditarik oleh Xander hingga keduanya kini berdiri dihadapan Liam.
"Untuk apa kau kembali lagi ke sini? Kau mau menggoda calon istriku, tidak kah kau malu Liam dulu kau telah menyakiti dan menyia-nyiakan Ameera, dan sekarang apa maksudmu kembali datang kesini?"
"Nona Ameera, apakah saya mengganggu anda selama anda bekerja tadi?"
"Ti-tidak,"
"Anda dengar sendiri kan dari bibir calon istri anda sendiri, saya tidak mengganggunya sama sekali!"
"Cih bulshit, kau pasti mau merebut Ameera dariku, kau ingat Liam aku tidak akan pernah melepaskan Ameera!"
__ADS_1
"Xand sudah cukup! Ini di kantor,"
"Dan kau Ra, keluar dari perusahaan ini sekarang juga, aku tidak mau kau bekerja di perusahaan milik laki-laki ini!"
"Oke Xand, besok aku akan mengajukan surat pengunduran diriku, tapi sudahi ini kita pulang sekarang!" Ameera meraih tangan Xander lalu melangkah pergi dari hadapan Liam.
Melihat Ameera menggandeng tangan Xander dihadapannya sendiri, membuat Liam terus memperhatikan tangan Ameera yang terus menggandeng tangan Xander.
Apa yang dilakukan Ameera saat ini pasti akan membuat Liam merasakan sakit hati, Xander pun menoleh kebelakang dan melihat wajah Liam yang terlihat sedih melihat Ameera menggandeng dirinya.
Melihat hal itu Xander merasa sangat puas dan dia menyunggingkan senyum melihat wajah kecewa Liam.
"Kau menggenggam tangannya erat sekali Ra, tidak bisakah kau lakukan itu saat aku tidak melihatnya?"
"Sakit sekali Ra," gumam Liam.
Setibanya di flat milik Ameera, Xander masih terus membicarakan seputar Liam, hingga terus mendesak Ameera agar menyerahkan surat pengunduran diri besok.
"Kau janji kan Ra, besok kau akan ajukan surat pengunduran dirimu?"
"Iya Xand, aku janji!" dengan wajah datar.
Xander pun sudah merasa lega karena Ameera mau menuruti permintaannya!
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Ameera menyerahkan surat pengunduran dirinya pada pihak HRD, tapi pihak HRD pun memberikan Ameera draft kontrak yang saat itu telah ditandatangani oleh Ameera, disana tertulis jika satu pihak mengundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir, masa kontrak disini yaitu dua tahun kerja karena Ameera dikontrak untuk dua tahun kedepan, maka harus membayar finalti sebesar gaji selama dua tahun kontraknya.
"Jadi bagaimana, kau jadi mengajukan surat permohonan resign ini?"
Ameera pun menggelengkan kepalanya, dia merasa posisinya sekarang ini serba sulit. Dan Ameera berpikir untuk meminta bantuan Liam, agar dia mau membiarkan Ameera untuk berhenti kerja di perusahaannya tanpa harus membayar finalti..
"Fanny," Ameera menghampiri Fanny yang sedang duduk dikursi kerjanya.
"Ra, ada apa sampai menemui ku?"
"Ada Liam di ruangannya?"
"Ada si, tapi kau mau apa?"
"Aku mau masuk!"
"Jangan Ra!"
Tapi Ameera bersikeras untuk masuk kedalam ruangan kerja Liam, begitu membuka pintu semua tamu yang sedang berada didalam ruangan kerja Liam pun terperangah melihat kedatangan seseorang yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Maaf Tuan, silahkan dilanjutkan!" Fanny menarik tangan Ameera untuk segera keluar dari dalam ruangan kerja Liam.
Sementara Liam yang melihat wajah putus asa Ameera, langsung meminta izin pada para tamunya untuk keluar sebentar.
__ADS_1
"Maaf Dan aku tidak tau kalau didalam sedang ada tamu!"
"Kau kenapa si Ra?"
"Aku, aku hanya tidak tau lagi harus meminta bantuan kalau bukan pada Liam!"
Liam keluar dari ruangannya lalu menghampiri Ameera.
"Fan, temani tamuku didalam!"
"Baik Tuan!" Fanny pergi meninggalkan Liam dan Ameera.
Kini tersisa Ameera dengan Liam yang saling berhadapan.
"Ada apa?"
"Aku ingin meminta tolong padamu!"
"Bisa kita bicarakan ini sepulang kerja nanti? Aku sedang sibuk sekarang ini!"
"Baiklah," Ameera menunduk dihadapan Liam.
"Temui aku di taman dekat kantor nanti sore!" setelah itu Liam kembali kedalam ruangannya.
Ameera menghela nafas panjangnya, dia berharap jika nanti Liam akan mau bicara pada pihak HRD agar proses resignnya bisa diacc tanpa harus membayar finalti.
Saat Ameera sedang melamun memikirkan semua hal, Xander menelepon Ameera.
"Halo sayang,"
"Halo Xand,"
"Bagaimana kau sudah mengajukan surat pengunduran diri kan?"
"Belum Xand,"
"Kenapa? Kau memang sengaja kan, kau mau berlama-lama dekat dengan mantan suamimu itu?"
"Cukup Xand, aku sedang tidak ingin berdebat kepala ku pusing!" Ameera mematikan teleponnya.
Hal itu semakin memancing emosi Xander.
"Sepertinya sore nanti, aku harus memata-matai Ameera! Dia harus diawasi agar aku tau kelakuannya dibelakang ku dengan mantan suaminya itu!" Gumam Xander.
No Koment ah kaborrr😂
__ADS_1