
Liam yang mendapatkan kiriman pesan berisi foto Ameera yang sedang makan tapi wajahnya terlihat melamun! Langsung menelpon sekertaris pribadinya.
Tidak lama setelah ditelpon, sekertaris Liam pun datang.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Siapkan tiket pesawat untuk kembali dan hubungi sepupuku Darrel untuk kemari!"
"Baik Tuan!"
Hari sudah larut dan Ameera sudah kelelahan akibat tertawa terus menerus saat bermain tebak-tebakan dengan Charles.
"Aduh perutku sampai sakit Char,"
"Kau sudah menyerah dengan permainan ini?"
"Ya, aku menyerah!"
"Oke, mau pulang sekarang?"
"Iya aku juga sudah lelah ingin tidur,"
"Baiklah princess kita pulang sekarang,"
Tak mampir dulu karena melihat Ameera sudah ingin istirahat, setelah mengantar Ameera hingga didepan pintu kamarnya! Charles segera berpamitan untuk pulang.
Ameera pun menjatuhkan dirinya diatas ranjang, rasanya lelah sekali setelah seharian bekerja.
Tok.
Tok.
Tok.
Sebuah ketukan pintu membuat Ameera harus kembali bangun dan melupakan rasa ngantuknya!
"Siapa yang mengetuk pintu? Apa Charles kembali lagi?"
Klek..
"Malam!"
Ibu dari Xander langsung masuk kedalam mess tanpa menunggu Ameera mempersilahkannya untuk masuk.
"Untuk apa anda kesini?"
"Kau melawak ya? Perusahaan tempat mu bekerja, termasuk mess yang kau tinggali ini adalah milikku jadi apa pantas kau berkata demikian padaku?"
Tanpa basa-basi terlebih dahulu, Ibu dari Xander itu merogoh cek yang sudah dia siapkan lalu ditaruhnya diatas meja.
__ADS_1
"Keluar dari perusahaan ku dan ambil uang itu sebagai kompensasi untuk menjauhi putraku!"
Mendengar hal itu tentu saja Ameera merasa sangat dihina oleh Ibunya Xander. Diambilnya lagi cek senilai 1 miliar tersebut dan diberikannya lagi pada ibunya Xander.
"Ambil uang anda karena saya tidak butuh!"
"Kau sombong sekali Ameera, tau malu lah sedikit lihat dirimu itu siapa dan Xander itu siapa!"
"Kau tenang saja, aku akan berhenti dari perusahaan mu dan aku akan menjauhi putra mu itu!"
"Good, kalau begitu tau diri juga kau akhirnya!"
Setelah Ibunya Xander datang mendatangi Ameera dengan membawa penghinaan yang begitu dalam bagi Ameera, keesokan harinya Ameera tidak masuk kerja dan handphonenya tidak aktif.
Pagi hari saat Xander tiba di kantor, dia tidak melihat Ameera dikursi kerjanya tapi Xander masih berpikiran positif jika mungkin Ameera kesiangan. Lagipula pagi ini Xander akan ada beberapa meeting penting dengan para karyawannya, jadi pacarannya ditunda dulu dengan Ameera.
Tapi hingga siang harinya, Ameera pun tidak terlihat membuat Xander khawatir lalu menelpon Ameera, sayangnya nomor Ameera sudah tidak aktif.
Semakin cemas Xander mendatangi beberapa rekan kerja Ameera untuk menanyakan apakah hari ini Ameera ada kabar pada mereka.
"Ada yang melihat Ameera?"
"Tadi pagi saat anda meeting ada Tuan,"
"Lalu kemana dia?"
"Tadi si Ameera hanya datang sebentar lalu mendatangi ruang HRD, setelah itu dia pergi lagi saya pikir dia harus mengecek counter kita di mall-mall!"
"Untuk apa Ameera tadi pagi kesini?"
"Ameera mengantarkan surat pengunduran diri, Tuan!"
"Apa?"
Mendengar Ameera mengundurkan diri, Xander segera berlari untuk menemui Ameera di messnya dan menanyakan semua ini. Xander bahkan mengemudikan mobilnya untunglah jarak kantor ke mess sangat dekat.
Setibanya di mess! Xander kembali berlari menuju kamar nomor 33 tempat Ameera berada, setibanya di sana sudah ada beberapa office boy dari kantor yang sedang membersihkan mess karena mess tersebut sudah kosong.
"Dimana Ameera?"
"Maksud Tuan?"
"Kemana orang yang tinggal disini?"
"Kami tidak tau Tuan, kami hanya menjalankan perintah dari staf HRD untuk membersihkan mess karena akan ada orang baru yang menempati!"
Buru-buru Xander kembali ke mobilnya! Perasaanya kacau balau karena Ameera melakukan ini semua, Xander segera masuk kedalam mobilnya untuk menemui Ameera di rumah orangtuanya. Xander yakin Ameera pasti pulang ke sana.
Di kediaman Ameera, setelah menaruh koper berisi pakaiannya di rumah, Ameera pun mendatangi kedua orangtuanya di rumah makan milik orangtuanya, terlihat ada beberapa pengunjung yang sedang makan, ternyata di renovasi hingga bangunan rumah makan menjadi cantik dan berkelas sangat mempengaruhi untuk lebih mudah mendapatkan pelanggan.
__ADS_1
"Dad itu seperti Ameera?" Momy Joa melihat Ameera berjalan mendekat.
"Iya mom, Ameera anak kita,"
"Sore mom, dad,"
"Ra, kenapa kau bisa ada disini?"
"Kenapa momy tidak senang anaknya pulang?"
"Tentu saja senang, tapi ini kan hari kerja nak?"
"Eh sudah nanti saja ditanya-tanyanya, biarkan anak kita duduk dulu!" ujar Dady El.
Setelah semua pelanggan sudah dilayani dan belum ada pelanggan baru masuk, orangtua Ameera pun mengajak Ameera bicara kenapa dia tiba-tiba pulang dan wajahnya terlihat sedih.
Ameera memang tidak menceritakan secara gamblang tentang hinaan-hinaan dari orangtua Xander terhadapnya, tapi Ameera mengatakan bahwa dia akan mengakhiri hubungannya dengan Xander, karena orangtuanya tidak menerimanya dengan baik.
Mendengar hal itu, Dady El dan Momy Joa pun paham itu berarti keluarga Xander memang memandang orang dari kasta, tentu saja Dady El dan Momy Joa mendukung atas keputusan Ameera untuk memutuskan hubungannya dengan Xander.
Malam harinya Ameera dan orangtuanya baru saja tiba di rumah mereka setelah menutup rumah makan! Di sana sudah ada Xander yang berdiri didepan pintu.
"Malam Paman, Bibi, maaf aku datang tiba-tiba begini,"
"Malam nak, silahkan masuk kedalam bicaralah didalam!"
Momy Joa dan Dady El membiarkan Ameera bicara empat mata dengan Xander di ruang tamu.
"Ra, kenapa kau mengambil keputusan sepihak begini?"
"Maaf Xand, tapi aku mau hubungan kita berakhir cukup sampai disini!"
"Apa alasannya? Bukankah kita sudah sepakat untuk kau memberikan aku kesempatan agar orangtuaku setuju dengan hubungan kita?"
"Aku tidak bisa lagi,"
"Jadi benar ini karena orangtua ku? Mereka mendatangi mu?"
"Sudahlah Xand, lupakan aku dan kita akhiri semuanya,"
"Kalau memang ini gara-gara orang tuaku, aku akan meninggalkan semuanya demi dirimu Ra, aku tidak mau kita putus!"
"Jangan aneh-aneh Xand, kembalilah ke tempat seharusnya kau berada dan dengarkan nasehat orangtua mu!"
"Tidak Ra, kau akan lihat aku akan meninggalkan perusahaan, rumah, mobil jika orang tuaku tetap tidak menerima mu! Aku mohon jangan putus dariku, aku bisa mencari pekerjaan dan kita memulai semuanya berdua Ra!"
"Tapi Xand,"
"Aku tidak mau dengar lagi, aku akan buktikan padamu Ra aku bisa hidup tanpa bayang-bayang orangtuaku dan aku akan memperjuangkan hubungan kita hingga akhir!"
__ADS_1
Rupanya ucapan Xander itu bukan isapan jempol belaka, karena setelah kembali meyakinkan Ameera, Xander mendatangi orangtuanya dan memutuskan untuk meninggalkan semua kemewahan yang diberikan oleh orangtuanya.
"Kau akan menyesal Xand, Xander!!" tangisan Ibunya pecah ketika Xander benar-benar meninggalkan orangtuanya termasuk semua kemewahan yang dia dapatkan selama ini